Anda di halaman 1dari 11

Assalamualaikum Wr.

Wb

Kelompok 1
HANUNG ROHANI (H311 12
001)
ASIH LARASATI (H311 12 002)
MARETRIN (H311 12 005)
ULFA MULIA KAWAROE (H311
12 006)
SALMAWATI B. (H311 12 009)

ANALISIS MINERAL

Pengertian Mineral
Mineral adalah suatu zat padat
yang terdiri dari unsur atau
persenyawaan kimia yang dibentuk
secara alamiah oleh proses-proses
anorganik, mempunyai sifat-sifat
kimia dan fisika tertentu dan
mempunyai penempatan atom-atom
secara beraturan di dalamnya, atau
dikenal sebagai struktur kristal.

Jenis-jenis Mineral dan Manfaatnya


1. Mineral Makroelemen
Mineral makroelemen merupakan
unsur-unsur yang dibutuhkan
oleh mahluk hidup dalam jumlah
besar. Mineral makroelemen
misalnya natrium (Na), kalium
(K), kalsium (Ca), fosfor (P),
magnesium (Mg), Klor (Cl), dan
belerang (S).

2. Mineral Mikroelemen
Mineral mikoelemen adalah
mineralyang diperlukan
tubuh dalam jumlah
sedikit.Mineral mikoelemen
misalnya besi (Fe), Iodium (I),
Mangan (Mn), kobalt (Co), dan
selenium (Se).

3. Analisis Mineral
- Analisis Kalsium (Ca)

Analisis kalsium dilakukan


berdasarkan sifat bahwa ion
kalsium dapat diendapkan dengan
amonium oksalat membentuk
endapan kalsium oksalat. Endapan
selanjutnya dilarutkan dalam asam
sulfat encer lalu dititrasi secara
permanganometri menggukan
larutan baku kalium permanganat.

- Analisis Besi
Kandungan besi total dalam bahan
makanan dapat ditetapkan dengan
mereaksikannya dengan senyawa
lain membentuk senyawa komleks
berwarna yang dapat diukur
secara spektrofotometri visibel.
Analisis besi didapat dilakukan
dengan metode tiosianat.

Prosedur
Analisis Besi
Larutan kalium
persulfat jenuh

Dibuat dengan melarutkan


7-8 gram kalium persulfat
dengan 100 mL air bebas
besi

Dihomogenkan

Didiamkan di dalam
lemari es hingga
terbentuk endapan

Larutan kalium
tiosianat 3 N
Dibuat dengan melarutkan 146
gram kalium tiosianat dalam
sejumlah akuades

Larutan disaring jika


keruh

Ditambah 20 mL aseton
untuk meningkatkan
daya simpan

Diencerkan
dengan aquades
sampai 500 ml.