Anda di halaman 1dari 15

BAB II

PROFIL BALAI BUDIDAYA LAUT LOMBOK

2.1

Letak Geografis
Balai Budidaya Laut Lombok terbagi menjadi dua lokasi yang terpisah

yakni Stasiun Gerupuk dan Stasiun Sekotong. Stasiun Gerupuk terletak di Dusun
Gerupuk Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Propinsi
Nusa Tenggara Barat. Stasiun Sekotong terletak di Dusun Gili Genting Desa
Tawun, Kecamatan Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa
Tenggara Barat.
Lokasinya terletak 70 km dari sebelah Barat kota Mataram (Ibukota
Propinsi) yang merupakan tempat praktek akhir berbatasan dengan :
a.

Sebelah Timur

: Teluk Gerupuk

b.

Sebelah Barat

: Pantai Muluk

c.

Sebelah Utara

: Pantai Beloan

d.

Sebelah Selatan

: Desa Serneng

Stasiun Gerupuk memiliki luas areal 2,8 hektar, fasilitas yang terdapat
meliputi; asrama, gudang pasca panen rumput laut, sarana olah raga, indoor dan
outdoor hatchery, ruang administrasi, perpustakaan perumahan karyawan dan
laboratorium uji mutu. Stasiun Sekotong memiliki luas areal 0,6 hektar, fasilitas
yang tersedia meliputi;

indoor dan outdoor hatchery, karamba jaring apung

budidaya Abalon, ikan baronang, ikan kerapu, long line pembesaran tiram mutiara
dan rumput laut, laboratorium hama penyakit dan kualitas lingkungan, sarana

olah raga, perpustakaan, dan perumahan karyawan. Perairan di kawasan tersebut


masih cukup bersih dan jernih, memiliki dasar karang berpasir, salintas air laut 32
35 ppt, suhu perairan rata-rata 28,4C dan pH 7 7,9. Lokasi Balai Budidaya
Laut Lombok (BBLL) dapat dilihat dalam peta pada gambar di bawah ini.

Gambar 1. Peta Lokasi BBLL

2.2

Sejarah Balai Budidaya Laut Lombok


Loka Budidaya Laut Lombok (LBL-Lombok) pada awalnya tahun 1992

merupakan Subcenter Balai Budidaya Laut Lampung yang dibangun di Dusun


Gerupuk Desa Sengkol Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Tujuan

pembangunannya adalah untuk mengembangkan budidaya laut di kawasan tengah


Indonesia.

Pada tahun 1994, Subcenter ini berubah menjadi Unit Pelaksana

Teknis (UPT) berdiri sendiri, langsung di bawah Direktorat Jenderal Perikanan


Departemen Pertanian. Pada tahun 2000 setelah terbentuk Departemen Eksplorasi
Laut dan Perikanan LBL Lombok berada di bawah Departemen ini. Pada tahun
2004 LBL Lombok mendapat tambahan fasilitas produksi benih tiram mutiara dan
sarana pembenihan ikan dari proyek SPL-OECF di lokasi yang baru Dusun Gili
Genting Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat.
Pada tahun 2002, melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan
nomor KEP.47/MEN/2002 tentang organisasi dan tata kerja Loka Budidaya Laut,
ditetapkan LBL Lombok adalah unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal
Perikanan Budidaya di bidang pembudidayaan ikan laut.
Loka Budidaya Laut Lombok dibentuk berdasarkan SK Menteri Pertanian
Nomor : 347/Kpts/OT.210/5/94 Tanggal 16 Mei 1994 yang kemudian
disempurnakan dengan SK Menteri Eksplorasi Laut dan Perikanan Nomor 47
Tahun 2002. Berdasarkan PER.10/MEN/2006, Loka Budidaya Laut Lombok
menjadi Balai Budidaya Laut Lombok dengan wilayah pengembangan meliputi
seluruh propinsi di Pulau Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa
Tenggara Timur.

2.3

Struktur Organisasi dan Tata kerja

Berdasarkan SK Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 47 Tahun 2002,


struktur organisasi Balai Budidaya Laut Lombok dapat dilihat pada lampiran.
Adapun pembagian tugas dan kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
2.3.1 Kepala Balai Budidaya Laut
a. Memimpin, merencanakan dan mengkoordinasikan segala kegiatan Balai
Budidaya Laut Lombok agar dapat mencapai tujuan.
b. Memantau pelaksanaan kegiatan usaha pembenihan dan pembudidayaan
ikan laut serta permasalahan yang timbul.
c. Menganalisa dan mengevaluasi semua kegiatan yng telah dilakukan
berdasarkan laporan.
d. Membuat laporan tahunan kepada Direktorat Jendral Perikanan Budidaya.
e. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Direktorat Jendral
Perikanan Budidaya.
2.3.2 Subbagian Tata Usaha
a. Melakukan penyusunan rencana program dan anggaran.
b. Pengelolaan administrasi keuangan, kepegawaian, jabatan fungsional,
persuratan, barang kekayaan milik negara, dan rumah tangga.
c. Evaluasi dan pelaporan.
Subbagian Tata Usaha dibagi lagi menjadi 2 subbagian, yaitu:
1. Pelaksana kepegawaian, bertugas untuk membantu kegiatan-kegiatan yang
berhubungan dengan produksi secara langsung ( misal: pembelian solar
atau alat-alat produksi).
2. Pelaksanan keuangan, bertugas untuk mengatur keuangan Balai Budidaya
Laut Lombok.
2.3.3 Seksi Standarisasi dan Informasi
7

a. Melakukan persiapan bahan bakar teknik dan pengawasan perbenihan dan


pembudidayaan ikan laut, pengendalian hama dan penyakit ikan,
lingkungan, sumber daya induk dan benh ikan laut.
b. Pengelolaan jaringan informasi dan perpustakaan.
Seksi standarisasi dan Informasi dibagi menjadi 2 subbagian, yaitu:
1. Pelaksanan Laboratorium, bertugas untuk membina, mengatur, dan
mengelola laboratorium serta sebagai pelaksana dari kegiatan di dalam
laboratorium, seperti kultur pakan alami dan pengecekan kualitas air.
2. Pelaksana Budidaya, bertugas untuk membina, mengatur, mengelola serta
sebagai pelaksana dari kegiatan budidaya (produksi) yang ada di dalam
Balai Budidaya laut Lombok.
2.3.4 Seksi Pelayanan Teknik.
Seksi ini mempunyai tugas melakukan teknik kegiatan pengembangan,
penerapan, serta pengawasan teknik perbenihan dan pembudidayaan ikan laut.
Seksi Pelayanan Teknik terbagi menjadi 2 subbagian, yaitu:
a. Pelaksanaan Pelayanan Teknis, bertugas untuk memberikan petunjuk teknis
tentang kegiatan yang ada di dalam balai.
b. Pelaksana Info dan Publik, bertugas untuk memberikan arahan kepada
masyarakat tentang keadaaan dan kegiatan balai secara umum serta
melakukan publikasi tentang Balai Budidaya Laut Lombok.
2.3.5 Kelompok Jabatan Fungsional
a. Melaksanakan

kegiatan

perekayasaan,

pengujian,

penerapan,

dan

bimbingan hama dan penyakit ikan.


b. Pengawasan perbenihan dan pembudidayaan.
8

c. Penyuluhan serta kegiatan lain sesuai tugas masing-masing jabatan


fungsional fungsional berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

Gambar 2.2. Struktur organisasi

Berdasarkan SK Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 47 Tahun 2002,


petugas tata usaha memiliki tugas melakukan urusan keuangan, kepegawaian,
persuratan, kearsipan, perlengkapan dan rumah tangga. Kelompok jabatan
fungsional mempunyai tugas melaksanakan kegiatan perekayasaan, pengujian,
penerapan

dan

bimbingan

standar/sertifikasi

teknik

pembenihan

dan

pembudidayaan ikan laut, pengendalian hama dan penyakit ikan, pengawasan


benih, budidaya dan penyuluhan serta kegiatan lain yang sesuai dengan tugas
masing-masing jabatan fungsional berdasarkan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
2.4 Tugas dan Fungsi
2.4.1

Tugas
Melaksanakan penerapan teknik pembenihan dan pembudidayaan ikan laut
serta pelestarian sumberdaya induk atau benih ikan dan lingkungan.

2.4.2

Fungsi
1) Melakukan perumusan, pengujian dan bimbingan penerapan standar
perbenihan pembudidayaan ikan laut.
2) Pelaksanaan sertifikasi sistem mutu dan sertifikasi personil perbenihan
dan pembudidayaan ikan laut.
3) Pelaksanaan produksi dan pengelolaan induk penjenis dan induk dasar
ikan laut.
4) Pelaksanaan pengujian perbenihan dan pembudidayaan ikan laut.

10

5) Pelaksanaan bimbingan penerapan usaha pembenihan dan usaha


pembesaran ikan laut.
6) Pengawasan perbenihan, pembudidayaan serta pengendalian hama dan
penyakit ikan laut.
7) Pengendalian lingkungan dan sumberdaya induk/benih ikan laut.
8) Pelaksanaan sistem jaringan laboratorium pengujian, pengawasan benih
dan pembudidayaan ikan laut.
9) Pelayanan informasi dan publikasi pembenihan serta pembudidayaan ikan
laut.
10) Pelaksanaan

2.5

Visi dan Misi

2.5.1

Visi

urusan

tata

usaha

dan

rumah

tangga..

Mewujudkan Balai Budidaya Laut Lombok sebagai penghasil teknologi


terapan di bidang budidaya laut.
2.5.2

Misi

Mengembangkan rekayasa teknologi budidaya laut yang berbasis

agribisnis
Melaksanakan alih teknologi ikan laut kepada pelaku perikanan
Meningkatkan kapasitas kelembagaan
Meningkatkan sistem informasi IPTEK perikanan
Meningkatkan jasa pelayanan dan sertifikasi
Meningkatkan upaya pelestarian sumberdaya ikan (plasma nutfah) dan
lingkungan

11

2.6

Kegiatan Pokok Balai Budidaya Laut Lombok

2.6.1

Kegiatan Perekayasaan
Kegiatan rekayasa teknologi yang berhasil dikembangkan Balai Budidaya

Laut Lombok dapat dilihat pada Tabel 1 berikut :


Tabel 1. Beberapa jenis komoditi budidaya dan pencapaian teknologi

No

Komoditas

Tingkat Pencapaian Teknologi


Pembenihan Pendederan Pembesaran

IKAN
1

Kerapu Tikus (C. altivelis)

II

III

III

Kerapu Macan (E. fuscoguttatus)

III

III

III

Napoleon (C. undulates)

Baronang (Siganus)

Bandeng (Chanos-chanos)

NON IKAN
1

Mutiara (P. maxima)

II

II

II

Abalon (H. asinina)

II

II

II

Lobster (Panalirus)

II

II

Rumput laut (Euchema)

III

Sumber : Balai Budidaya Laut-Lombok, NTB. 2007


Keterangan :
-

: Teknologi belum dikuasai

II

: Teknologi sebagian dikuasai

12

III

: Teknologi telah dikuasai

2.6.2

Kegiatan Produksi
Kegiatan produksi dalam rangka membantu dalam penyediaan telur dan

benih ikan maupun non ikan dan pakan alami bagi kegiatan usaha di BBL sendiri
dan untuk para pengusaha dan pembudidaya ikan laut.
2.6.3

Penyebaran Teknologi
Sebagai penjabaran dari salah satu fungsi balai Budidaya laut yaitu

pelayanan informasi dan publikasi, maka untuk melakukan penyebaran teknologi


budidaya laut dilakukan melalui sarana pembuatan leaflet, jurnal, petunjuk teknis,
penyelenggaraan pelatihan, magang, alih teknologi melalui mahasiswa praktek
dan penelitian serta desiminasi.
2.7

Sarana dan Prasarana Balai Budidaya Laut Lombok

2.7.1

Sarana Fisik
Luas areal BBL Lombok stasiun Sekotong sekitar 1,9 ha yang

digunakan untuk area pembangunan sarana produksi, sarana penunjang dan


sarana pelengkap. Sarana produksi digunakan untuk kegiatan pembenihan,
pendederan, pemeliharaan dan pemijahan induk ikan kerapu serta beberapa
jenis komoditas laut lainnya seperti; abalone, tiram mutiara, kakap, bawal,
pakan alami. Sarana penunjang meliputi: laboratorium hama penyakit dan
kesehatan lingkungan, unit instalansi listrik, dan pompa air. Sarana pelengkap
meliputi; perpustakaan, sarana olah raga, asrama, perkantoran dan perumahan
karyawan. Selain sarana produksi darat BBL juga memiliki sarana produksi
13

laut seperti unit keramba jaring apung dimana BBL memiliki sekitar 8 unit
KJA. Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh BBL Lombok adalah berupa :
1. Unit Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan
Laboratorium ini digunakan sebagai tempat pengamatan berbagai
penyakit yang menyerang biota atau komuditas yang dibudidayakan.
Selain itu, laboratorium ini juga digunakan untuk menyimpan data
parameter kualitas air pada media budidaya.
2. Unit Keramba Jaring Apung (KJA)
Keramba jarring apung merupakan wadah budidaya yang digunakan
untuk memelihara ikan kerapu bebek, ikan kakap putih, ikan bawal bintang
dan lobster.
3. Unit Instalasi Air Laut
Air laut diambil menggunakan pipa penyedot dengan panjang pipa
sekitar 500 m menggunakan pompa berkekuatan 10 PK. Terdapat 3 buah
pompa penyedot air laut yang digunakan secara bergiliran. Diameter pipa
penyedot adalah 8,6 dan 4 inchi. Air laut ditampung pada tandon air
berkapasitas 100 ton yang disekat menjadi 2 ruangan. Ruangan pertama
untuk menampung air yang baru sedot dari laut dan ruangan kedua
digunakan untuk menampung air yang tersering. Pada sekat tersebut
dipasang pipa berisi kapas penyaring air. Setelah melewati tandon ini, air
laut didistribusikan ke masing-masing unit produksi menggunakan pipa
berdiameter 4 inci.
4. Unit Instalasi Air Tawar
Air tawar diambil dari tiga sumur yang ditempatkan di sekitar lokasi
perumahan karyawan dengan jarak sekitar 400 m. Dengan menggunakan
pompa berkekuatan 250 watt, air tawar dialirkan ke bak-bak plastik
berkapasitas 2 m yaitu 2 bak ditempatkan di areal perkantoran, 1 bak

14

ditempatkan di perumahan karyawan, dan 1 bak ditempatkan di dermaga


penyebrangan.
5. Unit Instalasi Aerasi
Untuk memenuhi kebutuhan oksigen, digunakan 3 blower dengan
daya 7,5 PK. Udara dialirkan melalui pipa berdiameter 3 inci ke seluruh
unit produksi. Unit instalasi aerasi ditempatkan menyatu dengan instalasi
pompa.
6. Unit Instalasi Listrik
Kebutuhan listrik BBL Lombok, disuplai dari 2 sumber, yaitu dari
PLN dan dari Generator Set (Genset). PLN mensuplai listrik dengan daya
140 KVA, 380 volt, sedangkan genset digunakan sebagai suber listrik
cadangan di saat aliran listrik dari PLN mengalami pemadaman. Genset
yang digunakan ada 3 buah yaitu genset besar berkekuatan 150 KVA yang
digunakan saat malam hari dan 2 buah genset kecil yang masing-masing
berkekuatan 50 KVA.
7. Unit Kantor
Perkantoran merupakan pusat kegiatan yang bersifat administratif.
Gedung ini memiliki beberapa ruangan diantaranya, ruang Kepala Balai,
Tata Usaha, Pelayanan Teknis, Jabatan Fungsional, Devisi Finfish, Divisi
non-Finfish dan sebuah aula serta beberapa kamar mandi.
8. Unit Asrama
Asrama merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh BBL
Lombok untuk mendukung kegiatan kunjungan, praktek, magang maupun
penelitian yang dilakukan oleh pihak luar seperti mahasiswa atau tamu
yang berasal dari balai lain.
9. Unit Perumahan Karyawan
Perumahan karyawan terletak satu komplek dengan asrama. Semua
karyawan BBL Lombok yang sudah berstatus PNS menempati rumah

15

dinas tersebut, sedangkan karyawan yang masih berstatus CPNS beberapa


diantaranya tinggal di asrama atau bangunan lainnya. BBL Lombok
memiliki 27 unit rumah dinas.
10. Unit Musholla
Bangunan ini merupakan tempat peribadatan karyawan BBL
Sekotong terutama selama jam kantor. Musholla ini dilengkapi dengan
tandon air tawar.
11. Unit Koperasi
Koperasi ini terletak dekat dengan musholla dan rumah jaga yang
menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari bagi karyawan BBL
Lombok.
12. Unit Perpustakaan
Perpustakaan digunakan sebagai tempat penyebaran teknologi dan
informasi. Mempunyai berbagai macam koleksi buku dan laporan dari
mahasiswa-mahasiswa yang telah melakukan penelitian di Balai
Budidaya Laut Lombok.
13. Unit Rumah Pompa
Rumah pompa merupakan bangunan yang digunakan untuk
meletakkan pompa agar terhindar dari hujan dan sinar matahari. Di dalam
rumah pompa juga disimpan 3 buah blower untuk memenuhi kebutuhan
kegiatan budidaya yang ada di lingkungan BBL Sekotong .
2.7.2
1)

Fasilitas Fungsional Darat


Hatchery

indoor

untuk kegiatan pembenihan udang, mutiara dan

Abalon termasuk perekayasaan pemeliharaan rumput laut.


2)

Hatchery outdoor : sebagai tempat pendederan benih Abalon dan tempat


pemeliharaan rumput laut Gracillaria sp.

16

3)

Laboratorium pakan alami : sebagai tempat penyediaan kultur murni


phytoplankton untuk larva Abalon dan mutiara.

4)

Laboratorium uji mutu : sebagai tempat pengujian hasil produk rumput


laut.

2.7.3

Fasilitas Fungsional Laut

1)

Rakit dan long line rumput laut : untuk tempat pemeliharaan rumput laut

2)

Perahu motor :

sebagai alat transportasi laut, pengangkutan sarana

prasarana operasional, pengawasan keamanan dan lain lain.


2.7.4
1)

Fasilitas Pendukung
Transportasi : Kendaraan dinas meliputi 2 unit mobil dan 2 unit motor
guna memperlancar transportasi, selain itu didukung dengan bangunan
jalan raya yang sudah baik.

2)

Lapangan olahraga sepak bola, badminton, volly, dan tenis meja.

3)

Pos satpam.

STRUKTUR ORGANISASI BALAI BUDIDAYA LAUT LOMBOK

17

KEPALA BALAI
Ir. KUJANG KOMARUDIN A.K, M.Sc.

KASUBAG TATA USAHA


M. TAHANG, S.St.Pi

PELAKSANA UMUM
AANG GUNTUR J.A
DESY SUCI L.
RENNI KUSUMA B.
ZAENAH
RUSMINI

KASI STANDARISASI DAN INFORMASI


BAGJA IRWANSYAH, A.Pi

PELAKSANA KEUANGAN
MUSTAFA
SEME

KASI PELAYANAN TEKNIK


BUNTARAN, S.Pi, MM

PENGAD.BHN
PELAKSANAAN
STANDAR
PENYUSUN
RENCANA
STANDARISASI DAN
INFORMASI
LAB. KESKANLING
MESIN
PENGAD.
BAHAN MEKANIK/TEKNIK
YANTEK
NADIA
FATHANNISA
BAYU
PRIYAMBODO
LULUK WIDIYANTI
EDO REZAL Y.K
JUNAIDI

KOORD. JAB.FUNGSIONAL
SARWONO, S.St.Pi

POKJA RUMPUTLAUT
RUSMAN

POKJA BENIH FINFISH


ARSYAD SUJANGKA

POKJA BUDIDAYA
BANGUN

POKJA INDUK FINFISH


SARWONO

POKJA TIRAM MUTIARA


APRISANTO D.L

POKJA ABALONE
HERY SETYABUDI

18