Anda di halaman 1dari 10

SIKLUS NITROGEN

Disusun Oleh

Kelompok 1
Aprilina saragih

( 1411103010025 )

Devi sasmita

( 1411103010021 )

Irsadi

( 1411103010005 )

Oka Aulia

( 1411103010002 )

M. Alvi Rivandi

( 1411101010033)

FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN


UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH
2015
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah swt. yang telah memberikan kekuatan
dan keteguhan hati kepada kami untuk menyelesaikan makalah ini. Shalawat beserta salam
semoga senantiasa tercurah limpahan kepada Nabi Muhammad SAW yang menjadi tauladan para
umat manusia yang merindukan keindahan syurga.
Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas tentang SIKLUS
NITOGEN yang diberikan oleh dosen pada mata kuliah Ekologi Perairan. Dalam penyelesaian
makalah ini, penulis banyak mengalami kesulitan, terutama disebabkan kurangnya ilmu
pengetahuan. Namun, berkat kerjasama yang solid dan kesungguhan dalam menyelesaikan
makalah ini akhirnya dapat diselesaikan dengan baik.
Penulis menyadari, sebagai seorang mahasiswa yang pengetahuannya tidak seberapayang
masih perlu belajar dalam penulisan makalah, bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang positif demi terciptanya
makalah yang lebih baik lagi, serta berdayaguna di masa yang akan datang.
Besar harapan, mudah mudahan makalah yang sangat sederhana ini dapat bermanfaat
bagi semua orang.
Wassalamualaikum Wr. Wb

Darussalam, 14 April 2015

Tim penyusun

DAFTAR ISI
2

Kata Pengantar2
Daftar Isi.3
I.
II.

Pendahuluan.4
I.1. Latar Belakang...4
I.2. Tujuan Penulisan4
Pembahasan..6
II.1.
Pengertian Siklus
Nitrogen6
II.2.
Fungsi Dalam
Ekologi6
II.3.
Proses Proses dalam Daur
Nitrogen7
1. Fiksaia Nitrogen7
2. Asimilasi8
3. Amonifikasi...8
4. Nitrifikasi...8
5. Denitrifikasi8
6. Oksida Amonia Anaerobic.9
II.4.
Daftar

III.

Gambar.9
Penutup...10
III.1.
Kesimpulan..10
III.2.
Saran10
Daftar Pustaka 11

BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Nitrogen adalah unsur yang paling berlimpah di atmosfer (78% gas di atmosfer
adalah nitrogen). Meskipun demikian, penggunaan nitrogen pada bidang biologis
sangatlah terbatas.Nitrogen merupakan unsur yang tidak reaktif (sulit bereaksi dengan
unsur lain) sehingga dalam penggunaan nitrogen pada makhluk hidup diperlukan
berbagai proses, yaitu : fiksasi nitrogen,mineralisasi, nitrifikasi, denitrifikasi.
Untuk dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup, nitrogen anorganik harus di ubah
terlebih dahulu menjadi nitrogen organik. Tidak semua makhluk hidup dapat merubah
nitrogen anorganik menjadi nitrogen organik. Proses perubahan nitrogen menjadi materi
organik hanya bisa dilakukan oleh mikroorganisme prokariota tertentu yang memiliki
kemampuan untuk menfiksasi nitrogen menjadi amonia. Serta oleh reaksi nitrogen
dengan oksigen atau hidrogen dengan bantuan petir yang menghasilkan senyawa nitrit
ataupun nitrat.
Siklus nitrogen sendiri adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung
unsur nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang lain. Transformasi ini
dapat terjadi secara biologis maupun non-biologis. Siklus nitrogen secara khusus sangat
dibutuhkan dalam ekologi karena ketersediaan nitrogen dapat mempengaruhi tingkat
proses ekosistem kunci, termasuk produksi primer dan dekomposisi. Aktivitas manusia
seperti pembakaran bahan bakar fosil, penggunaan pupuk nitrogen buatan, dan pelepasan
nitrogen dalam air limbah telah secara dramatis mengubah siklus nitrogen global.
Pembukaannya sudah cukup, sekarang kita menginjak ke detail proses daur / siklus
nitrogen.
2. TUJUAN PENULISAN
a. Untuk menambah wawasan pengetahuan pembaca mengenai siklus Nitrogen
b. Untuk memenuhi tugas Ekologi Perairan

BAB II
4

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Siklus Nitrogen
Siklus nitrogen adalah proses perubahan nitrogen anorganik menjadi nitrogen
organik yaitu amonia (NH3), NO2,NO3 kemudian menjadi nitrogen anorganik lagi.
Nitrogen merupakan unsur penting dalam pembentukan asam amino, asam nukleat baik
ARN ataupun ADN. Nitrogen adalah komponen gas yang paling banyak terkandung di
atmosfer yaitu kurang lebih 80%. Nitrogen yang ada di atmosfer ditemukan dalam bentuk
N2 (gas Nitrogen) disebut sebagai nitrogen anorganik.
Untuk dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup, nitrogen anorganik harus di ubah
terlebih dahulu menjadi nitrogen organik. Tidak semua makhluk hidup dapat merubah
nitrogen anorganik menjadi nitrogen organik. Proses perubahan nitrogen menjadi materi
organik hanya bisa dilakukan oleh mikroorganisme prokariota tertentu yang memiliki
kemampuan untuk menfiksasi nitrogen menjadi amonia. Serta oleh reaksi nitrogen
dengan oksigen atau hidrogen dengan bantuan petir yang menghasilkan senyawa nitrit
ataupun nitrat.
Amonia serta nitrit atau nitrat yang terbentuk kemudian diserap oleh tumbuhan
sebagai bahan pembentuk protein. Ketika hewan dan manusia memakan tumbuhan
tersebut maka nitrogen yang ada dalam tumbuhan tersebut akan berpindah pada ketubuh
hewan dan manusia. Selanjutnya nitrogen dari hewan dan manusia kembali kealam
melalui sisa hasil ekresi dalam bentuk urine, atau dekomposisi makhluk hidup yang telah
mati oleh bakteri pengurai menjadi garam amonium (NH4) dan gas amoniak (NH3).
Kemudian oleh bakteri Nitrosomonas (bakteri nitrit) amonia diubah menjadi nitrit.
Nitrit oleh bakteri Nitrobacter (bakteri nitrat) kemudian akan di ubah menjadi nitrat.
Proses perubahan amonia menjadi nitrit dan nitrat disebut sebagai proses Nitrifikasi.
Proses terakhir dalam daur nitrogen adalah perubahan nitrit dan nitrat menjadi gas
nitrogen yang hanya bisa dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Nitrogen yang kembali ke
atmosfer akan mengulang siklus dari awal lagi, begitu seterusnya. Walau sama-sama
penting, daur nitrogen lebih kompleks jika dibandingkan dengan siklus karbon ataupun
siklus oksigen.
Secara umum daur nitrogen atau siklus nitrogen terdiri dari tiga tahapan proses,
yaitu:
Tahap pertama adalah proses perubahan gas nitrogen menjadi amonia oleh bakteri
fiksasi nitrogen. Fiksasi nitrogen secara biologis dapat dilakukan oleh bakteri Rhizobium
5

yang bersimbiosis dengan tanaman leguminosa. Bakteri yang berperan dalam fiksasi
nitrogen antara lain adalah bakteri Azotobacter dan Clostridium. Selain itu ganggang
hijau biru dalam air juga memiliki kemampuan memfiksasi nitrogen.
Tahap kedua adalah proses perubahan amonia menjadi nitrit dan nitrat melalui
proses nitrifikasi. Amonia diubah menjadi nitrit oleh bakteri nitrit yang disebut bakteri
nitrosomonas. Kemudia nitrit yang terbentuk diubah menjadi nitrat oleh bakteri nitrat
yang disebut bakteri nitrobakter.Tahap kedua adalah proses perubahan nitrit dan nitrat
menjadi nitrogen kembali melalui proses denitrifikasi.
2.2 Fungsi Dalam Ekologi
Nitrogen sangatlah penting untuk berbagai proses kehidupan di Bumi. Nitrogen
adalah komponen utama dalam semua asam amino, yang nantinya dimasukkan ke dalam
protein, tahu kan kalau protein adalah zat yang sangat kita butuhkan dalam pertumbuhan.
Nitrogen juga hadir di basis pembentuk asam nukleat, seperti DNA dan RNA yang
nantinya membawa hereditas. Pada tumbuhan, banyak dari nitrogen digunakan dalam
molekul klorofil, yang penting untukfotosintesis dan pertumbuhan lebih lanjut. Meskipun
atmosfer bumi merupakan sumber berlimpah nitrogen, sebagian besar relatif tidak dapat
digunakan oleh tanaman. Pengolahan kimia atau fiksasi alami (melalui proses konversi
seperti yang dilakukan bakteri rhizobium), diperlukan untuk mengkonversi gas nitrogen
menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh organisme hidup, oleh karena itu nitrogen
menjadi komponen penting dari produksi pangan. Kelimpahan atau kelangkaan dari
bentuk tetap nitrogen, (juga dikenal sebagai nitrogen reaktif), menentukan berapa
banyak makanan yang dapat tumbuh pada sebidang tanah.

2.3 Proses Proses dalam Daur Nitrogen


1. Fiksasi Nitrogen
Fiksasi nitrogen adalah proses alam, biologis atau abiotik yang mengubah nitrogen di
udara menjadi ammonia (NH3). Mikroorganisme yang mem-fiksasi nitrogen disebut
diazotrof. Mikroorganisme ini memiliki enzim nitrogenaze yang dapat menggabungkan
hidrogen dan nitrogen. Reaksi untuk fiksasi nitrogen biologis ini dapat ditulis sebagai
berikut :
6

N2 + 8 H+ + 8 e 2 NH3 + H2
Mikro organisme yang melakukan fiksasi nitrogen antara lain : Cyanobacteria,
Azotobacteraceae, Rhizobia, Clostridium, dan Frankia. Selain itu ganggang hijau biru
juga dapat memfiksasi nitrogen. Beberapa tanaman yang lebih tinggi, dan beberapa
hewan (rayap), telah membentuk asosiasi (simbiosis) dengan diazotrof. Selain dilakukan
oleh mikroorganisme, fiksasi nitrogenjuga terjadi pada proses non-biologis, contohnya
sambaran petir. Lebih jauh, ada empat cara yang dapat mengkonversi unsur nitrogen di
atmosfer menjadi bentuk yang lebih reaktif :
a. Fiksasi biologis: beberapa bakteri simbiotik (paling sering dikaitkan dengan tanaman
polongan) dan beberapa bakteri yang hidup bebas dapat memperbaiki nitrogen sebagai
nitrogen organik. Sebuah contoh dari bakteri pengikat nitrogen adalah bakteri Rhizobium
mutualistik, yang hidup dalam nodul akar kacang-kacangan. Spesies ini diazotrophs.
Sebuah contoh dari hidup bebas bakteri Azotobacter.
b. Industri fiksasi nitrogen : Di bawah tekanan besar, pada suhu 600 C, dan dengan
penggunaan katalis besi, nitrogen atmosfer dan hidrogen (biasanya berasal dari gas alam
atau minyak bumi) dapat dikombinasikan untuk membentuk amonia (NH3). Dalam
proses Haber-Bosch, N2 adalah diubah bersamaan dengan gas hidrogen (H2) menjadi
amonia (NH3), yang digunakan untuk membuat pupuk dan bahan peledak.
c. Pembakaran bahan bakar fosil : mesin mobil dan pembangkit listrik termal, yang
melepaskan berbagai nitrogen oksida (NOx).
d. Proses lain: Selain itu, pembentukan NO dari N2 dan O2 karena foton dan terutama
petir, dapat memfiksasi nitrogen.
2. Asimilasi
Tanaman mendapatkan nitrogen dari tanah melalui absorbsi akar baik dalam bentuk ion
nitratatau ion amonium. Sedangkan hewan memperoleh nitrogen dari tanaman yang
mereka makan. Tanaman dapat menyerap ion nitrat atau amonium dari tanah melalui
rambut akarnya. Jikanitrat diserap, pertama-tama direduksi menjadi ion nitrit dan
kemudian ion amonium untuk dimasukkan ke dalam asam amino, asam nukleat, dan
klorofil. Pada tanaman yang memiliki hubungan mutualistik dengan rhizobia, nitrogen
dapat berasimilasi dalam bentuk ion amoniumlangsung dari nodul. Hewan, jamur, dan
organisme heterotrof lain mendapatkan nitrogen sebagai asam amino, nukleotida dan
molekul organik kecil.
7

3. Amonifikasi
Jika tumbuhan atau hewan mati, nitrogen organik diubah menjadi amonium (NH4+) oleh
bakteri dan jamur.
4. Nitrifikasi
Konversi amonium menjadi nitrat dilakukan terutama oleh bakteri yang hidup di dalam
tanah danbakteri nitrifikasi lainnya. Tahap utama nitrifikasi, bakteri nitrifikasi seperti
spesiesNitrosomonas mengoksidasi amonium (NH4 +) dan mengubah amonia menjadi
nitrit (NO2-). Spesies bakteri lain, seperti Nitrobacter, bertanggung jawab untuk oksidasi
nitrit menjadi darinitrat (NO3-). Proses konversi nitrit menjadi nitrat sangat penting
karena nitrit merupakan racun bagi kehidupan tanaman.
5. Denitrifikasi
Denitrifikasi adalah proses reduksi nitrat untuk kembali menjadi gas nitrogen (N2), untuk
menyelesaikan siklus nitrogen. Proses ini dilakukan oleh spesies bakteri seperti
Pseudomonasdan Clostridium dalam kondisi anaerobik. Mereka menggunakan nitrat
sebagai akseptor elektron di tempat oksigen selama respirasi. Fakultatif anaerob bakteri
ini juga dapat hidup dalam kondisi aerobik.
Denitrifikasi umumnya berlangsung melalui beberapa kombinasi dari bentuk peralihan
sebagai berikut:
NO3 NO2 NO + N2O N2 (g)
Proses denitrifikasi lengkap dapat dinyatakan sebagai reaksi redoks:
2 NO3 + 10 e + 12 H+ N2 + 6 H2O
6. Oksidasi Amonia Anaerobik
Dalam proses biologis, nitrit dan amonium dikonversi langsung ke elemen (N2) gas
nitrogen. Proses ini membentuk sebagian besar dari konversi nitrogen unsur di lautan.
Reduksi dalam kondisi anoxic juga dapat terjadi melalui proses yang disebut oksidasi
amonia anaerobic.

2.4 Daftar Gambar

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Nitrogen sangatlah penting untuk berbagai proses kehidupan di Bumi.


Nitrogen adalah komponen utama dalam semua asam amino, yang nantinya
dimasukkan ke dalam protein, tahu kan kalau protein adalah zat yang sangat kita
butuhkan dalam pertumbuhan. Nitrogen juga hadir di basis pembentuk asam
nukleat, seperti DNA dan RNA yang nantinya membawa hereditas. Pada
tumbuhan, banyak dari nitrogen digunakan dalam molekul klorofil, yang penting
untukfotosintesis dan pertumbuhan lebih lanjut. Meskipun atmosfer bumi
merupakan sumber berlimpah nitrogen, sebagian besar relatif tidak dapat
digunakan oleh tanaman. Pengolahan kimia atau fiksasi alami (melalui proses
konversi seperti yang dilakukan bakteri rhizobium), diperlukan untuk
mengkonversi gas nitrogen menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh organisme
hidup, oleh karena itu nitrogen menjadi komponen penting dari produksi pangan.
Kelimpahan atau kelangkaan dari bentuk tetap nitrogen, (juga dikenal sebagai
nitrogen reaktif), menentukan berapa banyak makanan yang dapat tumbuh pada
sebidang tanah.
3.2 Saran
Demikianlah makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi
pembaca. Apabila ada saran dan kritik ang ingin disampaikan, silakan sampaikan
kepada kami. Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat memaafkan dan
memakluminya.

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/siklus _ nitrogen
http://id.wiktionary.org/wiki/siklus _nitrogen

10