Anda di halaman 1dari 15

ANALISIS ZAT GIZI

ALAT-ALAT LABORATORIUM KIMIA SEDERHANA


DAN
BAHAN KIMIA DALAM UJI ANALISIS ZAT GIZI
PROTEIN, LEMAK DAN KARBOHIDRAT

ANASTASIA BILLIN
125070300111020/ 04
GIZI KESEHATAN FKUB

No.

Alat

1.

Fungsi
Untuk memisahkan zat dari suatu
campuran. Misalnya untuk memisahkan
pelarut n-heksana yang digunakan untuk
megektraksi minyak dari suatu bahan.

Rotavapor
2.

biasanya digunakan untuk menympan


aquades dan digunakan untuk mencuci
ataupun membilas bahan-bahan yang
tidak larut dalam air. Selain itu
digunakan juga untuk mencuci atau
menetralkan peralatan-peralatan yang
akan digunakan. Cara menggunakan:
menekan botol maka aquades akan
keluar.

Botol Semprot
3.

digunakan untuk membiakkan sel.


Cawan petri selalu berpasangan, yang
ukurannya agak kecil sebagai wadah
dan yang lebih besar merupakan
tutupnya
Cawan petri atau awan Eko atau telepa Petri
(ada 2 macam yaitu yang terbuat dari kaca
dan plastik)

4.

pH meter
(ada 2 macam yaitu digital dan anolog)

Bermacam-macam pH meter yang telah


diproduksi
oleh
pabrik-pabrik.
Digunakan untuk mengukur tingkat
keasaman dari suatu zat. Biasanya
sebelum digunakan dikalibarasi terlebih
dahulu menggunakan larutan buffer.
Larutan buffer biasanya telah disertakan
dalam kemasannya, dapat pula dibeli di
toko-toko kimia.

5.

Untuk mengukur kuat arus listrik atau


hambatan. Misalnya untuk mengukur
kuat arus yang dihasilkan dari reaksi
redoks dalam sel galvani.

Multimeter (ada 2 macam yaitu digital dan


analog)
6.

Untuk
membuat
ozon
dalam
laboratorium dengan bahan dasar
oksigen (O2) murni

Ozon generator
Digunakan untuk menyaring. Bahan
penyaring (biasanya kertas saring)
diletakkan di atas corong tersebut dan
dibasahi dengan pelarut untuk mencegah
kebocoran pada awal penyaringan.
Cairan yang akan disaring ditumpahkan
ke dalam corong dan dihisap ke dalam
labu dari dasar corong yang berpori
dengan pompa vakum
corong Bchner yang dihubungkan dengan
labu yang terhubung dengan pompa vakum.
Kalorimeter bom adalah alat yang
digunakan untuk mengukur jumlah kalor
(nilai kalori) yang dibebaskan pada
pembakaran sempurna (dalam O2
berlebih)
suatu
senyawa,
bahan
makanan, bahan bakar. Sejumlah sampel
ditempatkan pada tabung beroksigen
yang tercelup dalam medium penyerap
kalor (kalorimeter), dan sampel akan
terbakar oleh api listrik dari kawat
logam erpasang dalam tabung.
Kalorimeter Bom

Kalorimeter larutan adalah alat yang


digunakan untuk mengukur jumlah kalor
yang terlibat pada reaksi kimia dalam
sistem sistem. Pada dasarnya, kalor
yang dibebaskan/diserap menyebabkan
perubahan suhu pada kalorimeter.

Kalorimeter Larutan
Untuk menimbang massa suatu zat

Timbangan atau neraca


Untuk menimbang massa suatu zat.
Tingkat ketelitian lebih tinggi neraca di
atas.

Neraca analitik
Digunakan sebagai wadah untuk
mereaksikan atau mengubah suatu zat
pada suhu tinggi. Misalnya penguapan
larutan dari suatu bahan yang tidak
mudah menguap, mengabukan kertas
saring.
Evaporating dish atau cawan porselin

Kawat nikrom (alloy nikel dan krom)

Untuk mengidentifikasi suatu zat


dengan cara uji nyala. Hal ini
disebabkan setiap zat memberi warna
nyala yang spesifik artinya setiap zat
memiliki warna yang berbeda antara
satu dengan yang lain. Walaupun
demikian beberapa zat memberikan
warna nyala yang hampir sama sehingga

sulit dibedakan. Selain kawat nikrom,


kawat platina juga sering digunakan.

(warna nyala unsur natrium, litium dan


te,mbaga, kalium, kalsium, antimon)
Wadah atau tempat menyimpan bahanbahan kimia

Digunakan untuk menyimpan larutan


bahan kimia atau sering juga di gunakan
untuk menyimpan indikator asam basa
seperti fenolftalin.

Botol reagen atau botol pereaksi


Kaca pembesar. Dapat digunakan untuk
mengamati kenaikan atau penurunan
suhu pada termometer terutama
termometer raksa yang tidak berwarna.

Lup

Tempat membuat larutan. Dalam


membuat larutan erlenmeyer yang selalu
digunakan

Erlenmeyer
Untuk destilasi larutan. Pada bagian atas
terdapat karet penutup dengan sebuah
lubang sebagai tempat termometer.

Labu destilasi
Tempat untuk menyimpan dan membuat
larutan. Beaker glass memiliki takaran
namun
jarang
bahkan
tidak
diperbolehkan untuk mengukur volume
suatu zat ciar.

Gelas Beaker
Cprpng dibagi menjadi dua jenis yakni
corong yang menggunakan karet atau
plastik dan corong yang menggunakan
gelas.
Corong
digunakan
untuk
memasukan atau memindah larutan ai
satu tempat ke tempat lain dan
digunakan
pula
untuk
proses
penyaringan setelah diberi kertas saing
pada bagian atas.
Corong gelas
Menyaring larutan dengan
bantuan pompa vakum.

dengan

Corong bucher
Digunakan untuk titrasi, tapi pada
keadaan tertentu dapat pula digunakan
untuk mengukut volume suatu larutan.

Buret
Untuk memisahkan dua larutan yang
tidak
bercampur
karena
adanya
perbedaan massa jenis. Corong pisah
biasa digunakan pada proses ekstraksi.

Corong pisah
Untuk membuat dan atau mengencerkan
larutan dengan ketelitian yang tinggi.

Labu ukur leher panjang


Untuk mengukur volume larutan. Pada
saat praktikum dengan ketelitian tinggi
gelas ukur tidak diperbolehkan untuk
mengukur volume larutan. Pengukuran
dengan ketelitian tinggi dilakukan
menggunakan pipet volume.

Gelas ukur

Untukl destilasi larutan. Lubang lubang


bawah tempat air masuk, lubang ata
tempat air keluar.

kondensor
Untuk menghisap larutan yang akan dari
botol larutan. Untuk larutan selain air
sebaiknya digunakan karet pengisat
yang telah disambungkan pada pipet
ukur.

Filler (karet pengisap)


Untuk mengukur volume larutan

Pipet ukur
Digunakan untuk mengambil larutan
dengan volume tertentu sesuai dengan
label yang tertera pada bagian pada
bagian yang menggembung.

Pipet volume atau pipet gondok atau


volumetrik
Untuk meneteskan atau mengambil
larutan dengan jumlah kecil.

Pipet tetes

Untuk mengocok atau mengaduk suatu


baik akan direaksikan mapun ketika
reaksi sementara berlangsung.

Pengaduk
Untuk mereaksikan dua atau lebih zat.

Tabung reaksi
Untuk mengambil bahan-bahan kimia
dalam bentuk padatan, misalnya dalam
bentuk kristal. Untuk zat-zat yang
bereaksi dengan logam digunakan
spatula plastik sedangkan zat-zat yang
tidak bereaksi dengan dengan logam
dapat digunakan spatula logam.

Spatula plastik dan logam


untuk uji nyala dari beberapa zat.

Kawat nikrom
Untuk mengalirkam gas ke tempat
tertentu dan digunakan pula dalam
penentuan titik lebur suatu zat.

Pipa kapiler atau kaca kapiler

Untuk menyimpan bahan-bahan yang


harus bebas air dan mengeringkan zatzat dalam laboratorium. Dikenal dua
jenis desikator yaitu desikator biasa dan
desikator vakum.

desikator
Untuk
identifikasi
keasamaan
larutan/zat. Caranya: setelah kertas
indikator universal dicelupkan di
cocokan warna yang ada pada kotak
kertas universal.

Indikator universal
1. Sebagai penutup saat melakukan
pemanasan terhadap suatu bahan kimia
2. Untuk
kimia

menimbang

bahan-bahan

3. Untuk mengeringkan suatu bahan


dalam desikator.
Gelas arloji
Untuk menyaring larutan.

Kertas saring
Sebagai alas atau untuk menahan labu
atau beaker pada waktu pemanasan
menggunakan pemanas spiritus atau
pemanas bunsen

Kawat kasa

Tempat tabung reaksi. Biasanya


digunakan pada saat melakukan
percobaan yang membutuhkan banyak
tabung
reaksi.
Numun
dalam
mereaksikan zat yang menggunakan
tabung reaksi sebaiknya menggunakan
rak tabung reaksi demi keamanan diri
sendiri maupun orang lain.
Rak tabung reaksi
Pengaduk magnetik. Untuk mengaduk
larutan. Batang-batang magnet diletakan
di
dalam
larutan
kemudian
disambungkan arus listrik maka secara
otomatis batang magnetik dari stirer
akan berputar.

Stirer dan batang stirer


Menghaluskan zat yang masing bersifat
padat/kristal.

mortal dan pastle


Digunakan sebagai wadah. Misalnya
penguapan larutan dari suatu bahan
yang tidak mudah menguap.

Evaporating dish
Untuk menahan wadah, misalnya krus
pada saat pemanasan ataau corong pada
waktu penyaringan.

Clay triangle
Untuk membakar zat atau memanaskan
larutan.

Pemanas spiritus
Untuk memanaskan larutan dan dapat
pula digunakan untuk sterilisasi dalam
proses suatu proses.

Pemanas atau pembakar bunsen


Untuk memanaskan larutan. Biasanya
untuk larutan yang mudah terbakar.

Hot plate
Untuk mengeringkan alat-alat sebelum
digunakan dan digunakan untuk
mengeringkan bahan yang dalam
keadaan basah.

Oven

Digunakan sebagai pemanas pada suhu


tinggi, sekitar 1000 C.

Tanur
Digunakan untuk fermentasi dan
menumbuhkan media pada pengujian
secara mikrobiologi.

inkubator

Sumber Referensi
http://wanibesak.wordpress.com/2011/05/31/beberapa-alat-kimia-dalam-laboratoriumbeserta-fungsinya/
http://wanibesak.wordpress.com/2010/10/10/beberapa-alat-dalam-laboratorium/
http://planterofborneo.blogspot.com/2012/09/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Bahan Kimia dalam Uji Protein, Karbohidrat dan Lemak


UJI PROTEIN
No.
1.

Nama Bahan Kimia Sifat


NaOH
Berat molekul 40,01. Bersifat higroskopis dan mudah

menyerap CO2 serta dapat merusak jaringan tubuh.

2.

Larutan tembaga
(II) sulfat
(Larutan CuSO4)

3.

Larutan HNO3

4.

Biuret

5.

Albumin

6.

Etil Alkohol

7.
8.

Buffer Asetat
(NH4)2SO4

9.

10.

Larutan HgCl2

Larutan Timbal

Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia


dalam bentuk pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh
50%. Ia bersifat lembap cair dan secara spontan menyerap
karbon dioksida dari udara bebas. Ia sangat larut dalam air dan
akan melepaskan panas ketika dilarutkan. Ia tidak larut dalam
dietil eter dan pelarut non-polar lainnya. Larutan natrium
hidroksida akan meninggalkan noda kuning pada kain dan
kertas.
Bentuk anhidratnya berbentuk bubuk hijau pucat atau abu-abu
putih, sedangkan bentuk pentahidratnya (CuSO45H2O),
berwarna biru terang. Warna tembaga(II) sulfat yang berwarna
biru berasal dari hidrasi air. Ketika tembaga(II) sulfat
dipanaskan dengan api, maka kristalnya akan terdehidrasi dan
berubah warna menjadi hijau abu-abu.
adalah sejenis cairan korosif yang tak berwarna, dan merupakan
asam beracun yang dapat menyebabkan luka bakar. Asam nitrat
murni (100%) merupakan cairan tak berwarna dengan berat
jenis 1.522 kg/m. Ia membeku pada suhu -42 C, membentuk
kristal-kristal putih, dan mendidih pada 83 C. Ketika mendidih
pada suhu kamar, terdapat dekomposisi (penguraian) sebagian
dengan pembentukan nitrogen dioksida
Biuret dapat larut dalam air (lebih mudah pd air panas). Larutan
biuret berwarna biru dan akan berubah warna menjadi ungu
apabila bereaksi dengan protein atau polipeptida.
Albumin merupakan protein utama dalam plasma manusia
( kurang lebih 4,5 g/dl), berbentuk elips dengan panjang 150 A,
mempunyai berat molekul yang bervariasitergantung jenis
spesies
mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan
alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan seharihari
memiliki rasa asam yang khas dan bau tajam.
berwujud padat, berwarna putih, berbentuk kristal (pada T >
513oC), larut dalam air, tidak larut dalam alkohol dan memiliki
titik leleh 235-280oC pada tekanan 1 atm
sangat larut dalam alkohol, eter dan larut dalam asam asetat
(Kaye, 1973).Merkuri dan turunannya mempunyai sifat yang
sangat beracun, sehingga kehadirannya di lingkungan perairan
dapat mengakibatkan kerugian pada manusia karena sifatnya
yang mudah larut dan terikat dalam jaringan tubuh organisme
air.
merupakan zat terbentuk Kristal warna putih dan berbau cuka

Asetat

karena berikatan dengan ion asetat (CH3OO), pb asetat


merupakan garam timbal yang sangat beracun.
Berat molekul 36,45. Dapat menyebabkan luka bakar dan

HCl

dermatitis ( kulit melepuh ), demikian juga uapnya dapat

11.

menyebabkan hal yang sama

UJI KARBOHIDRAT
No.
1.

Nama Bahan Kimia Sifat


Larutan glugol atau Iodine bukamn unsur logam, dalam bentuk padat
berwarna abu-abu kehitaman, sedangkan dalam bentuk
iodine
gas berwarna ungu

2.

Kalium Yodida

Berwarna jernih dan tidak berbau

UJI LEMAK
No.
1.
2.

Nama Bahan Kimia Sifat


Na2CO3
Soda abu adalah suatu zat padat ringan yang agak larut di dalam
air dan biasanya mengandung 99,3 % Na2CO3
Berat molekul 98,08. Dapat merusak jaringan tubuh, sangat
H2SO4
korosif, higroskopis, dan bersifat membakar bahan organik

Sumber Referensi
http://anisawal.blogspot.com/2013/03/laporan-praktikum-kimia-uji-protein.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Tembaga%28II%29_sulfat
http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_nitrat