Anda di halaman 1dari 7

Judul : Analisis penetapan kadar Ca dalam Infus ringer Laktat melalui titrasi

Komplesometri
Tujuan : Mengetahui kadar ca dalam Infus Ringer Laktat melalui titrasi
Kompleksometri
Dasar Teori :

Titrasi Kompleksometri adalah titrasi berdasarkan pembentukan senyawa


kompleks antara kation dengan zat pembentuk kompleks. Salah satu zat
pembentuk kompleks yang banyak digunakan dalam titrasi
kompleksometri adalah garam dinatrium etilenamina tetra asetat
(dinatrium EDTA). Larutan Baku primer yang digunakan adalah
MgSO4.7H2O, sedangkan baku sekunder adalah Na- EDTA indicator yang
digunakan adalah EBT ( Erichrome Black Timol )
Larutan buffer atau yang dibuat larutan Penyangga digunakan dalam titrasi
komplesometri karena sifatnya yang dapat mempertahankan nilai pH
tertentu. Adapun sifat yang menonjol dari larutan penyangga ini seperti pH
larutan penyangga hanya berubah sedikit pada penambahan sedikit asam
kuat. Disamping itu larutan penyangga merupakan larutan yang dbentuk
oleh reaksi suatu asam lemah dengan basa konjungasinya ataupun basa
lemah dengan asam konjugatnya. Reaksi ini disebut sebagai reaksi asam
basa konjugasi. Dalam titrasi kompleksometri digunakan sebagai penstabil
pH dan memudahkan Na- EDTA bereaksi dengan sample karena logam
alkali ketika berada dalam pH rendah, kompleks yang terbentuk jadi stabil
pada pH 10, dan juga agar EBT berekasi dalam pembentukan warna
Dalam hal ini reaksi yang terjadi adalah MgSO4.7H2O bereaksi dengan
Indikator EBT dan menghasilkan reaksi kesetimbangan serta menghasilkan
warna merah anggur kemudian hasil reaksi tersebut bereaksi dengan
larutan baku sekunder Na- EDTA menghasilkan warna biru
Rumus Struktur Na EDTA ;

Kalsium Klorida
Kalsium klorida dihidrat ( BM 147,02 )
Kalsium klorida anhidrat ( BM 110,99 )
Kalsium klorida mengandung sejumlah CaCl2 setara 99 % < x < 107 %
CaCl2.2H2O

Pemerian : Granul, serpihan, putih, keras, tak berwarna


Kelarutan : Mudah larut dalam air, dalam etanol dan etanol mendidih,
sangat mudah larut dalam air panas.

Penetapan Kadar.
Timban seksama kurang lebih 1 g masukkan kedalam gelas piala 250 ml.
Larutkan dalam campuran 100 ml air dan 5 ml HCl 3 N. Pindahkan larutan
dalam labu ukur 250 mk, encerkan dengan air sampai tanda tera. pi[pet 50
ml larutan dalam Erlenmeyer, tambahkan 100 ml air.
15 ml NaOH 0,1 N dengan 300 mg indicator biru hidroksi naftol LP.
Titrasi dengan Na- EDTA 0,05 M LV sampai Titik akhir titrasi berwarna
biru tua.
1 ml dinatrium asetat 0,05 N setara dengan 7,351 mg CaCl2 .2H2O

Kandungan Ringer Laktat


Na- laktat 3.1 g, NaCl 6 g, KCl 0.3 g, CaCl2 0.2 g
Air untuk injeksi add 100 ml
Kegunaan : untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit pada dehidrasi
Ericrome Black T ( ph 8.0 10.5 ) bertindak sebagai pengompleks dan
kompleks logamnya mempunyai warna yang berbeda dengan
pengompleksnya sendiri.

Alat dan Bahan


Alat :

Neraca Analitik

- Labu Ukur 50 dan 100 ml

Beaker glass 100 ml

- Pipet Volum 5 ml

Beaker glass 400 ml

- Erlenmeyer 250 ml

Batang pengaduk

- Sendok Tanduk

Botol semprot

- Anak timbangan

Gelas arloji

- Timbangan kasar

Corong gelas

- Klem, statif , Buret 25 dan 50 ml

Bahan :

Na- EDTA

MgSO4

Infus ringer Laktat

Indikator EBT

ph Universal

NH4Cl

NH4OH

Aquades

Prosedur dan Perhitungan


a. Membuat larutan baku sekunder Na- EDTA 0,05 M sebanyak 100 ml
M

= n / mol

= mol x Mr

0.005 M

= n / 0.1 L

= 0.0005 x 372, 24

0.0005 mol

=n

= 0.18612 g
= 186.1 mg

Ditimbang 190 mg Na- EDTA dengan kertas perkamen pada


timbangan kasar

Dilarutkan Na- EDTA dengan aquades di dalam beaker glass

Dimasukkan larutan tersebut dalam labu ukur 100 ml , addkan hingga


tanda tera, kocok homogen

b. Membuat larutan baku primer MgSO4.7H2O 0.005 M 50 ml


M

= n / mol

= mol x Mr

0.005 M

= n / 0.05 L

= 0.00025 x 246.48

0.00025mol

=n

= 0.0616 g
= 61.6 mg

Ditimbang 70 mg MgSO4.7H2O dengan kertas perkamen pada


timbangan kasar

kemudian ditimbang di neraca analitik dengan botol timbang

Dilarutkan MgSO4.7H2O dengan aquades di dalam beaker glass

Dimasukkan larutan tersebut dalam labu ukur 50 ml , addkan hingga


tanda tera, kocok homogeny

c. Membuat larutan Buffer


5.4 g NH4Cl dalam 70 ml NHOH 5 M, diaddkan dalam 100 ml air ( FI IV)
5.4 g / x
x

= 100 ml/ 30 ml

70 ml / x

= 1.62 g

= 100ml/ 30 ml
= 4 ml

- Ditimbang 1.62 g NH4Cl dengan gelas arloji


- Dihitung NH3 yang akan diambil ( NH3 + H2O jadi NH4OH )
Diketahui :

p NH3

= 0.91 kg/ L

Mr NH3

= 17.03

% NH3

= 25 % b/v

M NH3

=5M

p NH3 = 0.91 / 1 ml

mol

= g / Mr

= 25 ml/ 1 ml x o.91

= 0.2275 / 17.03

= 0.2275 g

= 0.0134 mol

M1 x V1

= M2 x V2

13.4 M1. V1

= 5M x 121 ml

M1

= 105 mmol / 13.4 M

M1

= 7.835

Dipipet 8 NH3 pekat dengan pipet ukur diadd dengan 21 ml aquades

dilarutkan 1.62 g NH4Cl dalam 21 ml NH4OH 5 M dalam beaker


glass, aduk homogen , diadkan dengan aquades sampai 30 ml,cek
dengan pH Universal sampai pH 10

d. Membakukan Na- EDTA dengan MgSO4.7H2O


-

Disiapkan Na- EDTA dalam buret

Dipipet 5 ml MgSO4.8 ml ( NH3 pekat7H2O dengan pipet volum


dalam Erlenmeyer

Dipipet 1 ml larutan buffer basa ph 10 dengan gelas ukur dimasukan


dalam Erlenmeyer

ditambah 1 tetes indikatot EBT

Dititrasi sampai terjadi perubahan warna dari merah anggur menjadi


ungu

e. Preparasi sample dan penetapan kadar

Diambil 50 ml larutan infuse ringer laktat dengan buret 50 ml ditaruh


dalam erlenmayer

Ditambahkan 5 ml larutan buffer, dan 1 tetes indicator EBT

Dititrasi dengan menggunkan larutan Na- EDTA yang sudah


dibakukan. dengan TAT warna merah anggur menjadi biru.

Hasil dan Pembahasan


Hasil volume TAT Pembakukan Na- EDTA dengan MgSO4.7H2O
No

Vol awal

Vol akhir

Vol titrasi

0 ml

65 ml

Vol rata- rata

65 ml
Hasil Volume TAT Penetapan kadar ca dalam Infus Ringer
No

Vol awal

Vol akhir

Vol titrasi

Vol rata- rata

Perhitungan
1. Konsentrasi Larutan Baku Primer MgSO4.7H2O
Hasil timbangan 0.079 g
n

= g / Mr

= mol / vol

= 0.079 g / 246.48

= 0.003205 mol/ 0.05 L

= 0.003205 mol

= 0.0064 M

2. Konsetrasi larutan sekunder Na- EDTA


M1 x V1

= M2 x V2

M1

= 0.0064 M x 5 ml / 12.08 ml

M1

= 0.00265 M

M1

= 0.0027 M

3. Kadar CaCl2 Infus ringer laktat


mgrol CaCl2 infuse

= mgrol Na- EDTA


= M1 x V1
= 0.0027 M x 19.95 ml
= 0.0539 mmol x Mr (CaCl2 )
= 0.0539 mmol x 147.02 mg/ mmol
= 7.9244 mg/ 50 ml
= 15.8488 mg/ 100 ml

kadar Ca dalam infuse

= Ar Ca / Mr CaCl2 x 0.0158 % b/v


= 40.08 / 147.02 x 0.0158 % b/v
= 0.0043 % b/v
= 0.0043 g/ 100 ml

Pembahasan
Dalam praktikum ini bertujuan untuk menetapkan kadar Ca 2+ dalam
infuse ringer laktat dengan menggunakan metode kompleksometri.
Kompleksometri adalah suatu metode titrasi yang digunakan menetapkan kadar
zat- zat yang berdasarkan pembentukan kompleks. Salah satu zat pembentuk
senyawa kompleks yang banyak digunakan dalam titrasi ini adlah dinatrium
etilenamina tetra asetat ( Na- EDTA ). Dalam titrasi ini indicator yang digunakan
adlah erichrom black T ( EBT ). Indikator ini bertindak sebagai pengompleks
dari kompleks logamnya mempunyai warna yang berbeda dengan pengompleks
sendiri serta memiliki trayek pH antara 8.0 10.5. oleh karena itu indicator ini
sangat cocok digunakan karena pH 10, EDTA dapat memberikan warna.
Dalam penetapan kadar perlu terlebih dahulu dilakukan pembakuan
larutan baku sekunder oleh baku primer. Hal ini dilakukan untuk mengetahui
konsentrasi sesungguhnya dari larutan baku sekunder. Setelah diketahui
konsentrasinya dapat digunakan untuk menetapkan kadar sampel. Dalam proses
awalnya sampel akan bereaksi dengan indicator EBT menghasilkan reaksi
kesetimbangan serta membentuk senyawa komplek bewarna merah anggur.
Setelah itu dititrasi dengan larutan Na- EDTA, proses akhir dari titrasi ini dapat
ditunjukkan dengan adanya perubahan warna menjadi biru tua. Dari hasil
pengamatan diketahui kadar Ca 2+ dalam sampel adalah 43 mg dalam 100 ml
larutan. Hasil yang diperoleh belum bisa memenuhi persyaratan MA BPOM yaitu
49 mg sampai 60 mg dalam 100 ml Larutan.