Anda di halaman 1dari 41

Efikasi perangsang nafsu

makan pada pasien kemoterapi

DEFINISI
Kaheksia adalah sistem metabolik kompleks
yang berhubungan dengan penyakit dasar
ditandai dengan anoreksia, penurunan berat
badan, kehilangan masa otot, disfungsi organ,
hipoalbuminemia, peningkatan kebutuhan basal
dan gangguan metabolisme zat gizi serta
kelemahan.
R. Lukas, E.Frank, T.Peter; Clinical practice guidelines on cancer cachexia in advanced cancer patients with a focus on refractory cachexia; European Palliative Care

Lanjutan

R. Lukas, E.Frank, T.Peter; Clinical practice guidelines on cancer cachexia in advanced cancer patients with a focus on refractory cachexia; European Palliative Care

EFEK SAMPING TERAPI KANKER

R. Lukas, E.Frank, T.Peter; Clinical practice guidelines on cancer cachexia in advanced cancer patients with a focus on refractory cachexia; European Palliative Care

PATOGENESIS KAHEKSIA PASIEN


KANKER

C.Marion, L.Victor, C.Trinitia ; Cancer Cachexia Syndrome in Head and Neck Cancer pasien:Part I Diagnosis,Impact on Quality of life and Survival and treat; Wiley Inter

Penghasilan
Toxohormone
(Lipid Mobilizing
Faktor)
Proteolysis
Inducing
Factor
Proinflammatori
Sitokin
TNF

IL-1

IL-6

IFN

Lypolisis
Memicu
Proteolysis otot
skelet

Respon Inflamatorik
Sistemik
Penurunan Asam Amino
Esensial

Tum
or
Produksi Laktat

Penghasilan
Acute phase
protein

CR
FIBRINOG
P

Cori
Cycle

EN

Merengurangi
protein
sisntesis

Hep
ar

Peningkatan
Metabolisme
Glukosa

Asam
Amino

Proteolysis otot skelet


Kehilangan Otot skelet
(Sarcopenia)

KAHEKSIA

Pembesaran
hepar

C.Marion, L.Victor, C.Trinitia ; Cancer Cachexia Syndrome in Head and Neck Cancer pasien:Part I Diagnosis,Impact on Quality of life and Survival and treat; Wiley Inter

Leptin secara normal

Tum
or

Penghasilan
Toxohormone
(Lipid Mobilizing
Sitokin
Faktor)
proinflamatori
Proteolysis
Inducing
factor

Fungsi sebagai regulasi nafsu makan di


Hipothalamic Orexigenic signal
berat badan Leptin merangsang nafsu
makan

Interleukine 1 (IL-1)

Lypolisis
Peningkatan Leptin
Menurunkan Asupan
makanan
Peningkatan REE
(Resting Energy
Exoenditure)

Menurunkan
Neuropeptide Y (NYP)
on Hypothalamus
Peptida pemicu nafsu
makan

KAHEKSIA

C.Marion, L.Victor, C.Trinitia ; Cancer Cachexia Syndrome in Head and Neck Cancer pasien:Part I Diagnosis,Impact on Quality of life and Survival and treat; Wiley Inter

KLASIFIKASI DAN ASESMEN KAHEKSIA


Kaheksia pada kanker merupakan suatu kontinuum ditandai dengan 3
stadium klinis yang relevans :

Stadium kaheksia refraktori :


Kaheksia refraktori merupakan tahap di
mana pembalikan penurunan berat badan
tampaknya tidak lagi memungkinkan karena
kanker sangat progresif sehingga tidak lagi
berespon terhadap terapi anti-kanker.

R. Lukas, E.Frank, T.Peter; Clinical practice guidelines on cancer cachexia in advanced cancer patients with a focus on refractory cachexia; European Palliative Care

Lanjutan
Kriteria diagnostik saat ini untuk kaheksia refrakter
termasuk :
Memenuhi kriteria kaheksia refrakter
Prognosis < 3 bulan
Tidak respon terhadap terapi kanker
Status performa WHO 3 dan 4
Proses katabolisme yang terus-menerus
Tidak sesuai untuk pemberian nutrisi artifisial
R. Lukas, E.Frank, T.Peter; Clinical practice guidelines on cancer cachexia in advanced cancer patients with a focus on refractory cachexia; European Palliative Care

TANDA DAN GEJALA


Untuk asesmen tanda dan gejala harus mencakup dimensi yang berbeda dari kaheksia.
Sebuah model 4 dimensi telah diperkenalkan, termasuk Penyimpanan, Asupan, Potensial
dan Performa (SIPP).
PENYIMPANAN :
Menilai berat badan sekarang, kecepatan penurunan berat badan, berat badan koreksi berhubungan dengan
retensi cairan atau obesitas, defisit untuk nutrient tertentu
ASUPAN :
Penilaian anoreksia, cepatnya kenyang, mual, muntah, gangguan pembauan atau penciuman, gejala
gastrointestinal lain, persentase asupan normal, diari diet selama 1-2 hari
POTENSIAL :
Asesmen tumor [aktivitas katabolik], C-reactive protein (CRP)
PERFORMA :
Asesmen kelangsungan status, komplikasi-terkait kaheksia, prognosis

R. Lukas, E.Frank, T.Peter; Clinical practice guidelines on cancer cachexia in advanced cancer patients with a focus on refractory cachexia; European Palliative Care

DERAJAT KEPARAHAN KAHEKSIA

R. Lukas, E.Frank, T.Peter; Clinical practice guidelines on cancer cachexia in advanced cancer patients with a focus on refractory cachexia; European Palliative Care

DIAGNOSIS KAHEKSIA
PADA KANKER

PEMERIKSAAN KAHEKSIA PADA KANKER


GEJALA SUBJEKTIF
Nafsu makan, kenyang dini, mual muntah, gangguan pembauan dan penciuman, gejala gastrointestinal
lainnya, malaise, beban-terkait penyakit, keadaan umum
RIWAYAT SEBELUMNYA
Perubahan BB, cepatnya penurunan BB, persentase asupan normal
PEMERIKSAAN FISIS
Inspeksi pada mulut, abdomen, keadaan hidrasi tubuh, edema, berat badan, kekuatan fisik
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
CRP, pemeriksaan gula darah, testosterone
MONITORING AKTIVITAS
Status performa (ECOG atau Karnofsky), dynamometry kekuatan genggaman esktremitas atas, meter
aktivitas tubuh
KOMPOSISI TUBUH
CT-scan atau MRI, dual-energy x-ray imaging (DEXA), anthropometry (otot bagian lengan tengah),
bioelectrical impedence analysis (BIA)
R. Lukas, E.Frank, T.Peter; Clinical practice guidelines on cancer cachexia in advanced cancer patients with a focus on refractory cachexia; European Palliative Care

PEMERIKSAAN

TEMUAN

KLINIS :
Berat badan

Penurunan berat badan yang tidak disengajakan (>5% dalam 6 bulan


terakhir)

Massa otot skelet

Penurunan massa otot biceps dan quadriceps

Food recall dan diari makanan

Anoreksia dan/atau pengurangan asupan makanan

Fatigue

Meningkat

Range of motion (ROM)

Terganggu

Survei kualitas hidup

Menurun

Skala Performa Karnofsky

Menurun

SERUM :
Serum CRP

Meningkat (respon fase akut)

Serum fibrinogen

Meningkat (respon fase akut)

Serum hematocrit (HCT)

Menurun (anemia)

Serum albumin (Alb)

Menurun

ASESMEN NUTRITIONAL
Kalometri indirek

Meningkat pada BEE

DXA

Menurun pada LBM

R. Lukas, E.Frank, T.Peter; Clinical practice guidelines on cancer cachexia in advanced cancer patients with a focus on refractory cachexia; European Palliative Care

TERAPI KAHEKSIA PADA


KANKER
Cancer Cachexia Appetite Stimulants (Orexigenic
Medications )

CARA PENANGANAN

Jatoi Aminah; Pharmacology therapy for The cancer Anorexia or Weight loss Syndrome; The Journal of Supportive Oncology

5 TERAPI SINDROM ANOREKSIA-KAHEKSIA PADA


PASIEN KANKER
Terapi Nutrisi
Terapi Nutrisi Enteral
Terapi Nutrisi Parenteral
Suplement Vitamin & Mineral

Terapi
mengunakan obatobatan

Thalidomide and cytokine antagonis


Cannabinoids
Omega-3-fatty acids, including eicosapentaenoic acid (EPA)
Megestrol and progestins
Steroids
Non-steroidal anti-inflammatory drugs
Prokinetics

Terapi tidak
menggunakan
obat-obatan
Kaunseling dan edukasi Nutrisi
Intervensi Psycotherapeutik
Latihan fisik Olahraga

Terapi Multimodal

Prophylaxis

R. Lukas, E.Frank, T.Peter; Clinical practice guidelines on cancer cachexia in advanced cancer patients with a focus on refractory cachexia; European Palliative Care

KANKER TUJUAN DUKUNGAN GIZI

R. Lukas, E.Frank, T.Peter; Clinical practice guidelines on cancer cachexia in advanced cancer patients with a focus on refractory cachexia; European Palliative Care

Corticosteroid
KELEBIHAN

KEKURANGAN

Glucocorticoste Bekerja dalam waktu singkat


roids
Meningkatkan nafsu makan tapi tidak
menyebabkan peningkatan berat badan

Bisa menyebabkan
Lipolisis
Memicu produksi Tumor
Toxohormone ZAG

Dexamethason
e

2-8mg
Sebagai pilihan utama penanganan kanker
kaheksia dengan pasien dengan jangka umur
hidup yang pendek.
Membantu meningkatkan nafsu makan selepas
3-4 minggu

Penggunaan jangka panjang


(4-6 minggu) bisa
menyebabkan
Osteoporosis
Myopathy
Delerium
Atropi otot skeletal
Peptic ulcer

Megasterol
Acetate
Or
Medoxyprogest
erone

320mg/hari
Sebagai agen orexigenik iaitu Obat penaik
nafsu makan yang paling potent
Merupakan sintetik hormone (Progesterone)
karena cara kerjanya seperti cara kerja
progesterone
Bisa meningkatkan nafsu makan jika diberi

Bisa menyebabkan kenaikan


berat badan
Bisa menyebabkan
peningkatan cairan dan
lemak di dalam tubuh
Menyebabkan berkurang
libido

C.Marion, L.Victor, C.Trinitia ; Cancer Cachexia Syndrome in Head and Neck Cancer pasien:Part I Diagnosis,Impact on Quality of life and Survival and treat; Wiley Inter

KELEBIHAN

KEKURANGAN

Methylpredniso Meningkatkan nafsu makan tapi tidak


lone
menyebabkan peningkatan berat badan
Sering dikasi pada fasa pre-terminal kaheksia.
Efek akan berkurang selepas 4 minggu dan
efek samping akan meningkat

Dyspepsia
Perut kembung
Esophagitis
edema

Prednisolone

Perut kembung
Dyspepsia
Edema
Esophgitis
Gastritis
Nausea
Katabolisme protein
Muntah

Memperbaiki nafsu makan tapi tidak


menyebabkan peningkatan berat badan.
Pemberian obat diberikan sewaktu fasa preterminal kaheksia.
Efek kerja obat akan menurun selepas 4
minggu dan efek samping obat akan
meningkat.

C.Marion, L.Victor, C.Trinitia ; Cancer Cachexia Syndrome in Head and Neck Cancer pasien:Part I Diagnosis,Impact on Quality of life and Survival and treat; Wiley Inter

Cannabinoids

(Orexigenic
Medications)
KELEBIHAN

KEKURANGAN

Dronabinol

Sebagai agen Orexigenik (Cancer Cachexia Appetite Bisa menyebabkan


Dysphoria
Stimulants)
Merupakan syntetik Cannabinoid
Confusion
Delta-9Bisa memperbaiki mood pasien dan meningkatkan
Dizziness
Tetrahydrocanna
nafsu makan
binol
Tidak menaikkan berat badan pada pasien kanker
(THC)
yang advance
Bisa berfungsi sebagai antiemetik
Bekerja lebih bagus pada pasien kanker kaheksia
C.Marion, L.Victor, C.Trinitia ; Cancer
Cachexia
Syndrome
in Head and Neck Cancer pasien:Part I Diagnosis,Impact on Quality of life and Survival and treat; Wiley Inter
dan
kaheksia
sindrom
Science 2007, 10:401-411
Sebagai agen Anti tumor

Inhalation
marijuana

Berfungsi sebagai anti-emetik untuk pasien kanker


Gastrointestinal
kaheksia
toxicity
Bisa mengurangi rasa mual dan muntah pada pasien
kemoterapi.
Marijuana Policy projects; Medical Marijuana Research ; Washington DC 2002,:1-12
Komponen aktif pada Marijuana adalah
cannabinoids, keduanya bisa menstimulasi nafsu
makan dan mengurangi rasa mual, muntah dan

Prokinetik
KELEBIHAN
Metoclopramid
e

Memperbaiki
fungsi gastrik
Perut terasa cepat penuh
Simtom dispepsia
Tidak bisa menigkatkan berat badan
Efektif pada pasien nausea

KEKURANGAN
Efek samping pada
Extrapiramidal

R. Lukas, E.Frank, T.Peter; Clinical practice guidelines on cancer cachexia in advanced cancer patients with a focus on refractory cachexia; European Palliative Care
Research Collaborative; 2010, 1-38

Omega 3 (n-3 PUFAs)

KELEBIHAN
Omega 3 (n3PUFAs)
Polyunsaturate
d Fatty Acids

KEKURANGAN

Bisa modulasi
Dosis tinggi EPA
Proinflammatory sitokin
( Eicosapentanoenoic acid) &
Hepatik acute phase protein
DHA (Docosahexanenoic acid)
Eicosanoids
menyebabkan sering muntah.
Tumor derived factors
Menghambat tumor toxohormones PIF & LMF
Menghambat proteosome-induced muscle
proteolysis
Merupakan
Minyak
ikan
(fish
oil)pasien:Part I Diagnosis,Impact on Quality of life and Survival and treat; Wiley Inter
C.Marion, L.Victor, C.Trinitia ; Cancer
Cachexia Syndrome
in Head
and Neck
Cancer
Science 2007, 10:401-411

Protein
KELEBIHAN
Asam amino

KEKURANGAN

Kombinasi glutamin, arginin dan hydroxyl


methyl butyrate.
Meningkatkan massa tubuh dan meningkatkan
berat badan

NSAID
KELEBIHAN
Eicosanoid
5
hydroxyeicosatetrano
ic acid (15-HETE),

KEKURANGAN

Memperbaiki kronik inflamatori


Memodulasi aktivitas of proteolysis-inducing
factor (PIF) NSAIDs menugrangi pertumbuhan
tumor
Indometacin dan Ibuprofen dipercayai bisa
mengurangi kakeksia pada pasien kanker.

C.Marion, L.Victor, C.Trinitia ; Cancer Cachexia Syndrome in Head and Neck Cancer pasien:Part I Diagnosis,Impact on Quality of life and Survival and treat; Wiley Inter
Science 2007, 10:401-411

Anti Histamin
KELEBIHAN
Cyproheptadine

Dosis awal 2mg / 4x sehari


Bisa meningkatkan nafsu makan dan
menghindari dari terjadi penurunan berat
badan.
Sangat efektif pada pasien Sindrom Carcinoid
yang kaheksia/anoreksia.

Cancer cachexia Appetite Stimulant (Orexigenic Medication)

KEKURANGAN
Bisa menyebabkan
Konstipasi
Diarea
Edema
Nausea
Polyuria
Muntah
Xerostomia

Pemberian Dosis
per hari

R. Lukas, E.Frank, T.Peter; Clinical practice guidelines on cancer cachexia in advanced cancer patients with a focus on refractory cachexia; European Palliative Care

EPEC; Self Study module 3b Anorexia and cachexia; Education in Palliative and End of life care for Oncology; 10-14

TERAPI SINDROM ANOREKSIA-KAHEKSIA PADA PASIEN


KANKER

C.Marion, L.Victor, C.Trinitia ; Cancer Cachexia Syndrome in Head and Neck Cancer pasien:Part I Diagnosis,Impact on Quality of life and Survival and treat; Wiley Inter

C.Marion, L.Victor, C.Trinitia ; Cancer Cachexia Syndrome in Head and Neck Cancer pasien:Part I Diagnosis,Impact on Quality of life and Survival and treat; Wiley Inter
Science 2007, 10:401-411

UPAYA MENGATASI MASALAH MAKAN


Pasien dengan anoreksia atau cepat merasa kenyang, dianjurkan :

R. Lukas, E.Frank, T.Peter; Clinical practice guidelines on cancer cachexia in advanced cancer patients with a focus on refractory cachexia; European Palliative Care

Jadwal Pengaturan Nutrisi untuk Pasien Kaheksia


Kanker

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/cancer

Prinsip Managemen Nutrisi pada Kaheksia Pasien


Kanker

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/cancer

Prinsip Managemen Nutrisi pada Kaheksia Pasien


Kanker

Meningkatkan kalori
Tambakan minyak atau mentega pada makanan
Tambahkan selai kacang atau sediaan kacang lainnya
pada roti bakar, roti, apel atau pisang iris
Gunakan croissant atau biskuit untuk membuat
sandwich
Tambahkan bubuk kreamer atau susu bubuk kering
pada minuman
Tambahkan irisan alpukat dan guacamole untuk salad
Minum minuman yang mengandung kalori seperti jus
buah.
http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/cancer

Prinsip Managemen Nutrisi pada Kaheksia Pasien


Kanker

Meningkatkan asupan protein


Tambahkan daging dalam makanan
Pilih salad, ikan, ayam dan tuna
Contoh makanan : keju, kacang, lentils,
selai
kacang,
ayam/susu,
shakes,
pudding, yogurt dana lain-lain.

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/cancer

Prinsip Managemen Nutrisi pada Kaheksia Pasien


Kanker
Asupan cairan yang adekuat
Minum banyak cairan juga merupakan
kunci untuk membantu tubuh selama
pengobatan. Minum setidaknya 64 ons (2
liter) cairan sehari. Pilih minuman yang
mengandung kalori. Jika minuman terlalu
manis, cobalah air atau jus rasa buah
diencerkan dengan air.

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/cancer

Prinsip Managemen Nutrisi pada Kaheksia Pasien


Kanker

Meningkatkan asupan protein


Pastikan intake multivitamin dan mineral
yang
adekuat
dengan
mengambil
suplemen tambahan

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/cancer

PROGNOSIS KAHEKSIA
PADA KANKER

PROGNOSIS
Sebagian besar pasien dalam perawatan paliatif
dengan kaheksia kanker berprogresif ke tahap
kaheksia refrakter, dan ini harus dipertimbangkan
dalam pendekatan terapi kaheksia pada penderita
kanker dalam perawatan paliatif. Manajemen
gejala sangat diperlukan untuk mengurangi beban
fisik dan emosional atau pasien.

APAKAH PERBAIKAN GIZI MEMICU


PERTUMBUHAN TUMOR?
Penulis
(tahun)
Lopez et al
(2004)
Jatoi et al
(2002)
Wigmore et
al (2000)
Fearon et
al (2003)
Moses et al
(2004)
Jatoi et al

Jumlah
pasien

DIAGNOSIS

3887 Kanker

Intervensi

Durasi

Efek

Megestrol acetate

Bervariasi

Perbaikan nafsu
makan dan berat
badan

Dronabinol

10 minggu

Dronabinol kurang
dianjurkan pada terapi
pasien kanker

26 Kanker
pankreas

Eicosapentanoic acidenriched oral


supplements

12 minggu

Mencegah berat
badan berkurang

200 Kanker
pankreas

Eicosapentanoic acidenriched oral


supplements

8 minggu

Tidak ada kelebihan


nutrisi pada asupan
oral

24 Kanker
pankreas

Eicosapentanoic acidenriched oral


supplements

8 minggu

Meningkatkan
aktivitas fisik

Eicosapentanoic acid-

4 minggu

Kurang efektif

469 Kanker

400 Kanker paru-

KESIMPULAN PERBAIKAN GIZI


TERHADAP PERTUMBUHAN TUMOR
Dari semua hasil penelitian di atas, tidak ada data khas

yang mendukung perbaikan nutrisi pada pertumbuhan


tumor.

Feeding

the tumor tidak mempengaruhi keputusan


untuk mutasi tetragenik.

KESIMPULAN
1. Pasien kanker berisiko mengalami gizi kurang dan kaheksia akibat
asupan makan yang menurun. Penurunan asupan makan diakibatkan
oleh reaksi citokin tubuh dan efek samping terapi.
2. Efek samping terapi medis antara lain mual, muntah, kesulitan
menelan.
3. Kebutuhan energi dan zat gizi pada pasien kanker lebih tinggi
dibandingkan dengan orang sehat.
4. Berbagai upaya mengatasi masalah makan dapat dilakukan dengan
modifikasi pola makan, cara makan dan perilaku makan.

TERIMA KASIH