Anda di halaman 1dari 1

Prinsip Preparasi Penyangga Jembatan

Prinsip preparasi penyangga adalah mendapatkan bentuk akhir yang menjamin retensi
yang sebesar-besarnya bagi retainer. Retensi utama preparasi terletak pada bidang aksial, makin
luas bidang ini, makin besar pula retensinya.
Di samping luas bidang aksial, perlu diperhatikan juga penyudutan bidang tersebut.
Bidang aksial yang slaing membuat sudut sekitar 5 derajat dianggap yang paling menguntungkan
di klinik karena dapat memberi retensi yang besar, juga memudahkan adonan semen lolos
melalui tepi retensi jembatan pada waktu penyemenan di rongga mulut. Sebenarnya, bidang
aksial yang semakin mendekati kesejajaran, makin besar pula retensinya, akan tetapi makin sukar
juga semen dapat lolos pada saat pemasangan jembatan.
Sebaliknya, jika penyudutan diatas 5 derajat, makin berkurang retensinya. Contoh
penyudutan bidang aksial sebesar 10 derajat maka menghasilkan retensi yang tinggal separuh
dari penyudutan yang 5 derajat. Bila terpaksa harus memakai gigi penyangga dengan mahkota
klinik yang pendek, preparasi bidang aksial dibuat lebih mendekati sejajar. Diharapkan adonan
semen masih dapat keluar karena bidang aksial yang tidak terlalu tinggi.

Prajitno, H.R., Yuwono, Lilian. 1991. Ilmu Geligi Tiruan Jembaran. Jakarta: EGC.

Anda mungkin juga menyukai