Anda di halaman 1dari 2

1.

Kliasifikasi DM krn kerusakan sel beta


-

pankreas : DM tipe 1
DM tipe 2
: (DM tidak bergantung
insulin) sel-sel sasaran insulin gagal atau
tidak mampu merespon insulin secara
normal (resistensi insulin), gangguan

- Kategori I
: waktu pemberian tepat
8. Target nilai tekanan darah px HT dengan
-

mmHg
9. Golongan sulfonilurea

sekresi insulin (defisiensi insulin), produksi


glukosa hepatik berlebihan.
- DM gestasional
: kehamilan
2. Karakteristik DM tipe 2 : metformin

DM (JNC7) : TD < 130/80 MMHg


Kebanyakan pasien < 140/90 mmHg
Pasien dg penyakit ginjal kronis < 130/80

(gliburid/glibenklamid, glipizid, glikazid,

merupakan first line terapi bagi DM tipe 2.


3. Gejala yang sering timbul pada panderita

glimepirid, glikuidon)
Golongan meglitinida (repaglinide)
Turunan fenilalanin (nateglinide)
Gol. Biguanida (metformin)
Gol. Tiazolidindion (rosiglitazon, troglitazon,

DM : polifagi, polidipsi, poliuria, fatigue.


4. Strategi terapi obat untuk menurunkan

pioglitazon)
Gol. Inhibitor alpha-glukosidase (akarbose,

glukosa darah dapat dilakukan dengan :


-

meningkatkan sensitifitas reseptor insulin.


Meningkatkan sekresi insulin (merangsang
sekresi insulin di kelenjar pankreas)

(sulfonilurea, meglitinida)
Meningkatkan kecepatan sintesis insulin

oleh pankreas (turunan fenilalanin)


Menurunkan produksi glukosa hati

(biguanida)
Meningkatkan kepekaan tubuh thd insulin/
menurunkan resistensi insulin

(tiazolidindion)
Menghambat absorpsi glukosa ke dalam

darah (inhibitor alfa glukosidase)


5. Modifikasi gaya hidup DASH : untuk
6.

mengontrol HT
Penurunan BB
Diet rendah sodium
Aktifitas fisik
Alkohol sedikit/tidak
Hormon yang meregulasi kadar glukosa

darah : norephinephrin dan glucagon


7. Kategori penggunaan AB dikatakan
rasional/tepat pada metode gyssens :
-

kategori I
Kategori V

: ada indikasi penggunaan

AB
Kategori IVa
Kategori IVb
Kategori IVc
Kategori IVd
Kategori IIIa
Kategori IIIb
Kategori IIa
Kategori IIb
Kategori IIc

: lebih efektif
: toksisitas lebih kecil
: harga lebih murah
: spektrum lebih sempit
: durasi terlalu panjang
: durasi terlalau pendek
: dosis benar
: interval pemberian benar
: rute pemberian benar

miglitol)
10. OAD oral yg punya efek metabolik dapat
-

menurunkan BB : metformin.
Cenderung meningkatkan BB : gol.

sulfonilurea
11. Rekomendasi besaran dosis insulin pd px
DM yg baru pertama kali pakai insulin :
berat badan pasien
12. Lokasi penyuntikan : lengan (medium
speed), abdomen (fast speed), paha atas
dan bokong (slower speed)
13. Tujuan diberikan penthoxifylline pd DM
sellulitis : (antiplatelet) untuk meningkatkan
-

efikasi AB.
NaCL : (elektrolit) supaya tidak lemas
Sistenol
: demam, sakit kepala, nyeri

ringan, mukolitik.
Inj. Seftriakson : untuk obat infeksi bakteri
Ranitidin : mengatasi mual, muntah,tukak

lambung
Novorapid : insulin (short acting) 3 x sehari
Lavemir : insulin (long-acting) pada malam

hari
- Ondansetron : mual muntah
- HCT : diuretik untuk mengatasi udem
- Kaptopril : anti-HT
- Simvastatin : anti-hiperlipidemia
14. Insulin yang termasuk intermediate acting
humulin N.
Humulin R
: short acting
Apidra
: rapid acting
Actrapid
: masa kerja singkat
Lantus
: long acting
15. Apidra
16. Pasien DM diharapkan dapat melakukan
monitoring kadar glukosa mandiri dengan

tujuan memantau keberhasilan maupun


ADR terapi antidiabetik yang digunakan.
17. Faktor yang dapat merupakan dasar
menentukan terapi DM : Tipe DM,
Komplikasi, Komorbid, harga. Yang bukan

20. Golongan obat antidiabetik oral yg KI pada


pasien DM dg gagal jantung : tiazolidindion
- KI sulfonilurea
: lanjut usia,

dasar (mekanisme obat)


18. Tes HbA1c (ideal : <7mg/dl) dapat

insufisiensi ginjal (g blh klorpropamid n


glibenklamid karena kerjanya lama), tapi

digunakan untuk : mengetahui tingkat

glikuidon, glikazid, tolbutamid (boleh,

kepatuhan pasien menggunakan OAD.


19. Indikasi utama penggunaan insulin :
- Wanita hamil
- Infeksi sistemik, stress berat,
-

pembedahan, IMA, stroke


Ketoasidosis
DM tipe 1
Sindroma hiperglikemia hiperosmolar

non-ketotik
Pasien DM yg mendapat nutrisi
parenteral

Gangguan fx ginjal atau hati yg berat


KI atau alergi thd OHO

karena kerjanya singkat), tdk boleh


tunggal pada DM yuvenil, cenderung
-

meningkatkan BB.
KI biguanida
: tidak boleh pd
gangguan fungsi hepar, fx ginjal,

penyakit jantung kongesif, wanita hamil.


KI Inhibitor alpha-glukosidase :
KI DPP IV inhibitor :