Anda di halaman 1dari 15

SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN KERJA

Nomor
Tanggal

:
:

/SPPK/WK/Div.Reg.II/2014

Antara

PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk


Divisi Regional II

Dengan

..

Untuk Melaksanakan
Pekerjaan Galian Dan Timbunan Tanah

PROYEK
LANJUTAN PEMBANGUNAN BENDUNGAN TERITIP
KOTA BALIKPAPAN , KAL - TIM

PERJANJIAN PELAKSANAAN KERJA


Page 0
PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk
Pihak Ke 1

Paraf

Pihak Ke 2

SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN KERJA


SUB PELAKSANA KONSTRUKSI
ANTARA

PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk


Divisi Regional II
DENGAN

..
Nomor :

/SPPK/WK/D.Reg II/ 2014

Pada hari ini Selasa tanggal Satu bulan April tahun Dua Ribu Empat Belas ( 01-042014 ) kami yang bertandatangan di bawah ini:
1. Nama
Jabatan
Nama perusahaan
Alamat
76125

: Ir. N Wirya Adnyana ,MM


: Kepala Regional II
: PT. Waskita Karya ( Persero ) Tbk
: Komplek Balikpapan Baru Blok F1 No.2 Balikpapan

Telp. (0542) 872 700 Fax (0542) 871 845


NPWP
: 01.001.614.5-093.000
dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. WASKITA KARYA (Persero),
DIVISI-REGIONAL II , berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor :
03/SK/WK/PEN/2013 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Struktural
Dilingkungan PT. Waskita Karya (Persero)Tbk , selanjutnya dalam Perjanjian ini
disebut PIHAK PERTAMA.
2. Nama
: .
Jabatan
: Direktur Utama
Nama perusahaan
:
Alamat
:
NPWP
: 01.968.524.7-724.000
dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. DAYA MITRA SARANA
berdasarkan Akta Notaris Nomor 36 tanggal 31 Maret 2008 yang dikeluarkan oleh
Notaris Maria Sophia ,SH,M.Kn yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Selanjutnya PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama disebut Para Pihak
Sebelumnya Para Pihak ingin menerangkan beberapa perihal berikut ini :
A. Bahwa PIHAK PERTAMA adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa
konstruksi yang sebelum Perjanjian ini telah menandatangani Surat Perjanjian Harga
Satuan, Paket Pekerjaan Lanjutan Pembangunan Bendungan Teritip Kota Balikpapan,
No:HK.02.03/SNVT-PJSA.K.III/PKSDA/23/II/2014 , tanggal 18 Februari 2014.

B. Bahwa dalam rangka melaksanakan Perjanjian Utama sebagaimana tersebut diatas,


PIHAK PERTAMA membutuhkan jasa Subkontraktor untuk Pekerjaan tanah pada
pekerjaan Lanjutan Pembangunan Bendungan Teritip Kota Balikpapan .

C. Bahwa PIHAK KEDUA menawarkan jasa pekerjaan tanah kepada PIHAK PERTAMA
PERJANJIAN PELAKSANAAN KERJA
Page 1
PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk
Pihak Ke 1

Paraf

Pihak Ke 2

melalui Surat Penawaran Harga No: 001/RLA-WASKITA/BPN/II/2014 , tanggal 14


Februari 2014

D. Bahwa telah dilakukan Klarifikasi dan Negosiasi diantara Para Pihak terkait Surat
Penawaran sebagaimana tersebut diatas pada tanggal 13 Maret 2014 dengan
keputusan PIHAK PERTAMA memberikan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA sebagai Sub
Kontraktor Pekerjaan galian dan Timbunan Tanah , Paket Pekerjaan Lanjutan
Pembangunan Bendungan Teritip Kota Balikpapan termasuk masa pemeliharaan
(Selanjutnya disebut dengan Pekerjaan).
Berdasarkan beberapa hal diatas para pihak sepakat mengadakan perjanjian yang
mengikat dengan syarat-syarat dan ketentuan yang diatur dalam pasal-pasal sebagai
berikut;
PASAL 1
MAKSUD DAN TUJUAN
PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima
tugas selaku Sub Kontraktor untuk melaksanakan Pekerjaan Galian dan Timbunan
Tanah pada Paket Pekerjaan Lanjutan Pembangunan Bendungan Teritip Kota
Balikpapan
sampai dengan selesai dan diterima baik oleh PIHAK PERTAMA dan
PEMBERI TUGAS berdasarkan syarat-syarat yang tercantum dalam perjanjian ini.
PASAL 2
HUBUNGAN PERJANJIAN INDUK
1. PIHAK KEDUA dianggap dan harus mengetahui (kecuali harga pekerjaan dan dokumen
klarifikasi) serta menguasai sepenuhnya semua persyaratan-persyaratan dalam
Perjanjian Induk yang terkait dengan Perjanjian ini.
2.

PIHAK KEDUA
bertanggung jawab terhadap setiap pelanggaran atau
kegagalan/kelalaian
yang
dilakukannya
terhadap
Perjanjian
ini,
sehingga
mengakibatkan PIHAK PERTAMA melanggar Perjanjian Induk.
PASAL 3
DOKUMEN PERJANJIAN DAN DASAR PELAKSANAAN

Berikut ini adalah dokumen perjanjian dan hal-hal yang menjadi dasar pelaksanaan
pekerjaan dan menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan perjanjian ini
1. Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan.
2. Surat Penawaran Pekerjaan Pihak Kedua No: 001/RLA-WASKITA/BPN/II/2014 , tanggal 14
Februari 2014.
3. Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi antara Para Pihak tanggal 13 Maret 2014.
4. Bill of Quantity (BQ)
5. Spesifikasi dan Rencana Kontrak .
6. Segala ketentuan yang terkait didalam Peraturan Perundang-undangan
7. Petunjuk dan pemberitahuan tertulis PIHAK PERTAMA

PERJANJIAN PELAKSANAAN KERJA


Page 2
PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk
Pihak Ke 1

Paraf

Pihak Ke 2

PASAL 4
ISTILAH-ISTILAH
1. Perjanjian Utama, berarti perjanjian yang dibuat dan ditandatangani oleh Pihak
Pertama dengan Pemberi Tugas berikut dokumen - dokumen dan lampiran lampirannya yang menjadi satu kesatuan.
2. Perjanjian, berarti perjanjian yang dibuat dan ditandatangani oleh Para Pihak Kedua
berikut dokumen-dokumen dan lampiran - lampiran yang menjadi satu kesatuan.
3. Pemberi Tugas, berarti yang bertindak sebagai pemberi tugas sekaligus Pemilik
Proyek Paket Pekerjaan Lanjutan Pembangunan Bendungan Teritip Kota Balikpapan ,
SNVT Pelaksana Jaringan Sumber Air Kalimantan III , Prasarana Konservasi Sumber
daya Air , Provinsi Kalimanatan Timur .
4. Konsultan Pengawas, berarti badan atau perorangan yang merupakan unsur unsur yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Utama untuk melaksanakan
pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan Perjanjian Induk termasuk Pekerjaan
dalam Perjanjian ini.
5. Pekerjaan, berarti pelaksanaan pekerjaan pengadaan bahan / material, peralatan
dan pemasangan berikut perencanaan dan perijinan serta semua perhitungannya
termasuk Masa Pemeliharaan yang menjadi lingkup pekerjaan Pihak Kedua dan
merupakan bagian dari pekerjaan Perjanjian Induk.
6. Harga Pekerjaan atau Nilai Kontrak, berarti jumlah biaya yang wajib dibayarkan
oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua atas Pekerjaan yang telah dilakukan
sebagaimana diatur didalam perjanjian ini.
7. Perubahan Pekerjaan, berarti suatu pekerjaan tambah / kurang atau
penambahan / pengurangan Pekerjaan atau bagian / tahapan dari Pekerjaan, yang
terjadi sebelum atau pada saat atau sesudah pelaksanaan Pekerjaan, baik itu
didalam atau diluar lingkup pekerjaan Pihak Kedua yang telah ditetapkan dalam
Perjanjian ini dan dinyatakan secara tertulis oleh Pihak Pertama.
8. Prestasi Pekerjaan, berarti perhitungan atau penilaian terhadap Pekerjaan yang
telah dilaksanakan oleh Pihak Kedua dan dapat diterima dengan baik oleh Pihak
Pertama dan Konsultan Pengawas / Pemberi Tugas yang dinyatakan dalam suatu
Berita Acara Prestasi Pekerjaan.
9. Lokasi Pekerjaan, berarti tempat dimana pelaksanaan Pekerjaan berlangsung
sebagaimana ditentukan dalam Perjanjian ini.
10. Serah Terima Pertama, berarti suatu pernyataan yang menyatakan bahwa
Pekerjaan yang dilaksanakan Pihak Kedua telah selesai seluruhnya dan berfungsi
dengan baik sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian ini yang dituangkan dan
dinyatakan secara tertulis dalam Berita Acara Serah Terima Pertama yang dibuat dan
ditandatangani oleh Para Pihak
11. Masa Pemeliharaan Pekerjaan, berarti suatu jangka waktu dimana Pihak Kedua
diwajibkan dan bertanggungjawab untuk memelihara, merawat dan menjaga hasil
Pekerjaan sekaligus memperbaiki terhadap semua cacat, baik yang terlihat maupun
yang tersembunyi ataupun semua kerusakan, kekurangan atau ketidaksempurnaan,
keausan, dan keusangan pada hasil Pekerjaan.

PERJANJIAN PELAKSANAAN KERJA


Page 3
PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk
Pihak Ke 1

Paraf

Pihak Ke 2

12. Serah Terima Kedua, berarti suatu pernyataan bahwa Masa Pemeliharaan
Pekerjaan telah selesai dilaksanakan dengan baik oleh Pihak Kedua dan sesuai
dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Perjanjian ini, yang dituangkan dan
dinyatakan secara tertulis dalam suatu Berita Acara Serah Terima Kedua yang dibuat
dan ditandatangani oleh Para Pihak.

PASAL 5
LINGKUP PEKERJAAN
1. Pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah Pekerjaan Tanah ,
Paket Pekerjaan Lanjutan Pembangunan Bendungan Teritip Kota Balikpapan
, sesuai dengan BQ (Bill of Quantity) terlampir dan spesifikasi serta gambar rencana
yang telah ditentukan oleh Owner / Konsultan Manajemen Konstruksi.
2. Pengadaan dan penyediaan peralatan kerja dan peralatan bantu yang memadai,
berikut perangkat kerja lainnya sesuai dengan kebutuhan sebagai penunjang
pelaksanaan Pekerjaan.
3. Mobilisasi/demobilisasi peralatan dan tenaga kerja.
4. Penanganan proses mutu secara berkelanjutan baik pada saat penerimaan material,
penumpukan (stock), maupun pada saat pemasangan material.
5. Macam pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA sesuai Surat Perjanjian
ini adalah
Pekerjaan tanah Bendungan Utama :
- Galian Tanah , dibuang ke disposal dengan jarak sekitar 700 m
- Timbunan tanah pilihan diambil dari borrow area dengan jarak sekitar 700 m
( Loading , Hauling , Spreading dan Compacting )

PASAL 6
SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN PEKERJAAN
1.

2.

3.
4.

Di lokasi pekerjaan (project site dan office site) harus selalu ada wakil dari PIHAK
KEDUA yang ditunjuk dan mempunyai kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA,
yang dapat menerima dan menyelesaikan segala perintah dan petunjuk-petunjuk
dari Kepala Proyek dan Kepala Lapangan/Pelaksana PIHAK PERTAMA.
PIHAK KEDUA harus menempatkan tenaga ahli/pelaksana yang berpengalaman dan
bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan serta telah mendapat persetujuan
dari PIHAK PERTAMA.
PIHAK KEDUA harus mematuhi dan melaksanakan segala petunjuk dari PIHAK
PERTAMA dan atau Direksi / Pengawas Lapangan dari PEMBERI TUGAS.
PIHAK KEDUA harus membuat dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA
kelengkapan Administrasi/Teknis sebagai berikut :
a.

Sebelum pelaksanaan pekerjaan


- Struktur organisasi di lapangan (Organization Chart)
- Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan.
b. Selama pelaksanaan
- Laporan berkala hasil pekerjaan
c. Setelah pelaksanaan
- Photo dokumentasi selama pelaksanaan, sekurang kurangnya pada progres
0%;50% dan 100%
PERJANJIAN PELAKSANAAN KERJA
Page 4
PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk
Pihak Ke 1

Paraf

Pihak Ke 2

5.

6.

7.

8.

- Laporan Pelaksanaan Pekerjaan


PIHAK KEDUA harus melaporkan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA rencana kerja
/ metoda konstruksi (construction method) dan Rencana Mutu pekerjaan sebelum
pelaksanaan dimulai.
Untuk kelancaran dalam melaksanakan pekerjaan tersebut dalam pasal 2 Surat
Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan ini PIHAK KEDUA wajib mengadakan koordinasi
dengan para petugas dari pihak lain yang berkaitan dengan pekerjaan ini, serta
diwajibkan untuk membuat rencana kerja mingguan yang disetujui masing-masing
pihak.
Pengawas pelaksanaan pekerjaan ini adalah Kepala Proyek dan Kepala Lapangan/
pelaksana yang ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA, serta Direksi Pengawas dari PIHAK
PERTAMA.
PIHAK KEDUA bertanggung jawab untuk menyediakan fasilitas penunjang
pelaksanaan pekerjaan tersebut pada ayat 1 dan 2 pasal ini sebagai berikut :
Work Shop dan Barak operator / sopir serta fasilitas lain yang diperlukan untuk
kelancaran pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
PASAL 7
JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN

1.

2.

3.

4.

5.

Jangka Waktu pelaksanaan pekerjaaan tersebut dalam pasal 4 Surat Perjanjian ini
adalah selama 365 ( Tiga ratus enam puluh lima ) hari kalender, yang dimulai
pada tanggal 1 April 2014 dan harus selesai seluruhnya pada tanggal 30 Maret
2015, dilaksanakan berdasarkan Construction Time Schedule yang telah disetujui
oleh kedua belah pihak, atau pemberi tugas.
Apabila terjadi keterlambatan pekerjaan pada akhir bulan lebih dari 10% sesuai
progres yang telah ditentukan pada ayat 7.1 pasal ini, maka PIHAK PERTAMA akan
memberikan surat peringatan atau teguran kepada PIHAK KEDUA.
Apabila dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari setelah diterbitkanya surat peringatan
sesuai Pasal 7.2, dan PIHAK KEDUA tidak menunjukan upaya percepatan maka PIHAK
PERTAMA berhak mengambil alih sebagian atau seluruhnya dari sisa pekerjaan dan
seluruh biaya yang dikeluarkan PIHAK PERTAMA atas pengambilalihan pekerjaan
tersebut menjadi beban PIHAK KEDUA.
Waktu pelaksanaan pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah
oleh PIHAK KEDUA kecuali dalam keadaan memaksa (force majeure) atau adanya
pekerjaan tambah/kurang serta alasan-alasan lain yang dapat diterima dan telah
mendapatkan persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.
Alasan yang tidak dapat diterima PIHAK PERTAMA selain yang dimaksud dalam ayat
7.3 Pasal ini tidak dapat dipakai oleh PIHAK KEDUA untuk tidak memulai atau untuk
menunda pelaksanaan Pekerjaan

PASAL 8
HARGA PEKERJAAN
Harga pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian ini yang selanjutnya disebut
Nilai Pekerjaan adalah sbb :
-

Nilai Pekerjaan
PPn 10%
Total Nilai

=
=

Rp.
=
Rp.

8.939.720.000Rp.
893.972.000,9.833.692.000,-

PERJANJIAN PELAKSANAAN KERJA


Page 5
PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk
Pihak Ke 1

Paraf

Pihak Ke 2

Terbilang : Sembilan milyar delapan ratus tiga puluh tiga juta enam ratus
sembilan puluh dua ribu rupiah.
*) Daftar Kuantitas dan Harga Terlampir
Kondisi Harga :
-

Harga sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN 10%), dan sudah termasuk
PPH Final dan pajak pajak lain sesuai peraturan pemerintah.
Harga sudah termasuk keuntungan PIHAK KEDUA.
Harga sebagaimana tersebut dalam Pasal ini adalah bersifat Fixed Unit Price
(Remeasure) sampai dapat diterima dengan baik oleh Pihak Pertama dan
Konsultan Pengawas dan atau Pemberi Tugas.
PASAL 9
JAMINAN PELAKSANAAN

1. Untuk menjamin pelaksanaan Pekerjaan, PIHAK KEDUA dalam waktu tidak lebih dari
7 (tujuh) hari kalender setelah ditandatanganinya Perjanjian ini harus menyerahkan
kepada PIHAK PERTAMA Jaminan Pelaksanaan berupa Bank Garansi/Asuransi yang
diterbitkan oleh Bank/Asuransi dan disetujui oleh PIHAK PERTAMA sebesar 5 % dari
Harga Pekerjaan.
2. Jaminan Pelaksanaan tersebut dalam ayat 1 berlaku sampai dengan Pekerjaan selesai
seluruhnya atau selama jangka waktu pelaksanaan ditambah 14 (empat belas) hari
Pekerjaan selesai dan dikembalikan setelah Berita Acara Serah Terima Pertama
ditandatangani oleh kedua belah Pihak.
3. Apabila jangka waktu Jaminan Pelaksanaan habis masa berlakunya sebelum Serah
Terima Pertama dilaksanakan sebagaimana tersebut dalam ayat 2 Pasal ini, maka
PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya Jaminan Pelaksanaan tersebut
serta harus menjamin tidak adanya waktu senggang (gap) diantaranya.
4. PIHAK PERTAMA berhak untuk mencairkan jaminan pelaksanaan tersebut dalam ayat
1 Pasal ini, apabila :
- PIHAK KEDUA menarik/mengundurkan diri atau tidak sanggup melaksanakan
Pekerjaan atau mengalihkan sebagian atau seluruh Pekerjaan kepada pihak lain/
Pihak Ketiga tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA;
PASAL 10
CARA PEMBAYARAN
1. Pembayaran Akan dibayarkan berdasarkan tagihan yang disesuaikan dengan
progress prestasi pekerjaan pihak kedua dengan dipotong retensai sebesar 5% (lima
perseratus) utuk jaminan pemeliharaan pekerjaan yag dibayarkan oleh PIHAK
PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.
2. Pembayaran Melalui Supply Chain Financing ( SCF ) dari bank mandiri atau open
Account Financing ( OAF ) dari Bank BNI Yang difasilitasi oleh PT. Waskita Karya,
Dilaksanakan selambat lambatnya 30 ( tiga puluh ) hari kalender setelah berita acara
pembayaran diserah terimakan oleh PIHAK PERTAMA Yang Dituangkan dalam

berita acara pembayaran yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak, dan
dilengkapi sebagai berikut
- Kwitansi tagihan minimal rangkap 3 (tiga) salah satu bermaterai.
PERJANJIAN PELAKSANAAN KERJA
Page 6
PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk
Pihak Ke 1

Paraf

Pihak Ke 2

- Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan (BAPP), yang ditandatangani oleh Kedua belah
Pihak.
- Berita Acara Pembayaran (BAP).
- Faktur Pajak.
- Copy Perjanjian Pemborongan Pekerjaan.
3. Pembayaran Retensi sebesar 5% (lima perseratus) dari harga pekerjaan dibayarkan
oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA setelah masa pemeliharaan berakhir yang
dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Kedua Pekerjaan yang ditandatangani
oleh Para Pihak yang dituangkan dalam Berita Acara Prestasi Pekerjaan (BAPP) dan
Berita Acara Pembayaran (BAP) serta dilengkapi Kwitansi Tagihan dan Faktur Pajak
sesuai dengan syarat Akutansi PIHAK PERTAMA.
Apabila pengajuan tagihan tidak disertai dengan kelengkapan administrasi sebagai
mana tersebut diatas, maka PIHAK PERTAMA Tidak akan memproses tagihan
tersebut.
4. Pengambilan retensi 5% ( lima persen ) dilaksanakan setelah berita acara serah
terima diterbitkan.
PASAL 11
PAJAK - PAJAK
1. Mengacu Peraturan Menteri Keuangan No. 85PMK.03/2012 tanggal 6 Juni 2012 Pajak
Pertambahan Nilai (PPN) 10% akan disetorkan oleh Pihak Pertama, dan bukti setoran
akan disampaikan pada Pihak Kedua guna pelaporan pada Dirjen Pajak.
2. Tanggal kwitansi (Invoice) tanggal Faktur Pajak maksimal tanggal 25 setiap bulan,
dan adapun tagihan setelah tanggal tersebut (akhir bulan) maka dimasukan ke
tanggal awal bulan berikutnya.
PASAL 12
PENGADAAN PERALATAN DAN BAHAN BAKAR ( BBM)
1. Peralatan dan segala sesuatunya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan
tersebut dalam pasal 4 perjanjian ini, harus disediakan dan menjadi tanggung jawab
PIHAK KEDUA.
2. PIHAK KEDUA berkewajiban membuat tempat atau gudang gudang yang baik untuk
menyimpan alat alat serta menyediakan angkutan untuk pemindahan alat alat
tersebut guna kelancaran pekerjaan.
3. PIHAK PERTAMA akan membatu pengadaan bahan bakar minyak ( BBM ) dengan
kualitas baik yang akan dipakai oleh PIHAK KEDUA, pemakaian BBM oleh pihak Kedua
tersebut akan dipotongkan pada saat berita acara opname pekerjaan.
4. PIHAK PERTAMA berhak memerintahkan PIHAK KEDUA untuk menyiapkan
pemeriksaan atau mengadakan pengetesan bahan/barang (baik yang belum maupun
yang sudah terpasang) bilamana diperlukan.
PASAL 13
PELAKSANAAN PEKERJAAN
.1

PIHAK KEDUA tidak dibenarkan untuk menyerahkan, mengalihkan


seluruh pekerjaan atau manfaat/kepentingan dalam Perjanjian ini kepada pihak lain
tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PIHAK PERTAMA.

PERJANJIAN PELAKSANAAN KERJA


Page 7
PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk
Pihak Ke 1

Paraf

Pihak Ke 2

.2

.3
.4

5.
6.

7.
8.

9.

PIHAK KEDUA wajib melaksanakan pekerjaan persiapan yang


diperlukan untuk pelaksana Pekerjaan Subkontrak, peralatan pendukung, dan lainlain untuk mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA sebelum pekerjaan Subkontrak
dilaksanakan.
PIHAK KEDUA wajib menjaga kebersihan lokasi pekerjaan dari
kotoran/puing yang timbul dari pelaksanaan Pekerjaan Subkontrak.
PIHAK KEDUA harus bekerjasama dengan PIHAK PERTAMA dan
Subkontraktor lain yang pekerjaannya saling berkaitan dalam pembuatan bagan
kemajuan (jadwal pelaksanaan) dan gambar kerja gabungan. PIHAK KEDUA harus
memberitahu
PIHAK
PERTAMA
mengenai
adanya
interferensi
dengan
Kontraktor/Subkontraktor lain.
PIHAK PERTAMA Berhak memerintahkan kepada PIHAK KEDUA untuk menyiapkan
pemeriksaan atau mengadakan pengetesan bahan/ barang (baik yang belum
maupun yang terpasang) bilamana diperlukan.
Apabila kualitas pekerjaan Timbunan Tanah Pilihan tidak memenuhi standar,
persyaratan atau spesifikasi teknis yang telah ditentukan dalam perjajian ini, maka
PIHAK PERTAMA barhak untuk menolaknya /mengupas tanah timbunan, dan diganti
dengan material timbunan yag memenuhi spesifikasi.
PIHAK PERTAMA akan menyiapkan lokasi untuk pengambilan Timbunan Borrow Area
dan tempat lokasi untuk pembuangan disposal area setelah koordinasi dengan owner
atau Konsultan Pelaksana.
Apabila PIHAK PERTAMA memberikan teguran atau peringatan kepada PIHAK KEDUA,
maka dalam waktu selambat-lambatnya 2 (dua) hari PIHAK KEDUA harus
memberikan jawaban secara tertulis yang membuat rencana terinci untuk
menanggulangi hal hal dimaksud dalam teguran atau peringatan tersebut. Dalam hal
ini tidak berlaku untuk keterlambatan progress pekerjaan yang sudah diatur dalam
pasal &.2 surat perjanjian ini.
PIHAK KEDUA dianggap telah mengetahui segala kondisi lapangan / site, kondisi
pekerjaan serta kondisi lingkunagn tempat proyek berada, sehingga segala sesuatu
dan resiko yang dimungkinkan timbul menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.
PASAL 14
SERAH TERIMA PERTAMA PEKERJAAN

1.

Apabila seluruh Pekerjaan telah selesai 100% dan terpasang serta


berfungsi dengan baik sebagaimana tersebut dalam Pasal 8 Perjanjian ini, maka
PIHAK PERTAMA
dan Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas akan mengadakan
pemeriksaan Volume berikut hasil test pengujian tanah timbunan terhadap hasil
Pekerjaan tersebut.
2.
Setelah hasil pengujian sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal
ini dinyatakan lulus, PIHAK PERTAMA akan menerbitkan Berita Acara Serah Terima
Pertama yang ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Dengan
diterbitkannya Berita Acara tersebut, maka Masa Pemeliharaan Pekerjaan
sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian ini mulai berlaku.
PASAL 15
MASA PEMELIHARAAN
1. Jangka waktu Masa Pemeliharaan Pekerjaan dalam Perjanjian ini adalah selama 180
hari kalender terhitung sejak tanggal ditandatanganinya Berita Acara Serah Terima
Pertama sebagaimana diatur dalam Pasal 14 Perjanjian ini.
2. PIHAK PERTAMA berhak mencairkan Surat Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (Lima
per Seratus) dari Nilai Kontrak apabila :
PERJANJIAN PELAKSANAAN KERJA
Page 8
PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk
Pihak Ke 1

Paraf

Pihak Ke 2

PIHAK KEDUA tidak melaksanakan perbaikan terhadap kerusakan.


3. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas semua kerusakan serta pemeliharaan
pekerjaan yang timbul dan/atau terjadi selama jangka waktu pemeliharaan, dan
PIHAK KEDUA wajib memperbaiki kerusakan-kerusakan tersebut.
4. Bila PIHAK KEDUA menolak atau dalam batas waktu yang sudah ditentukan oleh
PIHAK PERTAMA tidak melaksanakan kewajiban, maka PIHAK PERTAMA berhak
mengambil alih pekerjaan perbaikan tersebut dengan semua biaya ditanggung oleh
PIHAK KEDUA.
5. Setelah masa pemeliharaan selesai dan semua perbaikan telah diselesaikan oleh
PIHAK KEDUA dan diterima baik oleh PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA akan
menyerahkan kedua kalinya pekerjaan yang telah dilaksanakan tersebut kepada
PIHAK PERTAMA.
6. Serah terima kedua atas pekerjaan tersebut dinyatakan dengan Berita Acara Serah
Terima Kedua yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, dengan syarat bahwa
pekerjaan tersebut diterima dengan baik oleh PEMBERI TUGAS.
7. Jaminan Pemeliharaan PIHAK KEDUA akan dikembalikan setelah PIHAK KEDUA
menyelesaikan semua kewajiban fisik dan administrasi yang dinyatakan dengan
ditandatanganinya oleh kedua belah pihak Berita Acara Serah Terima Kedua
Pekerjaan.
PASAL 16
KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA, LINGKUNGAN DAN MUTU
1. PIHAK KEDUA wajib memenuhi dan melaksanakan semua persyaratan keselamatan,
kesehatan kerja, lingkungan dan mutu yang ditetapkan oleh pihak-pihak yang
berwenang dan atau PIHAK PERTAMA (seperti terlampir), dan harus segera
melaporkan setiap kecelakaan yang terjadi atas pekerjaan dilokasi pekerjaan.
2. PIHAK KEDUA setuju untuk membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan baik
dari pekerja - pekerja PIHAK KEDUA atau pihak lain atas kerusakan - kerusakan,
kecelakaan -kecelakaan atau hal - hal lain yang disebabkan oleh kelalaian PIHAK
KEDUA.
3. PIHAK KEDUA wajib mentaati ketentuan mengenai peraturan perundang-undangan
yang berlaku di bidang ketenagakerjaan dan sosial. Biaya-biaya yang timbul dan
diperlukan berkaitan dengan hal tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA .
PASAL 17
PERUBAHAN PEKERJAAN
1. PIHAK PERTAMA berhak untuk melakukan Perubahan Pekerjaan serta berwenang
memerintahkan PIHAK KEDUA untuk melaksanakan Perubahan Pekerjaan dan PIHAK
KEDUA harus segera melaksanakan perintah Perubahan Pekerjaan setelah perubahan
tersebut disetujui oleh Kedua Belah Pihak dan disetujui oleh Pemberi Tugas, yang
manapun dari ketentuan berikut ini, :
- Menambah atau mengurangi kuantitas atau kualitas Pekerjaan yang tercakup
dalam Perjanjian ini,
- Meniadakan suatu bagian atau tahapan dari Pekerjaan,
- Mengubah tinggi permukaan/level, garis, letak dan ukuran bagian Pekerjaan,
- Melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan untuk penyelesaian Pekerjaan
diluar Lingkup Pekerjaan,
2. PIHAK KEDUA tidak berhak melaksanakan Perubahan Pekerjaan tanpa adanya
perintah atau persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA.
3. Perhitungan biaya untuk pekerjaan tambah/kurang berdasarkan harga satuan yang
telah ditetapkan dalam Perjanjian ini, apabila harga satuan dimaksud belum terdapat
PERJANJIAN PELAKSANAAN KERJA
Page 9
PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk
Pihak Ke 1

Paraf

Pihak Ke 2

dalam Perjanjian ini maka harga satuan yang dipergunakan adalah harga satuan
yang wajar berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
4. Adanya perubahan pekerjaan tidak dapat dijadikan alasan untuk merubah jangka
waktu pelaksanaan, kecuali atas persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.
5. Perubahan Pekerjaan sebagaimana tersebut dalam Pasal ini, akan dituangkan dalam
Addendum.
PASAL 18
DENDA DAN SANKSI
1. Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai jangka
waktu pelaksanaan sebagaimana diatur dalam Pasal 7 Perjanjian ini, maka untuk
setiap hari keterlambatan PIHAK KEDUA akan dikenakan denda keterlambatan
sebesar 1 (satu perseribu) dari Sisa Nilai Pekerjaan yang terlambat dan jumlah
denda maksimum 5% (lima perseratus) dari Sisa Pekerjaan yang terlambat.
2. Apabila PIHAK PERTAMA terlambat melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA,
maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan denda keterlambatan sebesar 1 (satu
perseribu) per hari dari nilai tagihan yang tertunda/belum dibayarkan.
3. Jika Pasal 18 ayat 2 dilanggar oleh PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA berhak
menunda pekerjaan tanpa mengurangi/memperhitungkan jangka waktu pelaksanaan
yang berjalan.
PASAL 19
KEADAAN MEMAKSA / FORCE MAJEURE
1. Keadaan memaksa/force majeure ialah suatu keadaan atau hal-hal yang terjadi diluar
kekuasaan dan tidak dapat ditanggulangi oleh Pihak Kedua dan/atau Pihak Pertama
ataupun oleh pihak lain yang professional seperti : banjir, gempa bumi, gunung
meletus, angin topan, tanah longsor, kebakaran atau bencana alam lainnya.
Peperangan, pemberontakan, huru-hara umum yang bersifat memaksa dan
mempunyai akibat langsung terhadap jangka waktu penyelesaian Pekerjaan
sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 6 Perjanjian ini serta dapat disetujui oleh PIHAK
PERTAMA.
2. Apabila keadaan memaksa/force majeure tersebut dalam ayat 1 Pasal ini terjadi,
maka PIHAK KEDUA harus memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA
tidak lebih dari 3 x 24 jam terhitung sejak terjadinya kejadian memaksa tersebut
disertai bukti-bukti yang sah sebagai pendukung.
3. Sehubungan dengan pemberitahuan tersebut dalam ayat 2 Pasal ini, maka secara
tertulis PIHAK PERTAMA akan menyetujui atau menolak terhadap terjadinya keadaan
memaksa/force majeure dalam jangka 7 x 24 jam terhitung sejak diterimanya
pemberitahuan tersebut atau menyesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan oleh
Keputusan Pemerintah Republik Indonesia (Instansi pemerintah yang terkait).
4. PIHAK PERTAMA pada dasarnya hanya mempertimbangkan penambahan waktu
terhadap jangka waktu penyelesaian Pekerjaan sebagai akibat terjadinya keadaan
memaksa/force majeure, dengan ketentuan penambahan waktu yang diberikan
tersebut tidak melebihi perpanjangan waktu yang didapat PIHAK PERTAMA dari
Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas.
PASAL 20
BERAKHIRNYA PERJANJIAN INDUK
Perjanjian ini bersifat accessoir (ekor) dari Perjanjian Induk, maka dengan berakhirnya
Perjanjian Induk demi hukum Perjanjian ini juga berakhir. Demikian pula apabila Pemberi
PERJANJIAN PELAKSANAAN KERJA
Page 10
PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk
Pihak Ke 1

Paraf

Pihak Ke 2

Tugas melakukan pembatalan atau pengakhiran Perjanjian Induk kepada


PIHAK
PERTAMA, maka demi hukum Perjanjian ini juga dianggap berakhir yang dengan tanpa
ada hak atau klaim terhadap kerugian atau pengeluaran biaya lainnya dari PIHAK KEDUA,
namun demikian PIHAK KEDUA tetap berhak terhadap pembayaran dari PIHAK PERTAMA
atas jumlah uang yang sebanding dengan nilai Pekerjaan yang telah dilaksanakan.
PASAL 21
RESIKO
1. Jika selama waktu pelaksanaan pekerjaan terjadi hambatan-hambatan yang
diakibatkan tidak masuknya atau tidak tersedianya bahan-bahan dan alat-alat karena
semata-mata kesalahan PIHAK KEDUA, maka resiko akibat kemacetan pekerjaan
tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.
2. Segala Persoalan dan tuntutan tenaga kerja dari pekerjaan PIHAK KEDUA menjadi
beban dan tanggung jawab sepenuhnya dari PIHAK KEDUA, atau dengan kata lain
bahwa PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan-tuntutan
para tenaga kerja yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan ini baik di dalam
maupun diluar pengadilan.
3. Bilamana selama PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan tanpa adanya Ijin dari
PIHAK PERTAMA dan menimbulkan kerugian bagi PIHAK KETIGA (orang yang tidak ada
sangkut pautnya dalam pekerjaan ini), maka segala kerugian akan akan menjadi
tanggung jawab Kedua Belah Pihak yang melakukan perjanjian ini.

PASAL 22
PEMUTUSAN PERJANJIAN
1. Untuk maksud-maksud pengakhiran Perjanjian, maka Para Pihak dengan ini

secara tegas mengkesampingkan ketentuan-ketentuan dalam Pasal 1266 dan


Pasal 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Negara Republik Indonesia.

2. Perjanjian ini berakhir apabila:


a. Jangka Waktu Perjanjian berakhir dan tidak diperpanjang oleh Para Pihak;
b. Diakhiri lebih awal berdasarkan kesepakatan tertulis oleh Para Pihak
c. Terjadi perihal lainnya yang diatur didalam perjanjian ini sehingga dapat
memutuskan perjanjian.
3. PIHAK PERTAMA berhak memutuskan perjanjian ini secara sepihak setelah melakukan
teguran secara tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut apabila :
.a PIHAK KEDUA telah memborongkan seluruh pekerjaan ini kepada Pihak Ketiga
tanpa ada persetujuan tertulis dari ke PIHAK PERTAMA, dan / atau
.b Terlambat melaksanakan tahapan penyelesaian sesuai dengan jadwal
pelaksanaan pekerjaan kecuali apabila keterlambatan tersebut disebabkan oleh
keadaan memaksa dan kelalaian pelaksanaan kewajiban oleh PIHAK PERTAMA,
dan / atau
.c PIHAK KEDUA telah dikenakan denda keterlambatan sampai jumlah maksimum
seperti tersebut dan / atau
.d PIHAK KEDUA berdasarkan penilaian PIHAK PERTAMA nyata-nyata tidak

dapat melaksanakan pekerjaan dengan terlebih dahulu pihak pertama


PERJANJIAN PELAKSANAAN KERJA
Page 11
PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk
Pihak Ke 1

Paraf

Pihak Ke 2

menyertakan surat, bukti dan dokumen tertulis mengenai penialian


ketidakcakapan pihak kedua dalam melaksanakan pekerjaan.
.e PIHAK KEDUA dinyatakan bangkrut / pailit oleh Pengadilan Negeri atau Surat Ijin
Usahanya dicabut atau tidak berlaku lagi.
4. Jika terjadi pemutusan perjanjian secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA, maka

PIHAK PERTAMA dapat menunjuk pemborong lain atas kehendak dan


berdasarkan pilihannya sendiri untuk menyelesaian pekerjaan dan PIHAK
KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA segala arsip gambargambar, perhitungan-perhitungan dan keterangan-keterangan. PIHAK KEDUA
wajib
menanggung
seluruh
biaya
penyelesaian
pekerjaan
yang
pelaksanaannya diserahkan kepada PIHAK KETIGA dibanding dengan Harga
Seluruh Pekerjaan yang tersebut.

5. Dalam hal pemutusan karena salah satu atau beberapa alasan, PIHAK KEDUA tidak
berhak menuntut ganti rugi tetapi masih dapat diperhitungkan dengan
memperhitungkan nilai-nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta
kegunaannya bagi PIHAK PERTAMA. Penelitian dan penilaian tersebut dilakukan
dengan Berita Acara yang dibuat oleh PIHAK PERTAMA serta disetujui PIHAK KEDUA.
6. Berakhirnya Perjanjian ini tidak menghapuskan segala hak yang masih harus
diterima dan/atau kewajiban yang masih harus dilakukan oleh salah satu pihak
berdasarkan Perjanjian ini kecuali ditentukan lain dalam Perjanjian ini
PASAL 23
HUKUM DAN PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Apabila timbul sengketa atau perselisihan antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK
KEDUA sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjian ini, maka kedua belah pihak
setuju untuk menyelesaikannya secara musyawarah dan hasil yang dicapai dari
musyawarah tersebut akan dinyatakan dalam suatu pernyataan tertulis yang secara
hukum bersifat mengikat dan harus ditanda-tangani oleh kedua belah pihak.
2. Apabila perselisihan tersebut tidak dapat diselesaikan secara musyawarah dalam
waktu 14 (empat belas) hari, maka kedua belah pihak sepakat menyerahkan
penyelesaian perselisihan tersebut kepada suatu badan arbitrase
3. Badan arbitrase yang disepakati dan ditunjuk untuk menyelesaikan perselisihan
tersebut adalah Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) yang berkedudukan di
Jakarta dan semua proses penyelesaian perselisihan tersebut berdasarkan prosedur
dan peraturan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) yang berlaku.
4. Setiap keputusan atau ketetapan yang dihasilkan Badan Arbitrase Nasional Indonesia
(BANI) secara hukum bersifat mengikat baik untuk tingkat pertama dan terakhir,
serta tidak dapat dilakukan banding ataupun kasasi.
PASAL 24
MASA BERLAKUNYA SURAT PERJANJIAN
Surat Perjanjian Pemborongan ini berlaku dan mengikat kedua belah pihak terhitung
sejak tanggal ditanda-tanganinya Surat Perjanjian ini dan berakhir sampai dengan
tanggal Berita Acara Serah Terima Kedua.
Pasal 25
LAIN-LAIN
1. Judul-judul dalam Perjanjian ini dimaksudkan semata-mata untuk mempermudah dan
tidak akan mempengaruhi arti dan maksud serta harus diabaikan dalam interpretasi
dari pasal-pasal dalam Perjanjian ini;
PERJANJIAN PELAKSANAAN KERJA
Page 12
PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk
Pihak Ke 1

Paraf

Pihak Ke 2

2. Untuk setiap perubahan ketentuan di dalam Perjanjian ini dan/atau hal-hal yang
belum di atur di dalam Perjanjian ini, PARA PIHAK sepakat untuk mengatur hal
tersebut dalam suatu amandemen dan/atau addendum Perjanjian ini, dan oleh
karenanya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini dan oleh
karenanya mengikat PARA PIHAK;
3. Pergantian pengurus dari PARA PIHAK tidak menyebabkan berakhirnya Perjanjian ini
dan Perjanjian ini tetap mengikat PARA PIHAK, meskipun telah terjadi pergantian
pengurus dari PARA PIHAK.
4. Setiap pemberitahuan, penawaran, permohonan, pembayaran, permintaan atau
komunikasi yang diperlukan atau diijinkan untuk diberikan, dilakukan atau
disampaikan berdasarkan Perjanjian harus dilakukan secara tertulis dan dianggap
disampaikan dengan baik bila disampaikan secara pribadi atau dikirim dengan surat
tercatat (dengan pembuktian tanda terima) dengan ongkos kirim dibayar pengirim
atau dikirim melalui faksimili atau email, dialamatkan kepada pihak yang
bersangkutan masing-masing sebagai berikut:
PIHAK PERTAMA:
PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk
Komp. Balikpapan Baru F1 No. 2
Balikpapan 76125
Telepon : 0542 - 872700
Faksimili : 0542 - 871845
Email

PIHAK KEDUA:
PT. Rizky Lestari Abadi

Waskitab4d2_dal@yahoo.com

Jl. Wolter Monginsidi RT.17,


No.65
Telp/Fax
: 0541 738106
Email
:
Windupati@yahoo.com

5. Pemberitahuan dianggap telah diterima oleh Pihak yang dituju dalam 3 (tiga) hari
kerja setelah tanggal pengiriman dibuktikan dengan tanda bukti pengiriman, jika
pemberitahuan disampaikan melalui kurir dianggap telah diterima oleh Pihak yang
dituju dalam 1 (satu) hari kerja dibuktikan dengan tanda terima dari kurir pengantar,
jika pemberitahuan disampaikan melalu faksimili dan/atau email maka dianggap
telah diterima oleh pihak yang dituju setelah adanya konfirmasi penerimaan
pemberitahuan oleh pihak yang dituju kepada pihak pengirim.
6. Masing-masing pihak dapat sewaktu-waktu mengubah alamat mereka dengan
pemberitahuan tertulis kepada pihak lainnya 7 (tujuh) hari sebelumnya.
PASAL 26
PENUTUP
Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah
pihak pada hari, tanggal, bulan dan tahun tersebut dimuka dalam rangkap 2 (dua)
masing-masing bermaterai cukup mempunyai kekuatan hukum yang sama serta 1 (satu)
buah tembusan guna keperluan administrasi PIHAK PERTAMA.

PERJANJIAN PELAKSANAAN KERJA


Page 13
PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk
Pihak Ke 1

Paraf

Pihak Ke 2

PIHAK KEDUA
PT. RIZKY LESTARI ABADI,

PIHAK PERTAMA
PT WASKITA KARYA (Persero)
Divisi Regional II

Anang Murdianto
Direktur Utama

Ir. N Wirya Adnyana, MM


Kepala Divisi

PERJANJIAN PELAKSANAAN KERJA


Page 14
PT. WASKITA KARYA (Persero), Tbk
Pihak Ke 1

Paraf

Pihak Ke 2