Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN.

K USIA 11 TAHUN DENGAN


DIAGNOSA MEDIS HIPOSPADIA GLANDULAR POST CHORDECTOMY +
URETHROPLASTY DI RUANG BEDAH ANAK LANTAI II RUMAH SAKIT
UMUM PUSAT DR HASAN SADIKINBANDUNG
I. PENGKAJIAN
A. Identitas Klien :
Nama

: An.R

Usia

: 11 Tahun

Jeniskelamin

: Laki-laki

Agama

: Islam

Alamat

: Sukabumi

No Medrec

: 15022625

TanggalMasuk RS

: 16 April 2015

TanggalPengkajian

: 20 April 2015

Diadnosa Medik

: Post Cordectomy + Urethroplasty

Identitas Penanggung Jawab:


Nama

: Tn.C

Jeniskelamin

:Laki-Laki

Hubungandgnklien

: Ayah Kandung

Agama

: Islam

Pendidikan

: Tidak terkaji

Pekerjaan

: Wiraswasta

Alamat

: Sukabumi

B. Riwayat kesehatan
1. Keluhan Utama :
Klien mengeluh nyeri di area luka operasi
2. Riwayat Kesehatan Sekarang
Orang tua klien mengatakan memperhatikan anaknya BAK tidak di ujung penis,
disertai penis klien yang tampak bengkak, klien sering bak sambil jongkok, apabila
sambil berdiri terkena kain, dan alat kelamin klien tampak pendek dibanding teman

seusianya. Karena keluhannya klien dibawa ke dokter umum dan didiagnosa hipospadia,
kemudian dirujuk ke RSUD sukabumi, dan saat diperiksa oleh dokter urologi klien
didiagnosa Hipospadia dan harus dilakukan operasi, karena keterbatasan alat klien dirujuk
ke Poli anak RSHS, dan klien akan direncanakan untuk operasi.
Pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal 20 April 2015 jam 11.00 klien
mengeluh nyeri di penis area luka operasi, nyeri dirasakan seperti di tusuk, nyeri tidak
menyebar hanya di bagian penis saja, dengan skala nyeri 4 (0-10). Nyeri bertambah
apabila klien BAK dan dibersihkan lukanya, nyeri berkurang apabila klien diberi obat
pereda nyeri, dan nyeri dirasakan tidak tentu.
3. Riwayat Kesehatan Yang Lalu
a. Prenatal
Kesehatan ibu pasien selama hamil baik. Selama kehamilan ibu pasien selalu
memeriksakan kandungannya ke posyandu dan bidan terdekat secara rutin,
dan tidak pernah minum obat-obatan kecuali vitamin anjuran dari bidan.
b. Intranatal
Pasien lahir dengan spontan oleh Bidan.
c. Post Natal
Setelah melahirkan orang tua klien mengatakan

kelamin anaknya seperti

perempuan,dan orang tua klien tidak langsung membawanya Rumah Sakit


karena tidak terlihat ada kelainan apa apa ,beberapa tahun kemudian orang
tua klien mulai memperhatikan ada tanda kelainan pada kelamin anaknya dan
tampak pendek dibanding anak seusianya. lalu orang tua memeriksakan ke
dokter dan harus dilakukan operasi karena usia klien masih balita dan orang
tua klien masih cemas dengan kondisi psikologi klien, tidak langsung
dilakukan operasi. Dan pada usia 11 tahun klien dibawa ke rshs dan akan
dilakukan operasi. klien lahir dari ibu P1A0, cukup bulan dengan berat badan
2.500 gram dan panjang badan 49 cm. Ibu pasien mengatakan kondisi saat
lahir pasien langsung menangis aktif, warna kulit saat lahir merah muda,
mekonium keluar 24 jam.
d. Riwayat Imunisasi
Orang tua klien mengatakan imunisasi lengkap
e. Tumbuh kembang anak usia 11 tahun

Klien bisa beradaptasi dengan teman yang lainnya dan dapat membedakan
motorik kasar dan halus seperti :
- Klien sering olahraga footsal dengan teman sebayanya untuk melatih otot
kaki, anak juga mengenal adanya aturan main, sportivitas, kerjasama,
kompetisi dan kerjasama dalam sebuah tim.
- Klien juga berkreatifitas dengan menggambar dengan berbagai media.
- Membuat kerajinan tangan dengan kertas. Seperti pesawat terbang dll
4. Riwayat Kesehatan Keluarga
Orang tua klien mengatakan dikeluarganya memiliki penyakit yang sama yaitu
adiknya.

C. PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum Klien
Kesadaran

: Composmentis GCS : 15 (E4 M6 V5)

Tinggi Badan

: 130 cm

Berat Badan

:35 kg

Tanda Tanda Vital:


Suhu

: 36,2oC

Nadi

: 90 x/menit

Respirasi

: 20 x/menit

Pemeriksaan Fisik Head toe toe


a. Kepala
Kepala Bersih,tidak rontok,Bentuk kepala Simetris,penyebaran rambut merata dan
berwarna hitam
b. Mata
Mata bersih,kelopak mata tidak ada edema,Sclera putih ,Conjungtiva Annemis,pada
c.
d.
e.
f.

saat dilakukan reflek cahaya pupil +.


Hidung
Bentuk Simetris ,lubang hidung bersih,tidak ada PCH,hidung tidak ada kebiruan
Mulut
Warna bibir merah muda, mukosa lembab,mulut simetris,lidah tidak kotor,
Tidak ada caries gigi
Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid ,menelan (+),tidak ada peningkatan JVP
Dada
Bentuk dada simetris,tidak ada sianosis,pada saat di palpasi pengembangan paru

simetris,pada di auskultasi terdengar suara nafas vesikuler.


g. Jantung

Auskultasi
: terdengar bunyi jantung lup dup
h. Abdomen/Peru
Bentuk abdomen datar ,pada saat Auskultasi abdomen terdengar bising usus 6x/menit
pada kuadrn 3 tedengar suara timpani, tidak ada nyeri tekan.
i. Punggung
Bentuk punggung normal, tidak lordosis,skilosis, kifosis.

j. Genitalia
Terdapat post

uretroplasty,terpasang

kateter

stend,skrotum

bengkak,

penis

bengkak,posisi penis keatas,tidak ada kebocoran pada selang, urin 1500 cc/ 24 jam
k. Ekstremitas Atas&Bawah
1. Atas
Bentuk simetris,tidak ada sianosis pada daerah perifer,CRT < 3 detik,turgor kulit
(+),kekuatan otot tangan kanan dan kiri 5/5. Terdapat cairan infus di tangan kiri
RL, 15 gtt/menit
2. Bawah
Bentuk simetris,tidak ada sianosis pada daerah perifer,CRT < 3 detik,turgor kulit
(+),kekuatan otot kaki kanan dan kiri 5/5.

D. POLA AKTIVITAS SEHARI-HARI


No

Jenis

Sebelum sakit

Nutrisi
a.

Sesudah sakit

M
akan
-

Frekuensi
Jenis
Kesulitan
menelan
Keluhan/ alergi

b.

M
inum
- Frekuensi
- Jenis

- 3x/hari
- Nasi,Sayuran,daging
- Tidak ada keluhan

3x/hari
Nasi,Sayuran
Tidak ada keluhan

- 1500 cc
- Air putih,susu
- Tidak ada pantangan

1500 cc
Air putih,susu
Tidak ada pantangan

Pantangan

Eliminasi
a.
-

BAB
Frekuensi
Konsistensi
Warna

BAK
Frekuensi
Warna
Kesulitan

b.

- 3-4 x/hari
- Padat
- Kuning khas feses

1x/hari
Padat
Kuning khas feses

- 4-5 x/hari

- Kuning jernih

Terpasang
kateter
stend
Kuning jernih. Intake
cairan infus RL 15
gtt/ menit Hasil urine
1500/24 jam

- Kencing sedikit-sedikit

Istirahat tidur
a.

Tidur malam

- 7-8 jam

7 -8 jam

b.

Tidur siang

- Kadang- kadang

Kadang kadang

Mandi

- 3x/hari

Di seka saja 1x/hari

Sikat gigi

- 2x/hari

Tidak pernah

Cuci rambut

- Setiap hari

Tidak pernah

Aktivitas

- Sekolah,bermain,
Footsal

Klien
hanya
berbaring ditempat
tidur dan sulit untuk
beraktivitas.

Personal hygiene

E. DATA PSIKOLOGIS

Klien tampak tenang,klien selalu berdoa dengan di bimbing oleh kedua orang tua nya
supaya segera lekas sembuh.

F. PEMERIKSAAN PENUNJANG

No
Jenis Pemeriksaan
1
Hematologi
-

Hemoglobin
Leukosit
Hematokrit
Trombosit
Eritrosit
Index Eritrosit

- MCV
- MCH
- MCHC
Kimia Klinik
-

Ureum
Kreatinin
Glukosa Darah Sewaktu
Natrium (Na)
Kalium (K)

Nilai Normal

Hasil Pemeriksaan

11,5 15,5 g/dl

13.3g/ dl

4500 - 13500

11.000/mm3

35 - 45

35

150000 - 450000

306000

4.88 6.16

4.50 juta/ul

80 100

77.1 FL

26 34

29.6 PG

32 36

38,3 %

15 50

24 mg/dl

0.5 0.9

0.40 mg/dl

<140

94 mg/dl

135 145

136 mEq/L

36 55

43 mg/dl

G. THERAPHY
Terpasang Infus pada tangan kiri RL 500 ml
No
1
Cefotaxime

Therapy

Pemberian
2x1 500 mg

Rute
IV

Tramadol

2x1 50 mg

IV

Ranitidine

2x1 25 mg

IV

II. ANALISA DATA


No
1

DATA
DS:
Klien mengeluh nyeri di
area luka Operasi
DO:
-

Klien terlihat meringis

kesakitan
Skala nyeri 4 (0-10)
Nadi 90x/ menit

ETIOLOGI
Klien post op chordectomy ke-3

terdapat luka sayatan pada area


genital

terpurtusnya kontinuitas jaringan

Pengeluaran histamin, bradikinin,


prostaglandin dan substansi

Merangsang nosireseptor delta A

Dorsal horn di medulla spinalis

MASALAH
Nyeri Akut

Ds : -

Traktus spinothalamikus

Cortek serebri

Nyeri dipersepsikan
Pembedahan chordectomy

Do :
-

Terdapat infus RL

15gtt/menit
Terdapat luka post op

Gangguan integritas
jaringan

Terputusnya kontuinitas
jaringan

chordectomy
Adanya luka operasi
Gangguan integritas
jaringan
3

Ds : Do :
-

Tepasang Dower

Caterter stend
Urine 1500cc/24 jam
Bengkak di ujung
penis

Pembedahan chordectomy +
uretroplasty

Gangguan Pola
Eliminasi

Retensi Urine

Pembengkakan pada penis

Saluran kencing menyempit

Menghambat jalan keluar urine

DS: DO:
-

Terpasang kateter
stend hasil uroine

Gangguan pola elimiinasi


Luka post op chordectomy hari
ke-3

Terputusnya kontinuitas jaringan

Resiko infeksi

1500cc/24 jam
Selang tidak bocor
Ada nya luka

cordectomy
Luka terbuka

Dilakukan hecting pada luka

Adanya luka

Berkembangnya mikroorganisme

Resiko terjadinya infeksi

III. DIAGNOSA BERDASARKAN PRIORITAS


1.
Nyeri akut b.d adanya luka post Chordectomy + uretroplasty
2.
Gangguan intregritas kulit b.d terputusnya kontinuitas jaringan
3.
Gangguan pola Eliminasi b.d prosedur pemasangan kateter stend post op
4.

chordectomy + urethroplasty
Resiko terjadinya Infeksi b.d adanya luka disertai Terpasangnya kateter stend

IV. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


Nama
Umur
Anak

NO

: An .R
: 11 tahun

Diagnosa Keperawatan

No.Medrec
Ruang

:15022625
:Bedah

Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil

Intervensi

1.

Nyeri akut b.d adanya luka


post Chordectomy +
uretroplasty

NOC :

NIC :

Setelah dilakukan tindakan

1. Lakukan

pengkajian

nyeri

keperawatan selama 3x24 jam

secara kompre hensif catat

diharapkan Nyeri berkurang

keluhan,

atau hilang

frekuensi,

lokasi
durasi,

nyeri,
dan

intensitas (skala 0-10) dan


, dengan kriteria hasil:

tindakan penghilangan nyeri

a. Skala nyeri berkurang dari


4 menjadi 2 ( 0-10)
b. Tanda-tanda vital dalam
batas normal
Nadi normal ( 60 -

yang dilakukan
2. Pantau tanda - tanda vital
3. Dorong
penggunaan
keterampilan manajemen nyeri
seperti teknik relaksasi dan

teknik distraksi.
100 x / menit)
Pernapasan normal ( 4. Berikan posisi yang nyaman
sesuai kebutuhan pasien
16 - 24 x / menit)
5. Dorong
pengungkapan
Suhu
normal
(
perasaan pasien
36,5oC - 37,5oC)
6. Kolaborasi
pemberian
c. Ekspresi wajah pasien
analgetik sesuai indikasi
tidak meringis
- Tramadol 2 x 1 50 mg
d. Pasien tampak tenang
(tidak gelisah)
e. Pasien dapat melakukan
teknik
distraksi
sesuai
2.

Gangguan intregritas kulit


b.d terputusnya kontinuitas
jaringan

relaksasi

dan

dengan

tepat

indikasi

mengontrol nyeri.
NOC :

untuk
NIC :

Setelah dilakukan tindakan 1. Monitor ulang integritas luka


3x24 jam kerusakan integritas
dan observasi terhadap tanda
kulit dapat diatasi dengan
infeksi
kriteria hasil :
a. Penyembuhan luka sesuai 2. Monitor tanda-tanda vital dan
suhu tubuh pasien
waktu
3.
Lakukan perawatan luka
b. Tidak
ada
laserasi,
4.
Pertahankan sprei tempat
integritas kulit baik
tidut tetap kering dan bebas
kerutan

5. Kolaborasi

pemberian

antibiotic
6. Ajarkan cara perawatan luka
di rumah

3.

Gangguan pola Eliminasi

NOC:

NIC :

b.d prosedur pemasangan

Setelah dilakukan tindakan

kateter stend post op

keperawatan selama 4 x 24

chordectomy +

jam Gangguan eliminasi

urethroplasty

pasien teratasi dengan kriteria


hasil:
a. Intake

Urinary Retention Care


1. Monitor intake dan output
2. Monitor
derajat
distensi
bladder
3. Instruksikan pada pasien dan
keluarga

cairan

dalam

rentang normal
b. Balance cairan seimbang

untuk

output urine
4. Sediakan
privacy

mencatat
untuk

eliminasi
5. Monitor tanda dan gejala ISK
(panas, hematuria, perubahan
bau dan konsistensi urine)

4.

Resiko terjadinya Infeksi

NOC :

b.d adanya luka disertai

Setelah

Terpasangnya kateter stend

NIC :
dilakukan

tindakan 1. Pertahankan teknik aseptif


2. Batasi pengunjung bila perlu
keperawatan selama 4x24 jam
3. Cuci tangan setiap sebelum
pasien tidak mengalami infeksi
dan
sesudah
tindakan
dengan kriteria hasil:
keperawatan
a. Klien bebas dari tanda dan 4. Gunakan baju, sarung tangan
gejala infeksi
sebagai alat pelindung
b. Menunjukkan kemampuan 5. Tingkatkan intake nutrisi
6. Monitor tanda dan gejala
untuk mencegah timbulnya
infeksi sistemik dan lokal
infeksi
7. Inspeksi kulit dan membran
mukosa terhadap kemerahan,
panas, drainase
8. Monitor adanya luka
9. Dorong istirahat
10. Ajarkan pasien dan keluarga
tanda dan gejala infeksi
11. Kolaborasi
pemberian

antibiotic
- Cefotaxime 2x1 500 mg

Anda mungkin juga menyukai