Anda di halaman 1dari 11

KOPERASI Dan UMKM

Koperasi dan Mekanisme Pasar

Kelompok 1 :
IDA BAGUS PUTU DANTA SATYANA

(1206205008)

I GEDE INDRA TENAYA

(1206205066)

KOMANG TRISKA ARIWIDANTA

(1206205131)

GUSTI BAGUS YOPI BRANGSINGA

(1206205187)

MUHAMAD SYAIFUL BAHRI

(1206205197)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Udayana
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena atas
segala berkat dan rahmat-Nya, penulis dapat menyusun dan menyelesaikan tugas koperasi dan
UMKMguna memenuhi salah satu tugas mata kuliahKoperasi dan UMKM.
Ucapan terima kasih penulis disampaikan kepada berbagai pihak yang telah membantu
menyelesaikan paper ini hingga selesai tepat pada waktunya.
Penulis menyadari bahwa penulisan paper ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca sangat penulis harapkan. Akhir kata
penulis berharap semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan.

Jimbaran, 12 April 2015

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Koperasi merupakan lembaga dimana orang-orang yang memiliki kepentingan relatif

homogen berhimpun untuk meningkatkan kesejahteraannya. Konsepsi demikian mendudukkan


koperasi sebagai badan usaha yang cukup strategis bagi anggotanya dalam mencapai tujuantujuan ekonomis yang pada gilirannya berdampak kepada masyarakat secara luas.
Koperasi merupakan lembaga dimana orang-orang yang memiliki kepentingan relatif
homogen berhimpun untuk meningkatkan kesejahteraannya. Konsepsi demikian mendudukkan
koperasi sebagai badan usaha yang cukup strategis bagi anggotanya dalam mencapai tujuantujuan ekonomis yang pada gilirannya berdampak kepada masyarakat secara luas.
Di dalam negeri telah terjadi berbagai perubahan seiring dengan berlangsungnya era
globalisasi dan liberalisasi ekonomi dan kondisi tersebut membawa konsekuensi serius dalam hal
pengadaan bahan pangan. Secara konseptual liberalisasi ekonomi dengan menyerahkan kendali
roda perekonomian kepada mekanisme pasar ternyata dalam prakteknya belum tentu secara
otomatis berpihak kepada komunitas ekonomi lemah atau kecil. Kondisiyang relatif identik
berlangsung di sektor pangan dan diperkirakan karena belum tertatanya sistem produksi dan
distribusi dalam mengantisipasi perubahan yang sudah terjadi.
Sejarah kelahiran dan berkembangnya koperasi di negara maju (barat) dan negara
berkembang memang sangat diametral. Di barat koperasi lahir sebagai gerakan untuk melawan
ketidakadilan pasar, oleh karena itu tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar.
Bahkan dengan kekuatannya itu koperasi meraih posisi tawar dan kedudukan penting dalam
konstelasi kebijakan ekonomi termasuk dalam perundingan internasionalMekanisme asar ada
empat yaitu: pasar persaingan sempurna, pasar prsaingan tidak sempurna atau pasar
monopolistik, pasar oligopoly, dan pasar monopoli.

1.2.

Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah Koperasi dan Mekanisme pasar ini adalah :
1. Apa hubungan pasar dengan koperasi ?
2. Bagaimana kelemahan dan kekuatan koperasi ?
3. Apa hubungan koperasi dengan berbagai struktur pasar ?

1.3.

Tujuan dan Manfaat Penulisan

1.3.1. Tujuan Penulisan


Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana hubungan pasar dengan koperasi.
2. Untuk mengetahui apa saja kekuatan dan kelemahan koperasi.
3. Untuk mengetahui hubungan koperasi dengan berbagai struktur pasar.
1.3.2. Manfaat Penulisan
Penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang
berkepentingan yaitu :
1. Manfaat Teoritis
Penulisan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmu pengetahuan dan
informasiserta refrensi mengenai hubungan pasar dengan koperasi, kekuatan dan
kelemahan koperasi serta hubungan koperasi dengan berbagai mekanisme pasar, bagi
penulis lainnya serta mahasiswa/i.
2. Manfaat Praktis
Penulisan ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan serta sumbangan pemikiran
bagi pembaca dan instansi terkait mengenai hubungan pasar dengan koperasi, kekuatan
dan kelemahan koperasi serta hubungan koperasi dengan berbagai mekanisme pasar

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.

HUBUNGAN PASAR DENGAN KOPERASI


Produsen atau anggota koperasi bisa saja menjual sendiri produknya ke pasar , namun

akan lebih efektif dan efesien jika produsen atau anggota koperasi itu melibatkan Koperasi itu
sendiri dalam melakukan pemasarannya. Tugas koperasi adalah melakukan interaksi dengan
pasar , memasarkan barang yang menjadi produksi dari anggota koperasi atau produsen dengan
perhitungan bilamana terjadi keuntungan maka keuntungan itu akan jatuh ditangan anggota
koperasi dan begitu pula sebaliknya bilamana terjadi kerugian maka kerugian itu akan
ditanggung bersama oleh anggota koperasi.
Hubungan pasar dengan koperasi tidak lagi diatur oleh mekanisme pasar melainkan
diatur oleh nilai, norma dan prinsip prinsip koperasi itu sendiri dikarenakan koperasi itu adalah
milik produsen atau anggota koperasi bersama.

2.2.

KELEMAHAN DAN KEKUATAN KOPERASI


Seperti halnya organisasi lain, koperasi memiliki kelebihan dan kelemahan dalam

memasarkan produknya ke pasar. Menurut Hendar Kusnadi (1999:73) bersatunya para produsen
dalam sebuah organisasi koperasi merupakan ajang yang baik dalam mengatur harga jual.
Adanya pihak internal yang berasal dari hubungan pasar antara koperasi memudahkan pasar
dalam membentuk harga dan mengatur strategi dalam menekan biaya produksi. Jadi , ketika
dihadapkan oleh resiko bilamana pihak koperasi harus melayani nonanggota , resiko itu akan
ditanggung bersama oleh anggota koperasi bisa disimpulkan bahwa biaya yang nantinya
dikeluarkan per anggota bila terjadi resiko akan jauh lebih murah.
Meskipun demikian struktur dasar koperasi kurang mendukung kewirausahaan koperasi.
ini berdampak pada rendahnya tingkat pertumbuhan koperasi dimana koperasi tidak dapat
mencari dan memanfaatkan peluang yang ada. Prinsip keanggotan koprasi bersifat terbuka dan
sukarela ,akan melemahkan struktur permodalan dalam jangka panjang sebab jika perusahaan

koperasi tidak mampu melayani kepentingan koperasi anggota, ia bisa keluar dari keanggotaan
koperasi. Konsekuensinya, modal yang tertaman dalam koperasi harus dikembalikan (Hendar
Kusnadi,1999:75).

2.3.

KOPERASI DALAM BERBAGAI STRUKTUR PASAR

2.3.1. KOPERASI DALAM PASAR OLIGOPOLI


Oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan yang menguasai
pasar, baik secara independen maupun secara diam-diam bekerjasama. Oleh karena itu
perusahaan dalam pasar hanya sedikit, maka akan selalu ada rintangan bagi perusahaan baru
untuk memasuki pasar. Di samping itu setiap keputusan

harga yang diambil oleh suatu

perusahaan harus dipertimbangkan oleh perusahaan-perusahaan lain dalam pasar.


Strategi dalam Pasar Oligopoli
1.

Strategi harga

2.

Strategi non harga

Untuk menghindari perang harga, masing-masing perusahaan dapat mengadakan product


perbedaan produk. Kegiatan untuk memperluas pasar perusahaan:
1.

Advertensi
Perusahaan mungkin menjual jumlah yang lebih besar dengan harga yang sama tanpa
timbul perang harga.

2.

Membedakan mutu dan bentuk produk


Membedakan produk yang dijual masing-masing penjual. Tujuannya agar konsumen
lebih suka produk yang dijual perusahaan tersebut, daripada perusahaan lain

2.3.2. KOPERASI DALAM PASAR PERSAINGAN SEMPURNA


Farahzaqia (2011) persaingan sempurna adalah struktur pasar yang paling banyak
digunakan oleh para ahli ekonomi sebagai dasar analisis dan perencanaan suatu perekonomian.

Hendar dan Kusnadi (2005) struktur pasar ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. Terdiri atas banyak penjual dan pembeli, sehingga seorang penjual hanya mampu
menawarkan barang yang relatif sedikit dibanding dengan barang yang ada di pasar
sehingga baik penjual maupun pembeli tidak dapat mempengaruhi harga, harga akan
ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran di pasar.
b. Barang yang diperjualbelikan bersifat homogen, artinya barang yang satu dengan barang
yang lainnya dapat saling menyubstitusi secara sempurna.
c. Masing-masing penjual mempunyai kebebasan untuk keluar atau masuk ke dalam pasar.
d. Mobilitas faktor produksi berjalan secara sempurna, dan
e. Pembeli dan penjual mempunyai informasi yang lengkap tentang pasar, struktur harga
dan kualitas barang.
Mirahs (2010) Koperasi Dalam Pasar Persaingan Sempurna disebut bersaing sempurna
jika terdapat banyak penjual dan pembeli sehingga tidak ada satu pun dari mereka dapat
mempengaruhi harga yang berlaku; barang dan jasa yang dijual di pasar adalah homogen;
terdapat mobilitas sumber daya yang sempurna; setiap produsen maupun konsumen mempunyai
kebebasan untuk keluar-masuk pasar; setiap produsen maupun konsumen mempunyai informasi
yang sempurna tentang keadaan pasar meliputi perubahan harga, kuantitas dan kualitas barang
dan informasi lainnya; tidak ada biaya atau manfaat eksternal berhubungan dengan barang dan
jasa yang dijual di pasar.
Anditaasri (2010) dalam struktur pasar persaingan sempurna, harga ditentukan oleh
keseimbangan permintaan (demand) dengan penawaran (supply). Oleh sebab itu, perusahaan
yang bersaing dalam pasar persaingan sempurna disebut penerima harga (price taker).

2.3.3. KOPERASI DALAM PASAR MONOPOLI


Monopolis murni/sejati merupakan satu-satunya penjual dalam suatu pasar. Ketika suatu
perusahaan merupakan satu-satunya penjual dalam suatu pasar, maka secara realistis perusahaan
tersebut memiliki kekuatan atas produk, harga dan jumlahnya di pasar.

Akan tetapi, ketika berbicara monopoli sejati, selalu mengacu kepada situasi di mana
hanya terdapat satu penjual di pasar. Tidak ada produk yang siap menjadi substitusi/pengganti
atas produk monopolis, serta tidak ada ancaman yang cukup berarti atas masuknya perusahaan
baru.
Asumsi-asumsi dasar mengenai monopoli sejati adalah sebagai berikut:
1. Terdapat hanya satu penjual/pembeli di pasar bagi produk tertentu.
2. Penjual tunggal tersebut memproduksi produk yang tidak memiliki substitusi/pengganti
yang siap dipasar.
Menurut Bauer et al (2000) posisi monopoli akan bisa diperebutkan (contestable).
Konsekuensinya, monopolis akan mengurangi harga (paling tidak untuk jangka waktu tertentu),
sehingga pesaing menjadi tidak tertarik untuk memasuki pasar. Di lain pihak, jika hambatan
dapat mencegah perusahaan non-koperasi bersaing dengan monopolis yang ada, maka hambatan
yang sama akan berlaku pada koperasi. Tidak ada hal yang dapat dilakukan oleh koperasi yang
belum pernah dilakukan oleh perusahaan lain sebelumnya (Bonus, 1986, 314).

2.3.4. KOPERASI DALAM PASAR MONOPOLISTIK


Pasar persaingan monopolistik (monopolistic competition) dapat diartikan sebagai pasar
monopoli yang bersaing. Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa, pasar suatu produk
dikatakan berada keadaan persaingan monopolistik apabila dalam pasar tersebut terdapat ciri-ciri
persaingan dan ciri monopoli. Hal ini disebabkan produk-produk yang dijual dipasar tidaklah
homogen, tetapi masing-masing mempunyai daya subsitusinya satu sama lain. Pengusaha dan
konsumen produk tertentu sama-sama bersaing, tetapi persaingan tersebut tidak sempurna karna
produk yang dihasilkan tidak sama dalam banyak hal.
Pasar persaingan monopolistik dalah bentuk dari organisasi pasar yang mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut:
1. Banyak penjual atau pengusaha dari suatu produk yang beragam.
2. Produk yang dihasilkan tidak homogen.

3. Ada produk substitusinya, artinya dapat digantikan penggunaanya secara sempurna oleh
produk lain.
4. Keluar atau masuk industri relatif mudah.
5. Harga produk tidak sama di semua pasar, tetapi berbeda-beda sesuai dengan keinginan
penjualnya.
6. Pengusaha dan konsumen produk tertentu sama-sama bersaing, tetapi persaingan tersebut
tidak sempurna karena produk yag dihasilkan tidak sama dalam banyak hal.

BAB III
PENUTUP
3.1.

Kesimpulan
Hubungan pasar dengan koperasi tidak lagi diatur oleh mekanisme pasar melainkan

diatur oleh nilai, norma dan prinsip prinsip koperasi itu sendiri dikarenakan koperasi itu adalah
milik produsen atau anggota koperasi bersama. Koperasi dapat berkembang pada berbagai
mekanisme pasar, seperti pasar persaingan sempurna, persaingan tidak sempurna, oligopoli,
maupun monopoli, dan secara konseptual dan empiris, mekanisme koperasi memang diperlukan
dan tetap diperlukan oleh suatu perekonomian yang menganut sistem pasar. Besarnya peran
tersebut akan sangat tergantung dari tingkat pendapatan masyarakat, tingkat pengetahuan dan
kesadaran masyarakat serta struktur pasar dari berbagai kegiatan ekonomi dan sumber daya alam
dari suatu negara.

DAFTAR REFERENSI
https://darmantorico.wordpress.com/2013/04/20/makalah-koperasi/
http://ayucintyavirayasti.blogspot.com/2012/01/koperasi-dalam-pasar-monopoli-pasar.html
http://ratihsukma.blogspot.com/2010/01/koperasi-dalam-pasar-persaingan.html
Jocken Ropke, 2000, Ekonomi dan Koperasi, teori dan Manajemen (Terjemahan), Jakarta:
Penerbit Salemba Empat.
Thoby Mutis, 1992, Pengembangan Koperasi, Kumpulan Karangan, Jakarta : PT.
Gramedia Widia Sarana Indonesia.
Subyakto H, Cahyon B.T. 1983, Ekonomi Koperasi, Yogyakarta : Leberty.
Panji Anoraga, Ninik Widiyanti, 1993, Dinamika Koperasi, Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Arifin Sitip Halomoan Tamba, 2001, Koperasi, Teori dan Praktek, Jakarta : Erlangga
Sri Edi Swasono, 1985, Sistem Ekonomi dan Demokrasi Ekonomi, Jakarta : Universitas
Indonesia.
Hendar dan Kusnadi, 1999, Ekonomi Koperasi, Jakarta:Lembaga Penerbit Fakultas
Ekonomi UI