Anda di halaman 1dari 16

7/15/2013

FLORA NORMAL PADA


MATA
dr. Suryani Yuliyanti

Mei 2012

Definisi
 Populasi Mikroorganisme yang pada keadaan normal berada

dalam tubuh mahluk hidup


 Residen /menetap
1. Consists of relatively fixed types of microorganisms
2. Regularly found in a given area at a given age
3. if disturbed  reestablishes itself.

7/15/2013

Transien/ sementara
 Nonpathogenic or potentially pathogenic microorganisms
 For hours, days, or weeks
 From the environment
 Does not produce disease
 Does not establish itself permanently on the surface.
 If the resident flora is disturbed transient

microorganisms may colonize, proliferate, and produce


disease.

Benefits
 Prevent colonization by competing for attachment sites
 Prevent colonization by competing for essential nutrients
 Antagonize bacterial growth: Fatty acids, peroxides, bacteriocins

kill or inhibit nonindigenous species


 Synthesize and excrete vitamins: vitamin K, vitamin B12
 Stimulate development of certain tissues: Caecum and lymphatic

tissues (Peyers patches) in GI tract


 Production of cross-reactive (natural) antibodies
 Influence immunology of gut-associated lymphatics

7/15/2013

KOMENSALISME

HUBUNGAN SIMBIOTIK

Sintese vit K
Sintese asam lemak
Hambat kuman patogen

Pindah tempat
Jumlah berlebihan
Berubah sifat

INFEKSI
suhu
kelembaban
pencahayaan
kepadatan
hygiene-sanitasi

patogenitas
virulensi
invasivenes
jumlah kuman

daya pertahanan tubuh non-spesifik


daya pertahanan tubuh spesifik

7/15/2013

FLORA NORMAL KULIT

 Mikroorganisme 10 12

 Diphtheroids (e.g. corynebacteria like Corynebacterium


 diphtheria; Propionibacterium acnes) micrococci (Staphylococcus

epidermidis),
 streptococci (either alpha () or gamma () hemolytic), and the
enterococci. Besides bacteria the skin
 Yeast (like Candida) and fungi
 Nonpathogenic mycobacteria occur in areas rich in sebaceous
secretions (genitalia, external ear).

Faktor Eliminasi
 low pH
 fatty acids in sebaceous secretions
 Lysozyme
 Desinfektan
 Occlusive Dressing

7/15/2013

PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI
 Pemeriksaan mikrobiologi adalah suatu pemeriksaan untuk

menegakkan diagnosis etiologik


 Pemeriksaan ini pada dasarnya berupa deteksi mikroorganisme dan
diteruskan uji kepekaan antimikroba in vitro
 Kekurangan pemeriksaan mikrobiologi adalah karena
membutuhkan waktu yang lama sebelum memberikan hasil karena
beberapa mikroba pertumbuhannya lama contoh : M.tuberculosis
yang membutuhkan waktu sampai beberapa minggu

7/15/2013

DIAGNOSTIC CYCLE
Patien consults
physician with sign
/symptoms

Physician examines
patient and makes a
tentative diagnosis

Laboratory request

Specimen are directtly


examined(microscopic
stains may be set up

Presumptive report

Specimens are processed.


Culture media selected,
inoculated and incubated

7/15/2013

After incubation, cultures


are examined

Identification are examined

Final culture report is


prepare and sent to physian`s
office, clinic, or hospital

INDONESIA

NOW
?

FUTURE
MUST BE

7/15/2013

Spesimen
 Spesimen adalah bahan pemeriksaan yang diambil dari

tubuh penderita dapat berupa sekret, darah, urin, feses,


dll tergantung gejala klinik
 Kesalahan dalam pemilihan, pengambilan ,dan
pengiriman dapat memberikan hasil yang tidak sesuai
 Diperlukan kerjasama antara klinisi dan microbiologist

SAMPLING SITE
Body site that
are normally
sterile
Body site that
have a normal
commensal
flora

Blood
Cerebrospinal fluid
Tissues

Mouth,nose, upper respiratory


tract
Skin
Gastrointestinal tract
Female genital trct
Uretra

7/15/2013

BASIC CONCEPTS OF SPECIMEN


COLLECTION





Take the appropiate specimen (Spesimen harus representative artinya mewakili proses
infeksinya)  Sputum pada radang paru-paru, cairan sinus untuk sinusitis, perhatikan
juga patogenesis suatu penyakit karena suatu penyakit dapat diisolasi dari suatu tempat
kemudian dalam perjalanannya dapat ditemukan ditempat lainnya , contoh Salmonella
typhii, pada minggu pertama dapat ditemukan di darah dan pada minggu kedua dapat
ditemukan di tinja
Collect the specimen at the appropriate time (during the acute phase)
Optimal times for specimen collection must be established

 If possible collect spesimen before patient receive antimicrobials

(Spesimen sedapat mungkin diambil sebelum pengobatan anti


mikroba)
 Collect enough material and an adequate number of sample (jumlah
yang adekuat dari spesimen diperlukan agar cukup dilakukan
pemeriksaan sesuai dengan prosedurnya)

7/15/2013

 Avoid contamination (from normal flora or non sterile equipment)

(Cara pengambilan harus menggunakan teknis aseptik)


 Use the correct containers and appropriate transport media
 Label specimens properly
 Name
 ID
 Source
 Doctor
 Date/hour

 Complete request form with enough clinical information and

statement of possible etiology


 Talk to the microbiologist and inform the laboratory if special test
are requared
 Transport specimens rapidly to the laboratory (Harus segera
dikirim ke laboratorium untuk segera diproses)

10

7/15/2013

FLORA NORMAL MATA


 Mata merupakan organ yang sebagian besar

lapisannya berupa mukosa


 Flora normal pada mata memiliki peran sebagai
pencegah kolonisasi kuman patogen dan
kemungkinan terjadinya penyakit.
 Mekanisme pencegahan tersebut dilakukan melalui
mekanisme interferensi.

FLORA NORMAL MATA


 Bagian mata yang ditempati oleh mikroorganisme

adalah konjungtiva
 Mikroorganisme yang dapat ditemukan adalah
Corynebacterium xerosis, Staphylococcus
epidermidis,Streptococcus non hemolitik,
Neisseria sicca, dan Moraxella
 Pemeriksaan air mata

11

7/15/2013

Corynebacterium xerosis
Batang dengan kedua ujungnya membulat seperti bentuk
halter, diujungnya terdapat granula metakromatik (Babes
ernest) sebagai cadangan makanan, tersusun seperti
anyaman pagar atau kadang-kadang bergerombol seperti
gambaran huruf cina atau membentuk huruf V, L, Y.
Bersifat Gram positif
Pewarnaan: Gram, Methylen blue, Neisser, Albert
Patologi:: Difteri
Spesimen: Swab tenggorok/mukosa hidung, mukosa vagina,
kulit
Media: Loeffler, Blood agar tellurite

Corynebacterium xerosis

12

7/15/2013

Staphylococcus epidermidis
Bentuk bulat/sferis, ukuran 0,8-1 m, non motil, spora (-),
tampak bergerombol seperti buah anggur, Gram (+)
Pewarnaan: Gram dan pewarnaan sederhana (Methylen Blue, Air
Fuchsin)
Patologi: Pyogenic infection
Spesimen: Pus, exudat, aspirasi trachea, cairan spinal, sputum
Spesies :
S. albus

: hemolitik (-), pigmen putih

S. citreus

: hemolitik (-), pigmen hijau

S. aureus

: hemolitik (+), pigmen kuning emas

Staphylococcus epidermidis

13

7/15/2013

Some Characteristics of pathogenic vs. non-pathogenic Staphylococcus strains


S. aureus

S. epidermidis

S. saprophyticus

Virulence

can cause abscesses,


boils,
acne, impetigo,
osteomyelitis,
cystitis, pyelonephritis

generally avirulent,
may cause skin lesions
and endocarditis

generally avirulent;
implicated in urinary
tract infections

Colony

gold-yellow color
(au)

white

White

Hemolysis

(beta)

(gamma)

(gamma)

Dnase

positive

negative

Negative

Coagulase

positive

negative

Negative

Mannitol
Fermentation

positive

negative

Negative

Streptococcus non hemolitik


Bentuk bulat/sferis, ukuran 0,5-1 m, non motil, non spora, tampak
berderet seperti rantai, Gram (+)
Pewarnaan: Gram dan pewarnaan sederhana
Patologi: Pyogenic infection, demam rematik, endocarditis, faringitis
Spesimen: Pus, swab tenggorok
Spesies :
Streptococcus viridans atau alpha hemolitik
Streptococcus hemolitik atau beta hemolitik
Streptococcus faecalis atau gama hemolitik

14

7/15/2013

Streptococcus non hemolitik

Some Characteristics of pathogenic vs.


nonpathogenic Streptococcus strains
Streptococcus
pyogenes

Streptococcus
pneumoniae

Enterococcus
Faecalis

tonsillitis, scarlet puerperal fever,


fever, impetigo,
meningitis,
glomerulonephriti endocarditis
s

pneumonia

urinary tract
infections

Colony

white

small white

white

Off white

Hemolysis

(beta)

(beta)

(alpha)

(alpha) or
(gamma)

Other

inhibited by
bacitracin

indigenous to
vaginal mucosa

bile sensitive
optochin sens.

bile resistant
optochin resist.

Virulence

Streptococcus
agalactiae

15

7/15/2013

TERIMAKASIH

16