Anda di halaman 1dari 27

Assalamualaikum Wr.

Wb

Morning All.

Nama kelompok 2:
1.

Asinta Dwi Qumalasari


2.
Dimas Ragil R
3.
Elok Nur Indahsari
4.
Gilang Bagus R
5.
Icha Dwi Yuliani
6.
Mega Endah Suci
7.
Nur Chamidiyah
8.
Nur Virda Amalia
9.
Resita Agustina Eka Pratiwi
10.
Rizky Emil Linda
11.
Sri Nuryati

Nyeri
Definisi
Nyeri adalah gejala penyakit atau
kerusakan yang paling sering.
Nyeri berfungsi untuk mengingatkan
dan melindungi juga memudahkan
diagnosis, pasien merasakannya
sebagai hal yang tidak mengenakkan,
kebanyakan menyiksa dan karena itu
berusaha untuk bebas darinya.

Sifat-sifat nyeri
1. Nyeri melelahkan dan membutuhkan
banyak energi
2. Nyeri bersifat subyektif dan individual
3. Nyeri tak dapat dinilai secara objektif
seperti sinar X atau lab darah.
4. Nyeri merupakan mekanisme
pertahanan fisiologis.
5. Nyeri merupakan tanda peringatan
adanya kerusakan jaringan.

Mekanisme Nyeri
Berdasarkan patofisiologinya nyeri
derbagi dalam :
1.
2.
3.
4.

Nyeri
Nyeri
Nyeri
Nyeri

nosiseptif atau nyeri inflamasi


neuropatik
idiopatik
spikologik

Klasifikasi Nyeri
1.Nyeri
2.Nyeri
3.Nyeri
4.Nyeri

Nosiseptif
inflamatorik
Neuropatik
Fungsional

A. Berdasarkan sumbernya
1. Custaneus /Superfisial, yaitu nyeri yang
mengenai kulit/jaringan subkutan.
Biasanya bersifat burning (seperti
terbakar)
2. Deep somatic/nyeri dalam, yaitu nyeri
yang muncul dari ligament, pembuluh
darah tentondan syaraf, nyeri menyebar
& lebih lama daripada cutaneus.
3. Visceral (pada organ dalam), stimulasi
reseptor nyeri dalam rongga abdomen,
cranium dan thorak.

B. Berdasarkan penyebabnya.

1.Bisa terjadi karena stimulus


fisik.
2.Psycogenic
Bisa terjadi karena sebab
yang kurang jelas/susah
diidentifikasi, bersumber
dari emosi/psikis dan
biasanya tidak disadari.

C. Berdasarkan lama/durasinya
1. Nyeri akut
Lamanya dalam hitungan hari.
Ditandai peningkatan BP, Nadi, dan
respirasi.
Respon pasien: Fokus pada nyeri,
menyetakan nyeri menangis dan
mengerang.
Tingkah laku menggosok bagian
yang nyeri.

2. Nyeri Kronik

Lamanya sampai
hitungan bulan > 6 bulan
Fungsi fisiologi bersifat
normal
Tidak ada keluhan nyeri
Tidak ada aktifitas fisik
sebagai respon terhadap
nyeri.

D. Berdasarkan lokasi/letak.
1. Radiating pain => Nyeri menyebar dari
sumber nyeri ke jaringan di dekatnya.
2. Referred pain => Nyeri dirasakan pada
bagian tubuh tertentu yang diperkirakan
berasal dari jaringan penyebab.
3. Intractable pain => Nyeri yang sangat
susah dihilangkan
4. Phantom pain => sensasi nyeri
dirasakan pada bagian tubuh yang
hilang atau bagian tubuh yang lumpuh
karena injuri medula spinalis.

Fisiologi Nyeri
RESEPSI

Adanya stimulus mengenai tubuh


akan menyebabkan pelepasan
substansi kimia. Substansi tersebut
menyebabkan nosireseptor
bereaksi, apabila nosireseptor
mencapai ambang nyeri, maka akan
timbul impuls syaraf yang akan
dibawa oleh saraf perifer.

P E R S EP S I
ri
e
y
n
s
u
l
u
m
i
t
alis,
n
i
Persepsi S
p
s
a
l
u
d
e
em
k
n
a
k
i
s
i
m
s
di t r a n
a
y
n
t
u
j
n
a
l
e
s
,
us
m
a
l
a
t
e
k
e
k
k
i
i
r
a
e
n
y
n
n
a
isik
m
s
n
a
r
t
n
e
m
ea
r
a
k
serabut
u
s
a
m
r
e
k, t
a
t
o
n
a
i
g
a
b
seluruh
limbik.
eran
p
r
e
b
n
a
k
a
ng
a
y
k
i
b
m
i
l
a
i
s
o
Ar e
m
e
i
s
k
a
es re
s
o
r
p
m
e
m
da l a m
ri.
e
y
n
p
a
d
a
h
r
te

REAKSI

Nyeri dengan intensitas ringan


hingga sedang dan nyeri yang
superfisial menimbulkan reaksi
flight atau fight yang
merupakan sindrom adaptasi
sindrom umum.

Secara ringkas proses reaksi adalah :


Impuls nyeri
medula spinalis
batang otak dan talamus
sistem
saraf otonom
respon fisiologis
perilaku.

Respon Tingkah laku terhadap nyeri


1. Pernyataan Verbal
2. Ekspresi Wajah
3. Gerakan Tubuh
4. Kontak dengan Orang Lain/
Interaksi Sosial.
5.

Intensitas Nyeri
Intensitas nyeri adalah
gambaran tentang
seberapa parah nyeri
dirasakan oleh individu.
Pengukuran nyeri dengan
pendekatan objektif yang
paling mungkin adalah

1) skala intensitas nyeri deskritif.

2) Skala identitas nyeri numerik

3) Skala analog visual

4. Skala nyeri menurut bourbanis

Keterangan :
0 :Tidak nyeri
1-3 : Nyeri ringan: secara obyektif
klien dapat
berkomunikasi dengan
baik.

4-6 : Nyeri sedang : Secara obyektif klien


mendesis, menyeringai, dapat menunjukkan lokasi
nyeri, dapat mendeskripsikannya, dapat mengikuti
perintah dengan baik.
7-9 : Nyeri berat : secara obyektif klien terkadang
tidak dapatmengikuti perintah tapi masih respon
terhadap tindakan, dapat menunjukkan lokasi
nyeri, tidak dapat mendeskripsikannya, tidak
dapat diatasi dengan alih posisi nafas panjang
dan distraksi
10 : Nyeri sangat berat : Pasien sudah tidak mampu
lagi berkomunikasi, memukul.

Meinhart dan McCaferry


mendiskripsikan 3 fase
pengalaman nyeri :
1. Fase antisipasi terjadi sebelum nyeri
diterima. Pada fase ini memungkinkan
seseorang belajar tentang nyeri dan upaya
untuk menghilangkan nyeri tersebut.
2. Fase sensasi terjadi saat nyeri terasa.
fase ini terjadi ketika pasien merasakan
nyeri. Karena nyeri itu itu bersifat subyektif,
maka tiap orang dalam menyikapi nyeri
berbeda-beda. Keberadaan enkefalin dan
endorfin membantu menjelaskan bagaimana
orang yang berbeda merasakan tingkat nyeri
dari stimulus yang sama.

3. Fase akibat (aftermath) terjadi


ketika nyeri berkurang atau
berhenti.
fase ini terjadi saat nyeri sudah
berkurang atau hilang. Pada fase
ini klien masih membutuhkan
kontrol dari perawat, karena
nyeri masih bersifat krisis,
sehingga dimungkinkan klien
mengalami gejala sisa pasca

Faktor yang memengaruhi


nyeri
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Usia
Jenis kelamin
Kultur
Makna nyeri
Perhatian
Ansietas
Pengalaman masa lalu
Pola koping adaptif
Support keluarga dan social

k
u
t
n
u
n
a
k
a
n
u
ig
d
g
n
a
Me t o d e y
:
i
r
e
y
n
n
a
k
g
n
a
il
h
me n g
A. DIFRAKSI
n
a
k
a
p
u
r
e
m
i
Difraks
n
a
h
i
l
a
g
n
e
metode p
.
i
r
e
y
n
a
s
a
r
persepsi
a
s
i
b
i
s
k
a
r
t
Di s
a
s
a
r
k
u
t
n
u
diterapkan
,
g
n
a
d
e
s
n
a
ny e r i d
t
a
r
e
b
i
r
e
y
n
untuk rasa
di
a
j
n
e
m
h
i
s
a
obat m
.
t
a
p
e
t
g
n
i
l
a
pilihan p

B. Relaxsasi
Relaxsasi memberikan efek positif
untuk pasien yang mengalami nyeri,
yaitu:
a. Memperbaiki kualitas tidur.
b. Memperbaiki kemampuan
memecahkan masalah.
c. Mengurangi keletihan/fatigue.
d. Meningkatkan kepercayaan dan
perasaan dapat mengontrol diri
dalam mengatasi nyeri.
e. Pengalihan rasa nyeri/distraksi.

Secara umum untuk melakukan teknik


relaxsasi membutuhkan 4 hal, yaitu:
a. Berikan posisi yang nyaman.
b. Dilakukan dalam lingkungan
yang tenang.
c. Mengulang kata-kata, phrase,
doa-doa tertentu.
d. Melakukan sikap yang pasif saat
mendistrakesi klien

Sekian

Terimakasih
Wassalamualaikum.wr.
wb