Anda di halaman 1dari 31

Ir.

Ferdinand Pakpahan, ME
Jafung Teknik Pengairan Utama IV/D
Jakarta, April 2015

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
ABSTRAK
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
2.
Maksud
3.
Tujuan

BAB III METODE PENELITIAN


1. Sifat Penelitian
2. Sumber Data
3. Cara Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A. Tinjauan Umum
1. Pengertian Kontrak Tahun Jamak
2. Pengertian Hukum Kontrak
3. Hukum Kontrak Konstruksi

B. PEMBAHASAN

B. Bentuk, Azaz dan Syarat Sahnya Kontrak


1. Bentuk Kontrak
2. Azaz Dalam Kontrak
3. Syarat Sahnya Kontrak
C. Pasal-Pasal Dalam Perjanjian
1. Prestasi (Performance) dan
Keterlambatan pembayaran (Payment Delayed)
2. Penyesuaian Harga (Price Adjusment)
3. Pemutusan Kontrak (Contract Termination)
4. Klaim dalam kontrak (Contract Claim)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Penelitian Dokumen Kontrak

1) Justifikasi Hukum atas Prestasi (Performance)


dan Keterlambatan (Delayed)
2) Justifikasi Hukum atas Penyesuaian Harga (Price
Adjusment)
3) Justifikasi Hukum atas Pemutusan Kontrak
(Contract Termination)
4) Justifikasi Hukum atas Klaim kontrak (Contract
Claim)
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
DAFTAR PUSTAKA

Kontrak tahun jamak (multiyears Contract) sangat penting


untuk dipahami didalam kegiatan perjanjian kerja konstruksi
yang memerlukan waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan (lebih
dari 1 (satu) tahun anggaran). Adanya perbedaan antara
peraturan sebelumnya yaitu Keppres 80 tahun 2003 (sudah tidak
diberlakukan lagi) dan FIDIC 2007 serta peraturan baru yaitu
Peraturan Presiden 54 tahun 2010 sebagai pengganti Keppres 80
tahun 2003 mengakibatkan perlunya diketahui hal-hal yang
berdampak terutama terhadap nilai kontrak akibat perubahan
waktu dan lainnya sehingga untuk kontrak yang diberlakukan
saat ini tidak akan menjadi masalah bagi penyelenggara
kontrak.

Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

Latar Belakang

Pekerjaan konstruksi yang semakin tahun semakin


berkembang di Indonesia, dapat kita lihat pada tahun 70
an dimana konstruksi bangunan baik itu gedung-gedung,
jalan raya dan sumber daya air sangatlah terbatas tetapi
kini mengalami suatu kemajuan yang besar.

Kegiatan konstruksi semakin memerlukan peraturan /


aturan yang semakin kompleks terutama untuk mencegah
terjadinya perselisihan antara pengguna jasa dengan
penyedia jasa. Peraturan yang ada senantiasa berubah
sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman dimana
perubahan ini juga mempertimbangkan hukum kontrak
internasional dan kondisi dalam negeri.

Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

Maksud

Untuk mengetahui dan memahami kontrak tahun jamak


(multiyears contract) yang berlaku saat ini berdasarkan
peraturan yang ada dan menerapkan kontrak tahun jamak
untuk
peraturan
yang
berlaku
saat
ini
dan
membandingkannya dengan FIDIC terjemahan 10 November
2007.

Tujuan

Agar didalam penerapan kontrak tahun jamak (multiyears


contract) tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan
permasalahan terhadap penyedia jasa ataupun pengguna
jasa.

Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

A. Tinjauan Umum
1. Pengertian Kontrak Tahun Jamak :
Kontrak Tahun Jamak (Multiyears Contract) adalah adalah
perikatan antara pengguna barang/jasa dan penyedia barang/jasa
dalam pekerjaan pengadaan barang/jasa yang anggarannya
melebihi satu tahun anggaran dan pelaksanaannya memerlukan
waktu lebih dari dua belas bulan serta secara teknis pekerjaannya
tidak dapat dipecah-pecah.

2. Pengertian Hukum Kontrak


Hukum kontrak merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, yaitu
contract of law, sedangkan dalam bahasa Belanda disebut dengan
istilah overeenscomstrecht.
Lawrence M. Friedman
mengartikan hukum kontrak adalah :
Perangkat hukum yang hanya mengatur aspek tertentu dari pasar
dan mengatur jenis perjanjian tertentu." (Lawrence M. Friedman,
2001:196)
Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

3. Hukum Kontrak Konstruksi


1). Kontrak Tahun Jamak menurut Peraturan Presiden No. 70 tahun
2012 pasal 52 ayat 2 dan 3 adalah : Kontrak Tahun Jamak
merupakan Kontrak yang pelaksanaan pekerjaannya untuk masa
lebih dari 1 (satu) Tahun Anggaran atas beban anggaran, yang
dilakukan setelah mendapatkan persetujuan:
a. Menteri Keuangan untuk kegiatan yang nilainya diatas
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah);
b. Menteri/Pimpinan Lembaga yang bersangkutan untuk kegiatan
yang nilai kontraknya sampai dengan Rp10.000.000.000,00
(sepuluh miliar rupiah) bagi kegiatan tertentu dan
c. Pada pemerintah daerah disetujui oleh Kepala Daerah sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang undangan.
d. Dikecualikan dari ketentuan, untuk Kontrak Tahun Jamak yang
sebagian atau seluruhnya dibiayai dari Pinjaman/Hibah Luar
Negeri (PHLN).
2). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 157/PMK.02/2013 tentang
Tata Cara Pengajuan Persetujuan Kontrak Tahun Jamak
(Multiyears Contract) Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

B. Bentuk, Azaz dan Syarat Sahnya Kontrak


1. Bentuk Kontrak
Kontrak konstruksi terdiri dari :
1) Kontrak berdasarkan aspek perhitungan biaya
Fixed Lump Sum Price
Unit Price
2) Kontrak berdasarkan aspek perhitungan jasa
Biaya Tanpa Jasa (Cost Without Fee)
Biaya Ditambah Jasa (Cost Plus Fee)
3) Kontrak berdasarkan aspek cara pembayaran
Cara Pembayaran Bulanan (Monthly Payment)
Cara Pembayaran atas Prestasi (Stage Payment)
Pra Pendanaan Penuh dari Penyedia Jasa
(Contractors Full Pre-financed)
Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

4) Kontrak berdasarkan aspek pembagian tugas


Kontrak Konvensional
Kontrak Spesialis
Kontrak Rancang Bangun (Design Construction/Built,
Turn-key)
Kontrak Engineering, Procurement dan Construction
(EPC)
Kontrak BOT/BLT
Swakelola (Force Account)

Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

2. Azaz Dalam Kontrak


1)
2)
3)
4)
5)

Azaz
Azaz
Azaz
Azaz
Azaz

Kebebasan Berkontrak (freedom of contract)


Konsensualisme (concensualism) .
Kepastian Hukum (pacta sunt servanda)
Itikad Baik (good faith)
Kepribadian (personality)

3. Syarat Sahnya Kontrak


Dasar hukum dari sahnya suatu perjanjian adalah pasal 1320
Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerd.). Disebutkan
bahwa sahnya suatu perjanjian diperlukan empat syarat, yaitu:
1) Kesepakatan dari mereka yang mengikatkan diri,
2) Kecakapan untuk membuat suatu perikatan,
3) Suatu hal tertentu, dan
4) Suatu sebab yang halal.
Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

10

C. Pasal-Pasal Dalam Perjanjian


1.Prestasi (Performance) dan Keterlambatan Pembayaran (Payment
Delayed) Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010
terdapat pengaturan tentang prestasi dari tiap kontrak pada pasal
88 dan pasal 89 . dan didalam FIDIC 2007 terdapat beberapa pasal
yang mengatur tentang prestasi pada pasal 13 dan pasal 14.
2. Penyesuaian Harga (Price Adjustment Price)
Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 terdapat
pengaturan tentang penyesuaian harga dari tiap kontrak pada pasal
92 dan di dalam FIDIC 2007 pada pasal 13 dan pasal 20.

3. Pemutusan Kontrak (Contract Termination)


Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 terdapat
pengaturan tentang pemutusan kontrak pada pasal 93 oleh PPK
secara sepihak dan FIDIC pada pasal 15 dan pasal 16.
Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

11

4. Klaim dalam Kontrak (Contract Claim)


Didalam Peraturan Presiden No.54 tahun 2010 tidak jelas tertulis
tentang adanya klaim baik dari pengguna jasa maupun penyedia
jasa. Hanya ada pada pasal 87 tentang perubahan kontrak PPK
bersama penyedia barang/jasa dapat melakukan perubahan
kontrak sedangkan pada FIDIC di pasal 20.1
Penyelesaian perselisihan.
Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 terdapat
pengaturan tentang penyelesaian perselisihan kontrak pada pasal
94 yaitu:
1) Para pihak yang bersengketa terlebih dahulu menyelesaikannya
melalui musyawarah untuk mufakat.
2) Jika tidak tercapai maka melalui arbitrase atau melalui
pengadilan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

12

1.Sifat Penelitian

Berdasarkan sifat masalahnya penelitian ini adalah penelitian


deskriptif:
Penelitian
deskriptif
adalah
penelitian
yang
berusaha
mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi
saat sekarang. Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian
yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang
ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia.
Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik,
perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena
yang satu dengan fenomena lainnya (Sukmadinata, 2006:72).
Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha
mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnya
kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang,
proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi,
atau tentang kecendrungan yang tengah berlangsung. Fenomena
disajikan secara apa adanya hasil penelitiannya diuraikan secara
jelas dan gamblang tanpa manipulasi oleh karena itu penelitian ini
tidak ada suatu hipotesis tetapi adalah pertanyaan penelitian.

Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

13

a. Tujuan :

Penelitian deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi


secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta
tertentu. Didalam tulisan ini di ambil sebahagian masalah
utama dari Perpres 54 tahun 2010 dan FIDIC 2007 mengenai
; Prestasi (Performance) dan Keterlambatan Pembayaran
(Payment Delayed), Penyesuaian Harga (Price Adjustment
Price), Pemutusan Kontrak (Contract Termination) dan Klaim
dalam Kontrak (Contract Claim).

b.

Ciri-ciri

c.

Langkah-langkah Pokok :

Tidak perlu mencari hubungan, menguji hipotesa, dan


membuat ramalan.

Perumusan masalah.
Menentukan jenis informasi yang diperlukan.
Menentukan prosedur pengumpulan data.
Menentukan prosedur pengolahan data.
Menarik kesimpulan penelitian.

Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

14

2. Sumber Data
Sebagai sumber data dalam tinjauan ini adalah:
Peraturan Presiden RI No.54 Tahun 2010 tentang Pengadaan
Barang dan Jasa
FIDIC tahun 2007 tentang Persyaratan kontrak untuk
Pelaksanaan Konstruksi.

3. Cara Penelitian
Mengidentifikasi dan Memilih Masalah yang Akan Diteliti
Merumuskan dan Mengadakan Pembatasan Masalah
Melakukan Kajian Pustaka
Membuat Asumsi atau Anggapan-Anggapan
Menentukan Instrumen
Teknik Pengumpulan Data
Analisi Data
Menarik Kesimpulan atau Generalisasi
Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

15

A. Hasil Penelitian Terhadap Dokumen Kontrak


Penelitian yang dilakukan terhadap kontrak yang mana penulis
telah mengalami langsung selama turut aktip dalam kegiatan
proyek-proyek, baik itu kontrak tahun tunggal, kontrak tahun
jamak maupun kontrak multiyears yang bersumber dana dari
rupiah murni atau pinjaman luar negeri.

Penelitian juga telah dilaksanakan pada saat penulis berperan


sebagai nara sumber dalam kegiatan pelatihan beberapakali
untuk pejabat proyek, dimana kegiatan penyampaian materi
kontrak tahun jamak dan hal-hal yang dapat merubah harga
kontrak mendapati bahwa para peserta pada umumnya kurang
menguasai materi pasal-pasal tentang hak dan kewajiban baik
itu pengguna jasa atau penyedia jasa karena adanya perbedaan
tentang implementasi dari adanya klaim maupun penyesuaian
harga kontrak berdasarkan kepada Perpres 54 tahun 2010
tentang pengadaan Barang dan Jasa dan FIDIC 2007 tentang
Persyaratan kontrak untuk Pelaksanaan Konstruksi.
Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

16

B. PEMBAHASAN
1. Justifikasi Hukum atas Prestasi (Performance) dan
Keterlambatan Pembayaran (Payment Delayed).
Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 terdapat
pengaturan tentang prestasi dari tiap kontrak pada pasal 88 dan pasal 89
sebagai berikut:
1) Pemberian uang muka dapat diberikan kepada penyedia barang/jasa
2) Untuk kontrak tahun jamak adalah nilai paling kecil diantara 2 (dua)
pilihan:
20% dari nilai kontrak tahun pertama atau
15% dari nilai kontrak.
3) Nilai jaminan uang muka secara bertahap dapat dikurangi secara
proporsional sesuai dengan pencapaian prestasi pekerjaan.
4) Pembayaran prestasi pekerjaan dapat diberikan dalam bentuk:
Pembayaran bulanan.
Pembayaran berdasarkan termin pekerjaan.
Pembayaran sekaligus setelah selesai pekerjaan.
Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

17

Didalam FIDIC ada beberapa persyaratan pada pasal 14 yang harus


dipenuhi sebagai berikut:
1) Persyaratan uang muka berdasarkan pasal yang tertera didalam
kontrak
2) Pembayaran uang muka dibayar setelah pengguna jasa menerima:
Jaminan pelaksanaan
Jaminan uang muka
3) Kontraktor harus memperpanjang jaminan jika pengembalian uang
muka belum lunas sampai dengan 28 hari sebelum berakhirnya
masa jaminan tersebut.
4) Pengembalian uang muka dilakukan secara proporsional.
5) Pembayaran uang muka 42 hari setelah penerbitan surat
persetujuan atau 21 hari setelah menerima jaminan pelaksanaan
dan jaminan uang muka.
6) Berita acara pembayaran dilakukan 65 hari setelah enjineer
menerima pernyataan tagihan.
Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

18

Dari kondisi di atas maka pengguna jasa dan penyedia jasa


haruslah mencantumkan persyaratan diatas dengan jelas
didalam kontrak, sehingga tidak terjadi keadaan yang akan
menimbulkan kesalah pahaman didalam melaksanakan kontrak.
Didalam Perpres 54 tahun 2010 tidak jelas tentang adanya
keterlambatan pembayaran tetapi dalam FIDIC tercantum
bahwa kontraktor berhak atas biaya bunga uang jika pengguna
jasa tidak membayar dalam 56 hari setelah disahkannya Berita
acara pembayaran oleh enjineer.
Untuk keterlambatan yang terjadi maka penyedia jasa akan
dikenakan biaya bunga uang menurut bunga tahunan 3% lebih
tinggi dari bunga Bank sentral di negara dengan mata uang
pembayaran.
Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

19

2. Justifikasi Hukum Atas Penyesuaian Harga (Price Adjusment)


Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 terdapat
pengaturan tentang penyesuaian harga dari tiap kontrak pada
pasal 92 sebagai berikut:
1) Diberlakukan bagi kontrak tahun jamak berbentuk kontrak
harga satuan.

2) Tidak diberlakukan terhadap kontrak tahun tunggal dan


kontrak lump sum serta pekerjaan dengan harga satuan
timpang.
3) Diberlakukan mulai bulan
pelaksanaan pekerjaan.

Ke

13

(ketiga

belas)

sejak

4) Diberlakukan bagi semua mata pembayaran, kecuali komponen


keuntungan dan biaya operasional.

Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

20

5) Diberlakukan sesuai dengan jadwal awal/addendum kontrak


6) Untuk barang dari luar negeri, menggunakan index dari Negara
asal barang tersebut.

7) Untuk pekerjaan baru dengan harga satuan baru, penyesuaian


harga berlaku sejak addendum kontrak tersebut.
8) Kontrak terlambat pelaksaannya akibat kesalahan penyedia
barang/jasa, penyesuaian harga berdasarkan indeks harga
terendah antara jadwal awal dengan jadwal realisasi
pekerjaan.

Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

21

Sesuai dengan FIDIC 2007 terdapat pengaturan tentang penyesuaian


harga (price adjustment) dari tiap kontrak pada pasal 13 sebagai berikut:
1)

Nilai kontrak harus disesuaikan dengan memperhitungkan akibat


penambahan atau pengurangan biaya akibat perubahan hukum.

2)

Mata uang local dan asing harus tertuang lengkap dalam kontrak.
Jika tidak tercantum maka penyesuaian biaya tidak dapat
direalisasikan.

3)

Jumlah yang dibayarkan untuk Penyesuaian harga disesuaikan dengan


kenaikan atau penurunan upah buruh, barang dan komponen lain
dalam pekerjaan.

4)

Mata uang indeks bukanlah mata uang pembayaran terkait,setiap


indeks harus di koversikan kedalam mata uang pembayaran terkait
pada kurs jual.

Dari kondisi diatas maka penyesuaian harga adalah merupakan suatu


kompensasi terhadap terjadinya suatu perubahan harga terhadap buruh,
barang dan komponen lain dimana penyesuaian ini akan mengakibatkan
berjalannya proyek dengan normal terhadap harga di lapangan.
Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

22

3. Justifikasi atas Pemutusan Kontrak (Contract Termination)


Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 terdapat
pengaturan tentang pemutusan kontrak pada pasal 93 oleh PPK
secara sepihak apabila:
1) Denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan
penyedia barang/jasa sudah melampaui 5% dari nilai kontrak.

2) Penyedia barang/jasa lalai/cidera janji dalam melaksanakan


kewajibannya dan tidak tepat waktu sesuai kesepakatan.
3) Penyedia jasa terbukti melakukan KKN oleh instansi yang
berwewenang.

4) Pengaduan
tentang
penyimpangan
prosedur,
dugaan
KKNdan/atau
pelanggararan persaingan sehat dalam
pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dinyatakan benar oleh
instansi yang berwenang.
Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

23

Sesuai dengan FIDIC 2007 terdapat pengaturan tentang pemutusan


kontrak (contract termination) pada pasal 15 Pemutusan oleh
pengguna jasa dan pada pasal 16 penghentian dan pemutusan oleh
kontraktor sebagai berikut:
1) Pemutusan oleh Pengguna Jasa (Pasal 15):
Gagal memberikan Jaminan Pelaksanaan atau pemberitahuan
memperbaiki kegagalan dalam waktu yang ditetapkan.
Mengabaikan pekerjaan untuk tidak melanjutkan kewajiban
menurut kontrak.
Tanpa alasan yang jelas gagal untuk melanjutkan pekerjaan dan
perbaikan pekerjaan.
Meng sub-kontrakkan
seluruh pekerjaan atau mengalihkan
kontrak tanpa kesepakatan yang disyaratkan.
Jatuh pailit atas putusan pengadilan.
Terlibat dan terbukti KKN.
Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

24

2) Penghentian dan Pemutusan oleh Kontraktor


Jika pengguna jasa gagal untuk mensahkan Penerbitan Berita
Acara Pembayaran dan gagal untuk membayar maka kontrak
dapat dihentikan oleh kontraktor.
Pemutusan oleh kontraktor jika tidak menerima bukti dalam
waktu 42 hari tentang hak kontraktor untuk menghentikan
pekerjaan.
Pengguna jasa gagal menerbitkan Berita Acara Pembayaran
dalam waktu 56 hari setelah menerima laporan tagihan.
Kontraktor tidak menerima jumlah yangmenjadi haknya dalam
batas waktu 42 hari setelah terbitnya BA Pembayaran.
Pengguna jasa gagal dalam memenuhi kewajibannya berdasarkan
kontrak.
Pengguna jasa gagal memenuhi perjanjian kontrak atau
penunjukan.
Penghentian yang berkepanjangan mengakibatkan kerugian bagi
penyedia jasa.
Pengguna jasa pailit sesuai keputusan pengadilan.
Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

25

4. Justifikasi Hukum atas Klaim Kontrak (Contract Claim)


Didalam Peraturan Presiden No.54 tahun 2010 tidak jelas tertulis
tentang adanya klaim baik dari pengguna jasa maupun penyedia
jasa. Hanya ada pada pasal 87 tentang perubahan kontrak. PPK
bersama penyedia barang/jasa dapat melakukan perubahan
kontrak yang meliputi:
1) Menambah atau mengurangi volume pekerjaan yg tercantum
dalam Kontrak;
2) Menambah dan/atau mengurangi jenis pekerjaan;
3) Mengubah spesifikasi teknis pekerjaan sesuai dengan
kebutuhan lapangan; atau
4) Mengubah jadwal pelaksanaan.
Didalam FIDIC 2007 terdapat pasal yang tertulis tentang Klaim
yang tertera pada pasal 20 yang meliputi:
1) Klaim atas perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan akibat
kesalahan pengguna jasa
2) Klaim atas pembayaran tambahan pekerjaan dengan data
pendukung yang lengkap.
Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

26

Penyelesaian Klaim
Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 terdapat
pengaturan tentang penyelesaian perselisihan kontrak pada pasal 94
yaitu:
1) Para pihak yang bersengketa terlebih dahulu menyelesaikannya
melalui musyawarah untuk mufakat.
2) Jika tidak tercapai maka melalui arbitrase atau melalui
pengadilan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sesuai dengan FIDIC 2007 terdapat ketentuan pengaturan tentang
penyelesaian perselisihan kontrak pada pasal 20 yaitu:
1) Para pihak akan menunjuk Dewan Sengketa yang terdiri dari satu
atau tiga orang yang memiliki pengalaman professional.
2) Dilakukan secara musyawarah untuk mufakat jika Dewan
Sengketa tidak dapat menyelesaikan perselisihan.
3) Jika Musyawarah gagal dalam member keputusannya dalam
jangka 84 hari, maka penyelesaian sengketa dilaksanakan melalui
Arbitrase.
Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

27

1. Kontrak Tahun Jamak sangat diperlukan untuk diketahui oleh


pengguna jasa dan penyedia jasa terutama setelah terbitnya
Perpres 54 tahun 2010 sebagai pengganti Keppres 80 tahun 2003
dan FIDIC 2007 sebagai aturan internasional agar tidak terjadi
sengketa dan temuan dalam pemeriksaan.
2. Justifikasi Hukum atas Prestasi (Performance) dan Keterlambatan
Pembayaran (Payment Delayed) terdapat perbedaan antara Perpres
54 tahun 2010 dengan FIDIC 2007 yaitu terdapat hak dari penyedia
jasa untuk klaim tentang bunga uang jika pembayaran terlambat
dalam 56 hari setelah disahkannya Berita acara pembayaran oleh
enjineer.
3. Justifikasi Hukum Atas Penyesuaian Harga (Price Adjusment)
terdapat uraian yang jelas dalam Perpres 54 tahun 2010 bahwa
penyesuaian harga diberlakukan sejak bulan ke 13 sedangkan
dalam FIDIC 2007 hanya tercantum akibat penyesuaian hukum.

Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

28

4.

Justifikasi atas Pemutusan Kontrak


(Contract Termination)
terdapat uraian yang jelas pemutusan kontrak pada Perpres 54
tahun 2010 jika keterlambatan melebihi 5% dari kontrak dan yang
lainnya hampir sama terutama kesalahan akibat tidak
melaksanakan tanggungjawab sesuai kontrak.

5.

Justifikasi Hukum atas Klaim Kontrak (Contract Claim) didalam


Perpres 54 tahun 2010 hanya ada tentang penambahan atau
pengurangan jenis pekerjaan dan waktu sedangkan di FIDIC tahun
2007 jelas ada kata Klaim tetapi pada prinsipnya yang di klaim
adalah sama yaitu waktu dan materi. Untuk penyelesaian
sengketa pada Perpres 54 tahun 2010 penyelesaiannya adalah
melalui musyawarah dan jika tidak berhasil melalui Arbitrase
serta jika gagal lagi melalui Pengadilan sedangkan FIDIC tahun
2007 penyelesaian perselisihan melalui Dewan Sengketa terdiri
dari satu atau tiga orang yang dinyatakan dalam data kontrak,
musyawarah, arbitrase.

Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

29

DAFTAR PUSTAKA

1. Peraturan Presiden RI Nomor 54 tahun 2010 tetang


Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
2. FIDIC tahun 2007 tentang Persyaratan Kontrak untuk
Pelaksanaan Konstruksi

Ir. Ferdinand Pakpahan, M.E.

JafungTeknik Pengairan Utama IV/D

30