Anda di halaman 1dari 6

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 PENGKAJIAN
Selama melakukan asuhan keperawatan pada siswa kelas 3-4 SDN Jodipan
Malang, kami menemukan beberapa permasalahan sesuai dengan teori yang kami
peroleh:
a. Masalah kesehatan gigi merupakan masalah yang disebabkan karena
kurangnya merawat kebersihan mulut dan gigi. Sisa makanan yang masih
menempel di dinding dan tidak segera dibersihkan dapat menyebabkan
munculnya karang gigi dan dapat menyebabkan gigi berlubang. Sedangkan dari
pengkajian yang kami peroleh, sebanyak 61,6% siswa memiliki gigi berlubang.
b. Aktivitas fisik yang kurang adalah salah satu faktor terjadinya keluhan-keluhan
yang muncul dalam proses pembelajaran. Salah satunya mengantuk atau
konsentrasi belajar menurun, dan adanya kesulitan dalam belajar. Hal ini dapat
mengakibatkan prestasi belajar menurun. Dari hasil pengkajian yang kami
temukan, sebanyak 36,4% siswa hasil tes kebugaran jasmaninya kurang sekali,
50% siswa hasil tes kebugaran jasmaninya kurang, dan sebanyak 61,6% siswa
mengalami kesulitan dalam belajar.
c. Status gizi yang kurang atau yang lebih sering undernutrition merupakan
keadaan gizi seseorang dimana jumlah energi yang masuk lebih sedikit dari
energi yang dikeluarkan. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor
diantaranya adalah tingkat pendidikan yang rendah, pengetahuan yang kurang
mengenai gizi dan perilaku belum sadar akan status gizi. Jika hal ini tidak
segera ditangani maka dapat berdampak buruk yaitu terjadi busung lapar. Dari
hasil pengkajian yang kami temukan, sebanyak 64,9% IMT siswa tergolong
kurus, 42,3% mempunyai pengetahuan yang kurang tentang makanan yang
mengandung 5P (pengawet, pewarna, penyedap, pemanis, penguat) dan
makanan 4 sehat 5 sempurna.

66

d. Masalah kebersihan telinga yang kurang disebabkan karena kurangnya


merawat kebersihan telinga. Telinga yang tidak dibersihkan secara rutin,
dapat menyebabkan penumpukan kotoran di telinga. Jika diabaikan dapat
menyebabkan gangguan pendengaran yang akhirnya akan mengganggu
siswa dalam proses pembelajaran. Sebanyak 13,5% siswa, terdapat
serumen cair pada telinganya. Dari hasil pengkajian di SDN Jodipan
Malang, sebanyak 31,4% siswa terdapat serumen lunak pada telinganya,
sebanyak 1,6% siswa terdapat serumen liat pada telinganya, dan sebanyak
15,7% siswa terdapat serumen padat pada telinganya.
e. Program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) belum berjalan
Program UKS adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektor dalam
rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk perilaku hidup
bersih dan sehat peserta didik dengan ruaang lingkup yang tercermin
dalam Tri Program UKS meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan
kesehatan, pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat. Dari data yang
kami temukan didapatkan tidak terbentuknya struktur pengorganisasian
UKS di SDN Jodipan karena hanya dikelola oleh satu guru olahraga
sehingga program UKS belum berjalan maksimal, disamping itu juga tidak
terdapat kader-kader kesehatan dari siswa-siswi SDN Jodipan Malang
serta fasilitas yang tersedia di ruang UKS sangat minim yaitu tidak
tersedia alat untuk mengukur tanda vital dan kotak P3K tidak dikelola
dengan baik.
f. Kantin sekolah tidak sehat.
Kantin sekolah adalah tempat penjualan makanan dan minuman yang
bertempat di sekolah dan pengelolaannya dilakukkan dan diawasi oleh
warga sekolah baik guru, wali murid, murid, atau yang ditunjuk sekolah
untuk mengelolanya. Kantin sekolah sangat penting untuk menunjang
hidup sehat karena di kantin sekolah dapat mengenalkan berbagai macam
makanan sehingga nafsu makan murid dapat meningkat. Untuk
67

menunjuang kehidupan hidup sehat maka kantin sekolah harus memenuhi


persyaratan yaitu:
-

Ventilasi dan pencahayaan yang cukup


Tersedia tempat cuci tangan dan tempat pembuangan sampah aman
Makanan harus terlindungi dari pencemaran
Makanan yang tersedia harus bergizi dan menarik
Adanya pengawasan dari guru, wali murid secara teratur.
Dari data yang kami temukan di SDN Jodipan Malang didapatkan

bahwa kondisi kantin sekolah kurang bersih, dan makanan yang dijual
kurang sehat/ kurang baik untuk dikonsumsi anak usia sekolah. Sebagian
besar jenis makanan yang dijual di kantin sekolah mengandung bahan
pengawet, pewarna, pemanis, penguat, dan penyedap.
g. Masalah kebersihan kamar mandi
Kamar mandi yang sehat adalah kamar mandi yang bersih dan tersedia
kakus/WC serta tersedianya air bersih.

4.2 RUMUSAN DIAGNOSA


Berdasarkan pemilihan masalah dan klarifikasi diagnose menurut Omaha,
terdapat masalah utama yaitu pemilikan lingkungan, pemilikan psikososial,
pemilikan fisiologis, dan pemilikan perilaku yang berhubungan dengan kesehatan
masing-masing dijabarkan sehingga menjadi 44 diagnosa keperawatan. Pada
asuhan keperawatan kelompok khusus anak usia sekolah di SDN Jodipan Malang
kami menemukan 7 diagnosa yaitu:
1. Masalah kesehatan gigi pada komunitas siswa kelas 3 dan 4 SDN Jodipan
Malang.
2. Kurangnya aktivitas fisik pada komunitas siswa kelas 4 SDN Jodipan Malang
3. Status gizi yang kurang pada komunitas siswa kelas 4 SDN Jodipan Malang.
4. Masalah kebersihan telinga yang kurang pada komunitas siswa kelas 3 dan
kelas 4 SDN Jodipan Malang
5. Program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) belum berjalan di SDN Jodipan
Malang.
6. Kantin sekolah tidak sehat di SDN Jodipan Malang.
68

4.3 INTERVENSI
Intervensi disusun sebagai alternative pemecahan masalah harus
berorientasi pada masalah, sumber daya yang tersedia, dan dapat terjangkau. Dari
hasil musyawarah komunitas SDN Jodipan Malang pada hari Jumat, 20 Maret
2015 dengan mengemukakan data saat pengkajian telah disepakati bahwa
alternative intervensi yang dipilih untuk memecahkan masalah dengan metode
penyuluhan meliputi:
1. Penyuluhan tentang kebersihan gigi dan cara menggosok gigi dengan baik dan
benar
2. Penyuluhan tentang kebugaran jasmani
3. Pelatihan tentang dokter kecil

4.4 IMPLEMENTASI
Implementasi merupakan tahap pelaksanaan rencana intervensi yang telah
disusun dan kemudian dilaksanakan dengan peran serta aktif siswa dan dukungan
dari Puskesmas Kendal Kerep dan Institusi pendidikan Poltekkes Kemenkes
Malang. Sesuai dengan kesepakatan musyawarah sekolah SDN Jodipan Malang
maka kami telah melaksanakan beberapa kegiatan dalam rangka kegiatan
peningkatan kesehatan dan kesadaran siswa kelas 3-4 SDN Jodipan Malang.
Adapun lampiran kegiatan adalah sebagai berikut:

N
o
1.

Tanggal

Kegiatan

Sasaran

Tempat

24 Maret Pelatihan dokter kecil:

Siswa

2015

kelas 3, 4, kelas 1A
1. Pengenalan

dan 5

UKS, program

69

Ruang

Keterangan
Terlaksana

UKS,

dan

pengertian
dokter kecil
2. Penyuluhan
tentang
kebersihan
perseorangan
dan

masalah

gizi
2

25 Maret Pelatihan dokter kecil:

Siswa

2015

kelas 3, 4, kelas 3B
1. Masalah

Ruang

Terlaksana

dan 5

kesehatan gigi
dan mulut
2. Masalah
penyakit THT
dan

penyakit

kulit
3

26 Maret Pelatihan dokter kecil:

Siswa

2015

kelas 3, 4, kelas 1A
1. PPPK

dan 5

(Pertolongan
Pertama Pada
Kecelakaan)
2. Kesehatan
Mata
3. Kesehatan
Lingkungan
4

27 Maret

2015
28 Maret
2015

70

Ruang

Terlaksana

4.5 EVALUASI
Evaluasi merupakan tahap akhir dari proses keperawatan untuk menilai
kefektifan yang telah dilakukan. Evaluasi jangka pendek dari masalah yang telah
dilakukan pengimplementasian dari rencana tindakan yang ada adalah semua
masalah teratasi sebagian. Hal ini didukung dengan peran katif dan motivasi
tinggi dari para guru dan siswa SDN Jodipan Malang dalam mengikuti
pelaksanaan tindakan. Untuk tindak lanjut dari intervensi, mahasiswa praktik
merujuk pada Puskesmas Kendal Kerep sebagai penanggung jawab kegiatan
siswa di SDN Jodipan Malang beserta pihak sekolah SDN Jodipan Malang.

71