Anda di halaman 1dari 9

SI KANCIL DAN SI RAJA KERA

si KANCIL TERBARUchapter:01 - Si kancil..Pasti kalian sudah tak asing lagi dengan nama
ini.
Namanya telah melegenda dari waktu ke waktu,di ceritakan secara turun temurun dari
generasi ke generasi.
Si kancil yang terkenal cerdas,cerdik,lincah,licik,dan juga banyak akal.
Memang patut kalau dirinya menjadi sebuah legenda yang patut untuk selalu di
ceritakan,dan kali ini..Si kancil akan berpetualang dalam sebuah kisah yang sama,tapi alur
ceritanya mungkin berbeda..
Duduk dan nikmatilah kisah ini dengan seksama,ketika waktu di mana kisah the Legend of si
Kancil di mulai...
Pada zaman dahulu di alas purwa terdapat sebuah desa kecil tempat para binatang yang
bernama alas bongas.
Di desa itu di huni oleh beberapa keluarga binatang.
Dan salah satunya adalah keluarga pak Kanca.
Keluarga pak kanca adalah keluarga kancil,dia hidup bersama isterinya yang bernama
Cileungsi.
Pada waktu itu Cileungsi atau sebut saja bu kanca,tengah hamil tua.
Dan pada hari yang di sudah tunggu-tunggu oleh keluarga kecil itu,ahirnya lahirlah seekor
bayi laki-laki yang melengkapi kebahagiaan keluarga kecil itu.
"Kita kasih nama siapa bu?".Tanya pak kanca.
"Bagaimana kalau kita beri nama KANCIL saja pak?".Jawab bu kanca.
"Lho?Bukanya itu nama jenis bangsa kita bu?Apa tidak terlalu aneh?".Kata pak kanca heran.
"Hahaha..Kenapa harus heran pak? Nama adalah sebuah do'a..Dan ku harap dengan
memberi anak kita nama Kancil,suatu saat nanti dia bisa menjadi orang besar yang
membuat jenis kita selalu di ingat dari waktu ke waktu.
Lagi pula..Itu juga gabungan dari kedua nama kita..KANca dan CILeungsi,di gabung jadi
KANCIL..".Kata bu kanca.
"Hehehe..Benar juga kata mu bu.Aku setuju dengan nama itu..Yah,moga-moga saja ketika
dia besar nanti dia mewarisi kecerdasan ibunya.. :) ".Kata pak kanca.
"Dan juga kelincahan dan kegesitan bapaknya.. "^_^"...".Sambung bu kanca menimpali.
Dan sejak saat itu,di mulailah kehidupan si kancil yang di didik dengan kasih sayang oleh
keluarganya.
Dia tumbuh menjadi kancil yang cerdas dan lincah,dan di desa kecil itu pun si kancil selalu
terlihat menonjol di antara anak-anak binatang lain.
Bahkan di sekolah pun si kancil terkenal sebagai anak yang cerdas,bahkan dia selalu
mendapat ranking satu.
Yah..Walau tak dapat di pungkiri dia juga sedikit nakal dan bandel karena terlalu ceroboh
dan mudah penasaran.
Itu semua tak lepas dari kemampuanya membagi waktu antara bermain dan waktu belajar.

Pada suatu hari sepulang sekolah,si kancil mengajak teman-temanya untuk berjalan-jalan
keluar desa.
Dia sangat penasaran dengal hal apa saja yang ada di luar desanya.
Si buny kelinci dan si ranggo tupai yang selalu menjadi teman setianya mengikutinya dari
belakang.
"Cil..Apa kita tak terlalu jauh dari desa?Yuk kita pulang saja yuk..Aku takut..".Kata si buny.
"iya cil..Kata ibu ku,area di luar desa tidak aman.Daerah ini di kuasai oleh para bandit yang
di juluki the gorilazer..".Kata tupai menimpali.
"Halah..Kalian gak usah takut,kan ada aku..Emangnya ada apa dengan para gorilazer
itu?".Tanya kancil.
"Mereka itu adalah kelompok kera yang suka menjarah,kadang mereka juga masuk ke desa
kita.
Pimpinan mereka sangat menyeramkan,bertubuh besar dan bermata satu.
Ceritanya dia pernah tertangkap oleh pemburu dan satu matanya terkena panah,tapi dia
dapat lolos.
Itulah yang membuatnya sangat di takuti dan di segani,karena sangat jarang yang bisa lolos
dari pemburu hidup-hidup..".Kata ranggo tupai menjelaskan.
"Ah..Masa? Kalo cuma lolos dari pemburu saja..Itu urusan kecil..".
"Jaga mulut mu bocah..Kau tak tahu di mana kau berada.Ini daerah kekuasaan ku".Tiba-tiba
sebuah suara memotong perkataan kancil.
Dalam sekejap tempat itu telah di kepung para kera,dan seekor gorila melompat turun
menghampiri kancil dan kawan-kawan.

"Sungguh anak kecil yang pemberani tapi ceroboh..Kau berani menghina ku di daerah
kekuasaan ku..".Kata gorila itu.
"Lho..Memang kau ini siapa? Emang hutan ini milik bapak mu?".Jawab kancil
santai,sementara kedua temanya menggigil ketakutan di belakangnya.
"Lancang sekali kau bocah..!! Lihat baik-baik diri ku..Dengan mata satu dan tubuh yang
besar dan kuat.Nama ku melegenda..Akulah hewan terkuat di wilayah ini,akulah satusatunya hewan yang mampu lepas dari para pemburu..Akulah pimpinan the
gorilazer,akulah..The King KONG..!!".Jawab gorila itu dengan penuh gaya..
"huuaah..Sampai ngantuk aku dengernya..Udah ngocehnya? Terus kalau kamu pimpinan
gorilaz alias gorila malaz,emangnya kenapa?
Terus kalo kamu punya nama the king kong raja kera emang kenapa?
Terus kalo kamu pernah bebas dari para pemburu aku harus apa?
Harus bilang "Wooww..!!" gitu?
Sudahlah paman,paman kong gak usah sok nakut-nakuti aku.

Lagian semua kisah tentang paman juga belum ada buktinya..Kalo cuma kabur dari
pemburu saja aku juga bisa paman.
Jangankan cuma di tangkap,di bawa sampai rumah mereka saja aku juga masih bisa
pulang..".Raja kong sangat terkejut mendengar jawaban kancil itu,bahkan semua kera dan
kedua teman kancil ikut melongo di buatnya.
"Hmm..Besar juga mulut mu bocah..Kalau begitu,bagaimana kalau kita bertaruh untuk
membuktikan ocehan mu..".Kata raja kong.
"Boleh..Emang taruhan paman apa kalau aku menang?
Dan pastinya sih aku bakal menang.. :p ".Jawab kancil enteng.
"hahaha..Aku suka gaya mu bocah..Sangat percaya diri dan bersemangat..Tapi juga sangat
ceroboh..
Baiklah..Apapun yang kau minta katakan pada ku..".
"Oke..Aku gak minta yang aneh-aneh..Aku cuma minta kalau aku menang,paman dan para
gerombolan paman tidak boleh jadi bandit lagi.Dan tentunya tidak boleh menjarah barang
yang bukan haknya,mulailah hidup dengan baik..
Dan yang kedua..Jika aku berhasil lolos,paman dan para gerombolan paman..Harus
menceritakan kisah tentang diri ku kesemua penjuru hutan purwa ini.Agar semu tahu
tentang kisah ku..
Bagaimana paman kong? Setuju?".Tanya kancil.
"Hahaha..Dasar kau bocah yang aneh..Kau mempertaruhkan nyawa mu hanya untuk hal
sebodoh itu? Kau tak berminat jadi raja menggantikan ku?".
"Tidak paman..Cuma itu aja..Lagian aku juga gak minat jadi raja..Kebanyakan mikir,takut
botak.
Dan lagi takut gendut karena kebanyakan makan,contohnya seperti perut
paman..Hehehe".Kata kancil.

"Huahahahaha..Gue suka gaya loe bocah..Baru kali ini aku bertemu bocah bernyali besar
seperti mu..Baiklah,aku sanggupi permintaan mu..
Sekarang buktikan semua ocehan mu barusan..Atau kau akan menyesal karena telah berani
mempermainkan aku..".Ancam Raja kong.
"Oke..Siapa takut..Sekarang antar aku di mana tempat perangkap para pemburu..".Kata
kancil menyanggupi.
"Cil..Kamu yakin mau melakukan ini?
Itu sangat berbahaya lo cil,sama saja kamu mengantar nyawa.
Lebih baik kita lari saja dan pulang ke desa".Bisik buny dan ranggo pada kancil.
"kalian tenang saja kawan-kawan..Aku pasti baik-baik saja.
Aku punya seribu satu rencana,kalian tak usah hawatir.
Kalian tunggu saja aku di sini..".Kata kancil menenangkan kedua temanya.

Ahirnya dengan di pandu seekor kera anak buah raja kong,si kancil berjalan menuju tempat
perangkap berada.
Perjalanan yang lumayan jauh,karena letak perangkap itu berada di pinggiran hutan.
"Nah..Kita sudah sampai,aku hanya bisa mengantar mu sampai sini saja.
Itu dia letak perangkapnya..Kamu lihat daun-daun kering itu?
Jika kamu menginjaknya..Maka sebuah akan menjerat kaki mu hingga kau akan
terperangkap..
Aku akan mengawasi mu dari sini untuk memastikan kamu benar-benar terperangkap oleh
tali itu,kemudian aku akan pergi menghadap raja kong untuk melapor".Kata kera pemandu
itu menjelaskan.
"Ok..Cuma hal yang simpel..Baiklah,kamu tunggu di sini.
Aku akan menuju ke arah perangkap itu..Gitu aja kok repot".Kata si kancil sambil berlalu.
Kemudian si kancilpun menuju ke arah perangkap itu dan menginjaknya,hingga kakinya
terjerat dan terikat terbalik di atas pohon.
Setelah memastikan si kancil benar-benar terjebak dan tak dapat lepas,kera pemandu pun
kembali untuk melapor ke raja kong.
"hmm..Jadi bocah itu benar-benar melakukanya?".Tanya raja kong.
"Benar bos..".Jawab kera pemandu.
"Benar-benar bocah yang bernyali besar,aku salut dan akan berkabung untuk kematianya
sebagai ungkapan rasa penghormatan ku..".Kata raja kong.
Sementara buny dan ranggo hanya bisa menangisi nasib yang menimpa kancil.
Mereka tak mengira si kancil akan mati dengan cara yang mengenaskan.
Sementara itu di tempat lain..Si kancil masih tergelantung di atas perangkap.
Sudah berkali-kali dia berusaha melepaskan diri,tapi tetap tak berhasil melepaskan kakinya
dari jerat tali itu.
"Ternyata tali ini benar-benar erat..Aku tak mampu lepas sendiri.Wah..Bisa-bisa aku benarbenar tertangkap pemburu nih..Aku harus cepat-cepat cari akal..".Gumam kancil.
Ketika sikancil sedang berfikir keras,tiba-tiba tiga ekor merpati hinggap di pohon itu.
"Kamu sedang apa cil?Kenapa kamu bisa ada di tempat ini?Ini kan sudah terlalu jauh dari
desa..".Tanya ketiga merpati itu serentak.
Kancil seperti mengenali suara itu,itu seperti suara teman sekelasnya.
Lalu dia pun melihat ke atas pohon..
"Dara,Deri,Dora?! Kenapa kalian bisa ada di sini?".Kata kancil senang sekaligus terkejut.
"Kami baru saja pulang dari rumah paman Kurkur,lalu kami melihat mu tergelantung dan
kami lalu ke sini.
Memangnya ceritanya gimana kok sampai kamu bisa terjebak di perangkap ini?".Tanya si
dara.

Lalu kancil pun menceritakan semua hal yang dia alami bersama buny dan ranggo kepada
ketiga sekawan itu.
"Nah..Kalian sudah tahu ceritanya.Sekarang aku membutuhkan bantuan kalian sebelum
para pemburu datang..".Pinta kancil.
"Apa yang bisa kami lakukan untuk mu cil?".Tanya Dora.
"Kalian buanglah kotoran di tubuhku sebanyak-banyaknya,kalau bisa lumuri seluruh tubuh
ku dengan kotoran kalian.
Kalian tak usah tanya alasanya apa,yang penting lakukan saja.
Dan setelah itu,cepat-cepat kalian pergi sebelum para pemburu datang..".Perintah kancil.
Tiga sekawan burung dara itupun segera melakukan perintah si kancil,setelah semua selesa
dan di rasa cukup..Mereka kemudian terbang meninggalkan si kancil..
Lalu..Apa sebenarnya rencana si kancil?
Eits..Baca dulu dengan sabar.. "^_^"
Tak lama setelah tiga dara sekawan pergi,para pemburu datang.
Mereka melihat tubuh si kancil yang tergantung terkena perangkap mereka.
"Hei lihat apa yang kita tangkap..Seekor kancil..".Kata pemburu A.
"hmm..Tapi sepertinya kancil itu sudah membusuk,mungkin sudah beberapa hari dia
terjebak dan mati kelaparan.
Kita kan sudah hampir satu minggu tidak melihat perangkap gara-gara kita pergi ke kota
menjual hasil panen.
Lihat saja..Tubuhnya sudah berbau busuk dan di kerubungi banyak lalat..".Kata pemburu B.
"Wah..Sepertinya benar kak..Lalu mau kita apakan bangkai ini?".Tanya pemburu A.
"Ya kita turunkan lalu kita buang ke hutan biar di makan harimau,memangnya bangkai
busuk mau kita apakan lagi?Setelah itu kita pasang lagi perangkapnya..".Jawab pemburu B.
"Baik kak..".Kata pemburu A kemudian melepaskan tali perangkap yang menjerat si kancil.
Kemudian tubuh si kancil mereka gotong dan di buang ke hutan kemudian mereka
tinggalkan.
Setelah memastikan para pemburu sudah pergi,si kancil yang dari tadi pura-pura mati
segera bangun.
Dia merasa lega karena rencananya benar-benar berhasil.
Si kancilpun kemudian membersihkan diri di sungai dan pulang menemui raja kong untuk
menagih taruhan mereka.
Kontan saja para kera dan kedua temanya di buat terkejut dengan kembalinya si
kancil,lebih-lebih raja kong.
Dia hampir tak percaya dengan apa yang di lihatnya,bahkan sikancil bisa pulang tanpa ada
luka sedikit pun..
"Hai paman kong..Sekarang tepati janji mu..Lihat,aku menang taruhan seperti yang ku
katakan..Hehehe ".Kata kancil.
"Ba..Ba..Bagaimana kau bisa lolos? Sungguh di luar duga'an..Tak masuk akal..".Tanya raja
kong tergagap tak percaya.
"hehehe..Sudah..Tak perlu aku jelaskan.Sekarang yang penting aku sudah membuktikan
omongan ku dan sekarang paman harus menepati janji paman..Simpel,gitu aja kok repot..
^_^ ".Jawab kancil.

"Hahahaha..Kau memang punya banyak kejutan bocah..Sebagai raja,aku akan menepati


janji ku.
Aku dan semua rakyat ku tidak akan menjarah lagi..Dan aku akan menyebarkan semua
kisah mu keseluruh pelosok hutan,agar mereka mengal mu dan mengetahui akan kehebatan
mu.
Tapi bocah..Aku belum tahu siapa nama mu..Dan harus ku panggil apa diri mu dalam cerita
ku?".Tanya raja kong.
"Sebut saja nama ku..KANCIL.. :) ".
Lalu setelah kejadian itu,kancilpun mengajak kedua temanya kembali ke desa.
Sungguh petualangan yang melelahkan..Rasanya rumah adalah tempat yang nyaman untuk
istirahat sejenak.
Sebagai persiapan menghadapi petualangan baru di hari esok..
Dalam petualangan yang lain..Dalam kisah yang lain pula.. "^_^"
The End
SEMUT DAN BELALANG YANG MALAS
Di sebuah tepi hutan yang lebat, tinggalah sekelompok koloni semut. Mereka bekerja keras
siang dan malam dengan rajin dan tanpa kenal lelah. Saling menolong dan bergantian satu
sama lain, itu semua mereka lakukan demi kesejahteraan kelompok mereka. Di tepi hutan
itu juga tingal berbagai serangga lainya. Mereka juga bekerja dengan giat sebagai mana
pekerjaan masing-masing.
Ada si Ring-ring laba-laba yang berfrovesi sebagai penenun. Dia menenun berbagai kain
sutera yang indah dengan jaringnya untuk di jual dan dapat di gunakan sebagai mantel oleh
paraserangga lain. Lalu ada si Mada si kaki seribu, dia bekerja mengantar para serangga ke
tempat tujuan mereka dengan cepat.
Lalu ada juga Lola si lalat, dia bekerja sebagai tukang sampah, membersihkan sampahsampah agar kawasan itu tetap bersih. Dan masih banyak lagi serangga-serangga lain
dengan pekerjaan yang beragam. Tapi ada satu serangga yang sangat malas. Dia adalah si
Kiko belalang. Dia memiliki ke inginan dan cita-cita yang tinggi. Tapi dia hanya suka berhayal
dan bermimpi tanpa mau bekerja keras.
Dia sangat yakin akan kemampuanya, dan yakin akan berhasil. Sehingga pekerjaanya
sehari-hari hanya berhayal dan mencoba menulis lirik-lirik lagu dan music dengan biolanya.
Tentu saja karena dia bercita-cita menjadi seekor belalang pemusik yang terkenal. Tapi
terkadang, keyakinan yang dia miliki tak di imbangi dengan bakat yang cukup dan tak mau
menerima masukan dari orang lain. Dia merasa tak ada orang lain yang lebih tau akan
music atau masa depanya, sehingga dia tak pernah mau menerima nasehat dari orang lain.
Waktupun terus berlalu dan musim terus berganti. Tak terasa musim gugur telah hamper
usai dan mendekati musim dingin. Para semut dan binatang lain tengah giat bekerja keras
untuk menyiapkan makanan sebagai persiapan di musim dingin. Tak terkecuali para semut.

Para semut memang terkenal serangga yang paling rajin. Meski pekerjaan mereka hanya
sebagai pengangku barang, mereka sangat giat bekerja dan selalu saling tolong menolong.
Sedangkan si Kiko belalang masih saja asik dengan biolanya tanpa satu lagupun yang dapat
dia ciptakan.
Hai Kiko belalang, apakah kau tidak bekerja untuk persiapan di musim dingin?. Tanya
seekor semut pada suatu hari.
Apa yang kau tahu? Kau itu tak sepintar aku. Aku ini adalah serangga yang memiliki bakat
dan di takdirkan sebagai musisi besar. Tak seperti semut seperti mu yang di takdirkan
sebagai kuli dan orang kecil. Dasar tak berguna.. hahaha. Kata Kiko belalang dengan
sombongnya.
Tapi tanpa persiapan, kau akan kesulitan menghadapi musim dingin. Musim dingin sebentar
lagi dating. Jika kau kurang persiapan, kau bisa kelaparan dfan bias mati. Aku hanya
mencoba untuk menasehati mu kawan. Kata semut itu dengan sabar.
Jangan kau panggil aku dengan sebutan kawan, karena aku tak sudi berkawan dengan
kasta rendah seperti mu. Dan calon orang besar seperti ku, juga tak butuh nasehat dari
semut seperti mu. Sekarang pergi kau..!! Kau mengganggu konsentrasi ku dalam
menciptakan lagu. Dengan nada kasar si Kiko belalang mengusir semut yang baik hati itu.
Semut itupun kemudian meninggalkan si Kiko belalang dengan hati yang sangat kecewa.
Nasehat baiknya sama sekali tak di anggap. Malah di caci dan di hina dengan semena-mena.
Hingga semut itupun merasa sakit hati.
Ahirnya musim dingin tiba. Para serangga dan hewan-hewan lain tengah berhenti dari
pekerjaanya dan tinggal di rumah mereka dengan nyaman. Dengan perbekalan yang cukup,
mereka tak hawatir lagi dalam melalui musim dingin yang cukup panjang. Tapi nasib
sebaliknya di alami oleh si belalang. Dia kelaparan dan mengemis makanan dari satu
tempat ke tempat lain untuk bertahan hidup. Dia juga tak memiliki tempat tinggal sehingga
dia harus tidur di sembarang tempat dan melawan hawa dingin yang menusuk tulang.
Hingga pada suatu hari, sampailah dia di rumah si semut yang dulu dia hina dan dia ejek.
Hai semut sahabat ku, aku kelaparan. Maukah kau berbagi sedikit makanan untuk ku?.
Kata si belalang memelas.
Maaf, aku tak punya sahabat seorang pengemis seperti mu. Makanan ku hanya cukup
untuk keluarga ku sendiri. Memang makanan mu di mana kok sampai kau mengemis?.
Tanya si semut. Sebenarnya dia mengenali belalang itu. Tapin karena rasa sakit hatinya, dia
acuh dan pura-pura tak mengenalnya.
Maaf sahabat ku.. selama musim dingin dan musim gugur, aku sibuk menulis lagu.
Sehingga aku tak sempat mencari bekal makanan. Jawab si Kiko belalang.
Apa kau sudah bias menulis lagu mu?. Tanya si semut lagi.
Aku sudah menghasilkan sebuah lagu... jawab si belalang dengan tersenyum dan sedikit
bangga.

Nah, kalau begitu.. waktunya sekarang kamu memainkan lagu ciptaan mu dan menari-nari
dengan riang. Semoga saja lagu itu bisa membuat mu kenyang. Kata si semut sambil
menutup pintu rumahnya.
Si Kiko belalang hanya dapat berdiri tertegun di depan pintu. Dia menyesal dengan segala
perbuatan dan sifat buruknya di masa lalu. Dia sangat menyesal dulu dia sangat angkuh,
sombong, dan suka merendahkan orang lain. Kini giliran baginya untuk di rendahkan oleh
orang yang dulu pernah dia hina. Tapi dia sadar, penyesalan kemudian tiada berguna. Dan
mulai saat itu, si Kiko belalang belajar banyak hal. Dan dia berjanji akan berusaha menjadi
lebih baik dan memperbaiki sifat-sifat buruknya.
TAMAT
SINGA DAN TIKUS
Pada suatu hari, ada seekor tikus kecil yang sedang asik mencari makan. Saking asiknya, dia
tak sadar bahwa dia sudah berjalan terlalu jauh dari rumahnya hingga masuk ke dalam
hutan yang cukup lebat. Sadar akan hal itu, si Tikus pun segera bergegas mencari jalan
untuk pulang, tapi nasibnya sungguh malang, dia malah tersesat lebih jauh lagi ke dalam
hutan. Lama dia mencari jalan untuk bisa pulang kerumahnya, tapi tikus itu belum juga
mendapat jalan dan ahirnya kelelahan.
Tak terasa, waktu sudah hampir gelap. Tikus itu masih terus berusaha mencari jalan pulang.
Tapi sepertinya hari ini nasibnya benar-benar buruk, ketika tengah kebingungan mencari
jalan untuk bisa pulang, dirinya malah tak sengaja masuk di sarang seeekor singan yang
tengah tidur pulas. Ranting yang tak sengaja diinjaknya membuat singa yang sedang tidur
itu terbangun dan segera mencengkeram tikus itu dengan kuku-kuku tajamnya. Hai
mahluk kecil.. berani benar kau mengganggu tidur ku. Jika sudah bangaun begini, harus ada
yang bisa ku makan. Maka kau akan menjadi makan malam ku. Grrrr. Kata singa
menggeram.
Mendengar singa yang tengah marah, si tikus malang itu menjadi sangat ketakutan. Dia pun
memberanikan diri untuk angkat bicara maaf singa yang perkasa.. aku tak sengaja. Aku
tersesat di hutan ini ketika sedang mencari makan. Aku sudah beruaha mencari jalan untuk
keluar dari hutan, tapi malah tak sengaja aku malah masuk ke dalam sarang mu. Maaf kan
aku.. kasihanilah anak-isteriku yang sedang menunggu ku di rumah. Aku janji, jika kau
melepaskan aku, maka suatu saat aku akan membalas kebaikan mu. Kata tikus memelas.
Mendengar perkataan tikus, singa menjadi tertawa terpingkal-pingkal. Hahaha.. mahluk
kecil seperti mu bisa apa? Hingga kau berani berjanji untuk menolong ku? Tapi baiklah..
karena kau sudah membuat ku tertawa dan aku juga kasihan dengan anak dan isteri mu,
maka kali ini kau akan ku lepaskan. Kau jalanlah lurus kea rah utara, maka kau akan bisa
keluar dari hutan ini. dan ingat..!! jangan sampai kau kembali lagi ke sini, atau aku akan
memakan mu dan tak akan mengampuni mu. Kata singa. Mendengar itu, si tikus menjadi
sangat senang. Tak henti-hentinya dia memanjatkan syukur dan bertekad akan menepati
jajinya pada singa suatu saat nanti.

Tiga bulan sudah berlalu setelah kejadian itu, pada suatu pagi.. si tikus mencari makan
seperti biasa. Kini dia hanya berkeliling di sekitar perbatasan hutan saja, karena takut jika
kembali tersesat seperti dulu. Ketika si tikus tengah asik mencari makan, lamat-lamat dia
mendengar suara erangan. Suaranya sudah sangat lemah. Dia pun mencari dari mana arah
suara itu. Betapa kagetnya dia ketika melihat singa yang dulu pernah di temuinya tengah
tak berdaya terjebak dalam jaring yang di pasang oleh pemburu. Tikus pun mendekatinya
dan bertanya tentang perihal kejadian yang menimpa singa.
Ternyata, sudah tiga hari lamnya singa terjebak di situ. Dia sudah berusaha meronta dan
berusaha keluar dari jerat jaring itu, tapi sia-sia. Ahirnya dia terkulai lemas karena kehabisan
tenaga dan kelaparan. Mendengar kisah singa itu, si tikus menjadi iba. Lalu dia pun ingat
pada janjinya dahulu, bahwa kelak dia akan membantu singa sebagai balas budi. Maka dia
pun berkata pada singa Hai singa yang perkasa.. dahulu kau meragukan janji ku yang akan
menolong mu karena ukuran tubuh ku yang kecil, Tapi kali ini mahluk kecil ini akan
menunjukan bahwa dia bisa menepati janji meski ukuranya tak seberapa. Mendengar
perkataan si tikus, singa sedikit kaget. Ternyata mahluk kecil itu masih ingat dengan janjinya
dan bukan di buat alas an hanya sekedar untuk melarikan diri. Maka dalam hatinya, singa
mengakui sifat yang di milikioleh si tikus.
Tikus itu lalu dengan segera menghampiri singa, dan menggigit tiap tali yang menjerat
tubuh sang singan hingga semua tali itu putus. Ahirnya setelahbeberapa waktu, semua tali
itu dapat di putuskan dan sang singa ahirnya bebas. Lalu singa menghampiri tikus dan
berkata Terimakasih kau telah menolong ku. Kini aku mengakui keberanian dan
kemampuan mu. Kemampuan tak di ukur dari bentuknya, tapi lebih dari apa yang mampu
mereka lakukan. Maka mulai saat ini, aku mengangkat mu menjadi sahabat. Dan kelak jika
kau butuh pertolongan ku, maka aku akan dating untuk membantu mu. Kata singan
kemudian kembali ke dalam lebatnya hutan. Sementara si tikus segera kembali ke
rumahnya. Hatinya merasa senang karena kini dia mendapat teman baru serta sudah
mampu menepati jani yang pernah dia buat dulu.
TAMAT

Anda mungkin juga menyukai