Anda di halaman 1dari 3

MENGENAL KOMPONEN DAN INSTRUMEN DASAR

Kristianto Lukman (13407019)


Asisten: Shiddiq S.H
Waktu Percobaan: 12-10-2009
EL-2246 Elektronika Industri
Laboratorium Dasar Teknik Elektro
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – ITB

Abstrak
Mengenal komponen dan instrumen dasar yang digunakan 2.1.2 Kapsitor
pada rangkaian listrik. Mengukur komponen meliputi Komponen yang bekerja dengan menyimpan
resistor, kapasitor, dan inductor. Instrumen yang dicoba muatan listrik. Ada dua tipe kapasitor yaitu polar
adalah multimer, power supply, osiloskop, dan generator dan non-polar.
sinyal. Hasil praktikum adalah perbandingan harga resistor
dari merk dengan dengan harga resistor hasil dari 2.1.3 Induktor
pengukuran dengan multimeter. Juga mengetahui cara Komponen yang dapat digunakan untuk
membaca frekuensi listrik dengan osiloskop. memperoleh tegangan DC yang konstan terhadap
Kata kunci: komponen dan instrumen, pengukuran, fluktuatif arus.
pembacaan. 2.2 Instrumen Listrik

1. Pendahuluan 2.2.1 Power Supply

Instrumen sumber tegangan dan sumber arus.


Tujuan :
 Mengenal komponen dasar, terutama resistor, 2.2.2 Multimeter
kapasitor, dan inductor. Multimeter dapat mengukur tegangan AC dan DC,
 Mengenal power supply, multimeter, osiloskop, nilai resistansi, nilai kapasitansi, besar arus AC dan
dan generator sinyal. DC. Multi meter terbagi menjadi analog dan digital.
2. Dasar Teori 2.2.3 Osiloskop

Dipakai untuk mengamati tegangan bolak balik


Komponen listrik yang sering digunakan adalah maupun arus bolak balik. Mempunyai layar
resistor, kapasitor, inductor, dan dioda. Sedangkan pembukaan untuk hasil pembacaan berupa kurva
instrument dasar yang sering digunakan adalah sinyal/frekuensi yang tampil pada layar.
multimeter, generator sinyal, osiloskop, dan power
supply. 2.2.4 Generator sinyal

Merupakan sumber tegangan AC yang nilai, bentuk,


2.1 Komponen Listrik aplitudo frekuensinya dapat diatur sesuai kebutuhan
2.1.1 Resistor
3. Metodologi
Komponen yang berfungsi untuk mengatur arus
listrik. Nilai resistansi direpresentasikan oleh kode Peralatan : kit praktikum ”Mengenal Komponen”,
warna pada badan resistor. power supply, multi meter, osiloskop, generator
sinyal
Tabel 2-1 Kode Warna Resistor Percobaan multimeter :

Warna Nilai Multiplier Toleransi menghitung


membandingk
Hitam 0 1 an hasil
resistansi
berdasar kode
Coklat 1 101 ±1% pengukuran
warna
Merah 2 102 ±2%
Orange 3 103
Kuning 4 104 ±4% mengukur
Hijau 5 105 resistansi
dengan
Biru 6 106 multimeter
Ungu 7
Abu-abu 8
Putih 9
Emas 0.1 10-1 ±5%
Gambar 3-1 percobaan multimeter
Perak 0.01 10-2 ±10%
tanpa warna ±20%
1
Halaman
Percobaan generator sinyal dan osiloskop Perbandingan data pengukuran kapasistansi :
membandingk
bangkitkan
an frekuensi
pada
sinyal Tabel 4-2. Perbandinga Data Nilai Kapasitansi
denfgan
osiloskop dan
generator
generator
sinyal
sinyal Nilai pada Nilai pada
Kode Nilai
Multimeter Multimeter
Kapasitor kapasitor
Digital 1 Digital 2
tampilkan 502 5 nF 5.02 nF 5.02 nF
frekuensi
sinayal 3.3 nF ±
332J 3.6 nF 3.6 nF
5%
3n3H 3.3 nF 3.5 nF 3.5 nF
Gambar 3-2 percobaan osiloskop 10nK 10 nF 9,86 nF 9,86 nF

680J 680 nF 860 nF 860 nF


4. Hasil dan Analisis 4,7 F 4,7 F 5,71 F 5,71 F

Perbandingan nilai resistansi :


Sebelum melakukan pengukuran kapasistansi
TABEL 4-1. DATA perbandinga NILAI RESISTANSI menggunakan multimeter, kapasitor dis-charge
muatannya dengan menggunakan kabel. Kegiatan ini
Kode Nilai bertujuan untuk mengosongkan muatan pada
Nilai Nilai pada Multimeter pada
Resistor
Resistor Analog Multimet
kapasitor.
er Digital

Me,me,hi,co,co
2200 Ω ±
2.2 kΩ 2.2 kΩ Untuk meminimalisasi kesalahan kami melakukan
1%
pengukuran menggunakan dua multimeter digital.
Co,hi,hi,me,co 1 kΩ ± 1% 1 kΩ 1 kΩ Hasil pengukuran dua multimeter ternyata
Hijau,co,me,e 5.1 kΩ ± menunjukkan hasil yang sama. Akan tetapi terdapat
5060 Ω 5 kΩ
mas 5% perbedaan nilai kapasistansi antar nilai perhitungan
Co,
180 Ω ± 5% 177,6 Ω 180 Ω dan pengukuran, yang melebihi batas toleransi
abu,co,emas
seperti pada kapasitor ke dua. Pada kapasitor ke tiga,
0.1 Ω 0.1 Ω 0.1 Ω 0.1 Ω empat, dan lima persen toleransi tidak diketahui
sebab kode toleransi yang tertera pada kapasitor
25 Ω 25 Ω 25 Ω 25 Ω
tidak tercantum pada literatur.

Dari hasil pembacaan kode, multimeter analog, dan Perbedaan nilai kapasistansi dapat disebabkan oleh :
multimeter digital terdapat perbedaan nilai resistansi.  Kesalahan paralaks.
Pada resistor ke tiga dan empat perbedaan nilai  Kapasitor yang masih terisi muatan saat dilkukan
resistansi pada multimeter analog dan digital masih pengukuran oleh multimeter.
dalam batas toleransi 5%, artinya hasil pengukuran  Pembulatan nilai kapasistansi yang dilakukan
masih dapat diterima. Perbedaan nilai resistansi oleh multimeter digital.
antar multimeter analog dan digital terjadi  Kapasitor yang telah rusak, dalam artian daya
dikarenakan : simpan listriknya tidak sama lagi dengan kode
 Kesalahan membaca dan mengintepretasi skala kapsitor.
pada multimeter analog  Sulit mengukur kapasitor bernilai kapasistansi
 Pembulatan yang dilakukan multimeter digital yang kecil (satuan nano) karena pengukuran
untuk membutuhkan alat ukur yang lebih sensitif
Resistor memiliki rating daya, yaitu besar arus
maksimum yang diperkenankan sebelum resistor Hasil pengukuran perioda dan frekuensi berbagai
terbakar. Maksimal arus yang diperkenan dapat sinyal dengan osiloskop:
dihitung dengan persamaan √ . Dengan
daya ( merupakan rating daya. Tabel 4-3. Data Perida Sinyal

Perbedaan pembacaan nilai resistansi yang tertera hasil pengukuran periode berbagai sinyal
pada resistor dengan resistansi pada multimeter sinyal kotak sinyal gigi sinyal sinus
freku (s) gergaji (s) (s)
dapat disebabkan oleh:
ensi
 Kesalahan paralaks.
 Kesalahan membaca kode warna karena warna
sulit dibedakan. 800
Hz 1.25 m 1.27 m 1,26 m
 Pembulatan nilai resistansi yang dilakukan oleh
10
multimeter digital secara otomatis. kHz 100 μ 100 μ 100 μ
 Resistor yang telah rusak akibat terbakar pada
2

saat praktikum. Dari data perioda maka dapat dihitung frekuensi


Halaman

dengan rumus
Tabel 4-3. Data Frekuensi Sinyal

hasil pengukuran frekuesi berbagai sinyal


sinyal kotak sinyal gigi sinyal sinus
freku (Hz) gergaji (Hz) (Hz)
ensi

800
Hz 800 787.4 793.6
10
kHz 10 10 10

Hasil pengukuran frekuensi menunjukkan dua data


(784.4 Hz dan 793.6 Hz) berbeda dengan frekuensi
seharusnya (800Hz). Hal ini dapat disebabkan salah
membaca skala pada osiloskop, terutama dalam
membaca sinyal gergji dan sinus. Kedua sinyal
tersebut lebih sulit ditentukan titik ekstrimnya
karena sinyal berupa garis kontinu, sedangkan sinyal
kotak berupa garis diskret.

5. Kesimpulan

 Kode warna pada resistor menunjukkan nilai


resistansinya.
 Multimeter digital mengalami pembulatan angka,
sedangkan multimeter analog tidak.
 Sinyal kotak lebih mudah diamati dibandingkan
sinyal gigi gergaji dan sinus.
6. Daftar Pustaka
 http://en.wikipedia.org/wiki/capacitor
 http://en.wikipedia.org/wiki/Inductor
 http://en.wikipedia.org/wiki/resistor
 Petunjuk Praktikum Elektronikai Indsutri EL-
2246

3
Halaman