Anda di halaman 1dari 13

Ari Hendriayana

arhie_hend@yahoo.com
Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit
TEGANGAN PERMUKAAN CAIRAN
METODE KAPILER

I.TUJUAN
Menentukan tegangan muka suatu cairan secara relatif dengan air
sebagai zat pembanding.
Menentukan pengaruh konsentrasi solout terhadap tegangan muka
dan adsorbsi solut pada permukaan larutan.

II.LANDASAN TEORI
Molekul-molekul cairan yang berada dibagian fase cairan seluruhnya
akan dikelilingi oleh molekul-molekul dengan gaya tarik-menarik yang sama
ke segala arah sehingga resultan gaya sama dengan nol lain halnya dengan
molekul-molekul cairan pada permukaan. Molekul-molekul itu disebelah
bawah dikelilingi oleh molekul-molekul cairan sedangkan dibagian atas oleh
molekul-molekul dan fasa uap sehingga gaya tarik kebawah lebih besar dari
gaya tarik keatas. Hal ini menimbulkan sifat kecenderungan untuk
memperkecil luas permukaan. Besar gaya yang bekerja tegak lurus pada satu
satuan panjang permukaan disebut tegangan muka, yang dapat dinyatakan
dengan satuan dyne per cm dalam cgs.
Tegangan muka terdapat pada batas cairan dengan uap jenuh diudara
dan juga antara permukaan cairan dengan cairan lain yang tidak bercampur.
Metoda penentuan tegangan muka:
Ada beberapa metoda penentuan tegangan muka, diantaranya adalah
metida kanaikan pipa kapiler, metoda tekanan maksimum gelembung,
metoda tetes atau metoda cincin.
Metoda kanaikan pipa kapiler.
Bila suatu pipa kapiler dimasukkan kedalam cairan yang membasahi dinding
maka cairan akan naik kedalam kapiler karena adanya tegangan muka.
Kenaikan cairan sampai pada suhu tinggi tertentu sehingga terjadi
keseimbangan antara gaya keatas dan kebawah (persamaan 1) :
Gaya kebawah, F = .r2.h..g
Dimana
h : tinggi permukaan.
g : percepatan gravitasi.
: berat jenis.
r : jejari kapiler.
Persamaan (2) :

Ari Hendriayana
arhie_hend@yahoo.com
Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

Gaya keatas, F = 2..r..cos


Dimana :
adalah tegangan muka dan adalah sudut kontak.
Pada kesetimbangan, gaya kebawah sama dengan gaya keatas (dari
persamaan 1 dan 2) :
2..r..cos = .r2.h..g
untuk air dan kebanyakan cairan organik umumnya
0 atau dapat
dianggap batas lapisan pararel dengan kapiler, sehingga harga cos =1 maka
persamaan 3 :
= .r. h..g
sehingga :
air
.r. hair.air.g
=
x
.r. hx.x.g
x hx.x.g

PENGARUH KONSENTRASI ZAT TERLARUT


Konsentrasi zat terlarut (solut) suatu larutan biner mempunyai
pengaruh terhadap sifat-sifat larutan termasuk tegangan muka dan adsorbsi
pada permukaan larutan. Telah diamati bahwa solut yang ditambahkan
kedalam larutan akan menurunkan tegangan muka, karena mempunyai
konsentrasi dipermukaan yang lebih besar daripada didalam
larutan.Sebaliknya solut yang penambahannya kedalam larutan menaikkan
tegangan muka mempunyai konsentrasi dipermukaan yang lebih kecil
daripada didalam larutan.
Untuk larutan ideal, = C.R.T dan d/dc = R.T dimana R dan T
adalah tetapan gas umum dan temperatur kelvin penggabungan seluruh
persamaan didapatkan :
= -1 d
R.T dlnC
III.ALAT DAN BAHAN
A. Alat-alat yang digunakan:
Alat untuk metoda kanaikan pipa kapiler.

Ari Hendriayana
arhie_hend@yahoo.com
Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

Termometer
Labu ukur 50ml
Beaker glass 250ml
Pipet volume 50ml
Pipet tetes
Gelas

B. Bahan-bahan yang digunakan :


Aseton
Etanol
Air (aquades)
Larutan 2-propanol
IV.CARA KERJA
A. Penentuan tegangan muka.
Menggunakan metoda kanaikan kapiler.
1. Tentukan densitas masing-masing cairan dengan piknometer
Timbang piknometer kosong = Pk
Timbang piknometer + air
= Pa
{pada suhu t0c}
Timbang piknometer + bahan =Pb
2. Tabung diisi air secukupnya, pipa dimasukkan kedalamnya,
maka air dalam pipa kapiler akan naik. Permukaan kapiler
akan turun sampai tetap (mencapai kesetimbangan) dicatat
permukaan pada kapiler dan permukaan pada tabung bawah,
selisihnya adalah tinggi h.
3. Ulangi percobaan ini sampai 3 kali pengamatan kemudian
diganti dengan cairan yang akan diselidiki harganya.
B. Penentuan pengaruh konsentrasi solut pada tegangan muka.
1. Membuat larutan 0,8 M menjadi 50ml larutan 2-propanol
0,6M ; 0,4M ; 0,2M ; 0,1M.
2. Tentukan tegangan muka masing-masing larutan 2-propanol
(dengan metoda kenaikan pipa kapiler).
V.DATA PENGAMATAN
A. Penentuan tegangan muka (metoda kenaikan pipa kapiler)
1. piknometer kosong : 20,2 gram
piknometer + air : 45,2 gram

Ari Hendriayana
arhie_hend@yahoo.com
Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

piknometer + bahan: etanol


: 39,8 gram
aseton
: 39,9 gram
2-propanol : 0,1M : 44,69 gram
0,2M : 44,79 gram
0,4M : 44,8 gram
0,6M : 45 gram

2.
No

Bahan

1.

Air

2.
3.

Etanol
Aseton

Percob I
(cm)
T0 = 8,2
T1 =10,4
h = 2,2
T0 = 8,1
T1 =9,2
h = 1,1
T0 = 8.1
T1 =9,5
h = 1,4

Percob II
(cm)
T0 = 8,2
T1 =10,4
h = 2,2
T0 = 8,1
T1 =9,2
h = 1,1
T0 = 8,0
T1 =9,2
h = 1,2

Percob III
(cm)
T0 = 8,1
T1 =10,3
h = 2,2
T0 = 8,2
T1 =9,1
h = 0,9
T0 = 8,0
T1 =9,1
h = 1,1

Ratarata(cm)
h =2,2
h =1,03
h =1,2

B. Penentuan pengaruh konsentrasi solut pada tegangan muka


No
1.
2.
3.
4.

Konsentrasi
(2-propanol)
0,1 M
0,2 M
0,4 M
0,6 M

Percob I
h (cm)
2,5
2,2
2,2
2,2

Percb II
h (cm)
2,5
2,4
2,1
2,0

Percob III
h (cm)
2,5
2,3
2,1
1,8

Rata-rata h
(cm)
2,5
2,3
2,1
2,0

Keterangan : h = selisih tinggi permukaan cairan dengan tinggi cairan


pada pipa kapiler.
VI.ANALISA DATA
Air (aquades)
Massa piknometer + air = 45,2 gram (Pa)
Massa piknometer kosong = 20,2 gram (Pk)

Ari Hendriayana
arhie_hend@yahoo.com
Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

= .r.h..g
= .0,05.2,2.1.980
=53,9 dyne/cm
Etanol
Massa piknometer + etanol = 39,8 gram (Pb)

h=1,03 cm
x=
Aseton

Massa piknometer + aseton = 39,9 gram

2-propanol

0,1 M
massa piknometer + bahan = 44,6 gram

h= 2,6

0,2 M
massa piknometer + bahan = 44,7 gram

Ari Hendriayana
arhie_hend@yahoo.com
Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

0,4 M
massa piknometer + bahan = 44,8 gram

0,6 M
massa piknometer + bahan = 45 gram

Perhitungan dengan metoda regresi linear :

No
1.
2.
3.
4.

X (lnC)
-0,51
-0,92
-1,61
-2,30
-5,34

Y ()
48,61
50,63
55,22
62,17
216,63

X2
0,26
0,85
2,59
5,59
8,96

XY
-24,79
-46,58
-88,90
-142,99
-303,26

Ari Hendriayana
arhie_hend@yahoo.com
Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

Slope : a =

VII.PEMBAHASAN
Tegangan muka terdapat pada batas cairan dengan uap jenuh diudara
dan juga antara permukaan cairan dengan cairan lain yang tidak saling
bercampur. Ada beberapa metoda penentuan tegangan muka, dalam
praktikum ini digunakan metoda pipa kapiler.
Harga tegangan muka dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
suhu,tekanan,massa jenis dan konsentrasi zat terlarut.
Berdasarkan percobaan ini diperoleh nilai tegangan muka dari beberapa zat,
yaitu :
1. Tegangan permukaan air = 53,9 dyne/cm
2. Tegangan permukaan etanol =19,8 dyne/cm
3. Tegangan permukaan aseton =23,17 dyne/cm
4. Tegangan permukaan 2-propanol : 0,1 M = 62,17 dyne/cm
0,2 M = 55,22 dyne/cm
0,4 M = 50,63 dyne/cm

Ari Hendriayana
arhie_hend@yahoo.com
Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

0,6 M = 48,61 dyne/cm


sedangkan dari literatur diperoleh data tegangan permukaan beberapa zat
pada suhu 200 C, yaitu :
a. Air
: 72,8 dyne/cm
b. Etanol : 22,3 dyne/cm
c. Aseton : 23,7 dyne/cm
Dari data tersebut dapat diketahui bahwa percobaan yang telah dilakukan
ternyata mengalami sedikit penyimpangan dengan data pada literatur. Hal ini
mungkin disebabkan beberapa hal, diantaranya adalah :
1) Tegangan permukaan dipengaruhi juga oleh suhu. Pada
praktikum ini dilakukan pada suhu 270 C, sedangkan data yang
ada pada literatur pada suhu 200 C.
2) Kekurang telitian praktikan dalam membaca skala pada pi[a
kapiler.
3) Kurang tepatnya konsentrasi larutan yang dibuat.
VIII.KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan dan analisis data dapat diambil kesimpulan :
1. faktor-faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan adalah :
suhu,konsentrasi,tekanan dan massa jenis.
2. berdasarkan percobaan tersebut diperoleh nilai tegangan permukaan :
a. Tegangan permukaan air = 53,9 dyne/cm
b. Tegangan permukaan etanol =19,8 dyne/cm
c. Tegangan permukaan aseton =23,17 dyne/cm
d. Tegangan permukaan 2-propanol : 0,1 M = 62,17 dyne/cm
0,2 M = 55,22 dyne/cm
0,4 M = 50,63 dyne/cm
0,6 M = 48,61 dyne/cm
3. Dari kurva hubungan antara tegangan muka () terhadap lnC
diperoleh harga slope (a) sebesar : -7,68
IX.DAFTAR PUSTAKA
Tim Dosen Kimia Fisika I.2004.Diktat Petunjuk Praktikum Kimia
Fisika I.Semarang : Lab Kimia Fisika Jurusan Kimia FMIPA UNNES.

Ari Hendriayana
arhie_hend@yahoo.com
Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

LAMPIRAN
A. Daftar tegangan muka beberapa zat pada suhu 200 C, sumber : Young
Freedman.1996.University Physics 9th edition.
No
Zat
(dyne/cm)
1.
Air
72,8
2.
Etanol
22,3
3.
Aseton
23,7
4.
Benzena
28,9

Ari Hendriayana
arhie_hend@yahoo.com
Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

5.

glicerine

63,1

2. Grafik hubungan antara tegangan muka ()


terhadap lnC

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA I


TEGANGAN PERMUKAAN CAIRAN
METODE KAPILER
Dosen pengampu Dra.Sri Murbangun N,Msi.

Ari Hendriayana
arhie_hend@yahoo.com
Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

Oleh :
Nur Hamid
Rinawati

(43504020
(4350402025)

Sari Marianawati (4350402026)

FAKULTAS METEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2004

Ari Hendriayana
arhie_hend@yahoo.com
Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit

i. Tegangan Permukaan (TEGANGAN ANTAR MUKA)


Tegangan permukaan adalah gaya persatuan panjang yang harus dikerjakan sejajar
permukaan untuk mengimbangi gaya tarikan kedalam pada cairan. Hal tersebut terjadi
karena pada permukaan, gaya adhesi (antara cairan dan udara) lebih kecil dari pada gaya
khohesi antara molekul cairan sehingga menyebabkan terjadinya gaya kedalam pada
permukaan cairan.
Tegangan antar muka adalah gaya persatuan panjang yang terdapat pada antarmuka dua
fase cair yang tidak bercampur. Tegangan antar muka selalu lebih kecil dari pada
tegangan permukaan karena gaya adhesi antara dua cairan tidak bercampur lebih besar
dari pada adhesi antara cairan dan udara.
Pengukuran tegangan permukaan atau tegangan antar muka :
Metode kenaikan kapiler
Tegangan permukaan diukur dengan melihat ketinggian air/cairan yang naik melalui
suatu kapiler. Metode kenaikan kapiler hanya dapat digunakan untuk mengukur tegangan
permukaan tidak bisa untuk mengukur tegangan antar muka.
Metode tersiometer Du-Nouy
Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan untuk mengukur tegangan permukaan ataupun
tegangan antar muka. Prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk melepaskan
suatu cincin platina iridium yang dicelupkan pada permukaan sebanding dengan tegangan
permukaan atau tegangan antar muka dari cairan tersebut.
Pada percobaan tegangan permukaan atau antar muka ini metode yang digunakan yakni
tensiometer Du-Nouy dimana Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan untuk mengukur
tegangan permukaan ataupun tegangan antar muka. Untuk penentuan tegangan
permukaan saja dapat menggunakan metode kenaikan kapiler. Sedangkan Prinsip dari alat
ini adalah gaya yang diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina iridium yang
dicelupkan pada permukaan sebanding dengan tegangan permukaan atau tegangan antar
muka dari cairan tersebut.
Pada dasarnya tegangan permukaan suatu zat cair dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya suhu dan zat terlarut. Dimana keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan
mempengaruhi besarnya tegangan permukaan terutama molekul zat yang berada pada
permukaan cairan berbentuk lapisan monomolecular yang disebut dengan molekul
surfaktan.
Manfaat Fenomena antar muka dalam farmasi:
1. Dalam mempengaruhi penyerapan obat pada bahan pembantu padat pada sediaan obat
2. penetrasi molekul melalui membrane biologis
3. pembentukan dan kestabilan emulsi dan dispersi partikel tidak larut dalam media cair
untuk membentuk sediaan suspensi
Persamaan Tegangan Permukaan
Pada pembahasan sebelumnya, kita telah mempelajari konsep tegangan permukaan
secara kualitatif (tidak ada persamaan matematis). Kali ini kita tinjau tegangan
permukaan secara kuantitatif. Untuk membantu kita menurunkan persamaan tegangan

Ari Hendriayana
arhie_hend@yahoo.com
Hanya boleh disebarkan untuk tujuan nonprofit
permukaan, kita tinjau sebuah kawat yang dibengkokkan membentuk huruf U. Sebuah
kawat lain yang berbentuk lurus dikaitkan pada kedua kaki kawat U, di mana kawat lurus
tersebut bisa digerakkan.
Jika kawat ini dimasukan ke dalam larutan sabun, maka setelah dikeluarkan akan
terbentuk lapisan air sabun pada permukaan kawat tersebut. Mirip seperti ketika dirimu
bermain gelembung sabun. Karena kawat lurus bisa digerakkan dan massanya tidak
terlalu besar, maka lapisan air sabun akan memberikan gaya tegangan permukaan pada
kawat lurus sehingga kawat lurus bergerak ke atas (perhatikan arah panah). Untuk
mempertahankan kawat lurus tidak bergerak (kawat berada dalam kesetimbangan), maka
diperlukan gaya total yang arahnya ke bawah, di mana besarnya gaya total adalah F = w
+ T. Dalam kesetimbangan, F = gaya tegangan permukaan yang dikerjakan oleh lapisan
air sabun pada kawat lurus.
Misalkan panjang kawat lurus adalah l. Karena lapisan air sabun yang menyentuh kawat
lurus memiliki dua permukaan, maka gaya tegangan permukaan yang ditimbulkan oleh
lapisan air sabun bekerja sepanjang 2l. Tegangan permukaan pada lapisan sabun
merupakan perbandingan antara Gaya Tegangan Permukaan (F) dengan panjang
permukaan di mana gaya bekerja (d). Untuk kasus ini, panjang permukaan adalah 2l.
Secara matematis, ditulis :
Karena tegangan permukaan merupakan perbandingan antara Gaya tegangan permukaan
dengan Satuan panjang, maka satuan tegangan permukaan adalah Newton per meter
(N/m) atau dyne per centimeter (dyn/cm).
1 dyn/cm = 10-3 N/m = 1 mN/m
DAPUS
* Giancoli, Douglas C., 2001, Fisika Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penerbit Erlangga
Riyanto. Sfarm (http://mipa-farmasi.blogspot.com/2012/02/tegangan-permukaantegangan-antar-muka.html) 9 okt 2012