Anda di halaman 1dari 18

Part 17: First Aid: 2010

AHA and ARC Guidelines


for First Aid

Mikhwanul Jumar
Firda Nur Islami

Sejarah Pertolongan
Pertama
Jean-Henri Dunant,
kolonel yang
menggagas warga sipil
untuk membantu
korban perang.
Dokter bedah Peter
Shepherd dan kolonel
Francis Duncan,
tokoh utama yang
mengembangan
konsep Pertolongan
Pertama

Konsensus Tahun 2010


Dalam persiapan evaluasi
tahun 2010, AHA dan ARC
bersama NFASAB (National
First Aid Science Advisory
Board) menganalisa dan
mengevaluasi serta
memperbaharui literatur
ilmiah Pertolongan Pertama
untuk mengurangi angka
morbiditas dan mortalitas
dalam kasus emergensi.

Pertolongan Pertama

Tatalaksana Awal
Memangil
bantuan

Dapat mengenali kapan


pertolongan dibutuhkan dan
bagaimana cara
mendapatkannya

Assesmen

Penilaian airway breathing


circulation dengan cepat

Memposisik
an korban

Korban sebaiknya tidak


dipindahkan sampai terbukti
tidak ada cedera leher atau
spinal selagi menunggu bantuan

Kegawatdaruratan Medis
Kesulitan
Bernapas
Anafilaktik

Kejang
Nyeri Dada

Membantu korban
menggunakan obat
bronkodilator pada penderita
asma
Mengenali tanda dan gejala
Tahu indikasi dan cara
pemberian injeksi epinefrin
Memastikan jalan napas
terbuka
Mencegah trauma
Cari sumber nyeri (jantung/non
jantung)

Kegawatdaruratan Luka
Perdarahan

Penanganan
Luka

Luka Bakar

Pengontrolan
perdarahan dengan
cara penekanan
langsung, torniquet,
pressure point dan
elevasi, penggunaan
agen hemostatik
Irigasi dan desinfeksi luka
Pemberian antibiotik
topikal
Mendinginkan luka
dengan air suhu ruangan
(15-25C)

Kegawatdaruratan Luka
Jangan
menyentuh
korban
ketika
aliran
listrik masih tersambung
Korban luka bakar listrik
biasanya membutuhkan
RJP,
defibrilasi,
dan
tatalaksana syok dan
luka bakar

Luka Listrik

Pertahankan gerakan spinal dengan


menstabilisasi kepala secara manual
Stabilisasi
sehingga gerakan kepala, leher dan
Spinal
spinal dapat diminimalisir

Trauma Muskuloskeletal

Sprains Aplikasi dingin menurunkan perdarahan,


edema, nyeri dan disabilitas.
and Strains

Trauma Muskuloskeletal
Fraktur

Stabilisasi ekstremitas dengan splint


pada posisi yang ditemukan
Splinting dapat menurunkan nyeri
dan mencegah cedera lebih buruk

Gigitan Hewan dan Manusia


Gigitan
ular

Sengatan
ubur-ubur

Aplikasi
perban
imobilisasi
dengan tekanan antara 40 dan 70
mmhg pada ekstremitas atas dan
antara
55-70
mmhg
pada
ekstremitas
bawah
disekitar
panjang ekstremitas yang tergigit
.
Dibasuh dengan cuka (4-6%
larutan asam asetat) sesegera
mungkin selama paling sedikit 30
detik.
Merendam bagian yang terkena
didalam air panas

Gigitan Hewan dan Manusia


1.
Bersihkan
dengan
air
saline/air
kran
5.
Hubungi
dokter
gigi

4.
Letakkan
gigi
didalam
susu atau
air bersih

Cede
ra
gigi

2.
Hentikan
perdarah
an

3. Pegang
gigi pada
bagian
mahkota

Kegawatdaruratan
Lingkungan
Kegawatdaruratan
dingin

Bila jauh dari


pelayanan
medis
lanjutkan
penghangatan,
Rendam
dengan air
hangat Selama
20-30 menit

Pindahkan
korban
ketempat
yang lebih
hangat
Hipoter
mia
Dan
FrostBit
e
Segera bawa
ke pelayanan
medis
terdekat

Gantikan
pakaian yang
basah dengan
yang kering
dan balutkan
korban
dengan
selimut

Kegawatdaruratan Panas

Kram panas
dan Kelelahan
panas

Stroke panas

Baringkan Korban ditempat yang


dingin
Lepaskan semua pakaian
Dinginkan korban dengan
semprot air dingin
Berikan minuman dingin
berkabohidrat dan elektrolit

Pendinginan segera
Rendam tubuh korban
dengan air dingin sampai
dagu.
Perlu diberikan cairan lewat
intravena

Tenggelam
Keluarkan korban secara cepat
Bila anda memiliki latihan khusus,
beri bantuan nafas di dalam air,
tetapi jangan menunda keluarkan
korban.
Mulai CPR dan jika anda sendiri
lakukan sampai 5 siklus (kira-kira 2

Kegawatdaruratan Keracunan

Pusat Kontrol Racun


Luka Bakar Zat Kimia
Keracunan pada
Mata

Tertelan Racun
Pengobatan dengan
Susu atau Air
Arang aktif
Ipecac

TERIMA
KASIH