Anda di halaman 1dari 9

TEKNOLOGI FORMULASI SEDIAAN STERIL

BATCH SHEET 1
INJEKSI ASAM FOLAT

BAB I
NAMA ZAT AKTIF DAN BENTUK YANG DIGUNAKAN
1.1 Nama Zat Aktif
Asam Folat
1.2 Bentuk Yang Digunakan
Garam (Natrium folat)

BAB II
MONOGRAFI ZAT AKTIF
Asam folat/ Acidum Folicum
Pemerian
Kelarutan

: serbuk hablur; kuning atau jingga kekuningan; tidak berbau


: sangat sukar larut dalam air; praktis tidak larut dalam etanol, kloroform,
eter, aseton benzene ; larut dalam asam klorida p; mudah laut dalam

larutan alkali hidroksida encer


Dosis Lazim : sehari 15 mg intramuskular (FI ed III, hlm 959)
OTT
: Asam Folat tidak tersatukan dengan oksidator, reduktor, karbonat
(Martindale, 1647)
Khasiat dan penggunaan : hematopetikum
(farmakope Indonesia edisi III 1979 hal 51-52)

BAB III
1 | Formulasi sediaan steril

FORMULA DAN METODA PEMBUATAN


3.1 Formula
R/ Asam Folat
Obat suntik dalam ampul 1 ml
3.2 Formula Lengkap
R/ Natrium Folicum
Natrium Chlorida
Natrii Edetas
Natrii Hydroksida 0,1 N
Aqua pro injectionum
Obat suntik 1 ml No. VII

3.3.

5mg/ ml
No. VII
0,5%
0,8283%
0,05%
ad larut

ad 1 ml

METODA PEMBUATAN

Metode yang digunakan dalam pembuatan larutan injeksi asam folat (dalam bentuk garamnya
yaitu natrium folat) adalah metode sterilisasi terminal. Metode ini didasarkan pada kestabilan
bahan pada pemanasan, dimana Natrium folat tahan terhadap panas. Metode ini
menggunakan bakteri filter untuk menyaring partikel yang mungkin terdapat dalam larutan
injeksi kemudian pada proses akhir disterilkan dengan otoklaf pada suhu 121C selama 15
menit.

BAB IV
MONOGRAFI ZAT TAMBAHAN
1. Natrii Chloridum

2 | Formulasi sediaan steril

BM : 58,44
Pemerian

:Hablur heksahedral tidak berwarna atau serbuk hablur putih, tidak


berbau, rasa asin.

Kelarutan

: Larut dalam 2,8 bagian air, dalam 2,7 bagian air mendidih dan dalam
lebih kurang 10 bagian gliserol P, sukar larut dalam etanol (95%) P

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik


Khasiat dan penggunaan : Sumber ion klorida dan ion natrium
(Farmakope Indonesia Ed.III, 1979 . Hal 403)

2. Aqua pro injection


Pemerian

: Keasaman-kebasaan ; Amonium; Besi; Tembaga; Timbal; Kalsium;


Klorida; Nitrat; Sulfat; Zat teroksidasi memenuhi syarat yang tertera
pada Aqua destilata

Penyimpanan

: dalam wadah tertutup kedap. Jika disimpan dalam wadah tertutup


kapas berlemak harus digunakan dalam waktu 3 hari setelah
pembuatan

Khasiat dan penggunan : larutan untuk pembuatan injeksi.


( Farmakope Indonesia Ed.III , 1979 . Hal 97)
3. Natrii Hydroxydum
Natrium Hidroksida
BM

: 40,00

Pemerian : bentuk batang , butiran, masa hablur atau keeping, kering, keras, rapuh dan
menunjukan susunan hablur, putih, mudah meleleh basah, sangat alkalis
dan korosit, segera menyerap karbondioksida.
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air dan dalam etanol 95% P
Penyimanan : dalam wadah tertutup baik
Khasiat dan penggunaan zat tambahan
(farmakope Indonesia edisi III 1979 hal 412)
4. Dinatrii Edetas

3 | Formulasi sediaan steril

Pemerian

: Serbuk kristal putih tidak berbau dengan sedikit rasa

Kelarutan

asam
: Larut dalam air (1:11), Praktis tidak larut dalam

pH
Stabilitas
Inkompatibilitas

kloroform dan eter, larut dalam etanol (95%)


: 4,3-4,7 dalam larutan 1% air bebas CO2
: Sangat higroskopis dan harus dilindungi dari kelembaban
: Dengan pengoksidasi kuat, dan ion logam polifalen
seperti tembaga, nikel, Na

Konsentrasi
Kegunaan
Penyimpanan

EDTA merupakan asam

lemah dan bereaksi dengan logam membentuk hidrogen


: 0,005-0,1% w/w sebagai chelating agent
: Untuk mencegah kontaminasi dengan logam
: harus disimpan diwadah bebas alkali, tertutup rapat dan
ditempat sejuk dan kering
(Farmakope Indonesia edisi III 1979 hal 669)

BAB V
PERHITUNGAN DAN PENIMBANGAN
5.1 Perhitungan Bahan
R/ Natrium Folicum
Natrium Chlorida
Natrii Edetas

0,5%
0,8283%
0,05%
4 | Formulasi sediaan steril

Natrii Hidroksida 0,1 N


Aqua pro injectionum
Obat suntik 1 ml No. VII

ad larut
ad 1 ml

a. Formula yang akan dibuat :


o Setiap ampul 1 ml mengandung Natrium Folat 5 mg
o Jumlah pembuatan : 7 ampul
b. Perhitungan
1. Konsentrasi Aneurin HCl
C = BM Na Folat X C Asam Folat
BM As. Folat
= 464,4 x 0,5
441,4
= 0,526%
2. Perhitungan tonisitas
Penurunan Titik Beku
Tb Natrium Folat = 0,069
Tb Dinatri Edetas = 0,132
Tb = 0,52 (

Tb as. folat C as. folat + (

Tb Dinatrii edetas C Dinatrii edetas)


0,576

= 0,52 (0,526 . 0,069 + 0,132 . 0,05)


0,576
= 0,52 0,04289
0,576
= 0,8283 g

Volume sediaan yang akan dibuat


Ampul = (n + 2)C + 6 ml
= (7 + 2) (1+0,1) + 6 ml
= (9) 1,1 + 6 ml
= 15,9 ml ~ 16 ml

5 | Formulasi sediaan steril

5.2

Penimbangan Bahan
BAHAN

SATUAN DASAR

Aneurin HCl

1 ml
5 mg

VOLUME PRODUKSI
7 ampul/ 16 ml
5 mg x 16 ml = 80 mg

NaCl

8,283 mg

8,283 mg x 16 ml = 132,528 mg

Dinatrii Edetas

0,5 mg

0,5 x 16 ml = 8 mg

BAB VI
PROSEDUR
6.1

STERILISASI
ALAT

STERILISASI

WAKTU

Beaker glass

Oven 170C

30

Corong & kertas saring

Otoklaf 115-116C

30

Ampul
Kaca arloji

Oven 170C
Api langsung

30
30

Spatel logam

Api langsung

30

Batang pengaduk

Api langsung

30

6 | Formulasi sediaan steril

6.2

Prosedur Pembuatan
1. Dididihkan 25 ml aqua pro injeksi (a.p.i) dalam beker glass selama 10 menit
2. Disuspensikan natrium folat dalam sebagian aqua pro injeksi (a.p.i)
3. Ditambahkan larutan NaOH 0,1 N kedalam suspensi natrium folat sampai larut.
Diperlukan 30 tetes (pH 10) (camp.1)
4. Dilarutkan NaCl dalam sebagian aqua pro injeksi (a.p.i) (camp.2)
5. Kedua campuran tersebut dicampurkan (camp.1 & 2)
6. Larutan ditambahkan aqua pro injeksi (a.p.i) sampai 16 ml
7. Larutan disaring dan filtrat pertama dibuang
8. Larutan dimasukkan kedalam 7 ampul @ 1,1 ml dalam Laminar Air Flow (LAF)
9. Ampul disemprot dengan uap air dalam gas inert lalu ditutup
10. Disterilkan dalam otoklaf 115-116 C selama 30 menit

BAB VII
EVALUASI SEDIAAN
JENIS EVALUASI
1. EVALUASI FISIKA
a) Penetapan pH (FI IV,10391040)
b) Bahan partikulat dalam injeksi
(FI IV,981-984)
c) Penetapan volume injeksi dalam
wadah (FI IV,1044)
d) Uji keseragaman sediaan
(FI IV,990-1001)
e) Uji kejernihan (FI IV,998)
f) Uji kebocoran

HASIL EVALUASI
pH awal = 7
pH akhir = 10
Berwarna kuning tua dan
mengendap
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Keruh (kuning tua)
Tidak ada ampul yang bocor

2. EVALUASI BIOLOGI
a) Uji Efektivitas Sterilitas

Tidak dilakukan
7 | Formulasi sediaan steril

b)
c)
d)
e)

Antimikroba (FI IV,858-855)


Uji Sterilitas (FI IV,855-863)
Uji Endotoksin Bakteri
(FI IV,905-907)
Uji pirogen (FI IV,908-909)
Uji kandungan zat antimikroba

(FI IV,939-942)
f) UJI potensi antibiotik (FI
IV,891-899)

Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan

EVALUASI LAIN
N

Jenis Evaluasi

Penilaian

o
1

Penampilan fisik wadah

Jumlah sediaan

Brosur

Etiket

Keseragaman volume

4 ampul

Keterangan:
Jumlah sediaan injeksi yang dikemas sebanyak 4 ampul dikarenakan bentuk ampul yang
kurang baik dan pecah.

BAB VIII
ASPEK FARMAKOLOGI
Indikasi
Kontra Indikasi
8 | Formulasi sediaan steril

Dosis
Efek samping
Interaksi Obat
Cara Penggunaan dan Penyimpanan
ADME
IX.

PEMBAHASAN

BAB X
KESIMPULAN

BAB XI
ETIKET DAN LABEL
BAB XII
KEMASAN DAN BROSUR
7.1 Kemasan
7.2Brosur

BAB XIII
DAFTAR PUSTAKA

9 | Formulasi sediaan steril