Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
Gagal jantung pada anak merupakan suatu sindrom klinis yang ditandai oleh
ketidakmampuan miokardium memompa darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi
kebutuhan metabolisme tubuh termasuk kebutuhan untuk pertumbuhan.Gagal
jantung dapat disebabkan oleh penyakit jantung bawaan maupun didapat yang
diakibatkan oleh beban volume (preload) atau beban tekanan (afterload) yang
berlebih atau penurunan kontraktilitas miokardium.1
Manifestasi klinis gagal jantung pada anak tergantung patofisiologi yang
mendasarinya. Pada gagal jantung kiri, manifestasi klinis timbul akibat kongesti
vaskular paru dan perfusi sistemik yang tidak adekuat sedangkan pada gagal
jantung kanan disebabkan oleh kongesti vena sistemik. 2 Terapi yang diberikaan
ditujukan untuk menghilangkan faktor penyebab dan pemicu serta mengobati
gagal jantung itu sendiri.1
Pada populasi penduduk dewasa di negara berkembang, prevalensi gagal
jantung adalah 2 %.3 Sampai saat ini belum diketahui nilai prevalensi dan
insidensi gagal jantung pada anak secara menyeluruh. 4 Gagal jantung memberi
kontribusi terhadap estimasi 15 juta kematian anak tiap tahun di dunia, penyebab
tersering adalah PJB. Penderita PJB 90% meninggal karena gagal jantung dalam
usia kurang dari satu tahun, sedangkan sisanya terjadi pada umur 1-5 tahun.
Penyebab gagal jantung

pada umur 5-15 tahun umumnya kelainan jantung

didapat (diantaranya demam reumatik).5,6


Penyebab tersering gagal jantung pada anak adalah penyakit jantung bawaan
(PJB). Insidensi PJB pada anak diperkirakan 8/1000 kelahiran hidup.
Diperkirakan bahwa 15 20 % anak yang menderita kelainan struktural pada
jantung akan berkembang menjadi gagal jantung. Kelainan struktural tersebut
meliputi left-to-right shunt lesion (defek septum ventrikel, defek kanal
atrioventrikuler, duktus arteriosus persisten, trunkus arteriosus, aorticopulmonary
window), left heart obstructive lesion (stenosis aorta, koarktasio aorta berat,

stenosis mitral kongenital) dan regurgitasi katup atrioventrikuler.7 Kardiomiopati


primer merupakan penyebab utama gagal jantung pada anak dengan struktur
jantung yang normal. Studi yang dilakukan oleh Andrews et al di Inggris dan
Irlandia pada tahun 2003 terhadap pasien gagal jantung (< 16 tahun) dengan
penyebab kardiomiopati primer menunjukan bahwa insidensi gagal jantung adalah
0,87 per 100.000 dengan insidensi tertinggi terjadi pada tahun pertama
kehidupan.8
Dua penelitian gagal jantung pada anak yang dilakukan oleh Sommers et al
(2005) dan Massin et al (2008) di Eropa menunjukan bahwa gagal jantung pada
anak mencakup 10 33 % dari pasien anak yang dirawat dengan penyakit
jantung. Lebih dari 50 % kasus gagal jantung yang ditemukan pada penelitian
tersebut disebabkan oleh penyakit jantung kongenital.8
Sampai saat ini strategi yang efektif dan cost-effective

masih terus

dikembangkan untuk menegakkan diagnosis gagal jantung secara obyektif melalui


pemeriksaan laboratorium pada penderita yang telah memiliki penyakit atau pada
penderita yang memiliki risiko untuk terjadi gagal jantung. Diharapkan dengan
strategi yang tepat memungkinkan klinisi memberikan terapi awal, mencegah atau
paling tidak memperlambat terjadinya gagal jantung.5