Anda di halaman 1dari 6

Laporan Praktikum K

Kimia
Asam dan Basa
Nama

: Jofiandy Nathanael C. XIA-3/19

Tanggal

: 26 Januari 2012

I.

Tujuan
Menentukan pH Larutan Asam-Basa dengan indikator alami
Menentukan pH Larutan Asam-Basa dengan indikator universal

II.

Dasar Teori

ASAM
Asam (yang sering diwakili dengan rumus umum HA) secara umum merupakan senyawa kimia
yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam
definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain
(yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Suatu
asam bereaksi dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh
asam adalah asam asetat (ditemukan dalam cuka) dan asam sulfat (digunakan dalam baterai
atau aki mobil). Asam umumnya berasa masam, tapi cairan asam pekat sangat berbahaya
dapat merusak kulit
Berikut adalah pengertian asam menurut beberapa ahli :
Arrhenius: Menurut definisi ini, asam adalah suatu zat yang meningkatkan konsentrasi
ion hidronium (H3O+) ketika dilarutkan dalam air. Definisi yang pertama kali dikemukakan
oleh Svante Arrhenius ini membatasi asam dan basa untuk zat-zat yang dapat larut dalam
air.
Brnsted-Lowry: Menurut definisi ini, asam adalah pemberi proton kepada basa. Asam
dan basa bersangkutan disebut sebagai pasangan asam-basa konjugat. Brnsted dan Lowry
secara terpisah mengemukakan definisi ini, yang mencakup zat-zat yang tak larut dalam air
(tidak seperti pada definisi Arrhenius).
Lewis: Menurut definisi ini, asam adalah penerima pasangan elektron dari basa. Definisi
yang dikemukakan oleh Gilbert N. Lewis ini dapat mencakup asam yang tak mengandung
hidrogen atau proton yang dapat dipindahkan

Sifat-sifat Asam:

Rasa: masam ketika dilarutkan dalam air.

Sentuhan: asam terasa menyengat bila disentuh, dan dapat merusak kulit, terutama
bila asamnya asam pekat.

Kereaktifan: asam bereaksi hebat dengan kebanyakan logam, yaitu korosif terhadap
logam.

Hantaran listrik: asam, walaupun tidak selalu ionik, merupakan cairan elektrolit.

BASA
Definisi umum dari basa adalah senyawa kimia yang menyerap ion hydronium ketika
dilarutkan dalam air.Basa adalah lawan (dual) dari asam, yaitu ditujukan untuk
unsur/senyawa kimia yang memiliki pH lebih dari 7. Kostik merupakan istilah yang digunakan
untuk basa kuat. jadi kita menggunakan nama kostik soda untuk natrium hidroksida (NaOH)
dan kostik postas untuk kalium hidroksida (KOH). Basa dapat dibagi menjadi basa kuat dan
basa lemah. Kekuatan basa sangat tergantung pada kemampuan basa tersebut melepaskan
ion OH dalam larutan dan konsentrasi larutan basa tersebut.
Sifat-sifat Basa

III.

Kaustik

Rasanya pahit

Licin seperti sabun

Nilai pH lebih dari air suling

Mengubah warna lakmus merah menjadi biru

Dapat menghantarkan arus listrik

Alat dan Zat


Percobaan 1
Alat : Rak dan Tabung reaksi
Pipet tetes

Gelas Kimia
Lumpang dan Alu
Bahan: Air Cuka
Air Kapur
Aquades
Mahkota Bunga dan Indikator lainnya
Percobaan 2
Alat : Rak dan Tabung reaksi
Kertas lakmus
Pipet dan Plat tetes
Kertas indikator universal

Bahan: Larutan CH3COOH


Larutan Ca(OH)2
Larutan NH4Cl
Larutan KCl
Larutan NaCl
Larutan HCl
Larutan NaOH
Larutan gula
Air Jeruk
Air Kopi
Air Sabun
IV.

Langkah Kerja dan Data Pengamatan

Giling beberapa helai


mahkota bunga mawar

Warna ekstrak mawar merah


adalah merah. Ketika ditetesi air

merah dengan kira-kira 5


mL aquades dalam lumpang
Tempatkan kira-kira 1 mL
air bunga ini masing-masing
ke dalam tabung reaksi
Ke dalam tabung 1
tambahkan beberapa tetes
larutan cuka, sedangkan
pada tabung 2 tambahkan
beberapa tetes air kapur
Guncangkan tabung kemudian
amati perubahan warna yang
terjadi
Lakukan hal yang sama
terhadap kol ungu

cuka, warnanya berubah oranye.


Ketika ditetesi air kapur, warnanya
berubah ungu.
Warna ekstrak kol ungu adalah
ungu. Ketika ditetesi air cuka,
warnanya berubah pink. Ketika
ditetesi air kapur, warnanya
berubah hijau.

No
1
2
3
4
5
6
7

Larutan
CH3COOH
Ca(OH)2
NH4OH
NH4Cl
NaCl
HCl
NaOH

Lakmus merah
Merah
Biru
Biru
Merah
Merah
Merah
Biru

Lakmus biru
Merah
Biru
Biru
Merah
Biru
Merah
Biru

pH
2
12
10
5
7
0
14

Sifat
Asam
Basa
Basa
Asam
Netral
Asam
Basa

8
9
10
11
V.
an

VI.

Gula
Air jeruk
Air kopi
Air sabun

Biru
Merah
Merah
Merah

Biru
Merah
Merah
Biru

5
2
4
7

Asam
Asam
Asam
Netral

Pembahasan
Pada percobaan kali ini, kami melakukan percobaan untuk menganalisis Larutan
yang bersifat asam atau basa, dengan menggunakan indicator alami, kertas lakmus,
dan indicator universal. Pada percobaan pertama, kami menggunakan mawar dan kol
merah sebagai indicator alami. Kami membuat semacam ekstrak, dengan
menghaluskan mahkota mawar dan kol merah secara terpisah dan menambahkan
sedikit akuades. Kami hanya menggunakan cairan dari penggilingan ini. Cairan
tersebut kami ambil menggunakan
pipet tetes, dan meneteskan sekitar
1mL ke 2 buah tabung reaksi.
Setelah itu kami meneteskan
beberapa tetes cuka pada tabung
pertama, dan beberapa tetes air
kapur pada tabung kedua. Kemudian
warna air bunga tadi berubah, yang
ditetesi cuka, menjadi berwarna merah cerah, dan yang ditetesi air kapur menjadi
warna ungu muda. Sedangkan untuk kol merah kami beri perlakuan yang sama, dan
hasilnya, untuk yang ditetesi oleh air cuka, akan menjadi merah keunguan, sedangkan
yang ditetesi air kapur menjadi biru tua. Hal ini menunjukkan bahwa warna air
indikator alami tersebut akan cenderung menjadi warna merah untuk asam, dan ungu
atau biru untuk basa.
Pada percobaan kedua, kami menggunakan kertas lakmus dan indicator
universal. Kami mengambil beberapa tetes larutan-larutan yang tersedia dan ditaruh
pada plat tetes, terdapat sekitar 11 larutan yang disediakan. Kemudian kami
mengambil kertsa lakmus merah dan biru, kemudian memasukkan masing-masing 1
kertas lakmus merah dan biru pada setiap larutan. Akan terlihat perubahan warna
dari kertas lakmus, yang berarti larutan tersebut bersifat asam atau basa,

sedangkan bila kedua kertas lakmus tidak berubah warna, maka larutan tersebut
bersifat netral.
Sedangkan untuk indicator universal, kami menggunakan salah satu larutan
saja untuk mengujinya. Kami menggunakan Ca(OH) 2 untuk diujikan pada indicator
universal. Caranya adalah dengan mencelupkan kertsa indicator ke dalam larutan
hingga semua bagian warnya tercelup. Kemudian diangin-anginkan sebentar, kemudian
diukur kepada tingkatan gradasi warna asam-basa. Dan kami menemukan warna yang
cocok dengan kertas indicator terletask pada pH 13.
VII.

Kesimpulan
Kesimpulan dari percobaan ini adalah bahwa kita dapat menentukan bahwa suatu
larutan bersifat asam atau basa dengan menggunakan beberapa hal, seperti
indicator alami, kertas lakmus, dan indicator universal. Dan Asam memiliki pH
dibawah 7, sedangkan basa memiliki pH di atas 7.

VIII.

Daftar Pusaka
Wikipedia(2012), Asam, terakhir diubah pada 28 Desember 2011
Tersedia (online) pada:
http://id.wikipedia.org/wiki/Asam
Wikipedia(2012), Asam, terakhir diubah pada 16 Desember 2011
Tersedia (online) pada:http://id.wikipedia.org/wiki/Basa