Anda di halaman 1dari 71

INFORMASI DASAR

HIV & AIDS

4/27/15

APAKAH HIV ITU?


HIV adalah nama virus yang

merupakan singkatan dari:


H = Human
I = Immunodeficiency
V = Virus
yang menyerang sistem
kekebalan tubuh manusia

4/27/15

Struktur HIV
Envelop
gp 120
gp41
Enzym
Reverse transcriptase
Integrase
Protease
Inti
P17 (matrix)
P24 (kapsid)
P7/P9 (nucleocapsid)

Human Immunodeficiency Virus


(HIV)
Retrovirus
2 ss-RNA
reverse
transcriptase
Struktur :
envelope
capsid
core
4

APAKAH AIDS ITU?


Pada saat sistem kekebalan tubuh telah
begitu parah rusaknya oleh HIV, sehingga
berbagai penyakit telah menyerang tubuh
tanpa ada sistem kekebalan yang
melawannya, ini berarti orang yang
terinfeksi HIV tersebut, sekarang telah
masuk ke kondisi AIDS.
AIDS singkatan dari Acquired Immuno
Deficiency Syndrome = kumpulan gejala
yang diakibatkan hilang atau berkurangnya
kekebalan tubuh
5

4/27/15

BAGAIMANA CARA PENULARAN


HIV?
Penularan HIV terjadi jika ada kontak atau percampuran
dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, yaitu:
Cairan Kelamin, melalui hubungan seksual
Darah melalui penggunaan jarum suntik

yang telah tercemar HIV diantara pengguna


narkoba, dan benda tajam tercemar lainnya,
transfusi.
Vertikal dari ibu pengidap HIV atau
penderita AIDS ke bayinya, selama
kehamilan, persalinan dan menyusui (ASI)

4/27/15

BAGAIMANA PROSES YANG TERJADI SEJAK


PAPARAN HIV HINGGA TERINFEKSI

Secara global penyebaran infeksi baru HIV melalui kontak seksual


melalui mukosa genital dan rektal bawah. Apa yang terjadi setelah
paparan HIV pada mukosa genital bawah wanita ataupun rectal LSL?
Kontribusi invasi HIV melalui mukosa terhadap infeksi HIV dewasa
Tempat
invasi HIV

Saluran
Genital
Wanita

Sublokasi
Anatomick

Vagina
Ektoserviks
Endoserviks
Lainnya

Saluran
Genital Pria

Kulit kulup
Uretra penis
Lainnya

Saluran
intestinal

Jenis Epitel

Media
transmisi

Probabilitas
transmisi
per paparan

Estimasi
kontribusi
kasus HIV
dunia (juta)

Skuamosa
nonkeratin
Skuamosa
nonkeratin
Kolumner
selapis
Berbagai
epitel

semen

1:200 -1:2000

12,6

Skuamosa
sdkt keratin
Kolumner
berlapis
Berbagai
epitel

Servikovagina
l , sekresi
retal dan
deskuamasi

1:700
1:3000

10,2*

1:20 1:300
1:2500

3,9~
1,5

Rektum
Kolumner
Semen
Saluran cerna
selapis
Hladik,
McElrath, 2008
atas
Berbagai
epitel

4/27/15

A. Virion HIV bebas atau sel terinfeksi HIV terjebak


pada mukosa
B. Perlekatan sel terinfeksi HIV ke permukaan
epitel mukosa melepaskan virion saat kontak
C. Virion menembus gaps antar sel epitelial.
D. Virion ditangkap sel Langerhans pada epitel
E. Internalisasi virions ke dalam kompartemen
endosit sel langerans
F. Fusi HIV dgn permukaan CD4+ T lymphocytes
intraepithelial, sehingga terjadi produksi HIV.
G. Transcytosis virion melalui sel epitel yang
berdekatan atau dalam lapisan basal epitel
skuamosa
H. Infeksi produkstif sel basal epitel.
I. Internalisasi virions ke kompartemen endositik
sel basal epitel.
J. Migrasi sel terinfeksi pada abrasi epitel masuk
ke stroma mukosa
K. Migrasi virion bebas pada mikroabrasi ke stroma
sehingga kontak langsung dengan sel dendrit
L. Produksi HIV pada sel dendrit stroma
M. Internalisasi virion ke kompartemen endosit
stroma sel dendrit.
N. HIV menjalar dari stroma dendrit ke limfosit T
CD4+ melalui sinaps infeksi
O. Produksi masif sel T CD4+ mukosa diaktivasi
oleh kontak antigen-presenting sel dendrit
P. Infeksi & produksi HIV sel T CD+ memory
mukosa
Q. Binding HIV dan infeksi produksi HIV pada
makrofag mukosa
R. Migrasi dan produksi HIV pada sel T CD4+ dan
sel dendrit yang terinfeksi ke sub mukosa
dan
4/27/15
Hladik,
Hope,
2009
mengalir melalui
aluran
limfe dan venula.
Migrasi HIV dari sel dendrit stroma dan sel

HIV masuk ke dalam tubuh


manusia dengan cara
transcytosis dalam bentuk
bebas ataupun kontak sel
terinfeksi melalui sel epitelial
mucosa, dendrit dan langerhans
atau bila terjadi pengelupasan
hingga ke sel immune,
membutuhkan waktu 2 hari
sejak paparan.
Target utama HIV adalah
Limfosit T CD4, Monosit atau
Makrofag. Target lainnya sel
langerhans, prekursor monosit
CD34, timosit triple negatif
(CD3-CD4-CD8) atau sel dendrit.

Melalui sirkulasi limfatik hingga


ke limfonodi dalam waktu 3
hari infeksi menjalar ke seluruh
jaringan tubuh menumpang dan
berkembang dalam sel target
makrofag
jaringan sehingga 4/27/15
Walker
et al, 1998
mencapai dan mengaktivasi sel

Replikasi HIV dan penurunan


jumlah sel Limfosit T CD4
Replikasi HIV dalam sel limfosit
CD4 mencapai 107 partikel
infeksius per mm3 per hari.
Hal ini berlangsung sangat cepat
dan hebat dalam tubuh, sampai
seluruh sel CD4 terinfeksi bahkan
ketika sel-sel CD4 tersebut baru
tumbuh dari steem pembentuknya,
terutama pada orang yang
sebelumnya tidak terinfeksi atau
naive.
Setelah beberapa waktu,
tergantung pada kemampuan
sistem immun individual, tubuh
mengenalinya sebagai kondisi
membahayakan dan membentuk
respons immun anti HIV berupa
mengakibatkan
sel-sel mediated dan humoral
jumlah
selanti HIV
antibodi

10

Kerusakan sel
berkurangnya
Limfosit T CD4 ini berlangsung
terus-menerus

4/27/15

11

Prinsip Penularan HIV


E = Exit
(virus harus keluar dari tubuh orang yang terinfeksi)
S = Survive
(virus harus bertahan hidup diluar tubuh)
S = Sufficient
(jumlah virus harus cukup untuk dapat menginfeksi)
E = Enter
(Virus masuk ketubuh orang lain melalui aliran
darah)

12

Stadium Klinis HIV Dewasa WHO 2006

WHO 1
WHO 2

WHO 3
ADULTS
13

WHO 4
4/27/15

Stadium Klinis HIV Dewasa WHO 2006

W
i
n WHO 1
d
o
w

WHO 2

P
tanpa
gejala
Gejala-tanda kulit
e
& konstitusi ringanWHO
r
i
o
d

14

VC
T
Bumi
l

Gejala-tanda
fisik berat

WHO 4Sangat Berat & keganasan

PITC
(TIPK)

4/27/15

Stadium 1 Tanpa Gejala


meliputi
Periode Jendela,
Dimulai sejak saat pertama terinfeksi
Tidak ada tanda khusus, hanya seperti gejala flu yang

15

sembuh beberapa hari/minggu dengan sendirinya


Jumlah virus meningkat sangat cepat dan sangat mudah
menular (infeksius), tetapi jika diperiksa HIV hasilnya
negatif. Ini yang disebut periode jendela (window
period)
Lamanya periode jendela kl 3 bulan
Setelah periode jendela, tubuh secara alamiah membentuk
antibodi anti HIV yang akan positif jika diperiksa
Orang tsb masih merasa sehat dan terlihat sehat, sama
seperti orang sehat lainnya, tidak ada gejala.
Terdapat pembesaran kelenjar limfe (kelenjar getah bening)
persisten simetris generalisata (PGL)
Orang tersebut tanpa keluhan apapun bisa sampai 3 thn
4/27/15

Persistent generalized lymphadenopathy

Enlarged mastoid lymph gland

Enlarged
occipital
lymph gland

16

Enlarged deep
posterior
cervical lymph
glands

Enlarged
submandibular
lymph gland

Enlarged
anterior
cervical
lymph glands

Stadium 2 HIV Positif Gejala


Ringan
HIV telah berkembang
Antibodi anti HIV telah terbentuk sehingga hasil tes darah untuk

HIV dinyatakan positif


Orang tsb masih merasa sehat
Berat badan menurun <10% dari BB semula
Kelainan kulit dan mukosa ringan seperti dermatitis seboroik

17

(ketombe), papular pruritic eruption (PPE), infeksi folikulitis,


jamur kuku, ulkus oral yang rekuren, cheilitis angularis
(ragaden, luka di sudut bibir)
Herpes zoster dalam 5 tahun terakhir
Infeksi saluran napas bagian atas seperti sinusitis bakterial
Masih dapat bekerja, sama seperti orang sehat lainnya.
Stadium 1 dan 2 ini bisa tumpang tindih
Stadium ini berlangsung selama 5 10 tahun
HIV dalam tubuh dapat menular ke orang lain
4/27/15

Dermatitis seboroika

18

Gatal
Bersisik
Kemerahan
~ P. ovale

Papular pruritic eruption


(PPE)

19

Lengan, tungkai,
pinggang,
bokong
Simetris

Cheilitis angularis

20

Herpes zoster (shingle)

21

nfeksi jamur kuku (onikomikosis

1.
2.
3.
4.
5.

Subungual distal
White superfisial
Subungual proksimal
Kandida
Distrofik total

Disebabkan oleh T. rubrum

22

Stadium 3 HIV Positif Gejala


Berat (AIDS)
Sistem kekebalan tubuh telah menurun
Tubuh sudah ditumpangi infeksi yang hilang timbul
seperti jamur mulut, oral hairy leukoplakia, lineal gingiva
erythema, demam, keringat malam hari.
Berat badan turun lebih dari 10% BB semula
Mulai sering izin sakit, muncul gejala meliputi
Diare kronis yang tidak jelas penyebabnya > 1 bulan,
Demam tanpa sebab yang jelas yang (intermiten atau
konstan) > 1 bulan
TB paru, dalam 1 tahun terakhir
Infeksi bakteri berat (pnemonia, pyomiositis)
Angiomatosis basiler
Herpes zoster yang berkomplikasi
23

4/27/15

Kandidiasis Pseudomembran

24

Oral Hairy
Leukoplakia

25

Tampak sebagai lesi/plaque


atau seperti proyeksi rambut
bergelombang pada bagian
lateral lidah yang tidak nyeri
& tidak dapat hilang dgn
menggosoknya
Merupakan tanda supresi
imun & prognosis jelek
Pemeriksaan histopatologi
menunjukkan Eipstein-Barr
(EBV) intrasel

26

27

4/27/15

Stadium 4 HIV Positif Gejala


Sangat Berat (AIDS)
4. Sistem kekebalan tubuh rusak parah, tidak berdaya terhadap serangan infeksi penyakit
apapun
Tidak bisa bangun dari tempat tidur, tubuh tinggal tulang berbalut kulit; HIV wasting
syndrome (BB turun 10% + diare kronik > 1 bln atau demam >1 bln yg tdk disebabkan peny
lain)
Kandidiasis esofagus, trakea, bronkus atau paru
Pneumonia Pneumocystis (PCP)
Mikobakteriosis atipik disseminata atau di paru
Septikemi Salmonella non-tifoid
TB ekstra paru
Limfoma
Sarkoma Kaposi
Ensefalopati HIV (Gangguan dan/atau disfungsi motorik yg mengganggu aktivitas hidup
sehari hari dan berlangsung beberapa minggu/bulan yg tidak disertai penyakit lain
Toksoplasmosis pada otak
Kriptosporidosis, Isosporiasis, Microsporidiosis dgn diare >1 bulan
Kriptokokosis, ekstra paru
Cytomegalovirus (CMV) pada 1 organ selain hati, limpa, kelenjar getah bening (mis: retinitis)
Herpes simplex virus (HSV) mukokutaneus > 1 bulan,
Progressive multifocal leucoenphalopathy (PML)
Mikosis disseminata (histoplasmosis, koksidioidomikosis, penisiliosis)
Bisa disertai Toksoplasma otak, Kandidiasis kerongkongan dan tenggorokan, serta berbagai
kanker seperti Sarcoma Kapossi

28

4/27/15

29

Kriptokokosis

30

Pneumonitis dan Pneumothoraks

31

4/27/15

Kriptosporodiasis

32

4/27/15

Sarkoma Kapossi

33

4/27/15

Stadium klinis HIV Anak (WHO)


Stadium klinis 1
Asimptomatik
Limfadenopati
generalisata
Hepatosplenomegali

34

4/27/15

Stadium klinis 2:
Infeksi sal. napas atas kronis atau kambuh (otitis
media, otorhoea, sinusitis > 2 episode dalam 6
bln)
Pruritic papular eruption
Herpes zoster (> 1 episode dalam 6 bulan)
Ulkus oral rekurens (> 2 episode dlm 6 bln)
Lineal gingiva erythema (LGE)
Cheilitis angularis
Pembesaran parotis
Dermatitis seboroika
Infeksi human papiloma virus yang luas atau
infeksi moluscum (> 5 % tubuh)
Infeksi jamur kuku
35

4/27/15

Stadium klinis 3
Malnutrisi sedang tanpa etiologi jelas yang tidak membaik
dengan terapi standar
Diare persisten tanpa etiologi yang jelas (> 14 hari)
Demam tanpa etiologi jelas (intermiten atau konstan, > 1
bln)
Kandidiasis oral (di luar masa neonatal)
Oral hairy leukoplakia (OHL)
TB paru
Dugaan pneumonia bakteri kambuh yang berat (> 2
episode dalam 6 bulan)
Necrotizing ulcerative gingivitis/peridontitis akut
Pneumonitis limfoid interstitialis (LIP)
Anemi (< 8 g/dL), netropeni (< 1.000/mm3) atau
trombositopeni (<30.000/mm3) > 1 bulan
Penyakit paru terkait HIV kronis termasuk bronkiektasis
Kardiomiopati terkait HIV atau nefropati terkait HIV
36

4/27/15

Stadium klinis 4:
Dugaan diagnosis dibuat berdasarkan tanda klinis nyata
atau pemeriksaan sederhana
Malnutrisi berat atau wasting berat tanpa etiologi jelas
yang tidak
membaik dengan terapi standar
Pneumonia Pneumocystis
Dugaan infeksi bakteri berulang yang berat (> 2 episode
dalam
1 tahun, mis: empiema, piomiositis, infeksi tulang atau
sendi,
meningitis selain pneumonia)
Infeksi Herpes simpleks orolabial atau kulit yg kronis
(lamanya
> 1 bulan)
TB ekstra paru

4/27/15
37 Sarkoma Kaposi
Kandidiasis esofageal

Stadium klinis 4

(lanjutan):

Perlu konfirmasi diagnosis.


Infeksi CMV (retinitis atau infeksi organ lain selain
hati,
limpa, atau kel. limfe dengan onset pd umur > 1
bulan)
Meningitis Cryptococcus (atau penyakit ekstra paru
lain)
Setiap mikosis endemis diseminata (Histoplasma,
Koksidioidomikosis atau Penisiliosis ekstra paru))
Kriptosporidiosis
Isosporiasis
Infeksi Mikobakteria non-TB diseminata
Kandidiasis trakea, bronkus, atau paru
Fistula rekto-vesiko yang terkait HIV
4/27/15
38 Limfoma non Hodgkin serebral atau sel B

Apakah seorang pengidap HIV dapat


dikenali secara kasat mata?
TIDAK, seseorag dengan HIV yang belum masuk

dalam kondisi AIDS tidak dapat dikenali hanya dengan


melihat saja.
Pengidap HIV yang belum masuk dalam kondisi AIDS
akan terlihat normal sama seperti orang sehat lainnya
Pengidap HIV ini dapat menularkannya pada orang
lain

Apakah pengidap HIV dan Penderita AIDS


dapat disembuhkan?
TIDAK, sampai sekarang belum ditemukan obat yang

39

dapat menghilangkan HIV sama sekali dari dalam


tubuh manusia
Obat yang ada hanya dapat menghambat
perkebangbiakan virus (HIV) tetapi tidak dapat
4/27/15
menghilangkan HIV sama sekali dari dalam tubuh,

Bagaimana kita
mengetahui terinfeksi HIV
atau
tidak?
Dengan
melakukan Tes HIV atau tes darah
untuk HIV
Tes HIV ini termasuk bagian dari
pemeriksaan laboratorium darah melalui :

40

pendekatan sukarela VCT / KTS ataupun


pendekatan medis PITC / TIPK yang terdapat di semua
fasilitas pelayanan kesehatan termasuk RS Daerah

4/27/15

Apa saja hal-hal yang tidak


menularkan HIV?
Bersenggolan atau menyentuh
Berjabat tangan
Melalui bersin atau batuk
Berenang bersama-sama
Menggunakan WC / toilet yang sama
Tinggal serumah
Menggunakan piring dan alat makan yang

sama
Gigitan nyamuk /serangga yang sama

41

4/27/15

Waktu paruh HIV (dalam tubuh)


Kondisi
Waktu
Virus bebas
6 8 jam
Sel CD4 dg virus yang aktif
1 -2,2 hari
Sel CD4 dg virus yang belum
6 hari
berintegrasi
Makrofag
14 hari
Virus yang tertangkap FDC
14 hari
Sel CD4
dg virus
yang 9laten
bulan
Jumlah
produksi
total 10,3x10
virion/hari dalam 8-36
2,6 hari
sejak sel CD4 terinfeksi; siklus hidup virion 1,2 hari

42

Di luar tubuh :
Perelson 1996
Di luar sel, virus hanya dapat hidup beberapa detik bila tanpa media
Di dalam sel di luar tubuh, virus hanya dapat hidup selama sel
4/27/15
tersebut hidup
Virus HIV sangat mudah rusak dengan deterjen, antiseptik dll

Kerentanan virus

43

Tdk dapat bertahan terhadap


pemanasan:
Temp 56oC selama 30 menit
Dididihkan selama beberapa detik
Tdk dapat bertahan terhadap
germisida:
0,5 1% sodium hipochlorite
70% ethanol
2% glutaraldehid
Aseton
Eter
Beta propiolactone (pengenceran
1 : 400)
NaOH (40 mMol/liter)
4/27/15

Pencegahan Penularan HIV


1. Pencegahan penularan lewat hubungan

seksual
A = abstinence = puasa seksual,
yaitu tidak melakukan hubungan seksual diluar nikah.
Hubungan seks hanya setelah pernikahan yang sah.

B = be faithful = setia pada pasangan,


Bagi yang telah menikah hanya melakukan hubungan
seks dengan pasangannya (suami atau istrinya sendiri).
Tidak melakukan hubungan seks diluar nikah

C = using condom = menggunakan kondom,


satunya
kepada

44

yaitu bagi pasangan suami istri yang salah


sudah terinfeksi HIV agar tidak menularkan
pasangannya

4/27/15

Pencegahan penularan HIV


2. Pencegahan penularan melalui darah

D = drugs = tidak menggunakan narkoba,


karena saat sakaw tidak ada pengguna
narkoba yang sadar akan kesterilan jarum suntik,
apalagi ada rasa kekompakan untuk memakai
jarum suntik yang sama

E = equipment = mewaspadai semua


alat tajam yang dapat melukai kulit,
seperti jarum akupuntur, tindik, tato, pisau
cukur, agar
semuanya steril sebelum digunakan,
atau pakai alat baru.
Mewaspadai darah yang diperlukan untuk
transfusi, pastikan steril.
45

4/27/15

Pencegahan penularan HIV


3. Pencegahan penularan
vertikal dari Ibu
ke
Bayinya

Hindarkan perempuan dari HIV-AIDS & IMS


Hindarkan kehamilan yang tidak
direncanakan pada perempuan dgn HIV
Cegah penularan HIV dari Ibu ke
bayi/anaknya
Peduli dan dukung (psikologis, sosial dan
perawatan, akses) Ibu HIV beserta anak
dan keluarganya

Intervensi :
46

Mengintegrasikan pemeriksaan HIV dalam


4/27/15
ANC

APAKAH IMS ITU?


IMS merupakan singkatan dari:

I
= Infeksi
M = Menular
S
= Seksual
adalah nama kelompok infeksi yang menular
melalui hubungan seksual
Segala jenis infeksi yang ditularkan melalui aktivitas

seksual
Mengakibatkan penyakit : alat kelamin dan atau tubuh
secara keseluruhan.

47

4/27/15

IMS

Lebih dari 30 organisme berbeda dapat menyebabkan IMS


Beberapa infeksi mempunyai tanda-tanda dan gejala yang sama
Pengobatan yang akurat memerlukan diagnosis yang akurat
Untuk kebanyakan IMS, diagnosis akurat memerlukan pemeriksaan
laboratorium
Di negara-negara yang sedang berkembang, pemeriksaan laboratorium
sering tidak tersedia
Beberapa organisme penyebab:
1.Bakteri: Neisseria gonorrhoeae, Chlamydia
trachomatis,.
2.Virus: Herpes simplex, Hepatitis, HIV
3.Protozoa: Trichomonas vaginalis
4.Jamur: Candida albicans
5.Ektoparasit: Phtirus pubis, Sarcoptes scabei
48

4/27/15

Apakah IMS hanya


ditularkan melalui
hubungan seksual?
Tidak,
beberapa IMS juga dapat ditularkan dari
ibu yang menderita ditularkan ke janin
atau bayinya serta lewat kontak darah

Penyebab IMS dapat ditemukan


pada :
Cairan cerebrospinal
Darah
Cairan seksual
49

4/27/15

Berbagai bentuk IMS


8 sindrom IMS

1. Duh/cairan Vagina
2. Duh/cairan Uretra
3. Ulkus genital / Luka pada alat

50

kelamin
4. Nyeri perut bag bawah pada
wanita
5. Pembengkakan skrotum /buah
pelir
6. Bubo inguinal / benjolan di lipat
4/27/15
paha

1. Duh/cairan Vagina
Vaginal Candidiasis

51

Keputihan
Gatal pada alat kelamin
Nyeri saat kencing
Nyeri saat bersetubuh

VAGINITIS

Trikomoniasis

Kandidiasis

Bakterial vaginosis
SERVISITIS
4/27/15

Gonore

Non gonore (Klamidiosis)

2. Duh/cairan Uretra

Non-gonorrhoe
(klamidiasis)
Gonorhoe

52

Kencing nanah
Nyeri/panas saat kencing

4/27/15

3. Ulkus genital / Luka pada


alat kelamin
Luka kotor

dengan nyeri

53

Herpes simpleks

Herpes simpleks

4/27/15

3. Ulkus genital / Luka pada


alat kelamin

Siphilis oleh treponema palidum


Luka (bersih) tanpa nyeri, seringkali diabaikan
Sangat berbahaya

54

4/27/15

4. Nyeri perut bag bawah pd


wanita juga pria
Nyeri perut bagian bawah
Nyeri saat bersetubuh

scabies

Penyakit radang panggul, sebab

: N.gonorrhoea, C.tracho-matis,
bakteri an aerob
infertilitas

Siphilis stadium
dini

Dapat juga ditemukan tanda di

tempat lain seperti tangan dan


kaki, atau bagian tubuh lainnya
55

4/27/15

5. Pembengkakan
skrotum/buah pelir
Gonococcus
Klamidia

56

4/27/15

6. Bubo inguinal / benjolan di


lipat paha

Limphogranuloma venereum

57

4/27/15

7. Konjungtivitis neonatorum /
radang mata bayi baru lahir

Neiseria gonorrhoea pada bayi

58

Siphilis (lues) pada


bayi

4/27/15

8. Vegetasi genital/tumbuhan pd
alat kelamin
Condiloma acuminata
Wartz
Herpes Papiloma virus

59

4/27/15

Keterkaitan HIV dan IMS


IMS meningkatkan risiko penularan

HIV sampai 300 kali lipat


HIV mempercepat perburukan dan
perluasan IMS 100 kali lipat
IMS dan HIV menular pada bayi,
dan menurunkan kualitas hidup

60

IMS harus diobati


tuntas jangan
sampai
pingpong
4/27/15
fenomena

IMS dapat diobati dengan tuntas,

kecuali yang disebabkan virus


HIV dapat dikendalikan dengan
ARV asal patuh pengobatan 100%
HIV dan IMS dapat dicegah
penularannya ke bayi/anak
Hindari risiko untuk kualitas hidup
terbaik

61

4/27/15

Strategi Penanggulangan IMS &


Pengendalian HIV

62

A. Abstinence (puasa seks)


B. Be faithful (saling setia)
C. Condom (pakai kondom
dengan baik & benar
secara konsisten)
D. Drug (hindari pemakaian
napza; patuh minum obat
100%)
E. Education, Equipment,
Environment (edukasi,
peralatan steril,
lingkungan kondusif)
F. Food, Friendship,
Fellowship (asupan
gizi/suplemen,
persahabatan,

4/27/15

Case Fatality Rate (CFR) AIDS Menurut Tahun


di Indonesia, 1987-2011

63

4/27/15

EFEK ARV pada ODHA


Sept 2003

64

4/27/15

Bagaimana hasil Pengobatan dgn ARV bagi


Individu yang taat ???

65

4/27/15

Tes HIV
Tes HIV diintegrasikan pada tes darah rutin di

66

daerah status epidemi meluas, bersama tes lain


yg diperlukan seperti Malaria, Sifilis, Hepatitis
B/C, LFT, dll, sesuai edaran, kebijakan setempat
dan/ atau keputusan medis
Tes HIV ditawarkan pada ANC bumil, pasien IMS,
pasien TB, pasien yg sesuai patofisiologi HIV
Tes apapun ditujukan semata-mata untuk
kepentingan pasien dan diberikan penjelasan
dan tercatat dalam rekam medis
Bila hasil positif diberikan Kartu Pasien
berRegister Nasional dan dilakukan konseling
serta dukungan akses
4/27/15
Selalu dilakukan edukasi / dukungan / konseling

SE PPIA
Ibu Tetap Sehat, Bayi Bebas HIV,
Status Epidemiologi menentukan intervensi
Pelaku

Inisiasi

Hasil
Hasil
67
positif

Petugas KIA (Dokter, Bidan, Perawat &/


psikolog-konselor), penerapan
kewaspadaan standar
Setiap Ibu Hamil pada K1-K4, tmsk IMS &
TB ?
Integrasikan pada ANC terpadu (T8)
3C 2R (buku KIA, register bumil, SIM),
Kartu pasien beregister nasional
Negatif maupun Positif : berikan edukasi
& dukungan
Bumil HIV : INDIKASI ARV
4/27/15

PDP
Kotrimoksasol
Profilaksis

HIV stadium 2, 3 dan 4


Berikan dua minggu sebelum mulai ARV : ES (-), cara
minum /12 jam, adherence, menurunkan risiko IRIS,
dan interaksi obat

Start ARV

HIV Stadium 3 atau 4


CD4 < 350 sel/mm3, (+/- klinis)

Lini Pertama

Harus berisi 2 NRTI + 1NNRTI , dengan pilihan:


AZT + 3TC + NVP
AZT + 3TC + EFV
TDF + 3TC (atau FTC) + NVP
TDF + 3TC (atau FTC) + EFV

Lini Kedua

Harus pakai Protease Inhibitor (PI) yang diperkuat oleh


Ritonavir (ritonavir-boosted) + 2 NRTI, (sesuai lini
pertama dan 3TC).
PI yang ada di Indonesia dan dianjurkan digunakan
4/27/15
adalah Lopinavir/ritonavir (LPV/r)

68

Koinfeksi HIV
Koinfeksi IMS-HIV

Koinfeksi HIV-TB

Temukan setiap bentuk IMS, obati tuntas, hindarkan


pingpong, kondom konsisten, IPP & konseling.
HIV temukan sedini mungkin, berikan hak scr
bertanggung jawab.
Stadium 3. Clinical judgement : Obati dulu TB nya
Pilihan terapi : a) OAT lengkap 6 bulan, b) OAT intensif 2
bulan, c) OAT 2 minggu, d) bersamaan.

Koinfeksi HIV-HBV Stadium tidak bermakna,


Inisiasi Clinical judgement (Ggan Fs Hati)
TDF + 3TC + Emtricitabine (FTC)
Pemantauan
Laboratoris

69

Akses pemeriksaan lab CD4


Pemeriksaan HIV RNA (viral load)
Toksisitas obat : klinis, gejala, tanda dan laboratorium
Bedakan antara ESO, IRIS, Gagal Terapi
4/27/15

STATUS EPIDEMI
KONDISI CAKUPAN:
Laporan Tes HIV RDT serial
strategi 3 :
RS, Puskesmas,
klinik/fasyankes/services
(PITC &VCT, integrasi IMS, TB,
ANC Bumil,
Layanan lain ~patofisiologi infeksi
HIV)
Jumlah perawatan AIDS
Jumlah Yandas populasi kunci
Jumlah survei populasi kunci
(strategi 2)
telah konfirm RDT ketiga (linkconfidential)
Jumlah skrining HIV pedonor
darah
(reaktif konfirmasi Konseling)

BUMIL
/UMU
M

KEL
RISTI

STATUS EPIDEMI

< 1%

< 5%

RENDAH

< 1%

> 5%

TERKONSENTRASI

> 1%

na

LUAS

n sedikit yang diperiksa, makin mengkhawatir


makin banyak yang diperiksa makin melegaka
70

4/27/15

Permenkes No. 21 tahun 2013, 21


Maret 2013, Berita Negara Tahun
2013 No. 654, 30 April 2013
Status Epidemi HIV ditentukan oleh Provinsi,

Kabupaten / Kota
Upaya penanggulangan mengikuti Status Epidemi :
Epidemi rendah : populasi kunci
Epidemi terkonsentrasi : +, pdrt IMS, TB, PPIA-ANC

Terpadu
Epidemi meluas : standar pelayanan medis minimal
bagi setiap orang yang kontak layanan kesehatan:
RJ & RI,
Bumil, Bulin, Bufas
Yan Anak < 10 th
Yan Bedah
Yan KesRem
Yan Kespro & KB
71

4/27/15