Anda di halaman 1dari 31

Mekanisma Penginderaan

oleh kelompok 6

Nur Mariyam S
123020174
Lukman Nurhakim 123020178
Nadia Kesuma Astuti 123020184
Ryan Febriyanto
123020190
Yanfa Jeza Jaelani 123020210

Uji Inderawi
Pengujian organoleptik merupakan pengujian yang berdasar pada
proses pengindraan

Pengindraan dapat juga berarti reaksi mental (sensasi) jika alat indra mendapat
rangsangan (stimulus)

Kemampuan Inderawi
Kemampuan memberi kesan dapat dibedakan berdasarkan kemampuan alat indera
memberikan reaksi atas rangsangan yang diterima. Kemampuan tersebut meliputi
kemampuan:

1. Mendeteksi
(detection)
4. Membandingkan (scalling)

2. Mengenali
(recognition)

3. Membedakan
(discrimination)

5. Kemampuan menyatakan suka atau


tidak suka (hedonic)

Rangsangan
2. Fisis (digin, panas,
sinar, warna)

1. Mekanis (tusukan,
tekanan)

3. Kimia (bau, aroma,


rasa)

Kesan Indera
Kemampuan alat indra memberikan kesan
atau tanggapan dapat dianalisis atau
dibedakan berdasarkan jenis kesan, intensitas
kesan, luas daerah kesan, lama kesan dan
kesan hedonik.
1. Jenis Kesan
2. Intensitas Kesan
3. Luas Daerah Kesan
4. Lama Kesan
5. Kesan Hedonik

Mekanisma Pengindraan
Pada waktu alat indera menerima rangsangan, sebelum terjadi
kesadaran prosesnya adalah fisiologis, yaitu dimulai di reseptor dan
diteruskan pada susunan syaraf sensori atau syaraf penerima.
Mekanisma pengindraan secara singkat adalah sebagai berikut:
1. Penerimaan rangsangan (stimulus) oleh sel-sel peka khusus pada
indera
2. Terjadi reaksi dalam sel-sel peka membentuk energi kimia
3. Perubahan energi kimia menjadi energi listrik (impulse) pada sel
syaraf
4. Penghantaran energi listrik (impulse) melalui urat syaraf
menuju ke syaraf pusat otak atau sumsum belakang.
5. Terjadi interpretasi psikologis dalam syaraf pusat
6. Hasilnya berupa kesadaran atau kesan psikologis.

Indera
Pengelihatan
(Sight)

Pengelihatan (Sight)

Sinar yang masuk ke mata sebelum sampai di retina mengalami pembiasan lima kali yaitu
waktu melalui konjungtiva, kornea, aqueus humor, lensa, dan vitreous humor. Pembiasan
terbesar terjadi di kornea. Bagi mata normal, bayang-bayang benda akan jatuh pada bintik
kuning, yaitu bagian yang paling peka terhadap sinar.

Pengelihatan (Sight)
Ada dua macam sel reseptor pada retina, yaitu sel kerucut (sel konus) dan sel batang (sel
basilus). Sel konus berisi pigmen lembayung dan sel batang berisi pigmen ungu. Kedua macam
pigmen akan terurai bila terkena sinar, terutama pigmen ungu yang terdapat pada sel batang.
Ada tiga macam sel konus, yaitu sel yang peka terhadap warna merah, hijau,
dan biru.
Dengan ketiga macam sel konus tersebut mata dapat menangkap spektrum
warna. Kerusakan salah satu sel konus akan menyebabkan buta warna.

Pengelihatan (Sight)

Mekanisma pengelihatan adalah sinar yang dipantulkan suatu benda masuk ke


dalambola mata melalui selaput tanduk(kornea),anak mata(pupil),lensa mata
kemudian mengenai fovea centralis pada selaput jala(retina).Kemudian, cahaya tersebut
terfragmentasi sesuai spektrum warnanya diserap oleh sel-sel reseptor pada retina.
Selanjutnya, rangsang cahaya dari retina kemudianditeruskan oleh urat saraf ke otak.

Indera Peraba
(Touch)

Peraba (touch)
Kulit merupakan indra peraba yang mempunyai reseptor khusus untuk sentuhan, panas,
dingin, sakit, dan tekanan.
Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam atau lapisan dermis.
Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf. Epidermis tersusun atas
empat lapis sel. Dari bagian dalam ke bagian luar, pertama adalah stratum germinativum
berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya.
Stratum germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis membentuk kelenjar
keringat dan akar rambut. Akar rambut berhubungan dengan pembuluh darah yang
membawakan makanan dan oksigen, selain itu juga berhubungan dengan serabut
saraf.Pada setiap pangkal akar rambut melekat otot penggerak rambut.Pada waktu dingin
atau merasa takut, otot rambut mengerut dan rambut menjadi tegak.

Peraba (touch)
Pada kulit, terdapat beberapa reseptor yang dapat menerima sensasi sentuhan berupa
panas atau dingin, sakit, tekanan, dan rabaan

Peraba (touch)
Berikut adalah mekanisme indera peraba
Ketika kulit terkena
stimulus berupa
panas, dingin,
rabaan, tekanan,
atau rasa sakit,
reseptor-reseptor
pada kulit menerima
impus tersebut
sesuai dengan
masing-masing
peranannya. Bila jari
kita terkena wajan
panas, stimulus
tersebut akan
diterima oleh
reseptor nociceptor
dan thermoreceptor.
Stimulus tersebut
kemudian dibawa ke
sumsum tulang
belakang dan
dikirim menuju otak.
Di dalam otak,
stimulus tersebut

Bagian otak
tersebut kemudian
mengirim respon
turun ke sumsum
tulang belakang dan
dari tulang belakang
dikirim kembali ke
otot. Sebagai
akibatnya respon
akibat rasa panas
terlalu tinggi akan
menyebabkan
tangan kita
langsung melepas
dari daerah yang
terlalu panas tadi
dan respon lain
yang diakibatkan
adalah sensasi
panas dan sakit.

Indera Pembau
(Smell)

Pembau (smell)
Indera pembau berupa kemoreseptor yang terdapat di permukaan dalam hidung, yaitu pda
lapisan lendir bagian atas. Reseptor pencium tidak bergerombol seperti tunas pengecap.
Epitelium pembau mengandung 20 juta sel-sel olfaktori yang khusus dengan aksonakson yang
tegak sebagai serabut-serabut saraf pembau.Di akhir setiap sel pembau pada permukaan
epitelium mengandung beberapa rambutrambut pembau yang bereaksi terhadap bahan kimia
bau-bauan di udara.

Pembau (smell)
Struktur / bagian dan Fungsi organ pembau:
1. Rongga hidung bagian dalam, terdapat sekat yang memisahkan
ronggatersebut menjadi bagian kiri dan kanan. Rongga hidung sendiri
pada bagianatap dibatasi olehlempeng tipis, sedangkan bagian
dasaroleh langit-langit,dan bagian sisi olehkarang hidung.

Pembau (smell)
Struktur / bagian dan Fungsi organ pembau:
2. Rongga hidung bagian atas, terdapatlendir pembauyang berfungsi
sebagai penerima rangsang bau. Rangsang bau diterima oleh selaput
lendir pembauyang memiliki sel-sel pembau untuk diteruskanke
gelembung pembau.Darigelembung pembau inilah rangsang bau bergerak
melaluiberkas saraf pembaumenuju ke otak untuk ditafsirkan

Pembau (smell)
Mekanisme alat indera pembau adalah
rangsang bau berupa gas yangberasal
dari lingkungan sekitar, merangsang
indera pembau di dalam ronggahidung.
Selanjutnya
rangsang
bau
tersebut
diterima
oleh
lendir
pembau
danditeruskan ke gelembung pembau,
kemudian bergerak melalui berkas saraf
pembau menuju otak untuk ditafsirkan.

Indera
Pendengaran
(Hearing)

Pendengaran (Hearing)
Indera Pendengaran (telinga) mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi
dan untuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga
luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi,
dan telinga tengah meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang
ada pada telinga dalam akan menerima rangsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls
ke otak untuk diolah.

Pendengaran (Hearing)
Telinga luar terdiri dari daun telinga, saluran luar, dan membran timpani (gendang telinga).
Daun telinga manusia mempunyai bentuk yang khas, tetapi bentuk ini kurang mendukung
fungsinya sebagai penangkap dan pengumpul getaran suara.Bentuk daun telinga yang
sangat sesuai dengan fungsinya adalah daun telinga pada anjing dan kucing, yaitu tegak dan
membentuk saluran menuju gendang telinga. Saluran luar yang dekat dengan lubang telinga
dilengkapi dengan rambut-rambut halus yang menjaga agar benda asing tidak masuk, dan
kelenjar lilin yang menjaga agar permukaan saluran luar dan gendang telinga tidak kering.

Pendengaran (Hearing)
Telinga bagian tengah merupakan rongga yang berisi udara untuk menjaga tekanan udara
agar seimbang. Di dalamnya terdapat saluran Eustachio yang menghubungkan telinga tengah
dengan faring.Rongga telinga tengah berhubungan dengan telinga luar melalui membran
timpani.Hubungan telinga tengah dengan bagian telinga dalam melalui jendela oval dan
jendela bundar yang keduanya dilapisi dengan membran yang transparan. Selain itu terdapat
pula tiga tulang pendengaran yang tersusun seperti rantai yangmenghubungkan gendang
telinga dengan jendela oval. Ketiga tulang tersebutadalah tulang martil (maleus) menempel
pada gendang telinga dan tulang landasan (inkus). Kedua tulang ini terikat erat oleh
ligamentum sehingga mereka bergerak sebagai satu tulang. Tulang yang ketiga adalah tulang
sanggurdi (stapes) yang berhubungan dengan jendela oval. Antara tulang landasan dan tulang
sanggurdi terdapat sendi yang memungkinkan gerakan bebas.Fungsi rangkaian tulang dengar
adalah untuk mengirimkan getaran suara dari gendang telinga (membran timpani)
menyeberangi rongga telinga tengah ke jendela oval.

Pendengaran (Hearing)
Telinga bagian dalam mempunyai susunan yang rumit, terdiri dari labirin tulang dan
labirin
membran.Ada 5 bagian utama dari labirin membran, yaitu sebagai berikut.
1. Tiga saluran setengah lingkaran
2. Ampula
3. Utrikulus
4. Sakulus
5. Koklea atau rumah siput

Pendengaran (Hearing)

Gelombang bunyi yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan gendang telinga.
Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang dengar ke jendela oval. Getaran Struktur
koklea pada jendela oval diteruskan ke cairan limfa yang ada di dalam saluran vestibulum.
Getaran cairan tadi akan menggerakkan membran Reissmer dan menggetarkan cairan limfa
dalam saluran tengah. Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah
menggerakkan membran basher yang dengan sendirinya akanmenggetarkan cairan dalam
saluran timpani.Perpindahan ini menyebabkan melebarnya membran pada jendela bundar.
Getaran dengan frekuensi tertentu akan menggetarkan selaput-selaput basiler, yang akan
menggerakkan sel-sel rambut ke atas dan ke bawah. Ketika rambutrambut sel menyentuh
membran tektorial, terjadilah rangsangan (impuls). Getaran membran tektorial dan
membran basiler akan menekan sel sensori pada organ Korti dan kemudian menghasilkan

Indera Pengecap
(Taste)

Pengecap (Taste)

Lidah mempunyai reseptor khusus yang berkaitan dengan rangsangan kimia. Lidah merupakan
organ yang tersusun dari otot. Permukaan lidah dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak
mengandung kelenjar lendir, dan reseptor pengecap berupa 8 tunas pengecap. Tunas pengecap
terdiri atas sekelompok sel sensori yang mempunyai tonjolan seperti rambut. Permukaan atas
lidah penuh dengan tonjolan (papila). Tonjolan itu dapat dikelompokkan menjadi tiga macam
bentuk, yaitu bentuk benang, bentuk dataran yang dikelilingi paritparit, dan bentuk jamur.Tunas
pengecap terdapat pada paritparit papila bentuk dataran, di bagian samping dari papila
berbentuk jamur, dan di permukaan papila berbentuk benang.

Pengecap (taste)
Keadaan permukaan lidah yang kasar itu memliki tonjolan-tonjolan yangdisebut papilla. Bentukbentuk tonjolan itu adalah sebagai berikut.
1. Tonjolan berbentuk seperti benang-benang halus yang disebutpapillafiliformis, banyak
terdapat di bagian depan lidah.
2. Tonjolan berbentuk seperti kepala jamur yang disebutpapilla fungiformis,banyak terdapat di
bagian depan dan sisi lidah.
3. Tonjolan berbentuk bulat yang disebutpapilla circumvalata, tersusun seperti huruf V terbalik,
banyak terdapat di bagian belakang lidah.

Pengecap (taste)
Telah diketahui bahwa tiap puting (kuncup) pengecap hanya meresponssatu rasa. Sejumlah
puting pengecap terdapat juga pada tenggorokan dan langit-langit lunak rongga mulut.
Bagian permukaan yang dapat mengecap rasa manis, pahit, asam, dan asin seperti pada
gambar berikut inI
Mekanismanya adalah, rambut-rambut
sensor menyembul (keluar) dari sel sel
ke pori-pori sentral tunas pengecap.
Pada bagian ini, rambut-rambut sensori
terendam dalam zat kimia yang
terlarut dalam air ludah manusia. Zat
zat yang terlarut dalam ludah itu akan
dideteksi oleh sensor ini dan kemudian
dialirkan menuju otak lewat serabut
syaraf pada pangkal puting pengecap
sehingga
dapat
dibedakan
rasa
makanan itu asam, manis, asin atau
pahit.