Anda di halaman 1dari 2

Sekresi liur berlangsung

ditingkatkan oleh refleks

terus-menerus

dan

dapat

Secara rerata, sekitar 1 sampai 2 liter liur dikeluarkan setiap hari, berkisar
dari laju basal spontan terus-menerus sebesar 0,5 ml/menit hingga laju aliran
maksimal sekitar 5 ml/menit sebagai respons terhadap rangsangan kuat
misalnya menghisap jeruk. Sekresi basal liur yang terus-menerus tanpa
rangsangan yang jelas ditimbulkan oleh stimulasi konstan tingkat rendah oleh
ujung-ujung saraf paarsimpatis yang berakhir di kelenajr liur. Sekresi basal ini
penting untuk menjaga mulut dan tenggorokan selalu basah. Selain sekresi
terus-menerus tingkat rendah ini, sekresi liur dapat ditingkatkan oleh dua jenis
refleks liur, refleks liur sederhana dan terkondisi.

Refleks liur sederhana dan terkondisi


Refleks liur sederhana terjadi ketika kemoreseptor dan reseptor di dalam
rongga mulut berespons terhadap keberadaan makananan. Pada pengaktifan,
reseptor-reseptor ini menghasilkan impils serat-serat saraf aferen yang
membawa informasi ke pusat liur, yang terletak di medullabatang otak, seperti
semua pusat otak yang mengontrol aktivitas pencernaan. Pusat liur, selanjutnya,
mengirim impuls melalui saraf otonom ekstrinsik ke kelenjar liur untuk
meningkatkan sekresi liur. Tindakan kedokteran gigi mendorong sekresi liur
tanpa adanya makanan karena manipulasi ini mengaktifkan reseptor tekanan di
mulut.
Pada refleks liur terkondisi, atau di dapat, saliva terjadi tanpa stimulasi
oral. Hanya berpikir, melihat, mencium, atau mendengar pembuatan makanan
yang lezat memicu saliva melalui refleks ini. Kita semua pernah mengalami liur
menetes ketika mengantisipasi sesuatu yang lezat untuk dimakan. Ini adalah
respons yang dipelajari berdasarkan pengalaman sebelumnya. Sinyal yang
berasal dari mulut dan secara mental dikaitkan dengan kenikmatan makan
bekerja melalui korteks serebri untuk merangsang pusat liur di medulla.

Pengaruh otonom pada sekresi liur


Pusat liur mengontrol derajaat pengeluaran liur melaui saraf otonom yang
menyarafi kelenjar liur. Tidak seperti sistem saraf otonom di tempat lain di tubuh,
respons simpatis dan parasimpatis di kelenjar liur tidak antagonistik. Baik
stimulasi simpatis maupun parasimpatis meningkatkan sekresi liur tetapi jumlah,
karakteristik, dan meknaismenya berebeda. Stimulasi parasimpatis, yang
memiliki efek dominan dalam sekresi liur, menghasilkan liur yang segera keluar,
encer, jumlahnya banyak, dan kaya enzim. Stimulasi simpatis, sebailknya,
menghasilkan liur dengan volume terbatas, kental, dan kaya mukus. Karena
stimulasi simpatis menhasilkan lebih kering daripada biasanya selama keadaankeadaan dimana sistem simpatis dominan, mislanya situasi penuh stres. Karena
itu, orang sering merasa mulutnya kering karena rasa cemas ketika akan
berpidato.

Sekresi liur dalah satu-satunya sekresi pencernaan yang seluruhya berada


di bawah kontrol saraf. Semua sekresi pencernaan lainnya diatur oleh refleks
sistem saraf dan hormon.

Gambar kontrol sekresi liur

Korteks
serebri

Masukan lain

Pusat liur di
medulla

Reseptor
tekanan dan
kemoreseptor di
mulut

Saraf otonom

Kelenjar liur

Sekresi liur