Anda di halaman 1dari 10

KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI DESA NIPAH PANJANG

KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI


KALIMANTAN BARAT
Oleh : Widiyawati
MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UNTAN
E-mail :widiyawati@gmail .com

ABSTRACT
This study aimed to determine the diversity of Nipah Panjang birds at Mangrove Bay Area
Preserves Batu ampar the of this research will provide data and information about the diversity of
Nipah Panjang birds in the area, so it can be used as a basis in avian wildlife conservation efforts
in the areal.The study was conducted at the Mangrove Bay Preserves nipah panjang kecamatan

batu ampar regency of West Kalimantan, using the strip method combined with point count
method.Broadband observations made 5 (five) placed randomly strip length of 200 meters with a
bandwidth of observation 50 meters (25 meters to 25 meters left and right), with a path length of
200 meters. Where observation time that is in the morning starting at 07:00 to 11:00,and hours
14:00 to 17:00

o'clock afternoon. . The results obtained during the observations

provethatthe diversity of birdsinthis area is a bundant with the discovery of 47 species


of birds, and some ofthem are rare birds,ex. Tong Tong Stork Bird.

Keywords : Diversity,Aves, Mangroove, Bird Diversity

PENDAHULUAN
Kabupaten Kubu Raya memiliki sumber

dimanfaatkan secara lestari, selaras, serasi

daya alam yang berlimpah, baik di darat,

dan

maupun di perairan yang merupakan

masyarakat pada khususnya dan umat

modal dasar pembangunan di segala

manusia pada umumnya, baik masa kini

bidang. Sumber daya alam

maupun masa yang akan datang. Kekayaan

hayati dan ekosistemnya yang mempunyai

sumber

kedudukan dan peranan penting bagi

ekosistemnya, saat ini telah dirasakan oleh

kehidupan

dunia dalam keadaan cenderung makin

harus

dikelola

dan

seimbang

daya

bagi

alam

kesejahteraan

hayati

Jurnal Aves Biologi FKIP Universitas Tanjungpura

dan

menurun sebagai akibat eksploitasi yang

Elang Gunung dan Elang Walacea, serta

berlebihan.Pemanfaatan sumber daya alam

dua jenis burung pemangsa dari Genus

yang

Spilornis yaitu Elang Ular Bido dan Elang

kurang

bijaksana

dapat

mengakibatkan musnahnya berbagai jenis

Ular Kinabalu.

tumbuhan, satwa, bencana banjir, erosi,

Selain itu kawasan ini merupakan kawasan

kekeringan

lintasan dan kawasan istirahat raptor yang

di musim kemarau dan lain-lain yang akan

bermigrasi dari kawasan Asia Utara,

menimbulkan kerugian kepada masyarakat

bahkan ada kemungkinan kawasan ini juga

(Departemen Kehutanan,1992).

merupakan

kawasan

tujuan

untuk

menghabiskan musim dingin (Wintering


Borneo adalah pulau terbesar di kawasan

Area). Beberapa jenis raptor migran yang

Kepulauan Sunda Besar dengan luas

kemungkinan

daratan sekitar 743.330 km2, Secara

diantaranya adalah Sikep Madu Asia

administatif,

dalam

Pernis ptilorhynchus orientalis, Elang

wilayah Indonesia di bagian Selatan

Kelabu Butastur indicus, Elangalap Cina

Borneo, Malaysia dan Brunei Darussalam

Accipiter soloensis, Elangalap Jepang

di bagian Utara. Pulau ini terkenal akan

Accipiter gularis dan Alapalap Kawah

kekayaaan

Falco peregrinus.

borneo

sumber

termasuk

daya

alam

dan

melintas

kawasan

ini

keanekaragaman hayati. Menurut salah

Ada beberapa kemungkinan jalur utama

satu

diperkirakan

lintasan migrasi/ arah migrasi menuju

memiliki paling tidak 222 spesies mamalia

pulau ini , diantaranya, yaitu : (1) Arah

(44 diantaranya khas), 420 burung (37

barat yaitu dari Sumatera, Pulau Belitung,

khas), 100 amfibi, 394 ikan (19 khas), dan

(2) Arah timur yaitu dari Pulau Natuna,

15.000 tumbuhan (6.000 khas).

(3). Arah utara yaitu dari kepulauan

Di kawasan ini tercatat sekitar 29 jenis

Phillipina. (Purwanto, dkk, 2010)

raptor (19 resident, 5 raptor migrants, 5

Indonesia merupakan salah satu negara

subspecies resident dan migrant) dan dua

yang memiliki hutan mangrove terbesar

di

dan memiliki keanekaragaman hayati yang

sumber,

antaranya

pulau

ini

merupakan

jenis

yang

endemic di pulau ini yaitu Elang Ular

tinggi,

Kinabalu Spilornis kinabaluens dan Alap

maupun dalam spesies, diantara ekosistem

Alap Dahi Putih Microhierax latrifrons. Di

tersebut adalah ekosistem hutan mangrove.

kawasan ini juga ditemukan tiga jenis

Luas hutan mangrove Indonesia antara 2,5

burung

hingga 4,5 juta hektar (Soemarwoto 2001).

pemangsa

dari

genus

baik

pada

tingkat

ekosistem

Spizaetus/Nisaetus yaitu Elang Brontok,


Jurnal Aves Biologi FKIP Universitas Tanjungpura

kawasan Hutan Lindung Mangrove Nipah


Hutan Lindung Mangrove batu ampar

Panjang.

nipah panjang merupakan tempat hidup

Kawasan

berbagai jenis satwa, baik tempat untuk

Kalimantan Barat merupakan salah satu

mencari

kawasan

makan,

minum,

berlindung,

mangrove

Batu

mangrove

Ampar,

yang

beristirahat dan tempat bersarang serta

percontohan

berkembang biak. Salah satu jenis satwa

regional. Desa nipah panjang merupakan

yang terdapat di kawasan tersebut adalah

salah satu desa yang berada di kecamatan

burung. Satwa burung merupakan salah

Batu Ampar Desa ini memiliki kawasan

satu sumber daya alam yang mempunyai

hutan bakau yang cukup luas. Kawasan ini

peranan penting bagi kehidupan manusia,

kaya akan flora dan fauna, salah satunya

baik ditinjau dari segi ekonomi, rekreasi

adalah burung.

dan

Burung

pariwisata

pendidikan

maupun

dan

ilmu

dari

segi

pengetahuan

(Hernowo dan Prasetyo (1989).


Keberadaan

burung

tersebut

mangrove

dijadikan

adalah

Indonesia

hewan

yang

dan

dikenal

masyarakat luas karena memiliki bulu


yang indah, suaranya yang merdu, dan

dapat

tingkah lakunya yang menarik. Hai itu

dijadikan sebagai indikator untuk menilai

telah

suatu kondisi kawasan hutan sehingga

memilikinya

diperlukan pelestarian untuk

sangkar

menjaga

menyebabkan
untuk

atau

manusia

ingin

dipelihara

dalam

kandang.

akan

tetapi

keanekaragamannya.

kebiasaan untuk mengenal, meneliti jenis-

Penempatan hutan yang tidak didasarkan

jenis burung yang hidup di alam bebas

pada prinsip-prinsip pengelolaan yang

belum

benar untuk tujuan kelestarian hutan dapat

indikator yang sangat baik untuk kesehatan

menimbulkan kerugian yaitu rusaknya

lingkungan dan nilai keanekaragaman

habitat alami

hayati lainnya (Rombang dan Rudyanto,

yang menjadi tempat tinggal burung,

1999). Namun, seiring perkembangan

sedangkan informasi tentang jenis burung

zaman, jumlah burung semakin berkurang

di

akibat perburuan liar maupun akibat

daerah

kawasan

Hutan

Lindung

banyak.

Burung

Mangrove Teluk Besar Parit Kelabu

kerusakan lingkungan.

sampai saat ini belum ada.

Tujuan

Untuk

itu

perlu

dilakukan

merupakan

kegiatan

Data dan informasi tentang sumber hayati

penelitian tentang keanekaragaman jenis

yang ada di Hutan Lindung Mangrove

burung dihutan Nipah Panjang, pada

Nipah Panjang masih belum banyak


diketahui termasuk informasi tentang jenis

Jurnal Aves Biologi FKIP Universitas Tanjungpura

burung di hutan Nipah Panjang. Sebagai

panjang yang terdapat didalam kawasan

upaya untuk memperoleh informasi tempat

Hutan Lindung Mangrove di desa nipah

jenisjenis burung diurnal dalam hutan

panjang kecamatan batu ampar kabupaten

Nipah Panjang perlu dilakukan penelitian.

kubu raya Kalimantan barat. Penelitian ini

Keanekaragaman jenis burung di dalam

diharapkan dapat memberikan informasi

kawasan Hutan Nipah Panjang berpotensi

mengenai keanekaragaman jenis burung

untuk

diurnal di kawasan tersebut, sehingga

dikembangkan

pendidikan,

sebagai

penelitian

sarana
dan

dapat

dijadikan

sebagai

dasar

dalam

bagi

pariwisata.Dengan demikian, sedikit demi

penyusunan

rencana

upaya

sedikit minat mahasiswa untuk meneliti

perlindungan

dan

burung yang ada di alam mulai dapat

khususnya satwa burung dihutan nipah

dilakukan (Immanuddin, 2009).

panjang.

pelestarian

satwa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui


keanekaragaman jenis burung dinipah

BAHAN DAN METODE

Pengumpulan

Penelitian ini dilakukan di kawasan Desa

menggunakan metode point count dan line

Nipah Panjang, Kecamatan Batu Ampar,

transect. Pengamatan dilakukan pada titik

Kabupaten

yang

Kubu

Kalimantan

Barat.

Raya,Provinsi
Penelitian

ini

data

dianggap

dilakukan

tempat

dengan

bermain

atau

mencari makan dan mencatat semua

dilaksanakan pada tanggal 10 januari 2015

burung

di lokasi pertambakan pinggiran sungai.

tersebut. Waktu pengamatan dimulai pukul

Alat yang digunakan pada penelitian ini

07.00 11.00 WIB pada pagi hari dan

adalah teropong binocular, alat tulis,

pukul 14.00 17.00 WIB pada sore hari.

kamera, dan jam tangan. Sedangkan bahan

Metode sensus burung dilakukan dengan

yang

membuat satu seri daftar jenis burung yang

digunakan

adalah

identifikasi aves,

dan

buku

Panduan Lapangan

yang

berada/tampak

terbang

di

melewati

sepanjang

titik

lokasi

Burung Burung di Sumatera, Jawa, Bali

penyisiran

dan Kalimantan (Mac Kinnon dan Philips,

(Elfidasari dan Junardi, 2006). Setiap jenis

Animal

waktu

pengamatan

Life

baru dicatat hingga mencapai 10 jenis, lalu

Encyclopedia Volume 8 Birds (Jackson,

dibuat daftar baru lagi. Jenis yang sama

1998),

Grizmeks

selama

et.all, 2002).
Jurnal Aves Biologi FKIP Universitas Tanjungpura

tidak boleh dicatat dua kali dalam satu


daftar (Mac Kinnon dan Philips, 1998).

Berikut adalah hasil pengamatan yang berhasil kami amati


No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25

Nama Indonesia
Pelatuk kundang
Cekakak cina
Elang laut perut putih
Elang paria
Walet Palem Asia
Kirik-kirik biru
Layang-layang rumah
Sikatan rimba gunung
Kolibri ninja
Sikatan sisi gelap
Layang-layang pasir
Bondol Rawa
Burung gereja
Bubut
Burung kuntul kerbau
Elang Bondol
Burung Kacamata
Pergam Laut
Elang alap jambul
Trinil Pantai
Kekep Babi
Pekaka Emas
Elang coklat
Burung berkepala
Oren
Burung Layanglayang

Nama Latin
Reinwardtipicus validus
Halcyon pileata
Haliaeetus leucogaster
Milvus migrans
Cypsiurus balasiensis
Merops viridis
Delichon dasypus
Rhinomyias gularis
Muscicapa sibirica
Riparia riparia
Loncura Malacca
Paser montanus
Centropus sinensis
Bubulcus ibis
Haliastur indus
Zosterops paleobrosus
Ducula bicolor
Accipiter tripirgatus
Actitis hypolencos
Artamus leochorhyncus
Pelargopsis capensis
Ichtyuphaga humilis
Orthotomus ruficeps

Jumlah
2
2
3
1
100
1
8
5
6
3
1
2
8
2
13
4
5
1
4
8
1
1
4
14

Waktu
08.23
08.07
07.20
10.45
07.05
07.35
14.10
07.10
08.15
08.25
08.10
08.30
14.15
08.23
15.05
09.15
14.39
06.00
07.35
08.53
0610
0618
14.30
14.38

Aktivitas
Hinggap
Hinggap
Terbang
Terbang
Terbang
Hinggap
Terbang
Hinggap
Hinggap
Hinggap
Hinggap
Hinggap
Hinggap
Hinggap
Terbang
Terbang
Terbang
Hinggap
Terbang
Hinggap
Hinggap
Hinggap
Terbang
Terbang

Aerodramus salanganus

16

15.22

Terbang

30
2

15.28
06.00

Terbang
Terbang

1
4
3
2
2
1
1
2
1
1

06.58
07.07
07.20
07.23
07.28
07.35
07.40
07.47
07.21
07.53

Hinggap
Hinggap
Hinggap
Hinggap
Hinggap
Hinggap
Hinggap
Hinggap
Hinggap
Terbang

Aethopyga siparaja

26
27

Kroak

Sterna alentica
Pacicepala grisola

28
29
30
31
32
33
34
35
36
37

Merbah cerukcuk
Merbah mata merah
Burung madu sriganfi
Sikatan Narsis
Kerak basialisnitam
Raja udang biru
Clnencn kelabu
Kipasan belang
Kedodi gelgol
Elang rawa katak

Pycnono furgoiavies
Pycnono fusbrunneus
Nectar iniacalcostetha
Ficedulanar asrina
Acrocephalus bistrigiceps
Alcedo curyzona
Orthoto muraficeps
Rhipiduaja ranica
Calidris fereagi
Cirais aeruginosus

Jurnal Aves Biologi FKIP Universitas Tanjungpura

38
39

Bendol rawa
Ciung air coreng

40
41
42
43
44
45
46
47

Trini hijau
Laying-layang api
Burung madu bakau
Wallet gunung
Apung tanah
Celadibelacan
Kantulkarang
Bangau terbang

2.

Lonchura malaeca
Macronous
gularisjavanica
Tringa ocharpus
Hirundo rusfica
Nectar iniacalcostetha
Colloca liaesculenta
Anthusnovaes eelandiae
Dendrocapus macei
Egretta sacra
Leptopfilos javanicus

1
1

07.22
07.15

Terbang
Hinggap

1
1
2
6
1
1
9
1

07.25
08.05
08.06
07.40
14.23
14.27
08.07
14.15

Terbang
Hinggap
Hinggap
Terbang
Hinggap
Hinggap
Hinggap
Terbang

PEMBAHASAN

Pengamatan ini dilakukan di Hutan

dan pulang kembali ke sarang.pengamatan

bakau di Desa Nipah Panjang, Kecamatan

dilakukan 6 titik di sekitar hutan bakau

Padang Tikar.

tersebut. Pada saat pengamatan berhasil

Tempat

ini

masih

memiliki

keanekaragaman makhluk hidup, baik


hewan maupun tumbuhan. Akan tetapi
lokasi tersebut sudah terjamah tangan
manusia dengan adanya beberapa tambak
dan sarang burung walet namun tetap tidak
mengurangi jumlah hewan yang tinggal di
tempat tersebut. Hal ini dikarenakan pada
saat

pengamatan

ke

lokasi

menemukan 42 jenis spesies burung yang


beberapa merupakan endemik di daerah
tersebut. Hal ini dapat menunjukkan
bahwa di hutan ini kelimpahan burung di
daerah tersebut cukup tinggi. Burungburung yang ditemukan di sini ada yang
bertengger di dahan pohon dan adajuga
yang melayang besas terbang diudara.

tersebut

Dari pengamatan

yang

telah

aktivitas manusia yang ada tidak terlihat

dilakukan selama 1 hari, yaitu pada

karena sebagian besar warga sekitar fokus

pagi

ke mata pencaharian mereka yaitu sebagai

pengamatan dilakukan di 6 titik yang

nelayan dan petani. Pengamatan yang

berbeda, dan didapatkan hasil untuk

dilakukan berlangsung selama 1 hari yaitu

pengamatan burung pada daerah Hutan

pada pagi hari dan sore hari dikarenakan

Bakau di Desa Nipah Panjang yaitu

pada waktu-waktu ini burung mudah

sebanyak 47 spesies burung yang

ditemukan sebab pada waktu ini burung

beberapa

keluar dari sarang untuk mencari makan

endemik di daerah tersebut (tabel 1).

hari

dan

sore

diantaranya

hari,dimana

merupakan

Jurnal Aves Biologi FKIP Universitas Tanjungpura

Hal ini dapat menunjukkan bahwa

Jika

data

pengamatan

ini

kelimpahan burung di daerah tersebut

dibandingkan dengan data pengamatan

cukup tinggi. Burung-burung yang

pada tahun 2012, menunjukkan adanya

ditemukan tersebut ada yang terbang

penambahan kelimpahan burung di

bebas di udara maupun hanya sekedar

daerah Hutan Bakau di Desa Nipah

bertengger di dahan pohon. Beberapa

Panjang. Dimana pada tahun 2012,

jenis burung yang paling banyak

jumlah burung yang dapat di temukan

ditemukan

Sterna

pada daerah tersebut sebanyak 42

alentica hingga mencapai 30 ekor, dan

spesies, sedangkan pada tahun 2015

burung Walet Palem Asia (Cypsiurus

mengalami penambahan sebanyak 5

balasiensis)

ekor.

spesies, yaitu sebanyak 47 spesies.

Kelimpahan burung Walet Palem Asia

Akan tetapi ada beberapa burung yang

ini disebabkan karena pada daerah

sudah tidak dapat ditemukan lagi,

tersebut terdapat beberapa sarang walet

seperti

milik warga.

dimana pada tahun 2012 kelimpahan

yaitu

burung

sebanyak

100

Dari sejumlah jenis burung yang


ada, ternyata beberapa dari jenis
burung

tersebut

termasuk

hewan

langka yang keberadaannya terancam


punah,seperti burung Bangau terbang
(Leptopfilos

javanicus)

yang

merupakan salah satu hewan yang


keberadaanya sudah jarang ditemukan.

contohnya

burung

punai,

burung ini relative cukup banyak,


tetapi pada tahun 2015 burung ini
tergolong

langka,

atau

tidak

di

temukan sama sekali. Ada juga burung


yang masih dapat ditemukan sampai
sekarang, seperti burung elang bondol
dan burung raja udang biru.
Beberapa

jenis

burung

yang

Hal ini dikarenakan burung-burung

ditemukan pada pengamatan kali ini

tersebut diburu oleh warga setempat

antara lain beberapa jenis burung

baik sebagai hewan peliharaan maupun

Walet

dipakai dalam upacara adat (bulu dari

balasiensis), burung kuntul kerbau

hewan yang ditangkap). Akibat diburu

(Bubulcus ibis), burung berkepala Oren

terus menerus maka menyebabkan

(Orthotomus

lambat laut keberadaan burung Bangau

Layang-

terbang

salanganus), burung Sterna alentica,

tersebut

ditemukan.

semakin

jarang

Palem

Asia

(Cypsiurus

ruficeps),
laying

burung

(Aerodramus

burung Kantul karang (Egretta sacra),


burung Wallet gunung, burung Trinil
Jurnal Aves Biologi FKIP Universitas Tanjungpura

Pantai (Actitis hypolencos), Burung

bakau

gereja

burung

mengkonsumsi ikan dan hewan laut lain

Kolibri ninja (Aethopyga siparaja) dan

dan juga burung yang berkoloni seperti

burung

burung Walet Palem Asia dan burung

(Paser

montanus),

Layang-layang

rumah

(Delichon dasypus).

dan

burung

laut

yang

Sterna alentica. Spesies burung langka


yang ditemukan salah satunya adalah
Bangau

KESIMPULAN
Keanekaragaman

Kecamatan

yang

status

perlindungannya sudah kritis dan beberapa


(biodioversitas)

burung di Hutan Bakau di Desa Nipah


Panjang,

terbang

Padang

Tikar,

Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat


tergolong tinggi. Hal tersebut dibuktikan
dengan ditemukannya 47 spesies burung
pada saat pengamatan langsung selama 1
hari. Burung yang ditemukan di dominasi
oleh burung yang berhabitat di hutan

burung endemik. Dari perbandingan data


pada tahun 2012, terdapat penambahan
kelimpahan burung sebanyak 5 spesies,
akan teteapi ada beberapa burung yang
sudah tidak ditemukan atau langka pada
pengamatan di tahun 2015, seperti burung
punai. Berdasarkan beberapa jenis burung
yang didapatkan keberadaannya sering
ditemukan, baik di daerah hutan bakau
tersebut ataupun di pemukiman warga.

Jurnal Aves Biologi FKIP Universitas Tanjungpura

Purwanto,

REFERENSI
Elfidasari

dan

Junardi.

Keragaman

Burung

2006.
Air

di

Asman

Adi

dan

Hendry

Pramono. 2010. Presurvey Raptor


Migran

Kabupaten

Ketapang,

Kawasan Hutan Mangrove Peniti,

Kalimantan

Kabupaten

Indonesia. Ketapang: Rain Raptor

Pontianak.

Biodiversitas Journal Volume 7


Hal 63-66.

Barat

Raptor

dan ARRCN.
Rombang dan Rudyanto. 1999. Daerah

Immanudin (2009). Komunitas Burung di

Penting Bagi Burung Jawa dan

Bawah Tajuk Pada Hutan Primer

Bali. Bogor: Birdlife International-

dan Hutan Sekunder di Taman

Indonesia Programme.

Nasional Bukit Barisan Selatan.


Bogor:

Tesis

Sekolah

Pasca

Sarjana IPB.

Research

In

Malinau.

Bogor:

CIFOR Technical Report

Jackson J.A,et.all. 2002. Grizmeks Animal


Life

Sheil, D (2001). Chapter 5. Biodiversity

Encyclopedia

Volume

Soemarwoto O. 2001. Atur-Diri-Sendiri


Paradigma

Baru

Pengelolaan

Birds. Tierleben: AZA Thomson

Lingkungan Hidup. Pembangunan

Gale.

Ramah

Mackinnon J, Phillips K dan B van Balen.


1998.

Burung

Sumatera,

burung

Jawa,

Kalimantan.

Bali,

Bogor:

di
dan

Pada

Lingkungan,
Rakyat,

Berpihak
Ekonomis

Berkelanjutan. Yogyakarta: Gadjah


Mada University Press.

Puslitbang

Biologi LIPI/BirdLifeIndonesia.
Meijard.E,et.all

(2004).

Pemanenan
Liar

dalam

Hutan

Pasca

(Melindungi

Satwa

Kegiatan

Hutan

Produksi di Kalimantan. Bogor:


CIFOR Programme.

Jurnal Aves Biologi FKIP Universitas Tanjungpura

Jurnal Aves Biologi FKIP Universitas Tanjungpura

10