Anda di halaman 1dari 22

bBAB II

PROSES PRODUKSI

2.1

Pipa
Pada umumnya pipa adalah benda dengan bentuk silinder yang memliki

lubang (memiliki diameter dalam) yang berfungsi sebagai pemindah fluida dari
tempat satu ke tempat lainnya. Fluida tersebut biasanya seperti air, gas, campuran
cairan dengan padatan, padatan berupa serbuk halus dan bisa berupa cairan logam,
selain itu pipa juga dapat di aplikasikan sebagai bahan kontruksi industry.
Material dalam pembuatan pipa pun sangat beragam mulai dari logam maupun
non logam sesuai dengan kebutuhanya dan aplikasi pipa tersebut, biasanya berupa
beton, kaca, kuningan,

nikel, paduan nikel, alumunium, paduan alumunium,

plastik, baja tuang, baja karbon, dan baja paduan. Dari material material tersebut
memiliki kelebihan serta kekurangan masing masing dan dapat di gunakan
sesuai dengan aplikasinya. Pada pembahasan kali ini mengenai pembuatan pipa di
PT. KHI dengan aplikasi migas dan industri, material pipa yang umum di gunakan
ialah baja karbon rendah.

2.2

Proses pembuatan pipa


Berbagai macam proses yang berbeda beda dalam pembuatan

(manufacture) pipa. Dalam penggunaan pipa baja karbon banyak sekali di


gunakan dalam bidang industri. Dalam pembuatan pipa baja karbon mengunakan
berbagai macam metode, metode metodenya antara lain yaitu :
a. Seamless pipe
b. Butt - welded pipe atau Straight Welded pipe
c. Sepiral welded pipe

10

11

1
2

Gambar 2.1 Jenis Metode Pembuatan Pipa Baja Karbon


3

2.2.1

(Sumber: http://rendhz.blogspot.com )

Seamless Pipe
Dalam metode seamless pipe, pipa yang di hasilkan tidak memiliki

sambungan sama sekali, sehingga tegangan sisa dapat di hindarkan.

Gambar 2.2 Seamless Pipe


(Sumber: http://report2011en.tmk-group.com)
Pada proses ini billet atau bloom sebagai material intinya. Pada proses
Pierching Sebuah billet yang terbentuk silinder di panaskan sampai
temperatur forging setelah itu masuk dalam proses selanjutnya ialah proses
rolling berfungsi sebagai memperkecil diameter dan terjadi perpanjangan,
lalu di lanjutkan kembali dengan proses Mandreal Strecth Reduction yaitu
proses reduksi dalam untuk menghasilkan sebuah lubang atau diameter
dalam.

12

Sizing

Mandre
l

Billet
Sizing

Gambar 2.3 Skema Proses Seamless Pipe


(Sumber: https://fachrezakbar.wordpress.com)

Gambar 2.4 Proses Seamless Pipe


(Sumber: http://www.cccme.org.cn/shop/eternalindustry/offer-4.aspx)

Pada produk ini pipa yang di hasilkan memiliki komposisi kimia yang
sama pada setiap permukaan pipa dan kwalitas yang sama karena tidak ada
join pada proses ini dan proses ini dapat menghasilkan berbagai jenis
diameter atau ketebalan yang di inginkan.
2.2.2

Butt - welded pipe atau Straight Welded pipe


Pada proses ini pipa terbuat dari plate steel dan strip. Sebuah coil

atau strip di roll hingga membentuk silinder dan pada pertemuan antra
kedua sisi coil atau strip dilas memanjang hingga tebentuk pipa, pada
proses pengelasan tahap ini dapat di bedakan dalam dua golongan antara
lain :
a. ERW (electric resistance welding)
b. EFW (electric fuse welding)

13

Pelat strip yang masih utuh

Bentuk pipa jadi

Pelat mulai ditekan oleh


Shape rollers

Welding
electrode

Plat

Pipe

Gambar 2.5 Skema Proses Butt - Welded Pipe atau Straight Welded Pipe
(Sumber: https://fachrezakbar.wordpress.com)

Dinding pada pipa tersebut sangat mudah untuk mengontrol


kualitas dari dinding pipa dan memiliki ketebalan yang seragam. Hal ini
disebabkan karena pipa ini berasal dari pelat strip yang pembuatannya
relatif sangat mudah untuk dikontrol kualitas dan ketebalan pelatnya,
sehingga hasil saat dibuat menjadi pipa pun relatif sama baiknya dengan
kualitas pelatnya sebelum jadi. Selain itu, apabila dibutuhkan pipa yang
cukup panjang, pipa ini memiliki keunggulan karena mudah di fabrikasi
dan prosesnya pun cepat.

2.2.3

Spiral Welded Pipe


Dalam proses ini banahan berupa strip atau coil di bentuk menjadi

spiral dan kemudian disambung dengan proses pengelasan sehingga


membentuk sebuah pipa. Skema pembuatan pipa spiral ditunjukkan pada
Gambar 2.6.

14

Gambar 2.6 Skema Pembuatan Pipa Spiral


(Sumber: http://rendhz.blogspot.com)

Gambar 2.7 Manufaktur Spiral Pipe


(Sumber:PT.KHI Pipe Industries, 2014)

Pada proses ini pengelasan yang digunakan adalah pengelasan las busur
terendam atau SAW (Submerged Arc Welding). Proses las SAW dilakukan
secara otomatis dan tingkat porositas yang dihasilkan kecil karena logam
cair tertutup oleh lapisan serbuk fluks. Produk dari pipa spiral ini memikiki
kekuatan tekanan yang besar dibandingkan dengan pipa Butt - welded pipe
atau Straight Welded pipe. Kebanyakan pipa ini digunakan sebagai
pengalir gas, air dan sebagai pondasi ataupun sebagai pipe support.
Keuntungan pipa ini adalah dapat dibuat menjadi sangat besar
dengan mudah. Kelemahannya yaitu memiliki jumlah sambungan yang

15

cukup banyak per satuan panjangnya, sehingga membuat inspeksi


pengelasan menjadi jauh lebih banyak.

2.3

Proses Pembuatan Pipa PT. KHI Pipe Industries


PT. KHI Pipe Industries adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam

bidang perpipaan dengan menggunakan baja karbon rendah sebagai material


intinya yang di kirim dari PT. KS dengan metode pengelasan spiral dan
longitudinal. Pipa pipa hasil produk PT. KHI di aplikasikan sebagai pipa air, gas
dan pancang (kontuksi). PT. KHI adalah sebagian dari anak perusahaan dari PT.
Krakatau Steel group yang memanfaatkan produk dari PT. KS.
2.3.1

Pipa Las Spiral (Spiral Welded Pipe)


Proses produksi pipa spiral pada PT. KHI Pipe Industries

menggunakan metode las SAW (Submerged Arc Welding). Las SAW


merupakan proses pengelasan otomatis dimana logam cair tertutup oleh
lapisan serbuk fluks, sedangkan kawat pengisi diumpankan secara kontinu.
Karena panas yang hilang dalam bentuk radiasi sangat kecil maka efisiensi
perpindahan panas dari elektroda ke logam las sangat tinggi yaitu sekitar
90 % (Wiryosumarto dan Okumura, 1981). Skema las SAW dapat dilihat
pada Gambar 2.8 berikut.

16

Gambar 2.8 Skema Las SAW


(Sumber: Wiryosumarto dan Okumura, 1981)

Secara umum alur proses produksi pipa spiral dapat dilihat pada Gambar 2.9
berikut.

17

Gambar 2.9 Flowsheet Produksi Pipa Spiral PT. KHI Pipe Industries
(Sumber: PT.KHI Pipe Industries,2014)
Berikut ini penjelasan flowsheet produksi pipa spiral PT. KHI Pipe
Industries:
1. HRC Uncoiling
Proses ini merupakan preparasi coil yaitu membuka coil
dengan bantuan dengan motor atau dngan crane lalu
memasukan ujung coil ke dalam mesin SPM.

18

Gambar 2.10 HRC Uncoiling


(Sumber: PT.KHI Pipe Industries,2014)

2. Auxiliary Leveling
Coil yang sudah masuk dalam mesin SPM di press agar coil
menjadi rata atau lurus dan mudah di jalankan dan roll yang
menjepit coil membuat coil tersebut berjalan ke proses
selanjutnya. Selain itu berfungsi sebagai penahan ketika
pemotongan atau penyambungan bahan baku jika coil untuk
produksi pipa bila sudah habis.

Gambar 2.11 Auxiliary Leveling


(Sumber: PT.KHI Pipe Industries,2014)

19

3. Skelp End Cutting


Proses pemotongan ujung dan pangkal coil yang akan
disambung, pemotongan coil dilakukan dengan blander.
Pemotongan tersebut ialah coil yang masuk dalam mesin SPM
ujung (pangkal). Coil harus dipotong karena ujung coil yang
tidak merata dan berlubang akibat penarikan coil harus di
buang.

Gambar 2.12 Skelp End Cutting


(Sumber: PT.KHI Pipe Industries,2014)
4. Skelp End Joint
Proses ini merupakan penyambungan antar coil yang lama
dengan coil yang baru setelah dipotong kedua pangkal coil.
Penyambungan ini dilakukan dengan las SAWdapat di lihat
pada gambar 2.12 di atas. Ketika sudah berbentuk pipa, jika
produk digunakan untuk pipa minyak dan gas maka sambungan
yang terjadi pada tahap ini akan dibuang 200 mm dari
sambungan, karena mencegah cacat pada bodi pipa yang
ditimbulkan dari proses penyambungan tersebut.
5. Leveling
Proses leveling bertujuan untuk meratakan dan meluruskan
kembali akibat proses penyambungan kedua pangkal cooil
tersebut.

20

Gambar 2.13 Leveling

(Sumber: PT.KHI Pipe Industries,2014)


6. Edge Preparation
Proses ini merupakan proses pemotongan kedua sisi pelat
dengan proses milling agar kedua sisi lebih rata dan
memudahkan dalam proses pengelasan setelah di forming.

Gambar 2.14 Edge Preparation


(Sumber: PT.KHI Pipe Industries,2014)

21

7. Edge Prebending
Proses ini merupakan proses penekukan kedua sisi coil sebelum
forming. Tahap ini juga berfungsi untuk mendorong pelat agar
pelat dapat memasuki tahap forming.

Gambar 2.15 Edge Prebending


Sumber: PT.KHI Pipe Industries,2014)
8. Forming
Proses ini merupakan proses pembentukan pelat dengan
melakukan penekukan pada pelat agar berbentuk pipa. Tekanan
yang diberikan pada rool boom pada proses forming berguna
untuk menentukan besarnya diameter pipa. Pada proses
forming terdapat roll yang berfungsi sebagai maindrive yaitu
penggerak utama yang berfungsi menarik coil sebelum
mencapai tahap ini dan mendorongnya ketika melewati tahap
ini.

22

Gambar 2.16 Forming


(Sumber: PT.KHI Pipe Industries,2014)
9. Inside Welding
Proses ini merupakan proses pengelasan dalam (inside) ketika
coil mengalami proses penekukan pada tahap forming.

Gambar 2.17 Inside Welding


(Sumber: PT.KHI Pipe Industries,2014)
10. Outside Welding

23

Proses

pengelasan

luar

(outside),

dengan

tujuan

agar

sambungan kedua sisi pelat menjadi lebih kuat.

Gambar 2.18 Outside Welding


(Sumber: PT.KHI Pipe Industries,2014)
11. Automatic UT for Spiral Weld 8 Probes
Proses ini bertujuan untuk mengetahui jika terjadi cacat dalam
lasan.. maka secara otomatis akan memberikan tanda berupa
semprotan cat pada bagian pipa yang terindikasi cacat.

Gambar 2.19 UT for Spiral Weld 8 Probes


(Sumber: PT.KHI Pipe Industries,2014)
12. Oscilating UT for Pipe Body 2 Probes

24

Proses ini merupakan proses pendeteksian menggunakan sensor


automatic UT yang bertujuan untuk mengetahui jika terjadi
cacat pada dinding pipa. Cacat yang terjadi berupa bagian
dalam dinding pipa yang memiliki ketebalan berbeda atau
bagian luar dinding pipa yang memiliki ketebalan berbeda
melebihi toleransi yang diijinkan. Jika terjadi cacat pada
dinding dan terdeteksi maka alat ini secara otomatis akan
membunyikan sirine agar pipa tersebut diinspeksi lagi secara
manual pada tahap berikutnya.

Gambar 2.20 Oscilating UT for Pipe Body 2 Probes


(Sumber: PT.KHI Pipe Industries,2014)

13. Travelling Cut Off


Proses ini merupakan proses pemotongan pipa dengan panjang
sesuai dengan kebutuhan dari customer dengan menggunakan
blander. Pada tahap ini juga dilakukan pemotongan terhadap
joint coil pada tahap awal dan dibuang dan dijadikan bagian
reject.

25

Gambar 2.21 Travelling Cut Off


(Sumber: PT.KHI Pipe Industries,2014)
14. Preliminary Visual and Dimensional Inspection
Proses ini merupakan pengecekan dimensi pipa dan bagian
permukaan pipa terhadap cacat yang dapat diketahui melalui
bagian yang telah ditandai pada mesin UT pada bagian lasan
dan memeriksa ketebalan dinding pipa jika sensor pada UT
berbunyi dan menandai agar dapat dilakukan reparasi. Pada
tahap ini juga dilakukan reparasi terhadap pipa-pipa yang cacat
dengan pengerjaan manual oleh operator.
15. Manual UT
Proses ini merupakan proses pengecekan (inspection) secara
manual terhadap pipa. Cacat yang telah direparasi secara
manual oleh operator pada tahap sebelumnya apakah cacat
yang terdapat pada pipa telah sepenuhnya diperbaiki dan dalam
standar toleransi yang diijinkan.
16. Radiography Inspection
Proses ini merupakan proses inspeksi pipa menggunakan
gelombang elektromagnetik dengan memasukkan pemancar
didalam pipa dan penerima gelombang diluar apabila terdapat
cacat dalam dinding setelah dilakukan perbaikan maka sensor

26

akan menangkap cacat tersebut dan pipa harus segera


diperbaiki lagi.

Gambar 2.22 Radiography Inspection


(Sumber: PT.KHI Pipe Industries,2014)
17. Hydrostatic Test
Proses ini merupakan tes hidrostatik untuk mengetahui
apakah terdapat cacat berupa rongga, lubang, retak, cacat
diskontinuitas lain pada pipa ataupun untuk mengetahui
kekuatan setiap bagian dari pipa terhadap tekanan yang
diberikan dari dalam rongga pipa. Metode pengujian ini
dilakukan pula pada tangki dan kontainer yang memiliki bagian
yang dilas. Proses pengujian berupa pengisian air dalam pipa
dengan durasi waktu tertentu. Dimana pipapipa seamless dan
pipa-pipa lasan dengan ukuran <18 inch, waktu tahannya tidak
lebih dari 5 detik, sedangkan untuk ukuran >20 inch waktu
tahannya adalah 10 detik.

27

Gambar 2.23 Hydrostatic Test


(Sumber: PT.KHI Pipe Industries,2014)

Untuk memastikan bahwa setiap satuan panjang dari pipa


dilakukan pengujian dengan tekanan yang diperlukan, maka
alat uji dilengkapi dengan recording gauge yang akan mencatat
tekanan pengujian dan durasi yang dilakukan pada setiap
satuan panjang pipa. Hasil pengujian adalah suatu catatan atau
grafik untuk diperiksa lebih lanjut. Alat pengukur pengujian
harus dikalibrasi secara berkala. Cara pengujian ini dilakukan
dengan cara memberikan tekanan kedalam pipa secara bertahap
sampai ketekanan yang diinginkan oleh customer pipa,
kemudian setelah mencapai nilai tersebut, tekanan akan
ditambah untuk mengetahui apakah pipa akan mengalami retak
atau bocor saat mengalami tekanan yang lebih besar, hal ini
dikarenakan pipa jenis SAW banyak digunakan untuk pipa
penyalur gas bertekanan tinggi.
18. Off Line UT

28

Proses pengujian ultrasonic offline dilakukan setelah pengujian


hydrotest, hal ini dilakukan untuk mengecek ada tidaknya cacat
longitudinal ataupun cacat transversal pada pipa dimana kedua
cacat ini diperiksa apakah bisa ditolerir atau tidak.
19. End Facing and Beveling
Proses ini merupakan proses penirusan pada ujung pipa untuk
instalasi penyambungan (pengelasan) antar pipa ketika
melakukan joint pada saat proses instalasi pipa dilapangan.

Gambar 2.24 End Facing and Beveling


(Sumber: PT.KHI Pipe Industries,2014)

20. Final Visual and Dimensional


Proses ini merupakan proses akhir produksi pipa berupa
pengamatan terhadap dimensi dan bentuk pipa. Apakah pipa
tersebut telah sesuai dengan work order yang diterbitkan dan
sesuai dengan standar tertentu sebelum dilakukan pengecekan
oleh customer.
21. Customers Inspection
Proses ini merupakan proses pengecekan oleh konsumen
apakah pipa yang telah diproduksi sesuai dengan pesanan, dan

29

dapat digunakan sesuai dengan kebutuhannya. Orang yang


melakukan pengecekan ini disebut inspector.
22. Weighing and Measuring
Jika pipa yang diproduksi telah sesuai dan tidak ada proses
reparasi lagi, maka pipa ditimbang beratnya lalu diukur
panjangnya.
23. Marking
Proses ini merupakan proses pengecatan atau pemberian tanda
dengan jelas pada bagian tengah pipa. Pengecatan biasanya
menggunakan long oil alkydresin atau dari mutu yang setara.
24. Shipping
Proses ini merupakan proses pengiriman barang dari pabrik
ketempat atau tujuan pemesanan. Dalam proses pengiriman
barang ini biasa dilakukan pengambilan langsung oleh
customer dan pihak pabrik tidak bertanggung jawab terhadap
resiko selama perjalanan. Sedangkan jika pihak pabrik yang
mengantar sesuai dengan perjanjian maka pihak pabrik akan
menggunakan jasa pengiriman produk agar resiko yang terjadi
selama perjalanan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab
pabrik karena ada asuransi dari perusahaan jasa tersebut
sehingga pabrik dapat mengurangi kerugian selama perjalanan.

2.3.3

Pipa Las Longitudinal dengan Metode ERW/HFRW


Bahan baku pembuatan pipa ini adalah pelat baja dengan bentuk

profil strip. Pelat baja tersebut dibentuk menjadi pipa dengan


melengkungkan plat tersebut kearah sumbu pendeknya dengan roll
pembentuk (shaper roll) sehingga membentuk sebuah pipa. Celah
pertemuan kedua sisi pelat strip tersebut kemudian di las memanjang
sehingga membentuk sebuah pipa tanpa celah.
Pipa ERW dibuat dari coil lembaran, yang dibentuk secara proses
dingin menjadi silinder secara bertahap, dengan menggunakan 32 buah
forming roller. Arus listrik digunakan untuk memanaskan bagian tepi dari

30

strip dan untuk pembentukan fusion weld. Revolving copper disc bertindak
sebagai elektroda yang akan menaikan temperatur hingga mencapai
1400oC sehingga diperoleh pengelasan yang efektif. Proses pengelasan
ERW tidak membutuhkan filler metal. Baja akan ter-ekstrusi pada kedua
sisi luar maupun dalam dari pipa di bagian lasannya akibat dari tekanan
roller yang diberikan, kemudian pipa akan melalui beberapa rangkaian
finishing roller untuk memastikan ukuran yang tepat. Salah satu
keterbatasan yang dimiliki oleh pipa ERW adalah, ukuran diameter luar
dari pipa ditentukan oleh lebar strip dari material. Sedangkan kelebihan
yang dimiliki oleh proses ini adalah kecepatan dan efisiensi produksi

Gambar 2.25 Pengelasan Pipa Resistansi Frekuensi Tinggi


(Sumber: http://ardra.biz/sain-teknologi/metalurgi)
Pipa ini memiliki keunggulan dimana kualitas dari dinding pipa
sangat mudah untuk dikontrol dan memiliki ketebalan yang seragam. Hal
ini disebabkan karena pipa ini berasal dari pelat strip yang pembuatannya
relatif sangat mudah, sehingga hasil saat dibuat menjadi pipa pun relatif
sama baiknya dengan kualitas pelatnya sebelum jadi. Selain itu, apabila
dibutuhkan pipa yang cukup panjang, pipa ini memiliki keunggulan karena
mudah untuk difabrikasi.

31

Namun didalam industri migas, pipa jenis ini lebih sering


ditemukan dalam bentuk elbow. Pipa jenis ini dihindari sebagai pipa
panjang karena memilik kelemahan pada sambungan las kedua tepi pelat
strip pada saat pembuatannya, dimana memerlukan inspeksi pada area
pengelasannya, memanjang sepanjang pipa tersebut.

Gambar 2.26 Pipa Las ERW (Electric Resistance Welding)


(Sumber: PT.KHI Pipe Industries,2014)