Anda di halaman 1dari 9

SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI DI DUNIA ISLAM

PENDAHULUAN
Sebagai sebuah studi ilmu pengetahuan modern, ilmu ekonomi islam memang baru
muncul pada tahun 1970an, tetapi benarkah pemikiran tentang ekonomi islam juga merupakan
fenomena baru abad 20? Ternyata tidak! pemikiran tentang ekonomi islam terny muncul ternyata
telah munul sejak lebihdari seribu tahun lalu, bahkan sejak islam itu di turunkan melalui NABI
MUHAMMAD SAW. Karena rujukan utama pemikiran ekonomi islami adalah Al Quran dan
Hadist, maka tentu saja adanya pemikiran ekonomi tersebut juga bersamaan dengan di
turunkannya Al Quran dan masa kehidupan Rosulullah SAW pada abad akhir 6M hingga awal
abad 7M. setelah masa tersebut ternyata para ulama banyak memberikan kontribusi karya
pemikiran ekonomi. Karya sangat berbobot yaitu memiliki dasar argumentasi relijius dan banyak
di antaranya juga sangat futuristic dan baru di kaji oleh pemikir pemikir barat ratusan abad
kemudian. Pemikiran ekonomi di kalangan pemikir muslim banyak mengisi khasanah pemikiran
ekonomi dunia pada masa di mana barat masih dalam kegelapan. Pada masa tersebut dunia islam
justru mengalami puncak kejayaan dalam berbagai bidang.
MELACAK MISSING LINK SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI
Kata ekonomi berasal dari kata yunani kuno oikos dan nomos pada beberapa abad
sebelum masehi. Namun dalam sejarah ilmu pengetahuan umum di akui bahwa ilmu ekonomi
lahir di barat yang di tandai oleh karya Adam Smith yang bejudul An Inquiry into The Nature
and Causes of the Wealth of Nations(sering di sebut The Wealth of Nations saja) pada tahun
1776. Bagaimana pemikiran ekonomi sebelum masa itu? Tidak banyak di catat, kecuali sedikit
gagasan sederhana dan persial dari para pemikir Yunani-Romawi kuno seperti Aristoteles, Plato,
Cicero atau Xenophon(2-3SM). Pemikiran mereka membahas tentang aspek tertentu dari
kegiatan ekonomi, seperti penilaian buruk tentang praktek pembungaan uang. pada masa
berikutnya, ekonomi kaum Phsiokrat. Terdapat masa masa stagnasi antar waktu yang amat

panjang dalam sejarah pemikiran ekonomi, sebelum kemudian berkembangpesat pasca lahirnya
The Wealth of Nations tahun1776. 2 pengerti
PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM: KILASAN TOKOH DAN PEMIKIRANNYA
Terminology pemikiran ekonomi islam di sini mengandung pengertian yaitu pemikiran
ekonomi yang di kemukakan oleh para sarjana muslim dan pemikiran ekonomi yang di
kemukakan oleh para sarjana muslim dan pemikiran ekonomi yang di dasarkan atas syariat
islam. Oleh karenanya sejarah pemikiran ekonomi islam sesungguhnya telah beraawal sejak Al
Quran dan Hadist ada yaitu pada masa kehidupan rosulullah Muhammad SAW abad ke 7 M. Al
Quran dan Hadist banyak memuat pedoman normative dan positif bagi kegiatan ekonomi
manusia.
Pemikiran pemikiran para sarjana muslim pada masa berikutnya pada dasarnya berusaha
untuk mengembangkan konsep konsep islam sesuai dengan konsep konsep islam sesuai dan
kondisi yang di hadapi dengan tetap bersandar pada Al Quran dan Hadist sebagai sumber otoritas
tertinggi dalam pemikiran ekonomi. Memang harus di akui secara jujur bahwa para sarjana
muslim pasca Rosulullah banyak membaca karya karya pemikir yunani romawi sebagaimana
juga karya Syrian Alexandrian, Zoroastrian dan india. Namun demikian mereka tidak menjeplak
tulisan tulisan pemikir pemikir yunani romawi ini melainkan memperdalam, mengembangkan,
mmperkaya dan memodifikasinya sesuai dengan ajaran islam. Makalah ini tidak memaparkan
pemikiran ekonomi yang terdapat dalam Al Quran dan Hadist, tetapi lebih kepada beberapa
tokoh dan pemikiran para sarjana muslim pasca Rosulullah SAW.
Pemikiran Ekonomi Pasca Rosulullah SAW
Perhatian para sarjana muslim terhadap pemikiran ekonomi ternyata telah berlangsung
sejak lama. Tidak jauh dari masa kehidupan Rosulullah SAW telah di temukan kitab kitab
tentang pemikiran ekonomi yang di tulis oleh para sarjana muslim. Yang di maksudkan dengan
pemikiran ekonomi di sini adalah pemikiran tentang kekayaan dan kemiskinan, produksi dan
konsumsi, pertukaran dan distribusi, harga dan uang, dan lain lain. Sarjana muslim umumnya
dapat di kelompokkan menjadi fuqaha, syufi, dan filosof, di mana masing masing memberikan
kontribusi yang khas terhadap pemikiran ekonomi.

Fuqaha adalah orang yang ahli dalam hukum islam, banyak memberikan pandangan
tentang legalitas kegiatan ekonomi dari sisi hokum islam. Syufi adalah orang yang ahli hakekat,
menaruh perhatian utama pada aspek nilai/keutamaan, moralitas dan nilai spiritual dari kegiatan
ekonomi. Sementara itu filosof adalah ahli pikir yang banyak menyoroti sisi obyektifitas dan
rasionalitas dari kegiatan ekonomi.
Nejatullah Sidiqqi (1992, h 69-81 ;2001) telah membagi sejarah pemikiran ini menjadi
tiga periode yaitu periode pertama/pondasi (masa awal islam 450H/1058M), periode kedua (450850H/1058- 1446M),dan peride ketiga (850-1350H/1446-1932M).
Periode pertama /fondasi (masa awal islam 450H/1058M)
Abu Yusuf (182/798H)
Abu Yusuf brang kali merupakan fuqaha pertama yang memiliki buku
yang secara khusus membahas masalah ekonomi. Kitabnya yang berjudul al
kharaj banyak membahas ekonomi public, khusunya tentang perpajakan dan peran
Negara dalam pembangunan ekonomi. Ia sangat menentang pajak atas tanah
pertanian dan mengusulkan penggantian system pajak tetap atas tanah menjadi
system pajak proposional atas hasil pertanian. System pajak proposional ini lebih
mencerminkan rasa keadilan serta mampu menjadi automatic stabilizer bagi
perekonomian sehingga dalam jangka panjang perekonomian tidak akan
berfluktuasi terlalu tajam.
Abu Yusuf menekankan pentingnya prinsip keadilan, kewajaran dan
penyesuaian terhadap kemampuan membayar dalam perpajakan serta perlunya
akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan Negara.
Abu Ulbayd al Qashim Ibnu Salam (224/838H)
Buku yang berjudul al amwal di tulis oleh Abu Ulbayd al Qashim Ibnu
Salam merupakan suatu buku yang membahas keuangan public/ kebijakan fiscal
secara komprehensif. Di dalamnya membahas secara mendalam tentang hak dan
kewajiban Negara.
Junaid Baghdadi (297/910H)
Junaid Baghdadi idenya di kenal sebagai seorang sufi, karenanya ide
idenya tentang ekonomi tergambar dari ajaran ajaran tasawufnya. Menurutnya inti

dari ajaran tasawuf adalah membuang motivasi untuk mementingkan diri sendiri
dalam meningkatkan kualitas spiritual serta mengabdikan diri pada pengetahuan
yang benar. Seoarang muslim juga harus melakukan apa yang terbaik untuk
kepentingan abadi, mengharapkan kebajikan untu seluruh masyarakat serta
menjadi benar benar beriman kepada Allah SWT dengan mengikuti sunah Nabi
SAW.
Periode kedua (450-850H/1058- 1446M)
Al Ghazali (451-505H)
Al Ghazali di kenal memiliki pemikiran yang luas dalam berbagai bidang.
Bahsan ekonomi Al Ghazali antara lain meliputi uang, perdagangan, pembagian
tenaga kerja, dan organisasi masyarakat. Sebagai seoarang sufi Al Ghazali banyak
memberikan kontribusi yang berarti dalam memberikan pandangan pandangan
yang bersifat spiritual dan moral dari ilmu ekonomi. Al Ghazali juga banyak
menyoroti kegiatan kegiatan bisnis yang di larang atau di perbolehkan dalam
pandangan islam. Riba merupakan praktek penyalahgunaan fungsi uang daan
berbahaya, sebagaimana juga penimbunan barang barang pokok untuk
kepentingan kepentingan individual. Ia juga menganggap bahwa korupsi dan
penindasan merupakan factor yang dapat menyebabkan penurunan ekonomi
karenanya pemerintah harus memberantasnya, pemerintah tidak boleh memungut
pajak di luar ketentuan syariah kecualijika sangat terpaksa.
Dalam pandanganya kegiatan ekonomi merupakan amal kebajikan yang di
anjurkan oleh islam, namun manusia tidak berlebihan dalam mengumpulkan harta
kecuali sekedar memenuhi kebutuhannya secara wajar.
Ibnu Taimiyah(661-728H)
Ibnu Taimiyah adalah seorang fuqaha yang mempunyai karya pemikiran
dalam berbagai bidang ilmu yang luas termasuk bidang ekonomi. Ia telah
membahas pentingya suatu persaingan dalam pasar yang bebas, peranan market
supervisor, dan lingkup dari peranan Negara. Negara harus mengimplementasikan
aturan main yang islami sehingga produsen, pedagang dan para agen ekonomi
lainnya dapat melakukan transaksi secara jujur dan fair.

Banyak aspek mikro yang di kaji oleh Ibnu Taimiyah misalnya tentang
beban pajak tidak langsung yang dapat di geserkan oleh penjual kepada pembeli
dalam bentuk harga beli yang lebuh tinggi. Hal ini yang di bahas adalah peranan
demand dan suplly terhadap penentuan harga serta konsep harga ekuivalen yang
menjadi dasar penentuan keuntungan yang wajar.
Ibnu Khaldun(732-808H)
Ibnu Khaldun merupakan ekonom muslim terbesar karena sedemikian
cemerlang dan luas bahasannya tentang ekonomi. dialah satu satunya ekonom
muslim yang secara jujur di aku integritas dan kualitas karyanya oleh ekonom
barat.
Secara umum Ibnu Khaldun sangat menekankan pentingnya suatu system
pasar yang bebas. Ia menentang intervensi Negara terhadap masalah ekonomi dan
percaya akan efisiensi system pasar bebas.
Analisis Ibnu Khaldun dalam teori perdagangan internasional dan
hubungan harga internasional juga sengat cemerlang. Ia menghubungkan
perbedaan tingkat harga antar Negara ketersediaan factor factor produksi
sebagaimana

dalam

teori

perdagangan

internasional

modern,

penduduk

merupakan factor yang mendorong pembagian spesialisasi tenaga kerja sehingga


akan memperbesar surplus dan perdagangan internasional.
Peride ketiga (850-1350H/1446-1932M)
Shah Waliullah
Pemikiran ekonomi Shah Waliullah dapat di temukan dalam karyanya
yang terkenal berjudul Hujatullah al Baligha di mana ia banyak menjelaskan
rasionalitas dari aturan aturan syariah bagi perilaku manusia dan pembangunan
masyarakat.
Shah Waliullah menekankan perlunya pembagian factor factor ekonomi
yang bersifat alamiah secara lebih merata. Kepemillikan terhadap tanah akan
berarti hanya jika orang lebih dapat memanfaatkannya daripada orang lain

Berdasarkan pengamatanya terhadap perekonomian di kekhasiaran


Mughal india, waliullah mengemukakan dua factor utama yang menyebabkan
penurunuan pertumbuhan ekonomi, dua fakto tersebut a. l:
1. Keuangan Negara di bebani dengan berbagai pengeluaran yang tidak
produktif
2. Pajak yang di bebankan kepada pelaku ekonomi terlalu berat sehingga
menurunkan semangat berekonomi
Muhammad Iqbal
Pemikirannya memang tidak berkisar entang hal hal teknis dalam
ekonomi, tetapi lebih kepada konsep konsep umum yang mendasar. Dalam
karyanya puisi dari timur ia menunjukkan tanggapan ilslam kepeda kapitalisme
baarat dan reaksi ekstrim dari komunisme. Semangat kapitalisme yaitu memupuk
capital/materi sebagai nilai dasar system ini yang bertentangan dengan islam.
Keadilan social merupakn aspek yang mendapat perhatian besar dari
Iqbal, dan ia menyaakan bahwa Negara memiliki tugas yang besar untuk
mewujudkan keadilan social.

.Periode kontemporer (1930-sekarang)


Era tahun 1930an merupakan masa kebangkitan kembali intelektualitas di dunia.
Kemerdekaan Negara Negara muslim dari kolonialisme barata turut mendorong semangat para
sarjana muslim dalam mengembangkan pemikirannya. Zarqa mengklarifikasikan contributor
pemikiran ekonomi berasal dari :
1. Ahli syariah islam
2. Ahli ekonomi konvensional
3. Ahli syariah islam sekaligus ekonomi konvensional
Ahmad, khurshid membagi perkembangan

pemikiraan

ekonomi

islam

kontemporer menjadi 4 fase. Pada awalnya perkembangan ini di awali oleh kiprah para
ulama yang kebanyakan tidak di dukung pengetahuan ekonomi yang memadai dalam
menyoroti berbagai persoalan social ekonomi saat itu dari prespektif islam.
Zarqa membagi topic topic kajian para ekonom di masa ini menjadi tiga
kelompok tema, yaitu :

Perbandingan system ekonomi lainnya, khusunya kapitalisme dan sosialisme


Kritik terhadap system system ekonomi konvensional, baik dalam filosofi maupun
praktikal
Pembahasan yang mendalam tentang ekonomi islam itu sendiri, baik saecara
mikro maupun makro

KESIMPULAN :
Kata ekonomi berasal dari kata yunani kuno oikos dan nomos pada beberapa abad
sebelum masehi, Sebenarnya pemikiran tentang ekonomi islam telah muncul sejak
lebih dari seribu tahun lalu, bahkan sejak islam itu di turunkan melalui NABI
MUHAMMAD SAW. Karena rujukan utama pemikiran ekonomi islami adalah Al
Quran dan Hadist, maka tentu saja adanya pemikiran ekonomi tersebut juga
bersamaan dengan di turunkannya Al Quran dan masa kehidupan Rosulullah SAW
pada abad akhir 6M hingga awal abad 7M. setelah masa tersebut ternyata para ulama
banyak memberikan kontribusi karya pemikiran ekonomi.
Perhatian para sarjana muslim terhadap pemikiran ekonomi ternyata telah
berlangsung sejak lama. Sarjana muslim umumnya dapat di kelompokkan menjadi
fuqaha, syufi, dan filosof, di mana masing masing memberikan kontribusi yang khas
terhadap pemikiran ekonomi.
Nejatullah Sidiqqi (1992, h 69-81 ;2001) telah membagi sejarah pemikiran ini
menjadi tiga periode yaitu periode pertama/pondasi (masa awal islam 450H/1058M),
periode kedua (450-850H/1058- 1446M),dan peride ketiga (850-1350H/1446-1932M)
Jadi dapat di simpulkan bahwa pemikiran dan perkembangan ekonomi islam telah
ada sejak dulu, bahkan munculnya ekonomi islam lebih dahulu daripada ekonomi
konvensional. Dengan memperhatikan sejarah pemikiran ekonomi di dunia islam dan
kemungkinan proses transformasi dari dunia islam ke duniaa barat, maka hal ini
menimbulkan urgensi untuk melakukan rekontruksi sejarah pemikiran ekonomi dunia.
Sejarah pemikiran dunia saat ini sesungguhnya adalah sejarah di barat. Demi objektifitas
dan kejujuran penulisan sejarah pemikiran ekonomi, maka kontribusi dari dunia islam
harus di perhatikan.

REFERENSI :
Pengantar ekonomika mikro islami-MBHA bab 4

EKONOMI ISLAM
SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI DI DUNIA
ISLAM

Darwis Rahmat Revanto


09312543

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA