Anda di halaman 1dari 12

Kelompok 3 / Semester Genap

BAB III. BASIS PERANCANGAN


3.1

Laju Produksi
Kebutuhan pupuk baik organik maupun anorganik di Indonesia

terus

mengalami

peningkatan,

seiring

dengan

meningkatnya

permintaan dari sektor perkebunan. Menurut survey CDMI kebutuhan


pupuk anorganik terbesar adalah pupuk urea dengan tingkat konsumsi
rata-rata diatas 70%, sehingga pupuk urea sangat sensitif terhadap
harga dan sering mengalami kelangkaan. Pada tabel 3.1 dapat dilihat
bahwa produksi pupuk oleh enam produsen besar di Indonesia hampir
terus meningkat di tiap tahunnya, hal ini menunjukkan bahwa tingkat
konsumsi masyarakat terus bertambah.
Tabel 3.1 Produksi pupuk urea oleh beberapa produsen pada tahun
2003-2013
TAHU
N

PETR
PUSRI

KUJANG

KALTIM

AAF

PIM

TOTAL

1963

9.723

9.723
103.54

1964
1965
1966
1967
1968
1969
1970

103.547
95.120
93.015
93.337
95.528
84.170
98.407

7
95.120
93.015
93.337
95.528
84.170
98.407
104.75

1971

104.750

0
116.05

1972

108.222

7.830

2
122.16

1973

108.267

13.896

3
207.37

1974

191.064

16.311

5
402.43

1975

389.846

12.584

0
386.85

1976
1977

385.950
806.565

906
12.487

6
819.05

Pra-Rancangan Pabrik Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida


By
Dian Anggraini Purba

Checked
Heni Ismawati
Hasnul Bustamam

Approved

Kelompok 3 / Semester Genap


2
1.451.2

1.364.0
1978

42
1.373.2

72.316

14.872

30
1.824.9

1979

95
1.479.2

438.027

13.611

33
2.043.4

1980

96
1.478.1

558.131

6.042

69
2.020.7

1981

90
1.430.0

527.271

15.285

46
1.949.9

1982

11
1.620.6

514.104

5.832

47
2.260.9

1983

08
1.638.4

578.311

6.214

33
2.905.6

1984

13
1.576.5

577.733

140.500

02
548.4

470
565.96

18
3.585.3

1985

92
1.527.7

494.094

400.261

19
629.2

9
636.69

35
4.019.6

1986

37
1.466.7

645.538

580.412

72
572.1

5
588.74

54
4.032.5

1987

12
1.381.3

552.089

852.768
1.017.03

90
574.5

2
602.25

01
4.156.7

1988

26
1.473.0

581.590

2
1.636.73

80
591.9

6
596.36

84
4.860.4

1989

40
1.505.0

562.463

2
1.712.09

00
647.6

4
604.80

99
5.050.5

1990

75
1.571.8

580.901

7
1.716.44

59
541.7

0
581.91

32
4.973.1

1991

40
1.441.7

561.242

0
1.740.13

60
615.3

3
582.90

95
4.950.2

1992

95
1.477.9

570.127

1
1.827.60

10
659.0

8
583.07

71
5.132.7

1993

70
1.667.4

585.021

7
1.815.04

51
547.8

5
568.80

153.55

24
5.289.1

1994

80
2.036.7

536.325

8
1.713.30

91
567.9

8
600.04

8
368.84

10
5.894.7

1995

60
2.180.7

607.803

8
1.849.70

50
652.8

4
619.80

9
300.42

14
6.199.9

1996

80
2.112.9

596.425

0
1.856.05

46
695.8

3
639.07

3
400.99

77
6.305.7

1997

90
2.223.4

600.769

1
1.833.99

26
663.3

9
636.23

7
286.54

12
6.154.7

1998

56
1.997.2

511.115

8
1.904.30

67
685.6

3
550.83

5
271.12

14
5.969.3

1999

60

560.142

54

14

55.80
0
548.5

Pra-Rancangan Pabrik Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida


By
Dian Anggraini Purba

Checked
Heni Ismawati
Hasnul Bustamam

Approved

Kelompok 3 / Semester Genap


1.924.8

2.237.59

586.7

664.20

341.43

6.334.8

2000

20
2.005.2

580.030

5
2.105.55

98
122.8

1
220.36

4
313.11

78
5.319.7

2001

50
2.032.6

552.646

0
2.081.82

32
601.6

7
586.03

6
151.06

61
6.006.2

2002

80
2.053.4

552.984

7
2.023.32

29
305.5

5
491.01

6
260.17

21
5.733.1

2003

10
2.187.5

597.597

1
2.272.28

98

6
336.32

6
344.35

21
5.667.4

2004

50
2.045.8

526.899

9
2.665.02

1
195.84

6
404.36

15
5.848.6

2005

60
2.051.2

537.563

1
2.214.96

7
205.22

4
331.67

55
5.654.6

2006

50
2.020.7

851.579

1
2.344.71

5
244.42

7
381.84

92
5.865.8

2007

60
1.950.3

874.104
1.045.22

9
2.552.01

8
251.89

5
413.85

56
6.213.2

2008

10
2.026.7

2
2.949.75

2
447.18

0
443.10

92
6.856.8

2009

10
2.031.7

990.092

0
2.887.28

2
398.83

7
405.14

41
6.721.9

2010

00
1.968.4

998.988
1.051.15

5
2.793.76

5
478.70

0
451.39

48
6.743.4

2011

10
1.960.0

6
3.008.26

1
532.06

0
412.17

22
6.907.2

2012

60
1.980.0

994.665

6
2.955.02

9
392.90

6
482.14

36
6.698.3

2013

20

888.253

49

Sumber: Data Produksi Urea Departemen Pertanian RI tahun 2014

3.2

Spesifikasi Bahan Baku


Bahan baku yang digunakan adalah

Amonia dan Karbon

Dioksida. Spesifikasi dapat dilihat pada tabel 3.2.


Tabel 3.2 Sifat fisika dan karakteristik amonia dan karbon
dioksida
Karakteristik

Nilai

Amonia
Rumus molekul

NH3

Massa molar

17,0306 g/mol

Penampilan

Gas tak berwarna, berbau

Pra-Rancangan Pabrik Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida


By
Dian Anggraini Purba

Checked
Heni Ismawati
Hasnul Bustamam

Approved

Kelompok 3 / Semester Genap

tajam
Massa jenis dan fase

0,6942 g/L, gas

Kelarutan dalam air

89,9 g/100 ml pada 0 oC

Titik beku

-77,07 oC

Titik didih

-33,35 oC

Densitas

0,817 g/mL (80 oC)

Viskositas

0,255 cP (-30 oC)

Panas pembentukan

46,2 kJ/mol (18 oC)

Panas penguapan

23,3 kJ/mol (-33,3 oC)

Panas spesifik

2,225 J/g oC

Keasaman (pKa)

4,75

Kebasaan (pKb)

9,25

Karbon Diokasida
Rumus molekul

CO2

Massa molar

44,0095 g/mol

Penampilan

Gas tidak berwarna

Densitas

1.600 g/L (padat)

Titik leleh

-57 oC

Titik didih

-78 oC

Kelarutan dalam air

1,45 g/L

Keasaman (pKa)

6,35

Kebasaan (pKb)

10,33

Viskositas

0,07 cP pada -78 oC

Sumber : SNI

3.3

Spesifikasi Produk

3.3.1 Produk Antara


Tabel 3.3 Karakteristik Amonium Karbamat [NH4COONH2]

Karakteristik

Nilai

Pra-Rancangan Pabrik Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida


By
Dian Anggraini Purba

Checked
Heni Ismawati
Hasnul Bustamam

Approved

Kelompok 3 / Semester Genap

Massa molar
Penampilan
Dekomposisi
Tekanan uap (20
o
C)
Tekanan uap (45
o
C)
Densitas (20 oC)
Kelarutan dalam
air (20 oC)
Tekanan uap (40
o
C)

78,07 g/mol
Putih, kristalin produk dengan
bau amonia yang kuat.
Sangat higroskopis.
Mulai membusuk pada 35 oC,
diatas 60 oC sepenuhnya
menjadi amonia dan CO2
82 mbar
442 mbar
1,6 g/cm3
423 g/kg
100 mmHg (26,7 oC)

Sumber : SNI

3.3.2 Produk Utama


Urea [CO9NH2)2]
Tabel 3.4 Karakteristik Urea

Karakteristik
Massa molar
Penampilan

Nilai
60,06 g/mol
Berbau, putih,

Kepadatan
Kelarutan dalam air

solid
1,32 g/cm3
108 g/100 ml

(20 oC)
Titik leleh

132,7 oC

Sumber : Perrys Chemical Engineers Handbook, 1999

3.3.3 Produk Samping


Air (H2O)
Tabel 3.5 Karakteristik Air (H2O)

Karakteristik
Densitas dan fase

Nilai
0,998 g/cm (cairan pada 20
3

Kalor jenis
Tekanan kritis (Pc)
Temperatur kritis

C)
4184 J/(kg K)
218,4 atm
374,15 oC

Pra-Rancangan Pabrik Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida


By
Dian Anggraini Purba

Checked
Heni Ismawati
Hasnul Bustamam

Approved

Kelompok 3 / Semester Genap

(Tc)
Densitas
Berat molekul
Titik beku
Titik didih
Viskositas

0,998 g/mL
18,02 g/mol
0 oC
100 oC
0,8948

Sumber : Perrys Chemical Engineers Handbook, 1999

3.4

Lokasi Pabrik
Lokasi

perusahaan

merupakan

hal

yang

penting

dalam

menentukan kelancaran usaha. Kesalahan pemilihan lokasi pabrik


dapat menyebabkan biaya produksi menjadi mahal sehingga tidak
ekonomis. Pabrik urea ini direncanakan akan didirikan di Bontang,
Kalimantan Timur dengan pertimbangan sebagai berikut:
1. Ketersediaan Bahan Baku
Kota Bontang dikenal dengan kota industri dan jasa, serta
memiliki kawasan industri petrokimia yang bernama Kaltim Industrial
Estate. Bontang memiliki tiga perusahaan besar yang memproduksi
ammonia

dengan

gas

CO2

sebagai

hasil

sampingnya.

Ketiga

perusahaan itu adalah PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), PT Kaltim


Pacific Ammonia (KPA), dan PT Kaltim Parna Industri (KPI). PT Kaltim
Pacific Ammonia merupakan salah satu perusahaan penghasil amoniak
terbesar

didunia

yang

sekarang

resmi

dikelola

oleh

PT

Pupuk

Kalimantan Timur. Dengan demikian total kapasitas produksi PT


Kalimantan Timur dari 1,85 juta ton per tahun bertambah menjadi 2,51
juta ton pertahun. Sedangkan PT Kaltim Parna Industri memiliki
kapasitas produksi sebesar 500.000 ton per tahun. Untuk menekan
biaya penyediaan bahan baku maka pabrik pupuk didirikan berdekatan
dengan pabrik pemasok bahan baku.
2. Ketersediaan Utilitas
Secara hidrologi, wilayah kota Bontang terdiri atas tiga Daerah
Aliran Sungai (DAS), yaitu:
a) DAS Guntung
Pra-Rancangan Pabrik Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida
By
Dian Anggraini Purba

Checked
Heni Ismawati
Hasnul Bustamam

Approved

Kelompok 3 / Semester Genap

Sungai Guntung terletak di Kelurahan Guntung dengan luas


kurang lebih 23,24 km2 dengan panjang aliran sungai sepanjang
11,36 km. Lebar sungai antara 2-10 meter dengan kedalaman
rata-rata 1-2 meter. Ketinggian air saat surut terendah adalah 1
meter, sedangkan ketinggian air pada saat pasang tertinggi
adalah 3,5 meter.
b) DAS Bontang
Sungai Bontang membentang dari kelurahan Bontang Kuala, Apiapi, Kanaan, Gunung Elai, dan Gunung Telihan. Luas DAS
Bontang kurang lebih 53,28 km2 dengan panjang aliran sungai
25,62 km. Lebar sungai antara 4-10 meter dengan kedalaman
rata-rata 1-2,5 meter. Ketinggian air saat surut terendah adalah
1 meter, sedangkan ketinggian air pada saat pasang tertinggi
adalah 3,5 meter.
c) DAS Nyerakat
Sungai Nyerakat terletak di Kelurahan Bontang Lestari dengan
luas DAS kurang lebih 16,75 km2 dengan panjang aliran sungai
sepanjang 13 km, lebar sungai antara 3-10 meter dengan
kedalaman rata-rata 1-2 meter.
Ketiga DAS tersebut merupakan bagian dari sub DAS Santan Ilir
yang semuanya bermuara si Selat Makasar. Sungai-sungai tersebut
juga mengalirkan air yang berasal dari mata air, terutama air yang
keluar dari batuan pasir halus, pasir kasar dan lempung pasiran yang
berasal dari formasi Balikpapan (Buku Putih Sanitasi Kota Bontang,
2011).
3. Pemasaran Produk
Wilayah kota Bontang didominasi oleh lautan. Kota Bontang
memiliki wilayah daratan seluas 147,8 km2 sedangkan luas wilayah
seluruhnya 497,57 km2, didukung dengan tata letak yang cukup
strategis yaitu terletak pada jalan trans Kalimantan Timur dan
berbatasan langsung dengan Selat Makasar yang merupakan Alur Laut
Kepulauan

Indonesia

II

((ALKI

II)

dan

internasional

sehingga

menguntungkan dalam mendukung interaksi wilayah kota Bontang


Pra-Rancangan Pabrik Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida
By
Dian Anggraini Purba

Checked
Heni Ismawati
Hasnul Bustamam

Approved

Kelompok 3 / Semester Genap

dengan wilayah lain diluar kota Bontang baik dalam skala nasional,
regional, maupun internasional (Buku Putih Sanitasi Kota Bontang,
2011).
Peta lokasi pabrik yang akan didirikan dapat dilihat pada gambar
3.1.

Pra-Rancangan Pabrik Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida


By
Dian Anggraini Purba

Checked
Heni Ismawati
Hasnul Bustamam

Approved

Kelompok 3 / Semester Genap

Gambar 3.1 Peta Kota Bontang, Kalimantan Timur

Pra-Rancangan Pabrik Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida


By
Dian Anggraini Purba

Checked
Heni Ismawati
Hasnul Bustamam

Approved

Kelompok 3 / Semester Genap

3.5

Faktor Keselamatan
Agar prosses produksi di pabrik ini berjalan dengan lancar, maka

faktor keselamatan harus diperhatikan dan bahaya-bahaya yang dapat


mengganggu jalannya proses harus diminimalkan. Faktor keselamatan
meliputi:
1. Penggunaan bahan-bahan kimia dalam proses produksi
2. Pengoperasian peralatan proses
3. Faktor utilitas
4. Faktor manusia
5. Faktor alam atau lingkungan

3.5.1

Faktor peralatan dan pengoperasian peralatan

proses
Peralatan yang digunakan dalam pengoperasian pabrik didesain
pada kondisi yang telah ditentukan agar alat bekerja efisien, peralatan
tidak cepat rusak dan aus. Pencegahan bahaya yang ditimbulkan pada
pengoperasian peralatan proses adalah:
1. Pemeriksaan dan perawatan alat secara berkala
2. Pengoperasian alat harus sesuai dengan kapasitas desain dan
prosedur kerjanya
3. Membuat konstruksi bangunan yang tahan api pada setiap
tempat yang rawan kebakaran
4. Melengkapi setiap bangunan pabrik dengan papan petunjuk
penyelamatan

diri

dan

pertolongan

pertama

bila

terjadi

kecelakaan dan kerusakan peralatan serta menyediakan pintu


keluar darurat

3.5.2 Penggunaan bahan-bahan kimia dalam proses


produksi

Pra-Rancangan Pabrik Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida


By
Dian Anggraini Purba

Checked
Heni Ismawati
Hasnul Bustamam

Approved

Kelompok 3 / Semester Genap

Bahan-bahan kimia yang berpotensi menimbulkan bahaya dan


perlu

adanya

perlakuan

khusus

dalam

proses

pemnyimpanan,

pemakaian dan penanganannya adalah amonia (NH3) dan Karbon


Dioksida. Amonia sendiri adalah senyawa kaustik dan dapat merusak
kesehatan.

Administrasi

Keselamatan

dan

Kesehatan

Pekerjaan

Amerika Serikat memberikan batas 15 menit kontak dengan amonia


dalam bentuk gas dengan konsentrasi 35 ppm volum. Kontak dengan
gas amonia berkonsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan paruparu bahkan menyebabkan kematian. Karena amonia mendidih pada
suhu -33 OC, cairan amonia harus disimpan dalam tekanan yang tinggi
atau temperatur yang sangat rendah.
Kandungan Karbon Diokasida dalam udara segar bervariasi
antara 0,03 % (300ppm) sampai dengan 0,06% (600 ppm). Menurut
Otoritas

Keselamatan

Maritim

terhadap konsentrasi CO2

Australia

paparan

berkepanjangan

akan menyebabkan peningkatan jumlah

endapan kalsium pada jaringan lunak. Pada konsentrasi sekitar lima


persen berdasarkan volume, CO2 akan menyebabkan pusing-pusing,
stimulasi pusat pernapasan, kebingungan, dan kesulitan pernapasan
yang diikuti sakit kepala dan sesak napas.

3.5.3 Faktor Unit Utilitas


Unit utilitas yang paling rawan adalah unit pembangkit listrik.
Potensi

bahaya

yang

ditimbulkan

seperti

hubungan

singkat

(corsleting), sengatan listrik yang dapat menimbulkan cidera, dan


jaringan listrik teganagn tinggi yang dapat menimbulkan percikan api
dan kebakaran. Pencegahannya antara lain:
1. Pengecekan dan perawatan jaringan listrik secara berkala
2. Pemasangan sekring otomatis pada setiap gardu listrik
3. Penggunaan isolasi yang baik pada setiap kawat-kawat listrik
4. Pengguanaan alat penangkal petir pada bangunan dan peralatan
yang tinggi
Pra-Rancangan Pabrik Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida
By
Dian Anggraini Purba

Checked
Heni Ismawati
Hasnul Bustamam

Approved

Kelompok 3 / Semester Genap

3.5.4 Faktor Manusia


Pencegahan kecelakaan kerja karena kelalaian dan kecerobohan
para pekerja atau karyawan dapat dilakukan dengan cara:
1. Pemberian informasi dan pelatihan kepada karyawan mengenai
hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya
2. Cara penanggulangan bahaya dan cara penyelamatan diri
3. Menciptakan suasana kerja yang baik dan menyenangkan
4. Pabrik sebaiknya dilengkapi dengan pagar yang cukup tinggi
serta pos penjagaan
menghindari

diaga oleh satuan pengamanan

orang-orang

yang

tidak

untuk

berkepentingan

ke

kawasan pabrik

3.5.5 Faktor Alam


Bencana alam seperti banjir, petir, gempa bumi, angin ribut
tidak dapat dihindari. Cara mencegah kerusakannya adalah mendirikan
bangunan pabrik dengan konstruksi yang tepat dan memasang alat
penangkal petir untuk bangunan dan alat yang tinggi.

Pra-Rancangan Pabrik Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida


By
Dian Anggraini Purba

Checked
Heni Ismawati
Hasnul Bustamam

Approved