Anda di halaman 1dari 4

Kasus

1. Seorang wanita gemuk berusia 50 tahun datang kesuatu klinik kesehatan, dengan
keluhan haus yang berlebihan, banyak minum dan sering buang air kecil, dan
sudah lama tidak kedokter. Hasil pengamatan fisik, umumnya normal dan dokter
mengatakan wanita tersebut tidak dalam kondisi sakit akut. Urinalisi menunjukan
glukosa meningkat dan kadar glukosa serum sewaktu adalah 320 mh/Dl
sebelumnya tidak pernah ada keluhan medis. Menurut saudara
a. Penyakit apakah yang dialami oleh wanita tersebut ?
Penyakit yang dialami oleh wanita berusia 50 tahun tersebut mengalami
penyakit Diabetes Melitus Tipe II karena dari hasil data urinalisi menunjukan
glukosa meningkat tanpa ditandai dengan perubahan fisik. Diabetes Melitus
Tipe II biasa menyerang orang yang mengalami obesitas, berusia lanjut dan
gaya hidupnya tidak sehat.
b. Sistem organ apakah yang terlibat dalam penyakit tersebut ?
Sistem organ yang terlibat adalah sistem endokrin yang berfungsi untuk
memelihara homeostatis tubuh dengan melepaskan hormon, dalam hal ini
organ pankreas yang gagal mengatur keseimbangan kadar glukosa darah.
c. Apakah dasar biokimia dari penyakit tersebut ?
Diabetes Melitus tipe II terjadi akibat resistensi insulin, dimana tubuh tidak
merespon hormon insulin. Insulin merangsang glukosa yang dikonsumsi agar
diubah menjadi energi, lemak atau glikogen. Resistensi insulin akan
menyebabkan glukosa yang dikonsumsi kemudian menumpuk dalam darah
karena tidak dapat dimetabolisme oleh tubuh.
2. Pemeriksaan kadar kolesterol darah seseorang penderita berumur 55 tahun
dilakukan disuatu klinik. Analisis berdasarkan reaksi berikut :
Cholesterol esters H2O
cholesterol + fatty acid
Kolesterol oksidase
Cholesterol esters + O2
cholest-4-ene-3-one + H2O2
Kolesterol oksidase
H2O2 + Phenol + 4- aminoantipyrine
quinoneimine chromogen
Peroksidase
Tabel 1. Hasil pemeriksaan terbaru
Tabung
1

A510 (x)
0,825

A510 (s)
0,195

2
3

0,890
0,876

0,214
0,202

Tabel 2. Hasil pemeriksaan sebelumnya


Tabung
1
2
3

A510 (x)
0,600
0,580
0,760

A510 (s)
0,301
0,214
0,202

A510 (x)
Cholesterol konsentrasi (mg/100 mL) = A510 (s) X Cz
Keterangan :
X : Sample
S : kolesterol standard
Cz : konsentrasi kolesterol standard ( 1000mg/100 mL)
Tabel 2. Average total human serum cholesterol levels as a function of age.
Age (years)
0- 19
20-29
30-39
40-49

Total kolesterol (mg/100 mL serum)


120-230
120-240
140-270
150-310
160-330

50-59

Menurut saudara :
a. Apakah penderita tersebut mengalami hypercholesterolemia ? Jelaskan
perubahan kadar kolesterol antara dua pemeriksaan tersebut !
Ya, dari perbandingan data hasil pemeriksaan penderita tersebut mengalami
hiperkolesterolemia.
A510 (x)
Hasil Pemeriksaan sebelumnya = A510 (s) X Cz
=
=
Hasil Pemeriksaan terbaru

0,646
0,239 X 100
270,3 [ Normal ]

A510 (x)
= A510 (s) X Cz
=
=

0,8636
0,2036 X 100
424,1 [ kadar kolesterol diatas normal ]

b. Jelaskan korelasi kadar kolesterol dengan heart disease !

Ketika kadar kolesterol dalam darah terlalu banyak maka kolesterol akan
menumpuk dan membentuk plak pada dinding bagian dalam pembuluh darah.
Adanya plak pada pembuluh darah akan menyumbat aliran darah ke seluruh
tubuh termasuk aliran darah yang menuju jantung sehingga otot jantung tidak
mendapat suplai oksigen dan nutrisi yang ditransportasikan oleh darah. Jika
kondisi ini terus berlangsung maka akan menyebabkan kematian pada otot
jantung tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan penderita mengalami berbagai
penyakit atau gangguan pada jantungnya (heart disease).
c. Apakah ada hubungan antara hypercholesterolemia dengan penyakit batu
empedu ? Jelaskan alasannya !
Ada. Jika kadar kolesterol dalam tubuh meningkat lebih banyak dari pada
kemampuan empedu untuk memecahnya maka kelebihan kolesterol tersebut
akan mengkristal bersama dengan getah empedu. Jika kristal yang terbentuk
tidak segera diekskresikan ke dalam usus maka kristal tersebut akan tumbuh
membentuk batu dan menyebabkan penyakit batu empedu.
d. Apakah dasar biokimia dari pentanyaan c ?
Kadar kolesterol yang tinggi akan menyebabkan empedu tidak dapat
memecahnya sehingga kelebihan kolesterol akan mengkristal bersama dengan
getah empedu. Jika kristal yang terbentuk tidak segera diekskresikan ke dalam
usus maka kristal tersebut akan tumbuh membentuk batu.
3. Seorang anak berusia 10 tahun ke IRD, karena mual, muntah dan sakit perut
selama 2 hari. Tes laboraturium, kadar trigliserida, amilase dan lipase serumnya
tinggi. Sedangkan aktivitas lipoprotein lipasenya turun. Riwayat keluarga, dari
keluarga ibunya ada beberapa yang menderita sakit jantung sejak dini.
Menurut saudara :
a. Apakah dugaan penyakit yang dialami anak tersebut ? Jelaskan alasannya
berdasarkan data yang data ?
Penyakit yang dialami anak tersebut adalah pankreatitis. Pankreatitis atau
peradangan pankreas dapat dilihat dari kadar enzim pankreas yaitu amilase
dan lipase dalam darah tinggi. Karena pankreas merupakan organ pencernaan,
pankreatitis menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan dalam kasus ini
ditandai dengan gejala mual, muntah dan sakit perut selama 2 hari.
Pankreatitis juga menyebabkan gangguan pada kelenjar pankreas ditandai

dengan aktivitas lipoprotein lipasenya turun sehingga kadar trigliserida dalam


darah tinggi akibat kurangnya hormone insulin yang menginduksinya.
b. Apakah kelainan biokimia yang mendasari ?
Dalam kasus ini lipoprotein lipasenya rendah, sehingga proses hidrolisis
trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol terhambat.
c. Apakah peran lipoproteinlipase ?
Lipoprotein lipase merupakan enzim yang mempercepat proses reaksi
hidrolisis pada trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol.
d. Apakah yang menyebabkan hypertigliseridemia?
Hipertrigliseridemia terjadi karena pada kasus ini enzim lipoprotein lipasenya
rendah sehingga tidak dapat menghidrolisis trigliserida dengan maksimal. Ini
menyebabkan trigliserida yang tidak dipecah akan menumpuk dalam darah.
4. Hasil pemeriksaan laboratorium pasien DM tipe 1 yang tidak terkontrol
menunjukkan hiperglikemia (634mg/Dl) dan hipergliseridemia (498mg/Dl)
a. Apakah kelainan biokimia yang mendasari ?
Diabetes Melitus tipe I terjadi karena sel beta pankreas pasien mengalami
kerusakan sehingga pasien mengalami defisiensi insulin. Insulin berfungsi
untuk merangsang glukosa yang dikonsumsi agar diubah menjadi energi,
lemak atau glikogen. Defisiensi insulin akan menyebabkan glukosa
menumpuk dalam darah (hiperglikemia) karena jumlah insulin yang ada tidak
sebanding dengan jumlah glukosa yang dikonsumsi.
b. Mengapa penderita DM bisa mengalami hipertrigliseridemia ?
Enzim lipoprotein lipase yang mempercepat proses reaksi hidrolisis pada
trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol, diinduksi oleh insulin. Kadar
insulin pada penderita DM rendah sehingga kerja enzim lipoprotein lipase
tidak maksimal dan menyebabkan trigliserida yang tidak terhidrolisis
menumpuk dalam darah (hipertrigliseridemia).

Anda mungkin juga menyukai