Anda di halaman 1dari 27

HIDROGRAF

Hidrograf : Merupakan penyajian grafis


salah satu besaran aliran sebagai fungsi
waktu
Di stasiun hidrometri aliran yang terukur setiap
waktu merupakan stage hydrograph lengkung
debit (hubungan kedalaman air dan debit)
discharge hydrograph.

Dalam pengertian sehari-hari : hidrograf


debit (discharge hydrograph)
Hidrologi Terapan

Air sungai pada hidrograf berasal dari empat sumber,


yaitu:
Air yang berasal langsung dari hujan (porsinya kecil).
Limpasan atas permukaan (direct runoff, DRO) yang
mencapai sungai setelah melalui suatu proses
penguapan, infiltrasi dan tampungan di cekungan.
Aliran antara (interflow) yang merupakan bagian air hujan
yang terinfiltrasi dan mengalir di lapisan tanah atau di
lapisan yang tidak jenuh air.
Limpasan bawah permukaan, aliran ini mencapai sungai
setelah melalui proses perkolasi dan tampungan air tanah
Hidrologi Terapan

Limpasan atas permukaan terdiri dari :


- hujan langsung, limpasan DRO dan interflow
(point 1, 2 dan 3), sedangkan
- limpasan bawah permukaan (point 4) sebagai
aliran dasar (base flow, BF).
Hidrograf juga dipisahkan berdasar komponen yang
mengklasifikasikan sumber aliran:
- hidrograf aliran langsung (dari limpasan atas
permukaan, DRO) dan
- hidrograf aliran dasar (dari limpasan bawah
permukaan, BF = Base Flow).
Hidrologi Terapan

Hidrograf terdiri dari 3 bagian :


Sisi puncak (rising limb)
Puncak (crest)
Sisi resesi (recesion limb)
Tiga sifat pokok yang menandai bentuk hidrograf :
Waktu naik (time of rise)
Debit puncak (peak discharge)
Waktu dasar (base time)
Waktu naik (TR) :
Waktu yang diukur dari saat hidrograf mulai naik sampai
waktu terjadinya debit puncak

Hidrologi Terapan

Debit puncak (Qp) :


Debit maksimum yang terjadi dalam kasus tertentu
Waktu dasar (TB) :
Waktu yang diukur dari saat hidrograf naik sampai saat
debit kembali pada suatu besaran yang ditetapkan

Hidrologi Terapan

t (jam)

Secara umum bentuk hidrograf dipengaruhi oleh:


Sifat hujan yang terjadi
Sifat DAS yang lain
Sifat hujan yang sangat mempengaruhi bentuk hidrograf :
(Kennedy & Wat, 1976) :
Intensitas hujan
Lama hujan
Arah gerak hujan
Intensitas hujan (i) & lama hujan :
- i >> hidrograf naik dengan cepat
terjadi hidrograf dengan waktu naik dan Qp >>
- i >> terjadi dalam waktu pendek
Hidrologi Terapan

ARAH GERAK HUJAN


1. Arah gerak ke hulu :
hidrograf naik dengan cepat , mencapai Qp dengan TR
relatif panjang, sebab :
Hujan yang terjadi dekat stasiun hidrometri cepat
menyebabkan naiknya hidrograf
Hujan bergerak ke hulu masih ada limpasan yang
keluar DAS
2. Arah gerak ke hilir :
hidrograf naik lebih lambat, kemudian naik dengan
cepat dan butuh TB relatif pendek

Hidrologi Terapan

CATATAN
Hidrograf merupakan sifat tanggapan DAS terhadap input
hujan dengan intensitas, lama, dan distribusi tertentu jika
input berbeda, maka output juga berbeda, sebab : ada unsur
ketergantungan antara sifat input, sifat sistem DAS dan
berbagai unsur penyusun.
ada 1 sifat khas yang menunjukkan sifat tanggapan DAS :

Hidrograf satuan.

Hidrologi Terapan

HIDROGRAF SATUAN :
merupakan limpasan langsung yang diakibatkan oleh suatu
intensitas hujan (mm/jam, yang berasal dari hujan efektif)
dengan durasi tertentu (jam).
Prinsip-prinsip hidrograf satuan bisa diterapkan untuk :
1. Menaksir banjir rancangan
(perlu data hujan yang panjang)
2. Mengisi data banjir yang hilang
3. Meramal banjir jangka pendek
(didasarkan atas data hujan)
Beberapa hidrograf limpasan langsung ;
1. Hidrograf limpasan langsung
2. Lengkung S
3. Hidrograf satuan kejut
Hidrologi Lanjut-5

1. Hidrograf Limpasan Langsung :


Hidrograf unit periode tunggal (dengan durasi hujan
effektif tunggal)
2. Lengkung S :
Hidrograf limpasan langsung yang dihasilkan oleh hujan
menerus dengan intensitas hujan efektif konstan dan
durasi ~
3. Hidrograf Satuan Kejut
(Instantaneous Unit Hidrograf = IUH)
Hidrograf limpasan langsung yang dihasilkan oleh hujan
efektif setinggi d dan durasi nol (ada perubahan waktu
yang spesifik)
Hidrologi Terapan

10

Lengkung S
- Lengkung

S suatu DAS diperoleh dari suatu hidrograf


satuan DAS tersebut dengan periode tertentu.

- hujan menerus terdiri atas deretan hujan dengan


intensitas konstan dengan durasi tertentu yang
jumlahnya tidak terhingga
* dapat dicari dengan menjumlahkan ordinatordinat deretan hidrograf yang banyaknya ~
* Setiap ordinat digeser satu periode.
* Ordinat maksimum Lengkung S dinamakan
debit keseimbangan.
Hidrologi Terapan

11

Debit Maksimum Lengkung S


Jika tinggi hujan: d = 1mm, maka besarnya debit
maksimum sbb.:
Qmaks =

2,78 A
t1

dengan

Hidrologi Terapan

Qmaks

= ordinat maksimumengkung S (m3/dt)

= luas DAS (km2)

t1

= durasi hujan hidrograf satuan (jam)


12

HIDROGRAF SATUAN KEJUT (IUH)


IUH dapat dianggap sebagai lengkung karakteristik
suatu DAS dibanding dengan hidrograf satuan T jam
atau U(t,T).
Antara Lengkung S dan IUH-nya terdapat hubungan yang
sederhana.
St : Lengkung S akibat hujan menerus sebesar i mm/jam
Lengkung St+T : lengkung yang sama tetapi digeser T jam ke
kanan.
berarti perbedaan ordinat kedua lengkung S tsb. =
ordinat hidrograf satuan periode T dan tinggi iT
Hidrologi Terapan

13

U(t,T)tinggi i.T = St St-T


atau
U(t,T)tinggi d = St St-T
Jika T mendekati nol, maka U(t,T) akan mendekati U(t,0), sehingga
U(t,0)tinggi d =

i
St =
d

dSt
dt

d
i

ct u(t,0) dt

dengan
d = tinggi atau volume IUH
i = intensitas hujan efektif yang berhubungan dengan Lengkung S
Hidrologi Terapan

14

KONSEP DASAR HIDROGRAF SATUAN

INPUT
(Hujan Efektif)

SISTEM
(Proses)

OUTPUT
(hidrograf limpasan langsung)

Tiga Dalil Linearitas :


I.Lebar dasar konstan
II.Prinsip linearitas
III.Prinsip supersisi

Hidrologi Terapan

15

I. Lebar Dasar Konstan


Dalam suatu DAS, hidrograf satuan yang dihasilkan oleh
hujan-hujan efektif yang sama durasinya lebar dasar
sama (tidak bergantung pada intensitas hujan)

Hidrologi Terapan

16

II. Prinsip Linearitas


Dalam suatu DAS, besarnya limpasan langsung
berbanding lurus dengan tinggi hujan efektif (berlaku bagi
semua hujan dengan durasi yang sama)

Hidrologi Terapan

17

III. Prinsip Supersisi


Limpasan langsung yang
dihasilkan oleh hujan efektif
yang berurutan , besarnya
merupakan jumlah limpasan
langsung yang dihasilkan
oleh masing-masing hujan
efektif (dengan
memperhitungkan jangka
waktu terjadi)

Hidrologi Terapan

18

Ordinat hidrograf satuan ditandai dengan :


U = U (t,T)
dengan :
t = periode higrograf satuan
T = durasi hujan efektif
Ada 2 unsur penting yang sangat menentukan karakteristik
hidrograf satuan antara lain :
1. Lebar dasar
2. Tenggang waktu (time lag) antara titik berat hujan efektif
dengan titik berat hidrograf, atau antara titik berat hujan
efektif dengan puncak hidrograf.

Hidrologi Terapan

19

Contoh Soal-1: Hidrograf Limpasan Langsung


Ordinat-ordinat hidrograf satuan yang diakibatkan oleh hujan efektif
dengan intensitas 20 mm/jam dan durasi 1 jam adalah sebagai berikut:
t (jam)
0
1
2
3
4
5
6

Q (m3/dt)
0
5
19
33
36
30
24

t (jam)
7
8
9
10
11
12
13

Q (m3/dt)
8
14
10
8
4
2
0

Akan dicari ordinat-ordinat hidrograf limpasan langsung yang diakibatkan


oleh hujan efektif berurutan, masing-masing dengan intensitas 40 mm/jam
dan 10 mm/jam, dengan durasi masing-masing sebesar 1 jam, yang saling
bergeser 1 jam
Hidrologi Terapan

20

t
U(t,1) akibat U(t,1) akibat U(t,1) akibat
(jam) i=20 mm/jam i=40 mm/jam i=10 mm/jam
(1)
(2)
(3)
(4)
0
0
0
1
5
10
0
2
19
38
2,5
3
33
66
9,5
4
36
72
16,5
5
30
60
18
6
24
48
15
7
18
36
12
8
14
28
9
9
10
20
7
10
8
16
5
11
4
8
4
12
2
4
2
13
0
0
1
Hidrologi Terapan

Total
(5)
0
10
40,5
75,5
88,5
78
63
48
37
27
21
12
6
1
21

Keterangan:
Kolom (1) dan (2); diketahui
Kolom (3): (40)/(20) x kolom (2)
Kolom (4): (10)/(20) x kolom (2) dan geser 1
Kolom (5); kolom (3) + kolom (4)

Hidrologi Terapan

22

Contoh Soal-2: Lengkung S


Hujan efektif dengan intensitas 20 mm/jam dan durasi
1 jam, menghasilkan hidrograf seperti pada kolom (2)
tabel berikut.
Akan ditentukan hidrograf limpasan langsung yang
diakibatkan oleh hujan efektif merata 10 mm/jam
dengan durasi 2 jam.
Selain itu akan dicari juga luas DAS tsb

Hidrologi Terapan

23

T
(jam)
(1)
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

U(t,1)
(m3/dt)
(2)
0
5
19
33
36
30
24
18
14
10
8
4
2
9
-

Komulasi
(m3/dt)
(3)
0
5
24
57
93
123
147
16,5
179
189
197
201
203
203

Lengk S
(m3/dt)
(4)
0
5
24
57
93
123
147
165
179
189
197
201
203
203
203

Geser 2 j
(m3/dt)
(5)
0
5
24
57
93
123
147
165
179
189
197
201
203

(4) - (5)
(m3/dt)
(6)
0
5
24
52
69
66
54
42
32
24
18
12
6
2
0

U(t,2)
(m3/dt)
(7)
0
2,5
12
26
34,5
33
27
21
16
12
9
6
3
1
0

Luas DAS tersebut:


A

= (Qmaks x t1) / (2,78 x i1 x t1)


= (203 x 1) / (2,78 x 2 x 1)
= 36,5 km2

Hidrologi Terapan

24

Contoh Soal-3: IUH


Suatu DAS luas 100 km2 mempunyai IUH berbentuk segitiga seperti
pada gambar di bawah ini dan mempunyai debit puncak sebesar 100
m3/dt serta lebar dasar TB = T = 7 jam. Akan dicari Lengkung S dengan
hujan menerus (intensitas 10 mm/jam).

50

Hidrologi Terapan

100 80

60

40

20

25

St =

i
ct u(t,0) dt
d

Jadi volume IUH = luas pias diagram hidrograf antara t =


0 dengan t = 1 jam, t = 2 jam, t = 3 jam dst (dalam m 3).
Jadi:
Volume IUH = x 100 m3/dt x 7 x 3600 dt
= 1.260.000 m3
Tinggi = Volume / Luas DAS
= 1.260.000/(100x10-6) = 0,0126 m = 1,26 cm
Selanjutnya Lengkung S seperti pada tabel di bawah ini:
Hidrologi Terapan

26

t
(jam)

ct u(t,0) dt
(m3/dt)

i
d

0
1

3
4
5
6
7

(dlm m3/dt)
0

10. 10 . 1
------------------- x 90.000 =
3600 . 0,0126
10. 10-3 . 1
------------------- x 360.000 =
3600 . 0,0126
10. 10-3 . 1
------------------- x 684.000 =
3600 . 0,0126
10. 10-3 . 1
------------------- x 936.000 =
3600 . 0,0126
10. 10-3 . 1
------------------- x 116.000 =
3600 . 0,0126
10. 10-3 . 1
------------------- x 1.124.000 =
3600 . 0,0126
10. 10-3 . 1
------------------- x 1.260.000 =
3600 . 0,0126
-3

(50 x 3600)/2
2

ct u(t,0) dt

90.000

50+100
90.000+--------------3600= 360.000
2
100+80
360.000+-------------3600= 684.000
2
80+60
684.000+-------------3600= 936.000
2
60+40
936.000+-------------3600= 1.116.000
2
40+20
1.116.000+------------3600=1.124.000
2
20+0
1.124.000+-----------3600= 1.260.000
2

8
9
Hidrologi Terapan

19,8
79,3
150,8
206,3
246,0
270,0
277,8
277,8
277,8
27