Anda di halaman 1dari 1

Tema : Keajaiban Kasih Karunia

Nats : Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang
patah dan remuk
(Mazmur 51:19)
Bacaan : Mazmur 51
Tujuan :
1. Agar para pemuda memiliki kepercayaan akan adanya sebuah
keajaiban kasih Tuhan
2. Agar para pemuda dapat selalu merenungkan betapa besar nya kasih,
pengampunan, dan karunia Allah
Ketika saya masih kecil, para ayah dari beberapa teman saya dengan
tekun me-mimpin keluarganya untuk membaca Alkitab setiap hari dan
mengikuti kebaktian setiap Minggu. Namun beberapa dari mereka
ternyata sesungguhnya sombong, bersikap seperti raja di rumahnya, tidak
jujur dalam usahanya, dan kejam terhadap orang-orang yang
membutuhkan. Sekalipun saya masih sangat kecil waktu itu, saya tahu
bahwa kemunafik-an semacam ini tercela di hadapan Allah.
Saya bersyukur bahwa ayah saya dan beberapa pria yang saya kenal
merupakan teladan dari iman sejati dan kerendahan hati. Mereka akan
langsung mengakui kesalahan mereka dan memperlakukan orang lain
dengan penuh belas kasih. Jelas sekali mereka sadar bahwa mereka telah
mendapatkan kasih karunia Allah yang sesungguhnya tidak layak mereka
dapatkan.
Dalam Mazmur 51, Daud mengungkapkan perasaan bersalahnya secara
menda-lam dan kerinduannya yang besar akan pengampunan Allah. Pada
saat ia berduka karena dosa-dosanya, ia datang kepada Tuhan dengan
korban berupa "hati yang patah dan re-muk" (ayat 19). Ketika Daud
merenungkan betapa besarnya kasih, pengampunan, dan karunia Allah, ia
dipenuhi ucapan syukur dan puji-pujian kepada Allah.
Jika kita menyadari betapa besar dosa kita, maka kita juga akan
menghadap Tuhan dengan korban berupa "hati yang patah dan remuk."
Bila kita merenungkan apa yang telah Yesus lakukan bagi kita di kayu
salib, yakni mengambil alih penghukuman atas segala dosa kita, maka
hati kita akan berlimpah dengan keajaiban kasih karunia Allah
KESEMPURNAAN ROHANI DIMULAI DENGAN HATI YANG PATAH