Anda di halaman 1dari 4

Eksplorasi seismik

Eksplorasi seismik adalah istilah yang dipakai di dalam bidang geofisika untuk
menerangkan aktifitas pencarian sumber daya alam dan mineral yang ada di bawah
permukaan bumi dengan bantuan gelombang seismik . Hasil rekaman yang diperoleh dari
survei ini disebut dengan penampang seismik .
Eksplorasi seismik atau eksplorasi dengan menggunakan metode seismik banyak dipakai
oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk melakukan pemetaan struktur di bawah
permukaan bumi untuk bisa melihat kemungkinan adanya jebakan-jebakan minyak
berdasarkan interpretasi dari penampang seismiknya.
Di dalam eksplorasi seismik dikenal 2 macam metode, yaitu:
1. Metode seismik pantul
2. Metode seismik bias
Pemakaian awal observasi seismik untuk eksplorasi minyak dan mineral dimulai pada tahun
1920an. Teknik seismik refraksi digunakan secara intemsif di Iran untuk membatasi struktur
yang mengandung minyak. Tetapi, sekarang seismik refleksi merupakan metode terbaik
yang digunakan di dalam eksplorasi minyak bumi. Metode ini pertama kali
didemonstrasikan di Oklahoma pada tahun 1921.
Rig Pemboran

Rig pengeboran adalah suatu bangunan dengan peralatan untuk melakukan pengeboran ke
dalam reservoir bawah tanah untuk memperoleh air, minyak, atau gas bumi, atau deposit
mineral bawah tanah. Rig pengeboran bisa berada di atas tanah (on shore) atau di atas
laut/lepas pantai (off shore) tergantung kebutuhan pemakaianya. Walaupun rig lepas pantai
dapat melakukan pengeboran hingga ke dasar laut untuk mencari mineral-mineral,
teknologi dan keekonomian tambang bawah laut belum dapat dilakukan secara komersial.
Oleh karena itu, istilah "rig" mengacu pada kumpulan peralatan yang digunakan untuk
melakukan pengeboran pada permukaan kerak Bumi untuk mengambil contoh minyak, air,
atau mineral.
Rig pengeboran minyak dan gas bumi dapat digunakan tidak hanya untuk mengidentifikasi
sifat geologis dari reservoir tetapi juga untuk membuat lubang yang memungkinkan
pengambilan kandungan minyak atau gas bumi dari reservoir tersebut.
Rig pengeboran dapat berukuran:
Kecil dan mudah dipindahkan, seperti yang digunakan dalam pengeboran eksplorasi
mineral Besar, mampu melakukan pengeboran hingga ribuan meter ke dalam kerak Bumi.
Pompa lumpur yang besar digunakan untuk melakukan sirkulasi lumpur pengeboran
melalui mata bor dan casing (selubung), untuk mendinginkan sekaligus mengambil "bagian
tanah yang terpotong" selama sumur dibor.
Katrol di rig dapat mengangkat ratusan ton pipa. Peralatan lain dapat mendorong asam
atau pasir ke dalam reservoir untuk mengambil contoh minyak dan mineral; akomodasi
untuk kru yang bisa berjumlah ratusan. Rig lepas pantai dapat beroperasi ratusan hingga
ribuan kilometer dari pinggir pantai.
TEKNIK SENSING UNTUK MELACAK LOKASI MINYAK DAN GAS BUMI
March 13th, 2009 by n-zafee

Bumi memiliki permukaan dan variabel yang sangat kompleks. Relief topografi bumi dan
komposisi materialnya menggambarkan bebatuan pada mantel bumi dan material lain pada
permukaan dan juga menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan.
Masing-masing tipe bebatuan, patahan di muka bumi atau pengaruh-pengaruh gerakan
kerak bumi serta erosi dan pergeseran-pergeseran muka bumi menunjukkan perjalanan
proses hingga membangun muka bumi seperti saat ini. Proses ini dapat difahami melalui
disiplin ilmu geo-morfologi.
Eksplorasi sumber daya mineral merupakan salah satu aktifitas pemetaan geologi yang
penting. Pemetaan geologi sendiri mencakup identifikasi pembentukan lahan (landform),
tipe bebatuan, struktur bebatuan (lipatan dan patahannya) dan gambaran unit geologi. Saat
ini hampir seluruh deposit mineral di permukaan dan dekat permukaan bumi telah
ditemukan. Karenanya pencarian sekarang dilakukan pada lokasi deposit jauh di bawah
permukaan bumi atau pada daerah-daerah yang sulit dijangkau. Metode geo-fisika dengan
kemampuan penetrasi ke dalam permukaan bumi secara umum diperlukan dalam
memastikan keberadaan deposit ini ?inyak bumi dan gas dalam pembicaraan kita-. Akan
tetapi informasi awal tentang kawasan berpotensi untuk eksplorasi mineral lebih banyak
dapat diperoleh melalui interpretasi ciri-ciri khusus permukaan bumi pada foto udara atau
citra satelit.
Belakangan analisa menggunakan citra satelit lebih banyak dilakukan daripada foto udara,
karena citra satelit memiliki beberapa nilai lebih, seperti:

1. mencakup area yang lebih luas, sehingga memungkinkan dilakukan analisa dalam skala
regional, yang seringkali menguntungkan untuk memperoleh gambaran geologis area
tersebut;
2. memiliki kemungkinan penerapan sensor pendeteksi multi-spektral dan bahkan hiperspektral yang nilainya dituangkan secara kuantitatif (disebut derajat keabuan atau Digital
Number dalam remote sensing), sehingga memungkinan aplikasi otomatis pada komputer
untuk memahami dan mengurai karakteristik material yang diamati;
3. memungkinkan pemanfaatkan berbagai jenis data, seperti data sensor optik dan sensor
radar, serta juga kombinasi data lain seperti data elevasi permukaan bumi, data geologi,
jenis tanah dan lain-lain, sehingga dapat ditentukan solusi baru dalam menentukan antarhubungan berbagai sifat dan fenomena pada permukaan bumi.
Tulisan singkat ini akan mengupas bagaimana minyak dan gas bumi tersimpan di perut
bumi, bagaimana hubungan lokasi tersimpannya mineral ini dengan struktur bebatuan di
dalamnya. Proses rangkaian eksplorasi dijelaskan secara umum. Kemudian untuk
menjelaskan potensi teknik remote sensing dalam menemukan lokasi tersebut, akan
dijelaskan tentang fungsi pemetaan geologi dan hubungannya dengan pendugaan struktur
bebatuan di bawah permukaan bumi, tempat yang memungkinkan ditemukannya minyak
dan gas bumi.
Proses Pembentukan
Minyak dan gas dihasilkan dari pembusukan organisma, kebanyakannya tumbuhan laut
(terutama ganggang dan tumbuhan sejenis) dan juga binatang kecil seperti ikan, yang
terkubur dalam lumpur yang berubah menjadi bebatuan. Proses pemanasan dan tekanan di
lapisan-lapisan bumi membantu proses terjadinya minyak dan gas bumi. Cairan dan gas
yang membusuk berpindah dari lokasi awal dan terperangkap pada struktur tertentu. Lokasi
awalnya sendiri telah mengeras, setelah lumpur itu berubah menjadi bebatuan.
Minyak dan gas berpindah dari lokasi yang lebih dalam menuju bebatuan yang cocok.
Tempat ini biasanya berupa bebatuan-pasir yang berporos (berlubang-lubang kecil) atau
juga batu kapur dan patahan yang terbentuk dari aktifitas gunung berapi bisa berpeluang
menyimpan minyak. Yang paling penting adalah bebatuan tempat tersimpannya minyak ini,
paling tidak bagian atasnya, tertutup lapisan bebatuan kedap. Minyak dan gas ini biasanya
berada dalam tekanan dan akan keluar ke permukaan bumi, apakah dikarenakan
pergerakan alami sebagian lapisan permukaan bumi atau dengan penetrasi pengeboran.
Bila tekanan cukup tinggi, maka minyak dan gas akan keluar ke permukaan dengan
sendirinya, tetapi jika tekanan tak cukup maka diperlukan pompa untuk mengeluarkannya.
Proses Eksplorasi: Pemetaan Lineaments, Lithologic dan Geo-botanic
Eksplorasi sumber minyak dimulai dengan pencarian karakteristik pada permukaan bumi
yang menggambarkan lokasi deposit. Pemetaan kondisi permukaan bumi diawali dengan
pemetaan umum (reconnaissance), dan apabila ada indikasi tersimpannya mineral,
dimulailah pemetaan detil. Kedua pemetaan ini membutuhkan kerja validasi lapangan, akan
tetapi kerja pemetaan ini sering lebih mudah jika dibantu foto udara atau citra satelit.
Setelah proses pemetaan, kerja eksplorasi lebih intensif pada metoda-metoda geo-fisika,
terutama seismik, yang dapat memetakan konstruksi bawah permukaan bumi secara 3dimensi untuk menemukan lokasi deposit secara tepat. Kemudian dilakukan uji
pengeboran.
Sumbangan teknik remote sensing terutama diberikan pada proses pemetaan, yaitu
pemetaan lineaments, jenis bebatuan di permukaan bumi dan jenis tetumbuhan.
Eksplorasi minyak dan gas bumi selalu bergantung pada peta permukaan bumi dan peta
jenis-jenis bebatuan serta struktur-struktur yang memberi petunjuk akan kondisi di bawah
permukaan bumi dengan yang cocok untuk terjadinya akumulasi minyak dan gas. Remote

sensing berpotensi dalam penentuan lokasi deposit mineral ini melalui pemetaan
lineaments. Lineaments adalah penampakan garis dalam skala regional sebagai akibat sifat
geo-morfologis seperti alur air, lereng, garis pegunungan, dan sifat menonjol lain yang
menampak dalam bentuk zona-zona patahan. Dengan menggunakan citra satelit gambaran
keruangan alur air misalnya dapat dilihat dalam skala luas, sehingga kemungkinan mencari
relasi keruangan untuk lokasi deposit mineral lebih besar.
Pemetaan lineament walaupun dapat dilakukan secara monoskopik (menggunakan satu
citra), tetapi akan lebih produktif jika digabungkan dengan pemetaan lithologic atau
pemetaan unit-unit bebatuan yang dilakukan secara stereoskopik (yang dapat mendeteksi
ketinggian, karena dilakukan pada dua buah citra stereo). Kalangan ahli geologi meyakini
bahwa refleksi gelombang elektromagnetik pada kisaran 1,6 sampai 2,2 mikrometer (=10-6
meter) atau pada spektrum pertengahan infra-merah (1,3 3,0 mikrometer) sangat cocok
untuk eksplorasi mineral dan pemetaan lithologic. Keberhasilan pemetaan ini bergantung
pada bentuk topografi dan karakteristik spektral sebagaimana diamati citra satelit. Untuk
kawasan yang dipenuhi tumbuhan, mesti dilakukan pendekatan geo-botanic, yaitu
pengetahuan tentang hubungan antara jenis tetumbuhan dengan kebutuhan nutrisi serta air
pada tanah tempat tumbuhan ini tumbuh. Dengan demikian distribusi tetumbuhan pun
dapat menjadi indikator dalam mendeteksi komposisi tanah dan material bebatuan di
bawahnya.
Interpretasi citra dalam menemukan garis-garis patahan geologis memang membutuhkan
keahlian tersendiri. Jika hanya mengandalkan lineaments, maka beberapa riset
menunjukkan cukup banyak perbedaan interpretasi. Karenannya data garis ini dikorelasikan
dengan karakteristik lain yang tertangkap sensor remote sensing, yaitu jenis bebatuan,
yang merupakan cerminan mineralisasi permukaan bumi. Studi tentang jenis bebatuan dan
respon spektral sangat membantu pencarian permukaan di mana deposit mineral
tersimpan.