Anda di halaman 1dari 16

CREAM

Disusun oleh:
Dahlisa Soleman
Ocjevani Yolandani
Shaidatul Chazanah
Wiwin Nur Khotijah

Definisi
Krim adalah cairan kental atau emulsi setengah
padat baik bertipe air dalam minyak atau minyak
dalam air. (Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi : 513)
Krim adalah sedian setengah padat mengandung
satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi
dalam bahan dasar yang sesuai. (FI IV : 6)
Krim adalah bentuk sediaan setengah padat, berupa
emulsi mengandung air tidak kurang dari 60% dan
dimaksudkan untuk pemakaian luar. (FI III)
Krim adalah: bentuk sediaan setengah padat berupa
emulsi yang mengandung satu atau lebih bahan obat
terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang
sesuai (mengandung air tidak kurang dari 60%) (Ilmu
Resep Syamsuni)

Penggolongan Krim
Tipe M/A (minyak dalam air): tetes minyak terdispersi
dalam fase air (fase intern adalah minyak dan fase
ekstern adalah air).
Sabun monovalen seperti : Triethanolaminum Stearat,
Natrium Strearat, Kalium Stearat, Ammonium Stearat.
Tipe A/M (air dalam minyak): tetes air terdispersi dalam
fase minyak (fase intern adalah air dan fase ekstern
adalah minyak).
Sabun polivalen, span, adeps lanae, cholesterol, cera.
Untuk penstabilan krim ditambah zat antioksidan dan zat
pengawet. Zat pengawet yang sering digunakan ialah
Metil paraben (Nipagin) 0.12 - 0,18 %, propilparaben
(Nipasol) 0,02 % - 0,05 %. (Moh.Anief; 2010)

Persyaratan sediaan krim


Stabil
Lunak
Mudah dipakai
Dasar krim yang cocok
Pengadukan harus stabil dan konstan

Keuntungan dan Kerugian sediaan cream


Keuntungan

Kerugian

Mudah menyebar rata


Praktis
Mudah dibersihkan/dicuci
Cara kerja langsung pada
jaringan
Tidak lengket terutama tipe
M/A
Memberikan rasa dingin

Susah dalam pembuatannya


Gampang pecah
Mudah kering dan mudah
rusak, khususnya tipe A/M

Formula sediaan krim


Bahan Berkhasiat
adalah bahan obat yang digunakan untuk tujuan pengobatan
sehingga dapat memberikan efek terapi yang diharapkan

Basis Krim
Pemilihan basis krim tergantung sifat obat, OTT, absorpsi,
sifat kulit dan jenis luka.

Bahan Pembawa (Emulgator)


merupakan komponen yang penting untuk memperoleh
emulsi yang stabil

Bahan Tambahan
Bahan pengawet
Pendapar
Pelembab

Metode pembuatan krim

Metode pelelehan
Metode triturasi

Penyimpanan dan pengemasan sediaan


Wadah untuk sediaan krim lebih baik diisikan kedalam
tube. Hal ini memberi jaminan perlindungan penguapan
yang dibutuhkan.
Krim sebaiknya disimpan pada kondisi yang dingin dan
bebas udara. Sediaan krim juga disesuaikan dengan
kebutuhan. Pada penyimpanan terlalu lama dapat
menyebabkan penurunan kualitasnya, perubahan dari
perbandingan fase dispersitas, dan perusakan pada
proses kimia dan mikroba.

CONTOH RESEP

DOKTER PRASETYA HUTAMA


Alamat praktek: jl. Wr Supratman No 71 Malang
SIP : 19960108
Tgl 3 Januari 2015

R/

Acid Stearin

10%
Gliserin

Triaethanolamin
Nipagin

10%
2%
0.2%

Aquades

ad

M.F cream
S.u.e
Pro Angga (Dws)
Jl. Melati No.7 Malang

30

Monografi Bahan
Acidum stearicum/asam stearat (FI III, 57)
Asam stearat adalah campuran asam organik padat yang
diperoleh dari lemak, sebagian besar terdiri dari asam
oktadekonat, C 18H36O2 dan asam heksadekanoat, C 16H32O2.
Pemerian :
Zat padat keras mengkilat menunjukkan susunan hablur,
putih atau kuning pucat, mirip lemak lilin.
Kelarutan :
Praktis tidak larut dalam air, larut dalam 20 bagian etanol
(95%) P, dalam 2 bagian kloroform P dan dalam 3 bagian eter P.
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup baik.
Khasiat :
Zat tambahan, untuk melembutkan kulit dengan konsentrasi
1- 20 %

Gliserin (FI III, 271)


Pemerian :
Cairan seperti sirop, jernih, tidak berwarna, tidak berbau, manis diikuti
rasa hangat. Higroskopik. Jika disimpan beberapa lama pada suhu rendah
dapat memadat membentuk massa hablur tidak berwarna yang tidak
melebur hingga suhu mencapai lebih kurang 200 C.
Kelarutan :
Dapat campur dengan air dan dengan etanol (95%) P, praktis tidak larut
dalam kloroform P, dalam eter P dan dalam minyak lemak.
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup baik.
Khasiat dan penggunaan :
Zat tambahan ( pengental )
Kadar 5- 10 %
-Triethanolamin (FI III, 612)
Pemerian :
Cairan kental, tidak berwarna hingga kuning pucat, bau lemah mirip
amoniak, higroskopik.
Kelarutan :
Mudah larut dalam air dan dalam etanol (95%) P, larut dalam kloroform P.
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya.
Khasiat dan penggunaan :
Zat tambahan. Emulgator. Kadar 2 4 %

Nipagin/ Methylis Parabenum (FI IV hal. 551)


Pemeriannya : serbuk hablur halus, putih, hampir tidak berbau, tidak
mempunyai rasa, kemudian agak membakar diikuti rasa tebal.
Kelarutan : Larut dalam 500 bagian air, dalam 20 bagian air mendidih,
dalam 3,5 bagian etanol (95%) P dan dalam 3 bagian aseton P, mudah
larut dalam eter P dan dalam larutan alkali hodroksi, larut dalam 60
bagian gliserol P panas dan dalam 40 bagian minyak lemak nabati
panas, jika didinginkan larutan tetpa jernih.
Khasiat : Zat tambahan atau pengawet. Kadar 0,1 0,6 %.

-Aquadest (FI III, 96)

Pemerian :Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak


mempunyai rasa.
Penyimpanan :Dalam wadah tertutup baik.

Perhitungan bahan
Acid stearin
10/100x30=3g+10% 3g+0.3g= 3,3g
Glycerin
10/100x30=3g+10% 3g+0,3g= 3,3g
Triaethanolamin
2/100x30=0,6g+10% 0,6g+0,06g= 0,66g
Nipagin =0,2/100x30=0,06g=60mg
Aqua dest =30-(3,3+3,3+0,66+0,06)

=30-7,32=22,68

Alat dan Bahan


Alat

Bahan

Mortir + stamper
Anak timbangan

Asam sterat
Gliserin
Nipagin
TEA
Aquadest

Serbet
Sendok tanduk
Sudip
Penara
Pipet

Prosedur kerja
Disiapkan alat dan bahan
Disetarakan timbangan
Ditimbang A.S 3,3g dan TEA 0,66g kemudian masukan ke
cawan penguap kemudian dileburkan di atas pengangas ad
lebur
Masukan ke dalam mortir panas
Ditimbang nipagin 60 mg, kemudian dilarutkan dengan
aquades 20 bagian air mendidih aduk ad larut
Masukan ke dalam mortir yang terdapat campuran A.S dan
TEA sedikit demi sedikit dan gerus ad homogen
Ditimbang gliserin 3,3 g masukkan ke dalam mortir aduk ad
homogen
Ditambah sisa Aquades sedikit demi sedikit, aduk ad homogen
Masukan kedalam wadah pot cream dan diberi etiket biru

SEKIAN
DAN
TERIMAKASIH