Anda di halaman 1dari 38

AKUNTANSI BIAYA BAHAN

BAKU, TENAGA KERJA,


OVERHEAD PABRIK, &
FUNCTIONAL COSTING
SYSTEM (JOB ORDER)

Kristin Rosalina

ALIRAN BIAYA MANUFAKTUR

Biaya pembelian
Bahan baku
Prinsip:
Actual Costing/
Normal Costing/
Standard
Costing

Persediaan
Barang Jadi

Tenaga
Kerja
Langsung

Persediaan
Bahan
Baku

Barang Dalam
Proses (BB, BTKL,
BOP)

Biaya
Overhead
Pabrik

Harga Pokok
Penjualan

AKUNTANSI BAHAN BAKU DAN


BAHAN PENOLONG

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


PEMBELIAN BAHAN

Komponen harga perolehan bahan:

Harga beli
Ongkos angkut pembelian (menambah jika FOB Shipping Point)
Pajak (menambah)
Diskon pembelian (mengurangi)
Retur dan potongan pembelian (mengurangi)

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


PEMAKAIAN BAHAN

PERLAKUAN AKUNTANSI: BAHAN BAKU


Saat membeli bahan (15.600.000 bahan baku langsung & Rp.
4.400.000 bahan pembantu)

Pemakaian bahan baku langsung Rp. 14.900.000

Pemakaian bahan pembantu Rp. 1.600.000

CONTOH: MATERIAL REQ. FORM

Date
January 11, 2004
Department
Assembly
Job
Briefcas
Description
Total Cost
Buckles
$300

Quantity
10

Jim Lawson
Authorized Signature

Material Requisition
Number 12

Cost/Unit
$30

AKUNTANSI TENAGA KERJA

PERLAKUAN AKUNTANSI: TENAGA KERJA


Total pembayaran gaji tenaga kerja di pabrik Rp. 9.200.000.

Total kewajiban pembayaran gaji tenaga produksi terdiri dari:


tenaga kerja langsung (240 Jam TKL dengan tariff per jam TKL
Rp. 30.000) & sisanya adalah utang gaji kepada mandor
pabrik dan tenaga pemeliharaan fasilitas produksi

CONTOH: JOB TIME TICKET

Job Time Ticket


4
Employee Number
Number 8
Name Ed Wilson
Date January 12, 2003
Start Time Stop Time Total Time Hourly Rate
Job Number

8:00
10:00
11:00
1:00

10:00
11:00
12:00
5:00

2
1
1
4

Jim Lawson
Authorized Signature

$9
9
9
9

Department Supervisor

$18
9
9
36

Amount

Backpacks
Briefcases
Backpacks
Backpacks

BIAYA OVERHEAD PABRIK

KONSEP DASAR BOP DIBEBANKAN


Biaya overhead pabrik aktual (actual costing) VS Biaya
overhead pabrik dibebankan (normal costing)
Terdapat beberapa BOP yang jumlah aktual pemakaiannya
langsung bisa dideteksi pada saat tepat setelah proses produksi
selesai (pada saat terjadinya). Contohnya: pemakaian bahan baku
tidak langsung.
Ada pula beberapa BOP yang jumlah aktual pemakaiannya tidak
bisa langsung dideteksi tepat pada saat proses produksi selesai,
melainkan di akhir periode. Contohnya: biaya tagihan listrik.
Oleh karena permasahan tersebut diatas, pada prinsip normal
costing, untuk kepentingan penghitungan biaya & harga jual
produk, BOP yang digunakan dalam perhitungan HPP awal mulanya
menggunakan BOP Dibebankan (bukan aktual). Adapun selisih
antara BOP dibebankan dan BOP aktual akan disesuaikan di setiap
akhir periode.

PENGHITUNGAN BOP DIBEBANKAN

Dasar pembebanan (alokasi) yang bisa digunakan:

Output unit
Biaya Bahan Baku Langsung
Biaya Tenaga Kerja Langsung
Jam Tenaga Kerja Langsun
Jam Mesin

DASAR ESTIMASI ANGGARAN (BOP &


DASAR PEMBEBANAN)
Kapasitas Teoritis: Merupakan kapasitas terkait dengan fsailitas
produksi yang mampu digunakan pada tingkat kegunaan
(kecepatan) penuh (kondisi ideal) tanpa adanya gangguan.
Kapasitas Praktis: Kapasitas teoritis yang disesuaikan dengan
berbagai gangguan yang terjadi seperti kegagalan, kerusakan,
aktivitas perbaikan, serta aktivitas pemeliharaan.
Kapasitas Aktual yang Diperkirakan: Mengacu pada jumlah
output yang diperkirakan akan diproduksi selama periode-periode
yang dimaksud. Cenderung berfluktuasi dari satu periode ke periode
berikutnya karena peningkatan atau penurunan dalam produksi.
Kapasitas Normal: Ditentukan dengan melihat trend rata-rata
aktivitas pada beberapa periode sebelumnya. Observasi tersebut
dimaksudkan untuk meratakan fluktuasi yang terjadi.

PERLAKUAN AKUNTANSI: BOP AKTUAL


BOP Aktual (Dari pembahasan sebelumnya)

BOP Aktual lainnya hanya dicatat di akhir periode akuntansi: beban


penyusutan gedung pabrik untuk bulan Maret 2011 adalah sebesar
Rp. 1.100.000; Beban penyusutan mesin pabrik untuk bulan Maret
sebesar Rp. 1.500.000, tagihan utilitas pabrik untuk bulan Maret
sebanyak Rp.1.000.000, dan beban asuransi bangunan pabrik
adalah sebesar Rp. 500.000.

PERLAKUAN AKUNTANSI: BOP


DIBEBANKAN
Diketahui: kebijakan penentuan tariff BOP menggunakan jam
tenaga kerja langsung. Untuk bulan Maret 2011, diketahui
anggaran BOP Rp. Rp. 8.000.000, jam TKL dianggarkan untuk
bulan Maret sebesar 250 jam TKL; sedangkan jam TKL Aktual
sebesar 240 Jam TKL.

SELISIH BOP DIBEBANKAN DAN BOP


AKTUAL
Di akhir periode, akun biaya overhead pabrik dibebankan
selanjutnya ditutup kea ke dalam akun pengendali overhead

JOB ORDER COSTING SYSTEM

Costing
System
Depend on
variety of
services or
products

Process
Process or
or
job-order
job-order
costing?
costing?

Characteristics
Characteristics of
of Job-Order
Job-Order
Costing
Costing
Wide-variety of services

or products that are quite


distinct from each other
Cost accumulated by job
Unit cost computed by

dividing total job costs


by units produced on that
job

BEAT
SOUTH
HIGH

Characteristics
Characteristics of
of Process
Process
Costing
Produce large quantities of
Costing
similar or homogeneous
products
Cost accumulated by process or

department for a given period


of time
Unit cost computed by dividing

process costs of period by the


units produced in the period

1. Identify the Job that is the Chosen Cost


Object
2. Identify the Direct Costs of the Job
3. Select the Cost-Allocation base(s) to use
for allocating Indirect Costs to the Job
4. Match Indirect Costs to their respective
Cost-Allocation base(s)

5.

Calculate an Overhead Allocation Rate:

6.

Allocate Overhead Costs to the Job:

7.

Budgeted OH Costs Budgeted OH Allocation Base

OH Allocation Rate x Actual Base Activity For the Job

Compute Total Job Costs by adding all direct and indirect


costs together

BEBERAPA JURNAL TERKAIT


Pembelian BB & Bahan Penolong
Pengakuan beban tenaga kerja pabrik
Pengakuan BOP (pemakaian/ terjadinya BOP
Aktual)
Penggunaan BB
Distribusi beban gaji tenaga kerja (langsung,
tidak langsung/ BOP, & beban komersial)
Pembebanan BOP
Penyelesaian pesanan
Penjualan produk

Anda mungkin juga menyukai