Anda di halaman 1dari 32

PENINGKATAN

KAPASITAS APARATUR
DESA
DIREKTORAT JENDERAL PMD

APA ITU DESA?


Desa adalah desa dan desa adat atau yang
disebut dengan nama lain, selanjutnya
disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat
hukum yang memiliki batas wilayah yang
berwenang untuk mengatur dan mengurus
urusan pemerintahan, kepentingan
masyarakat setempat berdasarkan
prakarsa masyarakat, hak asal usul,
dan/atau hak tradisional yang diakui dan
dihormati dalam sistem pemerintahan
Negara Kesatuan Republik Indonesia

ASAS ASAS PEMERINTAHAN


DESA

kepastian hukum;
tertib penyelenggaraan pemerintahan;
tertib kepentingan umum;
keterbukaan;
proporsionalitas;
profesionalitas;
Akuntabilitas;
efektivitas dan efisiensi;
kearifan lokal;
keberagaman; dan
partisipatif.

SIAPA APARATUR DESA?


Pemerintah Desa adalah Kepala Desa
atau yang disebut dengan nama lain
dibantu perangkat Desa sebagai
unsur penyelenggara Pemerintahan
Desa

TUGAS KEPALA DESA


Kepala Desa bertugas
menyelenggarakan Pemerintahan
Desa, melaksanakan Pembangunan
Desa, pembinaan kemasyarakatan
Desa, dan pemberdayaan
masyarakat Desa.

WEWENANG KEPALA DESA

memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Desa;


mengangkat dan memberhentikan perangkat Desa;
memegang kekuasaan pengelolaan Keuangan dan Aset Desa;
menetapkan Peraturan Desa;
menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa;
membina ketenteraman dan ketertiban masyarakat Desa;
Membina dan meningkatkan perekonomian Desa serta mengintegrasikannya
agar mencapai perekonomian skala produktif untuk sebesar-besarnya
kemakmuran masyarakat Desa;
mengembangkan sumber pendapatan Desa;
mengusulkan dan menerima pelimpahan sebagian kekayaan negara guna
meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa;
mengembangkan kehidupan sosial budaya masyarakat Desa;
memanfaatkan teknologi tepat guna;
mengoordinasikan Pembangunan Desa secara partisipatif;
mewakili Desa di dalam dan di luar pengadilan atau menunjuk kuasa hukum
untuk mewakilinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
dan
melaksanakan wewenang lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.

HAK KEPALA DESA


mengusulkan struktur organisasi dan tata
kerja Pemerintah Desa;
mengajukan rancangan dan menetapkan
Peraturan Desa;
menerima penghasilan tetap setiap bulan,
tunjangan, dan penerimaan lainnya yang
sah, serta mendapat jaminan kesehatan;
mendapatkan pelindungan hukum atas
kebijakan yang dilaksanakan; dan
memberikan mandat pelaksanaan tugas dan
kewajiban lainnya kepada perangkat Desa.

LARANGAN KEPALA DESA

merugikan kepentingan umum;


membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga, pihak
lain, dan/atau golongan tertentu;
menyalahgunakan wewenang, tugas, hak, dan/atau kewajibannya; melakukan
tindakan diskriminatif terhadap warga dan/atau golongan masyarakat tertentu;
melakukan tindakan meresahkan sekelompok masyarakat Desa;
melakukan kolusi, korupsi, dan nepotisme, menerima uang, barang, dan/atau
jasa dari pihak lain yang dapat memengaruhi keputusan atau tindakan yang
akan dilakukannya;
menjadi pengurus partai politik;
menjadi anggota dan/atau pengurus organisasi terlarang;
merangkap jabatan sebagai ketua dan/atau anggota Badan Permusyawaratan
Desa, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Dewan Perwakilan
Daerah Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi atau
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota, dan jabatan lain yang
ditentukan dalam peraturan perundangan-undangan;
ikut serta dan/atau terlibat dalam kampanye pemilihan umum dan/atau
pemilihan kepala daerah;
melanggar sumpah/janji jabatan; dan
meninggalkan tugas selama 30 (tiga puluh) hari kerja berturut-turut tanpa
alasan yang jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

ARTI PENTING UU NO.6 TAHUN


2014

KERAGAMAN DESA DIAKUI


STATUS HUKUM DESA DIPERKUAT
ADAT, TRADISI DAN BUDAYA DIAKUI
PARTISIPASI DALAM PENGEMBANGAN
POTENSI
PEMERINTAHAN YANG PROFESIONAL
MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK
MEMAJUKAN PEREKONOMIAN
MASYARAKAT

SIAPA ITU PERANGKAT DESA


Perangkat Desa terdiri atas:
sekretariat Desa;
pelaksana kewilayahan;
Pelaksana teknis

TUGAS PERANGKAT DESA


Perangkat Desa bertugas membantu
Kepala Desa dalam melaksanakan
tugas dan wewenangnya

LARANGAN PERANGKAT
DESA

merugikan kepentingan umum;


membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga, pihak
lain, dan/atau golongan tertentu;
menyalahgunakan wewenang, tugas, hak, dan/atau kewajibannya;
melakukan tindakan diskriminatif terhadap warga dan/atau golongan masyarakat
tertentu;
melakukan tindakan meresahkan sekelompok masyarakat Desa;
melakukan kolusi, korupsi, dan nepotisme, menerima uang, barang, dan/atau jasa
dari pihak lain yang dapat memengaruhi keputusan atau tindakan yang akan
dilakukannya;
menjadi pengurus partai politik;
menjadi anggota dan/atau pengurus organisasi terlarang;
merangkap jabatan sebagai ketua dan/atau anggota Badan Permusyawaratan
Desa, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Dewan Perwakilan
Daerah Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi atau Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota, dan jabatan lain yang ditentukan
dalam peraturan perundangan-undangan;
ikut serta dan/atau terlibat dalam kampanye pemilihan umum dan/atau pemilihan
kepala daerah;
melanggar sumpah/janji jabatan; dan
meninggalkan tugas selama 60 (enam puluh) hari kerja berturut-turut tanpa
alasan yang jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

TUGAS POKOK PERANGKAT


DESA
DIATUR DALAM PERATURAN DESA
TENTANG ORGANISASI
PEMERINTAHAN DESA

MENATA HUBUNGAN
ANTAR PEMERINTAHAN

AZAS

REKOGNISI
SUBSDIARITAS
KEBERAGAMAN
KEBERSAMAAN
KEGOTONGROYONGAN
KEKELUARGAAN
MUSYAWARAH
DEMOKRASI
KEMANDIRIAN
PARTISIPASI
KESETARAAN
PEMBERDAYAAN; dan
KEBERLANJUTAN

15

KEBIJAKAN PEMBERDAYAAN
Pemberdayaan merupakan bagian dari
Kewenangan Desa (Psl.18)
Kewenangan Desa meliputi kewenangan di bidang penyelenggaraan
Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan
kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa
berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan adat istiadat Desa.

Pemberdayaan merupakan Tugas Kepala


Desa (Pasal 26 ayat (4) huruf n)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala
Desa berkewajiban:
n. memberdayakan masyarakat dan lembaga kemasyarakatan di
Desa

TUGAS KADES
SELAKU AGEN PEMBERDAYA :
MEMBERIKAN MOTIVASI DAN ARAHAN KEPADA POKJA
PKK

Kebijakan pemberdayaan...

Pemberdayaan merupakan hak dan kewajiban


Desa dan Masyarakat Desa
(Pasal 67 ayat (2) huruf d)
Desa berkewajiban:
d. mengembangkan pemberdayaan masyarakat Desa;

Pasal 68 ayat (1)

Masyarakat Desa berhak:


a. meminta dan mendapatkan informasi dari Pemerintah Desa serta
mengawasi kegiatan penyelenggaraan Pemerintahan Desa,
pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa,
dan pemberdayaan masyarakat Desa;
b. .....
c.
menyampaikan aspirasi, saran, dan pendapat lisan atau tertulis secara
bertanggung jawab tentang kegiatan penyelenggaraan Pemerintahan
Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa,
dan pemberdayaan masyarakat Desa

Kebijakan pemberdayaan...

Pasal 68 ayat (2)


Masyarakat Desa berkewajiban:
b. mendorong terciptanya kegiatan penyelenggaraan Pemerintahan
Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan
Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa yang baik;

Pemberdayaan Masyarakat merupakan


bagian dari Pembangunan Kawasan
Pasal 83 ayat 2
Pembangunan Kawasan Perdesaan dilaksanakan dalam upaya
mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan,
dan pemberdayaan masyarakat Desa di Kawasan Perdesaan
melalui pendekatan pembangunan partisipatif.

PEMBERDAYAAN BAGIAN DARI


PEMBANGUNAN KAWASAN
PEMBANGUNAN PERDESAAN

ANTAR DESA

PROGRAM
PEMERINTAH/K.L
KAWASAN
PERDESAAN

HUBUNGAN
DESA KOTA
KESENJANGAN
ANTAR DESA

Kebijakan pemberdayaan...

Pemberdayaan Masyarakat
merupakan bagian dari Kerjasama
Desa
Pasal 92 ayat (1) huruf b
Kerjasama antar desa meliputi:

b. kegiatan kemasyarakatan, pelayanan,


pembangunan, dan pemberdayaan
masyarakat antar-Desa;

Kebijakan pemberdayaan...

Pemberdayaan Masyarakat
merupakan bagian dari
Pendayagunaan Lembaga
Kemasyarakatan Desa.
Pasal 94 ayat (1)
1. Desa mendayagunakan lembaga kemasyarakatan Desa yang ada
dalam membantu pelaksanaan fungsi penyelenggaraan
Pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan Desa,
pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan
masyarakat Desa.

LEMBAGA
KEMASYARAKATA
N

MASYARAKAT YANG BERDAYA

Kebijakan pemberdayaan...

Pemberdayaan Masyarakat
merupakan faktor yang
diperhitungkan dalam Pembentukan
Desa Adat.
Pasal 98 ayat (2)
Pembentukan Desa Adat setelah penetapan Desa Adat sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan faktor
penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan
Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, serta
pemberdayaan masyarakat Desa dan sarana prasarana
pendukung.

KONDISI EXISTING
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
DALAM PROGRAM
Generasi
Sehat Cerdas
PNPM-Mpd
MUSRENBAN
G
POSYANTEK
POSYANDU

BUMDESA

PROGRAM UNTUK
KEBERDAYAAN
P
A
R
T
I
S
I
P
A
S
I

M
O
B
I
L
I
S
A
S
I

KEBERDAYAAN UNTUK
PROGRAM

PARADIGMA BARU PEMBERDAYAAN MASYARAKAT


DAN DESA
BIARKAN
MASYARAKA
T DAN DESA
MENDEFINISI
KAN DIRINYA
SENDIRI

BIARKAN
MASYARAKAT
DAN DESA
MENENTUKA
N MASA
DEPAN
SENDIRI

BIARKAN
MASYARAKA
T DAN DESA
MENEMUKAN
MASALAH
SENDIRI

ALOKASI DANA KE
DESA

MUSYAWARAH
DESA

PEMBANGUNAN DAN
PEMBERDAYAAN

PENDAMPINGAN DESA

PERAN PENDAMPING DESA

Pasal 112

Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah


Daerah Kabupaten/Kota memberdayakan masyarakat Desa
dengan:
- menerapkan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, teknologi tepat guna, dan temuan baru untuk
kemajuan ekonomi dan pertanian masyarakat Desa;
- meningkatkan kualitas pemerintahan dan masyarakat Desa
melalui pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan; dan
- mengakui dan memfungsikan institusi asli dan/atau yang

MODEL PEMBERDAYAAN
BARU
MASYARAKAT MENENTUKAN TUJUAN

PEMERINTAH MENDAMPINGI
MASYARAKAT

32

Anda mungkin juga menyukai