Anda di halaman 1dari 9

BIAYA OVERHEAD PABRIK:

Departementalisasi
Kristin Rosalina

Konsep Dasar
Departementalisasi: membagi pabrik ke
dalam segmen-segmen departemen,
dimana salah satunya berfungsi sebagai
muara biaya overhead pabrik
dibebankan.
Fungsi departementalisasi:
pengendalian biaya produksi, khususnya
biaya overhead, dengan menjadikannya
sebgai tanggung jawab setiap manajer
departemen;
perhitungan biaya produksi yang lebih baik.

Alokasi Biaya Overhead


Biaya overhead pabrik terjadi di departemen
produksi maupun di departemen pembantu.
Biaya produksi suatu produk hanya dihitung
berdasar biaya yang terjadi di departemen
produksi (tempat aktivitas pengonversian
bahan baku menjadi barang jadi).
Departemen pendukung hanya berfungsi
melayani keperluan dari departemen
produksi.
Agar semua biaya di departemen produksi &
pembantu tetap bisa terakumulasi dalam
biaya produk perlu dilakukan alokasi biaya
overhead dari departemen jasa ke
departemen produksi.

Metode Alokasi Biaya Overhead Pabrik


(BOP)
Metode Langsung: biaya dari departemen jasa
didistribusikan hanya ke departemen produksi saja,
tanpa didistribusikan ke departemen jasa lainnya.
Metode Bertahap: mendistribusikan biaya dari
departemen pembantu dalam satu urutan langkah,
yaitu berdasarkan urutan yang ditentukan
berdasarkan beberapa pertimbangan. Biasanya,
urutan ditentukan berdasar peringkat besar kecilnya
penyerapan biaya pada masing-masing departemen.
Metode Simultan: memperhitungkan secara lengkap
hubungan timbal balik antara satu departemen jasa
dengan departemen lainnya.

CONTOH SOAL

Biaya departemen pemeliharaan dialokasikan


menggunakan dasar aktivitas jam mesin,
sedangkan biaya dari departemen jasa umum
dialokasikan berdasarkan jumlah tenaga kerja.
Tarif overhead yang ditentukan dimuka atas
departemen produksi ditentukan dengan
menggunakan dasar alokasi jam tenaga kerja
langsung.

Jawaban: Metode Langsung

Jawaban: Metode Bertahap

Jawaban: Metode Simultan

Jawaban: Metode Simultan