Anda di halaman 1dari 8

BAB III.

ASUHAN KEPERAWATAN
3.1 Pengkajian
3.1.1

Riwayat Kesehatan
a. Pengumpulan data meliputi identitas klien berupa: nama, usia, jenis
kelamin, status, agama, pendidikan, pekerjaan, alamat, tanggal MRS
dan tanggal pengkajian.
b. Keluhan utama dapat berupa nafas sesak, sakit kepala, mual, muntah,
rasa lelah, berkeringat banyak, pyrexia, pernafasan meningkat,
gangguan penglihatan, kebingungan, hipotensi, takikardi, kehilangan
kesadaran dan sakit dada
c. Riwayat penyakit sekarang: Didapatkan riwayat yang cermat dan
terperinci mengenai apa, kapan, dan seberapa banyak zat toksik yang
telah masuk ke tubuh dan adanya bukti-bukti racun (kadar gas, lamanya
terpapar dan jumlah paparan gas serta muntahan). Diantaranya dapat
berupa:
1.

Penyebab kelemahan fisik setelah melakukan aktivitas ringan


sampai berat.

2.

Seperti apa kelemahan melakukan aktifitas yang dirasakan,


biasanya disertai sesak nafas

3.

Apakah kelemahan fisik bersifat lokal atau keseluruhan system otot


rangka dan apakah disertai ketidakmampuan dalam melakukan
pergerakan

4.

Bagaimana nilai rentang kemampuan dalam melakukan aktifitas


sehari-hari

5.

Kapan timbulnya keluhan kelemahan beraktifitas, seberapa


lamanya kelemahan beraktifitas, apakah setiap waktu, saat istirahat
ataupun saat beraktifitas.

d. Riwayat penyakit dahulu: pada riwayat penyakit dahulu pasien


keracunan didapatkan data mengenai riwayat pasien sebelumnya,
pernah mengalami keracunan seperti yang dialami sekarang atau tidak.

e. Riwayat penyakit keluarga: pada riwayat penyakit keluarga pasien


keracunan didapatkan data mengenai riwayat keluarga berupa hal-hal
yang bisa jadi pencetus keracunan.
f. Riwayat pekerjaan/ kebiasaan :
1. Situasi tempat kerja dan lingkungannya
2. Kebiasaan dalam pola hidup pasien
3. Kebiasaan merokok
3.1.2 Pengkajian pola gordon
1) Pemeliharaan dan persepsi terhadap kesehatan
Pada pasien dengan kasus keracuanan gas monoksida, persepsi
kesehatan dirinya dapat berupa bila mengalami gejala sesak, maupun
sakit kepala biasanya klien berobat ke Puskesmas. Klien mengatakan
kesehatan adalah hal yang penting agar bisa beraktivitas dengan baik
kembali.
2) Pola Nutrisi/metabolik
Pola nutris pada pasien dengan kasus keracunan gas CO, ditemukan
gangguan metabolik, gejalanya dapat berupa kehilangan nafsu makan,
merasa mual bahkan muntah.
3) Pola eliminasi
Pola eliminasi pada pasien dengan kasus keracunan gas CO pola BAB
dan BAK akan mengalami gangguan
4) Pola aktivitas dan latihan
Pada pasien dengan kasus keracunan gas CO, aktivitas/ istirahatanya
dapat muncul gejala berupa kelemahan, serta nyeri dada pada saat
beraktivitas
5) Pola kognitif perseptual
Pada pasien dengan kasus keracunan gas CO, terjadi gejala yang dapat
berupa gangguan pada penglihatan serta ikut serta mengkaji mengenai
perasaan dan penanganan nyeri yang dialaminya dengan menilai skala
nyeri 0-10.
6) Pola istirahat tidur

Pada pasien denagn kasus keracunan gas CO, istirahat/tidurnya akn


terganggu karena pasien sering kali mengalami nyeri dibagian dada.
7) Pola konsep diri persepsi diri
Bagaimana persepsi orang tua dan pasien terhadap pengobatan dan
perawatan yang akan dilakukan.
8) Pola peran dan hubungan
Pada pasien dengan kasus keracunan gas CO, keluarga dapat selalu
memberi dorongan serta dukungan terhadap kesembuhan pasien.
9) Pola seksual dan reproduksi
Apakah selama sakit terdapat gangguan atau tidak yang berhubungan
dengan reproduksi sosial. Pada pasien dengan kasus keracunan gas
CO biasanya tidak ada gangguan dalam reproduksi.
10) Pola pertahanan diri
Pada pasien dengan kasus keracunan gas CO, pola pertahanan dirinya
untuk menangani stress bisa cukup baik sebab ada keluarga dan teman
yang senantiasa mendukungnya.
11) Keyakinan dan nilai
Adanya perubahan status kesehatan dan penurunan fungsi tubuh, tidak
menghambat

penderita

dalam

melaksanakan

mempengaruhi pola ibadah penderita.


3.1.3

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik Head to Toe
1) Keadaan umum : Kesadaran menurun
TTV :
a.
b.
c.
d.

Tekanan Darah : Tekanan darah rendah.


Suhu : suhu tubuh rendah, kurang dari 36 C
Nadi : takikardi
RR : Nafas lambat

ibadah

tetapi

2) Kepala dan leher


a. Inspeksi
Wajah : Muka merah-kemerahan, berkeringat ,kulit pucat
dan dingin.
Rambut : distribusi merata
Mata

: alis mata, kelopak mata normal, konjuktiva anemis


(+/+), pupil isokor sclera agak ikterus (-/ -), reflek
cahaya positif, tajam penglihatan menurun.

Hidung : Napas lambat dan mendengkur


Telinga : bersih
Bibir dan mulut

: mukosa bibir agak kering, terdapat lesi

pada rongga mulut


Lidah: terdapat bercak bercak putih pada lidah
b. Palpasi
Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan limfe pada leher
3) Dada
Inspeksi :simetris, terdapat tarikan otot bantu pernafasan
Palpasi :denyutan jantung teraba cepat, badan dingin ,tidak ada
nyeri tekan.
Perkusi :
a. Jantung : dullness
b. Paru : sonor
Auskultasi : tidak terdengar suara ronchi dan wheezing
4) Abdomen
Inspeksi : flat/datar
Palpasi : terdapat nyeri tekan
Perkusi : pekak
Auskultasi : ada bising usus
5) Kulit
Turgor kurang, pucat dan dingin.
6) Ekstremitas
Tidak terdapat udem pada pada extremitas, lemahnya reflek otot
(tendo) pada betis dan tumit.

3.1.4 Analisa Data dan Masalah


No
1

Analisa Data

Etiologi

DS: Klien mengeluh sesak napas

Gangguan transportasi O2

DO: Terdapat takikardi

Suplai O2 tidak adekuat

Masalah Keperawatan

Gangguan pertukaran gas


Gangguan perfusi ventilasi
Gangguan pertukaran gas
2

DS: Pasien mengatakan sesak dan sulit bernafas.

Suplai O2 tidak adekuat

DO: RR > 24x/ menit

Hipoksia
Pola nafas tidak efektif
Sesak
Pola nafas tidak efektif

DS: Pasien mengatakan saya kehilangan nafsu Mukosa lambung meningkat


makan karena merasa mual
DO: Pasien tidak menghabiskan porsi makan

Mual
Anoreksia
Gangguan nutrisi kurang dari

Gangguan nutrisi kurang dari


kebutuhan tubuh

kebutuhan tubuh
4

DS: Klien mengatakan, saya merasa sangat lemas


DO: Klien tampak lemah

Suplai O2 tidak adekuat


Frekuensi pernafasan
meningkat

Intoleran aktivitas

Kontraksi otot pernafasan


Intoleran aktivitas
5

DS: DO: Kesadaran menurun

Suplai O2 tidak adekuat


Hipoksia
Risiko cidera
Kesadaran menurun
Risiko cidera

3.1.5

Pathway

asap kendaraan

Lingkungan kerja

Polusi gas CO

Gangguan
saluran cerna

CO mengikat
Hb

Hipoksea duodenal

Gangguan
transportasi O2

Mukosa lambung
meningkat

Suplai O2 tidak
adekuat

Mual

hipoksia
Anoreksia

Gangguan
nutrisi kurang
dari kebutuhan
tubuh

Kesadaran
menurun

Sesak

Risiko
cidera

Pola nafas tidak


efektif

Rokok

Keracunan gas
CO

Gangguan
perfusi
ventilasi
Frekuensi
pernafasan
meningkat
Kontraksi otot
pernafasan
Intoleransi
aktivitas

Gangguan
pertukara
n gas