Anda di halaman 1dari 6

Reporting kasus II

1. Dfinisi
DM tipe 2 merupakan penyakit glikemik akibat insesifitas terhadap insulin glukosa tinggi
insulin normal. DM tipe 2 NIDDM
2.
-

Etiologi DM
Genetik
Gaya hidup stress, kurang olahraga (pembakaran glukosa menurun)
Usia >30 tahun
BB obes
Distribusi lemak banyak lemak diperut
Ras kulit hitam lebih beresiko
Budaya, pekerjaan
Kegagalan sel beta
Resistensi insulin
Bakteri, virus masuk ke pankreas merusak sel beta

Etiologi Ulkus

Angiopatik penurunan aliran darah ke kaki


Tekanan
Neuropatik
Trauma
Obat-obatan
Kelainan bentuk kaki
Kebiasaan tdk menggunakan alas kaki
Bakteri ( colostidium perfinger ) dari kotoran hewan

3. Manifestasi klinis
- Ulkus :
eritema , nyeri, lunak, bernanah, sekitar area luka terasa hangat.
-

DM tipe 2 :

polivria, kekurangan insulin untuk mengangkut glukosa kdalam

sel hiperglikemia
Polodipsia akibat cairan dari intrasial ke vaskular penurunan

volume intra sel


Polipagi tidk masuk ke sel akibat menurun kadar insulin
BB menurun glukosa tdk bisa ditranspor ke sel
Kelelahan
Kesemutan

Pandangan kabur

4. Klasifikasi Ulkus
Derajat 0

: blum ada luka tapi udah ada kapalan/kalus

Drajat I

: udah ada luka di superfisial

Drajat II

: sudah menembus tendon dan tulang

Derajat III

: sudah ada abses dngan atau tampa osteomielitis

Derajat IV

: udah ada ganggren dijari kaki atau bagian distal kaki

Drajat V

: gangren sudah keseluruh kaki

5. Pemeriksaan penunjang
Gula darah sewaktu >200 ( DM)
Guladar Puasa > 126 (DM)
TTGO 8-10 jam sblum pemeriksaaan puasa tidak boleh minum dan makan.
Slum pemeriksaan harus istirahat, kalau > 200 teridentifikasi terkena DM
HbA1C hemoglobin glukosilat @ kdar gula drah rata rata/bulan. Jika hasil tes
6,5% = baik
6,5-8 = sedang
>8 % = buruk
Pem asam lemak bebas biasanya (+)
Pem cairan elektrolot
Pem osemolaritas serum 300m osm/kg
Pem fungsi tiroid meningkat hormon tiroid meningkat gula darah

6. Penatalaksanaan DM
Umum meningkatkan kualitas hidup
Khusus :

Jangka pendek hilangnya keluhan dan tanda DM


Panjang tercegah dan rethambtnya progresitiyas
Mikromiopati dan makromiopati

Edukasi:
Terapi gizi medis:

karbohidrat tinggi : 45-65 % total asupan energi

Lemak : 20-25 % keb kalori ex: ikan laut


Protein : 10-20 % asupan energi ex: tahu tempe
Na+
:
Serat : 25 gr/ 100 kal/hari

Faktor yg memerkulan kebutuhan kalori:


o
o
o
o
o
o

Wanita : 25 kal/ kg bb
Pria
: 30 kal/kg bb
Umur 40-59 tahun : keb kal dikurangi 5 %
BB tinggi dikurangi 20-30 %
Latihan Jasmani
: olahraga , CRIPE ( continue 30 menit/kal. Ritmi: joging ,
jalan kaki. Intensitas. Progresife. Endurance)

Biji mahoni untuk menetralisirkan kadar gula, diekstrak, selain untuk DM biji mahoni
juga untuk pendarahan.
Kandungan :
-

Flavonoid
Saponoid

: Untuk memperlancar peredaran darah


: Untuk menurunkan kdar gula darah

Jengkol kandungannya falponoin , saponoin, kalsium steriod, fasfor, zat besi.


Menurunkan kadar gula darah tapi ada efeksampingnya ke ginjal krena asam jengkolat nya
Farmako DM
1. Metaformin Mengurangi glukogenesis, meningkatkan sensitifitas insulin, efek
sampingnya ke gastri . Kontaindikasi : gagal ginjal, hati respiratori
2. Sulfonglures : merangsang insulin di pankreas
3. Alfaglukosidase inhibitor
4. Glitazon

7. Penatalaksanaan luka
1. Debidremen mmbuang jaringan nikrotik atau kalus dan jaringan pibrotik yang di
buang sekitar 2-3 ml dari tepi luka ke arah jaringan sehat.
Metodenya ada 6 : surgikal, autolitik, kimia termasuk jenis debridemen salektif,
membuang jaringan biologis, enzimatik menggunakan agen topikal dikasihnya
1x/hari stelah itu di bungkus.
2. Affloading untuk mengurangi penekana luka dengan metode TCC(Total Contac
Cesting), Terbuat dari gips( mengurangi beban tumpukan kaki)
Kerugian TCC : Terjadi iritasi ,Sulit menilai keadaan luka dan butuh waktu lama
untuk penyembuhan
Comwolker : gampang dilepas , bisa melihat keadaan luka, untuk menghindari infeksi
dini
3. Penanganan infeksi
Tanda :eritema, edema, nyeri, lunak, hangat , nanah
4. Magot terapi : terapi menggunakan blatung
8.
a)
b)
c)

Komplikasi
Ganggren
Karias gigi kadar gula saliva meningkat
Makro dan mikrovaskular

Malsalah etik dan budaya


1) Hak otomoni harus menghargai hak otinomi pasien diberi surat kterangan yang
jelas
2) Benefisien

Pertanyaan masalah DM kering dan basah?


DM kering : tergantung ganggren dan cepat kering dan sembuh
Dm basah : ganggren lama sembuh dan susah kering
Dm kering : badannya kering biasanya di sebut DM tipe 1
Dm basah : bdannya gemuk DM tipe 2 ganggren basah

Faktor yang mempengaruhi pnyambuhan luka :


makan tinggi protein, perawata luka, oxsigenasi,vitamin, infeksi, stress fisiologis,
kemotherapi drag, obesitas, konsumsi alkohol, merokok.
Masalah keperawatan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Hiperglikemi
Gg, perfusi jaringan
Gg, integritas kulit
Gg, citra tubuh
Cemas
Hipertermi
Perubahan pola nutrisi diet

Asuhan keperawatan
1. pengkajian
2. masalah keperawatan dan intervensi

Gg, integritas kulit bd

-perawata luka mnggunakan

komplikasi/gangren

cairan NaCl
-gnti balutan 3x dlm 1
minggu (minimal)
- evaluasi knyamanan klien ,
keadaan luka

Infeksi bd luka brbau busuk

- terapi
-gnti balutan luka 3x /1 hari
- prtahankan teknik aseptik

Hiperglikemi

-Kolaorasi antibiotik
-auskultasi
-Ctat nyeri abdimen
-Pola makanan
-Pantau TTV
Kolaborasi insulin

Gg citra diri

Wvaluasi Guldar pasien


-biarakan psien curhat

-libatkan anggota kluarga


-memastikan pasien tntang
keuntungan dan krugian
Hipertermi

amputasi
-memakai pakaian yg mudah
nyerap keringat

Ansietas

Kolaborasi antipiretik
-Penkes
Ajarkan teknik relaksasi
Anjurkan keluarga untk
selalu mndapingi pasien.

gg. perfusi jaringan

Yang harus dicari dan dipelajari lagi ya teman-teman.


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Dilihat lgi faktor-faktor yang mmpengarui luka??? Mekanisme nya di cari..!!


Mekanisme terjadi ganggren seperti apa jlan-jalannya !
Biji pala ( nama latin, zat nya)
Perawatan integritas kulit seperti apa !
Agen perawat yang digunakan dalam perawatan luka !
Makan apa aja yg menyokong penyembuhan luka yg tidak mmpengaruhi kadar

glukosa ?
7. Apa yg harus dilakukan dan dikaji pada resiko infeksi ?
8. Insulin yg diberikan lewat apa , kapan , seberapa?
9. Dukungan sosial seperti apa? Fungsinya seperti apa terhadap pasien ?