Anda di halaman 1dari 9

1

NAMA

: ANUGRAH ALAM

NIM

: 1413441010

JURUSAN

: KIMIA

PRODI

KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah atas selalu dipanjatkan kepada Allah SWT karena atas
berkat rahmat dan hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan proposal yang berjudul
manfaat buah jamblang sebagai antioksidan alami
dengan yang diharapkan.
Proposal ini memuat hal-hal yang berhubungan dengan pemanfaat buah jamblang
sebagai alternatif pengobatan yang dapat mengatasi bahkan menyembuhkan penyakit
tertentu, selain fungsinya sebagai tumbuhan peneduh.
Tema kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Dosen yang selalu memberikan
nasehat dan bimbingannya dalam penyelesaian makalah ini.
Harapan saya selaku penulis mengharapkan kritikan dan saran bagi pihak-pihak yang
sempat membaca makalah ini, demi kesempurnaan makalah ini. Atas kritik dan sarannya
saya ucapkan terimakasih. Wassalam.
Makassar,

21 Januari 2015

Penulis

Anugrah Alam

987654321

DAFTAR PUSTAKA

HALAMAN SAMPUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS
A. Tinjauan Pustaka
B. Kerangka Konsep
C. Hipotesis
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Cara Pengumpulan Data
C. Metode Penelitian
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Jamblang (Syzigium cumini L.) Skeel merupakan buah lokal Indonesia yang memiliki
banyak manfaat. Jamblang atau sering disebut Coppeng ( dalam bahasa makassar ) tergolong
tumbuhan buah-buahan yang berasal dari Asia dan Australis tropic. Biasa ditanam di
pekarangan atau tumbuhan liar, terutama di hutan jati. Jamblang tumbuh di dataran rendah
sampai ketinggian 500 m dpl.
Pohon dengan tinggi 10-20 m ini berbatang tebal, tumbuhan bengkok dan bercabang
banyak. Daun tunggal , tebal, tangkai daun 1-3,5 cm. helai daun lebar berbentuk baji, tetapi
rata, pertulangan menyirip, permukaan atas mengkilap, panjang 7-16 cm, lebar -9 cm,
warnanya hijau. Bunga majemuk bentuk malai dengan cabang yang berjatuhan, bunga
duduk, tumbuh di ketiak daun dan di ujung percabangan, kelopak bentuk lonceng berwarna
hijau muda, mahkota bentuk bulat telur, benang sari banyak, berwarna putih, dan baunya
harum. Buahnya buah buni, lonjong, panjang 2-3 cm, masih buah hijau, setelah masak
warnanya merah putih. Berakar tunggang, bercabang cabang, berwarna cokelat muda.
Biasanya buah jamblang yang masak dimakan segar. Rasanya agak asam sepat, kulit kayu
bisa digunakan sebagai pewarna.
Banyak manfaat yang ternyata sangat dibutuhkan banyak kalangan pada masa ini. Selain
sebagai tumbuhan peneduh di pekarangan dan perkebunan (misalnya untuk meneduhi
tumbuhan kopi) , atau sebagai penahan angin (wind break), jamblang juga berfungsi sebagai
obat tradisional, bahkan sangat banyak manfaatnya dibidang kesehatan.
Buah yang kaya vitamin A dan C ini bersifat sejuk, aromatik, dan bersifat astringen kuat.
Kandungan senyawa aktif dalam tumbuhan ini cukup banyak, diantaranya adalah biji bisa
juga untuk mengobati strikhnina (strychnine), yaitu sejenis penawar racun yang spesifik, dan
mengobati pengobatan limpa. Penelitian ini memfokuskan pada bidang kesehatan. Dalam
bidang kesehatan ternyata ditemukan bahwa manfaat dari tumbuhan ini yaitu sebagai
antioksidan.
4 Oleh karena itu, tumbuhan ini diduga memiliki potensi tuk dikembangkan
sebagai sumber antioksidan alami. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas
antioksidan dari daun dan buah jamblang.

Hal ini tentu sangat menarik bagi saya untuk diteliti. Selain menemukan hal baru,
penelitian ini kelak akan membuka fikiran masyarakat akan manfaat tumbuhan ini, semoga!
B. Rumusan Masalah
1.

ApDNDK NDQGXQJDQ GDUL %XDK -DPEODQJ ?

2.

Hal apa yang bisa dilakukan dari banyaknya buah jamblang yang kurang dimanfaatkan?

3.

$SDNDK PDQIDDW GDUL %XDK -DPEODQJ ?

4.

BagaimDQD FDUD SHQJRODKDQ %XDK -DPEODQJ VHEDJDL REDW ?

C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui kandungan pada buah jamblang
2. Untuk memberikan alternative lain dari pemanfaatan buah jamblang
3. Untuk menemukan manfaat dan pengolahan dari buah jamblang dalam bidang
kesehatan.
4. Untuk mengetahui aktivitas antioksidan buah dan daun Jamblang (Syzigium cumini L.)
Skeel.
D. Manfaat Penelitian
1. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan alternative pengobatan bagi
masyarakat
2. Diharapkan hasil penelitian ini

juga dapat bermanfaat sebagai acuan

pengembangan antioksidan alami dari buah lokal Indonesia.

untuk

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS
A. Tinjauan Pustaka
Radikal bebas merupakan suatu atom atau molekul yang mempunyai satu elektron atau
lebih yang tidak berpasangan. Adanya elektron tidak berpasangan menyebabkan radikal
bebas secara kimiawi bersifat reaktif. Radikal bebas yang bersifat reaktif tersebut
menimbulkan perubahan kimiawi dan merusak berbagai komponen sel hidup. Dalam tubuh
manusia, radikal bebas dianggap berperan dalam proses terjadinya beberapa penyakit. Saat
ini, paparan radikal bebas cukup luas di kehidupan masyarakat. Mulai dari polusi sampai
makanan yang tidak sehat (Winarsi, 2007).
Oleh karena itu, berbagai penelitian untuk mendapatkan antioksidan yang aman dari
sumber alami yang ditemukan dalam sayuran maupun buah-buahan, biji-bijian, serta kacangkacangan banyak dilakukan. Flavonoid, tanin, polifenol, vitamin C, vitamin E, dan
karotenoid merupakan golongan senyawa dari bahan alam yang berpotensi sebagai
antioksidan (Miller, 1996)
Salah satu buah-buahan yang kaya akan kandungan golongan senyawa tersebut adalah
buah jamblang. Jamblang (Syzigium cumini (L.) Skeels) merupakan salah satu buah lokal
Indonesia. Buah jamblang memiliki rasa sepat masam dan berwarna ungu jika telah matang.
Saat ini di Indonesia, jamblang tergolong ke dalam tumbuhan langka. Kurangnya
pembudidayaan tumbuhan tersebut, merupakan salah satu faktor utama terkait dengan
kelangkaannya. Padahal, jamblang memiliki segudang manfaat. Hampir seluruh bagian
tumbuhan tersebut telah diketahui kegunaannya (Dalimarta, 2003)
Buah jamblang diduga memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi karena kandungan
antosianin alaminya. Antosianin merupakan salah satu sub kelas flavonoid yang penting bagi
tanaman. Kandungan flavonoid yang tinggi ini membuat buah jamblang bermanfaat bagi
kesehatan tubuh. Tidak hanya flavonoid, Buah Jamblang juga mengandung beberapa
senyawa golongan polifenol lain seperti halnya tannin (Zhang dan Lin, 2009).
Oleh
6 karena itu, saya tertarik untuk meneliti aktivitas antioksidan dari buah jamblang
tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan buah Jamblang

(Syzigium cumini L.) Skeel. Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat sebagai acuan untuk
pengembangan antioksidan alami dari buah lokal Indonesia.
B. Kerangka konsep
Dari survei mengenai manfaat buah jamblang hampir tidak ada yang mengetahui
manfaat dari buah tersebut. Hanya sebagian kecil yang mengetahui bahwa buah ini berperan
sebagai obat herbal dan kebanyakan orang tidak mengetahui cara pengolahanya, hanya
sebatas menyantap langsung.
Saya mengkutip hasil penelitian di India yang menunjukkan bahwa buah jamblang
berpotensi sebagai alat kontrasepsi untuk laki-laki. Kemudian, hasil penelitian juga
menunjukkan biji , daun , dan pepagan jamblang dapat menurunkan diabetes, yang dipertegas
lagi dengan percobaan binatang yang menunjukkan tumbuhan ini mencegah katarak akibat
diabetes. Jamblang mengandung minyak atsiri, jambosin, asam organik, triterpenoid, dan
resin yang mengandung asam elagat, dan tanin . Praktisi Ayurweda menunjukkan bahwa
daging buah menurunkan darah selama 30 menit, bijinya menurunkan gula darah dalam
waktu 24 jam, dan hasil maksimum pencapaian efek hipoglikemik dalam waktu 10 hari. Dari
penelitian tersebut menunjukkan bahwa banyak sekali manfaat dari buah tersebut. Namun
masih banyak kalangan masyarakat yang kurang tau akan hal tersebut.
Pada penelitian yang saya rancang ini, saya ingin membuka dan menginformasikan akan
manfaat dari buah jamblang di antaranya dapat sebagai obat untuk penyakit diabetes mellitus,
batuk, asma, TB sampai serangan jantung.
C. Hipotesis
1.

Buah jamblang mengandung flavonoid, tanin, polifenol, vitamin C, vitamin E, dan


karotenoid.

2.

Mengolah buah jamblang menjadi kapsul antioksidan alami.

3.

Dapat sebagai obat untuk penyakit diabetes mellitus, melumaskan organ paru,
menghentikan batuk, peluruh kencing

(diuretik), peluruh kentut

(karminatif),

memperbaiki gangguan pencernaan, merangsang keluarnya air liur, menurunkan kadar


glukosa darah (hipoglikemik) dan menjadi antioksidan alami.
4.

Dapat dimakan langsung dan juga mengambil ekstraknya.

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis penelitian
Penelitian ilmiah tentang manfaat buah jamblang sebagai antioksidan alami.
B. Cara pengumpulan data
1. Membaca referansi dari buku dan internet mengenai buah jamblang
2. Melalui pemahaman sendiri tentang buah jamblang
C. Metode penelitian:
1. Pengumpulan bahan dan penyiapan bahan
Bahan berupa buah Jamblang

(Syzigium cumini) diperoleh dari Kecamatan

Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Buah yang digunakan adalah buah matang dan
diambil bagian daging buahnya. Bahan dikeringkan menggunakan oven pada suhu 50C.
2. Ekstraksi
Ekstraksi dilakukan terhadap buah jamblang menggunakan metode refluks dengan pelarut
air. Ekstrak dikeringkan menggunakan metode frezze drying sehingga diperoleh serbuk.
3. Uji Kualitatif Antioksidan
Pengujian aktivitas antioksidan secara kualitatif pemeriksaan senyawa antioksidan
dengan KLT, menggunakan fase diam silika gel GF 254 dan eluen butanol, asam asetat,
air, dideteksi menggunakan larutan DPPH. Dilihat noda di bawah sinar UV akan terbentuk
noda berwarna ungu. Setelah kering kemudian lempeng disemprot dengan larutan DPPH.
Terbentuknya noda putih kekuningan dengan latar belakang ungu menunjukkan adanya
senyawa antioksidan.
4. Uji Kuantitatif Antioksidan
Uji kuantitatif dilakukan penimbangan sejumlah ekstrak buah jamblang dan ditambahkan
ekstrak lain sebagai pembanding. Kemudian ekstrak tersebut diencerkan dengan pelarut
etanol 60% hingga diperoleh konsentrasi tertentu. Dari larutan tersebut dibuat deret
konsentrasi, kemudian dari deret konsentrasi tersebut dilakukan pengujian aktivitas
antioksidan
8
secara kuantitatif.

DAFTAR PUSTAKA
Dalimartha, S. (2003) : Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 3. Jakarta: Trubus Agriwidya.
Marliani, Lina., Herni Kusriani., dan Nur Indah Sari. (2014) : Daun dan buah jamblang
(syzigium cumini l.) Skeel
Miller, AL.

(1996) : Antioxidant flavonoids: structure, function, and clinical usage.

Alternative Medicine Review, 1, 103.


Winarsi, H (2007) : Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Yogyakarta : Kanisius.Biro Pusat
Statistik. (1992). Kemiskinan dan Pemerataan Pendapatan di Indonesia, Tahun 19761990. Jakarta: BPS.
Zhang, LL and Lin, YM (2009) Antioxidant tannins from Syzygium cumini fruit, African
Journal of Biotechnology Vol. 8 (10), pp. 2301-2309