Anda di halaman 1dari 1

Kharisma Alfiansyah

201302012

Tugas 1A
Terjemahan Sejarah Mesin CNC

Teknik Mekatronika
Politeknik Enjinering Indorama

Tracer control
The application of hydraulics to cam-based automation resulted in tracing machines that used a stylus
to trace a template, such as the enormous Pratt & Whitney "Keller Machine", which could copy
templates several feet across.[1] Another approach was "record and playback", pioneered at General
Motors (GM) in the 1950s, which used a storage system to record the movements of a human
machinist, and then play them back on demand. Analogous systems are common even today, notably
the "teaching lathe" which gives new machinists a hands-on feel for the process. None of these were
numerically programmable, however, and required an experienced machinist at some point in the
process, because the "programming" was physical rather than numerical.

Kontrol Tracer
Penerapan dari hidrolik pada aplikasi otomasi berdasarkan CAM (Computer Aided
Manufacturing ) dihasilkan dari mesin pengasut yang menggunakan jarum untuk proses
pengasutan. Seperti pratt & writney Keller Machine yang dapat menyalin template (bagian)
yang bersilangan. Sistem pendekatan yang lain adalah sistem record & Playback pelopor dari
general motor pada tahun 1950, yang menggunakan sistem penyimpanan. Yang merekam
pergerakan seorang ahli mesin. Lalu melakukan perintah yang sesuai dengan keinginan. Sistem
analog menjadi teknologi utama hingga sekarang. Khususnya teaching late yang memberikan
ahli mesin baru yang benar benar merasakan proses tersebut. Tiada satupun yang
menggunakan sistem pemrograman numerik. Bagaimana pun juga membutuhkan ahli mesin
yang berpengalaman pada beberapa titik dalam pemrosesan. Karena memprogramitu fisik
bukan numerik.
Istilah :
Kontrol tracer : sistem pengendali mesin pembuat jejak

pratt & writney Keller Machine : mesin tracer template ukuran besar
record & Playback : perekaman dan pemutaran
general motor : pelopor pengembangan kontrol tracer
teaching latte : mengajar bubut