Anda di halaman 1dari 5

IV.

Tugas dan Fungsi Seksi yang terkait Penerbitan SP2D


Penerbitan SP2D pada KPPN dilaksanakan di Seksi Pencairan dan dan Manajemen Satker dan Seksi Bank,
setelah mendapatkan data SPM dari Front Office dan Middle Office. Tugas dari Seksi Pencairan dan
Manajemen Satker yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

melakukan pengujian resume tagihan dan SPM,


penerbitan SP2D,
penerbitan Surat Pengesahan Pendapatan dan Belanja BLU,
penerbitan Surat Pengesahan atas Ralat SPM dari satuan kerja dan Nota Dinas Kesalahan dan
Perbaikan SP2D Hasil Verifikasi pada KPPN
pengelolaan data kontrak, data supplier, belanja pegawai satker,
monitoring dan evaluasi penyerapan anggaran satker,
melakukan pembinaan dan bimbingan teknis pengelolaan perbendaharaan,
fungsi customer service,
supervisi teknis SPAN dan helpdesk SAKTI,
pemantauan standar kualitas layanan KPPN
penyediaan layanan perbendaharaan.

Adapun tugas dari seksi Bank antara lain:


1.
2.
3.
4.
5.

penyelesaian transaksi pencairan dana


fungsi cash management
penerbitan Daftar Tagihan
pengelolaan rekening Kuasa BUN dan Bendahara
penatausahaan penerimaan negara

Sejak diberlakukannya piloting project SPAN terjadi perubahan pada Tugas Pokok dan Fungsi Kantor
Pelayanan Perbendaharaan Negara yang ditetapkan dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan
Nomor 189/PB/2014. Adapun supervise proses penerbitan SP2D pada KPPN antara lain:
A. KPPN Non SPAN
Supervisi penerimaan SPM dan penerbitan SP2D sebagai berikut:
1) Memastikan transfer data SPM dan validasi PIN PPSPM oleh petugas FO telah sesuai dengan
data SP2D yang ada pada aplikasi KPPN dengan langkah:
a) Membandingkan jumlah SP2D dengan jumlad data SPM pada Aplikasi KPPN
b) Membandingkan hardcopy SPM dengan data ADK SPM serta data pada Aplikasi KPPN
2) Memastikan penyelesaian penerbitan SP2D telah sesuai dengan kebenaran dan kelengkapan
dokumen pengajuan SPM.
Langkah-langkah yang harus dilakukan, meliputi:
a) Meneliti seluruh kelengkapan dokumen pengajuan SPM yang satu berkas dengan SP2D;
b) Meneliti ketersedian Pagu Anggaran.
c) Memeriksa cara penulisan/pengisian jumlah angka dan huruf pada SP2D telah sesuai
dengan SPM;
d) Memeriksa kebenaran penulisan dalam SP2D telah sesuai dengan SPM;
3) Memastikan petugas telah mengawasi dan meneliti pengajuan SPM melalui mekanisme
UP/GUP/TUP, meliputi pertanggungjawaban UP/TUP tahun yang lalu, besaran UP untuk

masing-masing Satuan Kerja, klasifikasi belanja, persetujuan, besaran, dan jangka waktu
pertanggungjawaban TUP.
Langkah- langkah yang dilakukan meliputi:
a) Memeriksa sisa UP tahun anggaran lalu yang belum dipertanggungjawabkan;
b) Memeriksa kesesuaian jumlah potongan UP tahun anggaran yang lalu pada SPM dengan
sisa UP tahun anggaran lalu yang belum dipertanggungjawabkan;
c) Memeriksa kesesuaian setoran UP tahun anggaran lalu dengan jumlah setoran dalam
SSBP;
d) Memeriksa jumlah permintaan UP pada SPM dari Satker telah sesuai dengan batas
pemberian UP yang diperbolehkan;
e) Memeriksa jumlah permintaan UP pada SPM dari Satker yang melebihi dari batas
pemberian UP yang diperbolehkan harus mendapat persetujuan Kepala Kantor Wilayah
Perbendaharaan;
f) Memeriksa jenis belanja pada SPM UP/GUP/TUP dari Satker telah sesuai dengan jenis
belanja yang diperbolehkan dibayarkan melalui mekanisme UP/GUP/TUP;
g) Memeriksa pembayaran yang dilakukan dengan UP kepada penerima/penyedia
barang/jasa tidak melebihi jumlah yang diperbolehkan;
h) Memeriksa pembayaran yang dilakukan dengan UP kepada penerima/penyedia
barang/jasa yang melebihi jumlah yang diperbolehkan harus mendapat persetujuan
Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Perbendaharaan;
i) Memeriksa kesesuaian jumlah potongan UP pada SPM dan/atau dalam SSBP dengan
jumlah potongan UP oleh KPPN, akibat kewajiban penggantian UP oleh Satker yang
terlewati;
j) Memeriksa jumlah permintaan TUP pada SPM dari Satker sesuai dengan jumlah yang
disetujui oleh Kepala KPPN;
k) Memeriksa jangka waktu pertanggungjawaban TUP tidak boleh melebihi dari waktu yang
telah ditentukan.
4) Memastikan pengujian karwas pembayaran kontrak secara elektronik atas pengajuan SPM-LS
Satuan Kerja telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah-langkah yang harus dilakukan, meliputi:
a) Memeriksa cara penulisan/pengisian kode, jumlah angka dan huruf pada karwas kontrak
telah dilakukan dengan benar sesuai dengan realisasi;
b) Memeriksa kesesuaian penerima SPM, nomor rekening penerima pada karwas kontrak
dengan penerima dan nomor rekening pada SPM, nilai kontrak, dan jadwal pembayaran
sesuai dengan realisasi;
c) Memeriksa kesesuaian jumlah potongan pajak SPM dengan jumlah potongan pajak pada
karwas kontrak sesuai dengan realisasi;
d) Memeriksa kesesuaian jumlah pengeluaran pada SPM dengan jumlah realisasi kontrak
pada karwas kontrak sesuai dengan realisasi.
5) Memastikan SSBP/SSPB yang disetor ke Kas Negara sebagai lampiran SPM telah dikonfirmasi
oleh Seksi Bank.
Langkah-langkah yang harus dilakukan, meliputi:
a) Memeriksa kesesuaian kode NTPN, akun dan jumlah uang pada SSBP dengan surat
konfirmasi yang dikeluarkan oleh Seksi Bank. Input/Alat: - SSBP; Surat konfirmasi.

6) Memastikan alasan pengembalian SPM telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta
memastikan pengembalian SPM dan dokumen pendukung disertai formulir pengembalian.
Langkah-langkah yang harus dilakukan, meliputi:
a) Memeriksa kelengkapan dokumen pendukung, meneliti kebenaran SPM dan menguji
SPM;
b) Mengembalikan SPM dan dokumen pendukungnya apabila berdasarkan penelitian dan
pengujian tidak memenuhi persyaratan;
c) Menyampaikan formulir pengembalian kepada petugas satker yang telah ditandatangani
oleh petugas FO.
7) Memastikan telah dilakukan konfirmasi keabsahan penerbitan SPM KP/ IB/ KBC/ KBM/
KBPHTB dan KPBB kepada KPP/KPBC yang bersangkutan dan menerima jawaban atas
konfirmasi tersebut.
Langkah-langkah yang harus dilakukan, meliputi:
a) Memeriksa kelengkapan dokumen pendukung berupa surat jawaban konfirmasi dari
KPP/KPBC;
b) Meneliti jawaban atas konfirmasi.
8) Memastikan pengawasan rekening Bendahara Pengeluaran yang belum/ telah mendapatkan
persetujuan Kuasa Bendahara Umum Negara berdasarkan data rekening yang telah
mendapatkan persetujuan Kepala KPPN baik melalui aplikasi maupun manual (rekening
belum mendapatkan persetujuan, terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan sebelum
rekening tersebut digunakan). Sesuai Peraturan Menteri Keuangan mengenai Persetujuan
Pembukaan Rekening.
Langkah-langkah yang harus dilakukan, meliputi:
a) Memeriksa kelengkapan dokumen pendukung berupa surat persetujuan pembukaan
rekening.
9) Memastikan proses penerbitan SP2D sesuai prosedur yang meliputi proses pencetakan SP2D,
pemilahan dan pendistribusian SP2D beserta SPM dan dokumen pendukungnya telah sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
Langkah-langkah yang harus dilakukan, meliputi:
a) Memeriksa proses penerbitan SP2D mulai dari proses pencetakan, pemilahan, dan
pendistribusian SP2D berserta SPM dan dokumen pendukungnya sesuai dengan urutan
prosedur yang diatur dalam SOP.
10) Memastikan pencetakan serta pendistribusian daftar penguji sesuai prosedur yang berlaku.
Langkah-langkah yang harus dilakukan, meliputi:
a) Memeriksa proses pencetakan serta pendistribusian daftar penguji sesuai dengan urutan
prosedur yang diatur dalam SOP.
11) Memastikan prosedur retur SP2D sesuai prosedur yang berlaku.
Langkah-langkah yang harus dilakukan, meliputi:
a) Memastikan Surat Pemberitahuan atas Retur SP2D dari BI/Bank Operasional telah
disampaikan kepada Satuan Kerja;
b) Memastikan Surat Ralat atas retur SP2D telah disampaikan kepada BI/Bank Operasional.
B. KPPN SPAN
Supervisi penerimaan SPM dan penerbitan SP2D sebagai berikut:

1. Memastikan bahwa transfer data SPM dan validasi PIN PPSPM telah dilakukan oleh Petugas
FO dan telah sesuai dengan data SP2D yang ada pada Aplikasi Konversi dan Aplikasi SPAN;
Langkah-langkah yang harus dilakukan, meliputi:
a) Membandingkan jumlah SP2D dengan jumlah pada data SPM pada Aplikasi SPAN;
b) Membandingkan hardcopy SPM dengan data ADK SPM serta data pada Aplikasi Konversi.
2. Memastikan penyelesaian SP2D telah sesuai dengan kebenaran dan kelengkapan dokumen
pengajuan SPM.
Langkah-langkah yang harus dilakukan, meliputi:
a) Meneliti seluruh kelengkapan dokumen pengajuan SPM yang satu berkas dengan SP2D.
3. Memastikan petugas telah mengawasi dan meneliti pengajuan SPM mekanisme meliputi
pertanggungjawaban UP/TUP tahun yang lalu, besaran UP untuk masing-masing Satuan Kerja,
klasifikasi belanja, persetujuan, besaran, dan jangka waktu pertanggungjawaban TUP.
Langkah-langkah yang harus dilakukan, meliputi:
a) Memeriksa sisa UP tahun anggaran lalu yang belum dipertanggungjawabkan;
b) Memeriksa kesesuaian jumlah potongan UP tahun anggaran yang lalu pada SPM dengan
sisa UP tahun anggaran lalu yang belum dipertanggungjawabkan;
c) Memeriksa kesesuaian setoran UP tahun anggaran lalu dengan jumlah setoran dalam
SSBP; melalui UP/ GUP/TUP,
d) Memeriksa jumlah permintaan UP pada SPM dari Satker telah sesuai dengan batas
pemberian UP yang diperbolehkan;
e) Memeriksa jumlah permintaan UP pada SPM dari Satker yang melebihi dari batas
pemberian UP yang diperbolehkan harus mendapat persetujuan Kepala Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Perbendaharaan;
f) Memeriksa jenis belanja pada SPM UP/GUP/TUP dari Satker telah sesuai dengan jenis
belanja yang diperbolehkan dibayarkan melalui mekanisme UP/GUP/TUP; Memeriksa
pembayaran yang dilakukan dengan UP kepada penerima/penyedia barang/jasa tidak
melebihi jumlah yang diperbolehkan;
g) Memeriksa pembayaran yang dilakukan dengan UP kepada penerima/penyedia
barang/jasa yang melebihi jumlah yang diperbolehkan harus mendapat persetujuan
Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Perbendaharaan;
h) Memeriksa kesesuaian jumlah potongan UP pada SPM dan/atau dalam SSBP dengan
jumlah potongan UP oleh KPPN, akibat kewajiban penggantian UP oleh Satker yang
terlewati;
i) Memeriksa jumlah permintaan TUP pada SPM dari Satker sesuai dengan jumlah yang
disetujui oleh Kepala KPPN;
j) Memeriksa jangka waktu pertanggungjawaban TUP tidak boleh melebihi dari waktu yang
telah ditentukan.
4. Memastikan pengujian karwas pembayaran kontrak secara elektronik atas pengajuan SPM-LS
Satuan Kerja telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah-langkah yang harus dilakukan:
a) meliputi melakukan view dan run report atas pengawasan kontrak melalui aplikasi SPAN
5. Memastikan SSBP/SSPB yang disetor ke Kas Negara sebagai lampiran SPM telah dikonfirmasi
oleh Seksi Bank.
Langkah-langkah yang harus dilakukan, meliputi:

6.

7.

8.

9.

a) Melakukan inquiry receipt pada aplikasi SPAN;


b) Memeriksa kesesuaian kode NTPN, akun dan jumlah uang pada SSBP dengan surat
konfirmasi yang dikeluarkan oleh Seksi Bank.
Memastikan alasan pengembalian SPM telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Langkah-langkah yang harus dilakukan, meliputi:
a) Memeriksa kelengkapan dokumen pendukung,
b) meneliti kebenaran SPM dan menguji SPM;
c) Memeriksa laporan penolakan resume tagihan;
Memastikan telah dilakukan konfirmasi keabsahan penerbitan SPM KP/ IB/ KBC/ KBM/
KBPHTB dan KPBB kepada KPP/KPBC yang bersangkutan dan menerima jawaban atas
konfirmasi tersebut.
Langkah-langkah yang harus dilakukan, meliputi:
a) Memeriksa kelengkapan dokumen pendukung berupa surat jawaban konfirmasi dari
KPP/KPBC;
b) Meneliti jawaban atas konfirmasi.
Memastikan pengawasan rekening Bendahara Pengeluaran yang belum/ telah mendapatkan
persetujuan Kuasa Bendahara Umum Negara berdasarkan data rekening yang telah
mendapatkan persetujuan Kepala KPPN baik melalui aplikasi maupun manual (rekening
belum mendapatkan persetujuan, terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan sebelum
rekening tersebut digunakan). Sesuai Peraturan Menteri Keuangan mengenai Persetujuan
Pembukaan Rekening.
Langkah-langkah yang harus dilakukan, meliputi:
a) Memeriksa kelengkapan dokumen pendukung berupa surat persetujuan pembukaan
rekening.
Memastikan prosedur retur SP2D sesuai prosedur yang berlaku.
Langkah-langkah yang harus dilakukan, meliputi:
a) melakukan run report datar SP2D retur, staf Seksi Bank menyampaikan pemberitahuan
kepada satker (untuk retur RPKBUN P/RPNKBUN Gaji), sedangkan untuk retur BO I /BO II
/BO III staf Seksi Bank menyampaikan pemeritahuan retur kepada Seksi Pencairan Dana
untuk kemudian diteruskan kepada satker.