Anda di halaman 1dari 15

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF

MENGGUNAKAN ADOBE FLASH CS6 PADA MATA


PELAJARAN MENGOPERASIKAN SISTEM
PENGENDALI ELEKTROMAGNETIK
PADA KELAS XI TITL
SMK NEGERI 1
STABAT T.A
2015/2016

PROPOSAL PENELITIAN
Diajukan untuk Penelitian dalam Penyusunan Skripsi

Oleh :
ABDULLAH HAMDI BATUBARA
NIM. 5113131001

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
rakhmat dan karunia yang dilimpahkan sehingga penulis dapat menyelesaikan
proposal penelitian ini dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran
Interaktif Menggunakan Adobe Flash CS6 Pada Mata Pelajaran Mengoperasikan
Sistem Pengendali Elektromagnetik Pada Kelas XI TITL SMK Negeri 1 Stabat
T.A 2015/2016.
Selama penyusunan proposal penelitian ini tentunya tidak terlepas dari
bantan, bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada
kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Abdul Hamid, M.Pd selaku Dekan Fakultas Teknik
Universitas Negeri Medan.
2. Bapak Prof. Sumarno, M.Pd selaku Wakil Dekan Bidang Akademik
Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.
3. Bapak Dr. Baharuddin, S.T.,M.Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan Teknik
Elektro sekaligus Dosen Pembimbing penulis yang selalu memberikan
arahan, bimbingan dan ilmunya kepada penulis sehingga penulisan
proposal penelitian ini dapat terlaksana dengan baik dan dapat
diseminarkan.
4. Bapak Prof. Dr. Abdul Muin Sibuea, M.Pd selaku Dosen Pembimbing
Akademik yang telah banyak memberikan kritik dan saran, serta motivasi
dalam pembuatan proposal penelitian ini.
5. Bapak Dr. Salman Bintang, M.Pd selaku Sekretaris Jurusan.
6. Teristimewa buat Ayahanda tercinta Syafruddin Batubara dan Ibunda
tercinta Uswatul Fitri yang senantiasa memberikan dukungan secara moril
maupun materil kepada penulis tanpa henti-hentinya.
7. Kakak dan Adik tersayang Halimah Tusya Diah Batubara, Rahma Meita
Batubara dan Anggiat Khawalid Batubara yang terus memberi semangat
kepada penulis.
8. Saudari Rizky Pratiwi, A.Md yang telah setia menemani penulis dalam
keadaan apapun.

9. Crew B-Club Bang Reza, Teddi, Tomo, Randi dan Yoga yang selalu jadi
penghibur bagi penulis.
10. Seluruh Pegawai Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik
Universitas Negeri Medan.
11. Serta seluruh teman-teman seperjuangan Jurusan Pendidikan Teknik
Elektro Reguler 2011.
Penulis menyadari bahwa proposal penelitian ini masih banyak terdapat
kesalahan di dalam penulisan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan
saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan skripsi ini di masa
mendatang.

Medan,
Penulis,

April 2015

Abdullah Hamdi Batubara


NIM. 5113131001

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................................................................3
DAFTAR ISI............................................................................................................5
BAB I. Pendahuluan................................................................................................8
A. Latar Belakang Masalah................................................................................8
B. Identifikasi Masalah....................................................................................13
C. Pembatasan Masalah...................................................................................13
D. Rumusan Masalah.......................................................................................14
E. Tujuan Penelitian........................................................................................14
F. Manfaat Penelitian......................................................................................15

DAFTAR TABEL
No table of contents entries found.

DAFTAR GAMBAR
No table of contents entries found.

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan sebuah

Negara. Lewat pendidikan, sebuah Negara bisa dinilai tingkat kemakmurannya.


Makin baik pendidikan sebuah Negara, maka makin baik pula tingkat
kemakmuran Negara tersebut. Hal itu di sebabkan oleh karena masyarakat yang
makmur adalah masyarakat yang bisa mengerjakan segala sesuatu dengan cepat
dan masyarakat yang bisa melakukan segala sesuatu dengan cepat haruslah
masyarakat yang berpendidikan. Itu lah mengapa pendidikan sangat penting bagi
kemajuan sebuah Negara. Selain itu, pendidikan juga merupakan hal yang sangat
berpengaruh terhadap perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Pendidikan
adalah sarana dan wahana dalam pengembangan sumber daya manusia. Melalui
pendidikan pula berbagai aspek kehidupan dikembangkan melalui proses belajar
dan pembelajaran. Oleh karena itu pendidikan harus mendapat perhatian lebih.
Berbagai masalah dalam proses belajar perlu diselaraskan dan distabilkan agar
kondisi belajar tercipta sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai serta dapat
diperoleh seoptimal mungkin. Salah satu usaha yang telah diakukan oleh
pengelola pendidikan untuk mengembangkan pendidikan di negara ini dalam
rangka meningkatkan prestasi belajar siswa adalah dengan mengoptimalkan
sumber-sumber daya pendidikan yang tersedia.

Seiring dengan perkembangan serta kemajuan teknologi yang semakin


pesat, dunia pendidikan pun perlu mengadakan inovasi atau pembaharuan dalam
berbagai bidang termasuk dalam strategi pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena

itu, pendidikan selalu menjadi masalah yang menarik untuk terus dibahas dan
dikembangkan. Keberhasilan pendidikan sangat tergantung pada unsur manusia.
Pembelajaran yang menyenangkan atau tidak membosankan akan mampu
membangkitkan semangat belajar siswa sehingga minat dan kemauan belajarnya
timbul. Seorang guru harus mampu membangkitkan minat dan kemauan siswa
dalam pelaksanaan pembelajaran agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
Salah satu cara adalah guru harus inovatif dan kreatif dalam mengajar. Guru yang
melakukan

banyak

inovasi

dan

kreatif

dalam

mengajar,

maka

akan

membangkitkan semangat belajar siswa-siswanya. Sebaliknya, guru yang tidak


melakukan inovasi dan tidak kreatif dalam mengajar akan membuat siswa bosan
terhadap materi yang ia ajarkan.
Arsyad dalam Syahputra, (2011 : 16) menyatakan bahwa :
Media merupakan bagian dari komunikasi yang dilakukan dalam proses belajar
mengajar. Baik buruknya komunikasi yang dilakukan ditunjang oleh penggunaan
saluran dalam komunikasi tersebut. Saluran merupakan media untuk
menyampaikan pesan. Penggunaan media yang tepat oleh pendidik akan
mengoptimalkan proses komunikasi yang terjadi sehingga tujuan pembelajaran
yang ditetapkan dapat dicapai sesuai yang telah direncanakan.
Media yang sering digunakan adalah media cetak (diktat, modul, handout,
buku teks, poster, majalah, surat kabar, dll.), sementara itu media sederhana yang
tetap dimanfaatkan adalah papan tulis. Media audio visual (overhead transparancy,
video/film, kaset audio, siaran TV/radio), dan media elektronik (komputer,
internet) masih belum secara maksimal dimanfaatkan, meskipun dibeberapa
tempat sudah mulai digunakan.
Media memegang peranan penting dalam hal proses komunikasi. Agar
komunikasi antara guru dan siswa berlangsung baik dan informasi yang
disampaikan guru dapat diterima siswa, guru perlu menggunakan media
pembelajaran.

Namun kenyataan yang ada di dunia pendidikan adalah banyak dari


pendidik yang tidak mengembangkan media itu sendiri dengan berbagai alasan.
Kemudian dalam hal pemanfaatan media, selain daripada kreativitas pendidik
yang dituntut tinggi, pertimbangan instruksional juga menjadi salah satu faktor
yang menentukan. Pengembangan media pembelajaran sangat penting dalam
dunia pendidikan, tak lain untuk mengatasi kekurangan dan keterbatasan media
yang ada saat ini. Selain itu, media yang dirancang oleh pendidik itu sendiri dapat
dengan tepat memenuhi sasaran dari yang sudah ditetapkan. Karena sudah pasti
pendidik memahami kebutuhan, potensi sumber daya dan lingkungan masingmasing, terlebih lagi dapat mengasah kemampuan inovasi dan kreativitas dari
pendidik itu sendiri yang dapat meningkatkan profesionalitas pendidik.
Pemakaian media pembelajaran diharapkan juga dapat membantu disaat
guru tidak bisa hadir untuk menyampaikan materi di dalam kelas seperti biasanya.
Media Pembelajaran ini dapat mengurangi suasana yang statis, seperti siswa yang
tidak aktif dan dapat menciptakan proses pembelajaran yang efektif, menarik, dan
menyenangkan. Selain hal-hal yang disampaikan di atas, kegunaan lain dari
penggunaan alat bantu pembelajaran yang beragam akan dapat menciptakan
variasi belajar sehingga tidak menimbulkan kebosanan terhadap siswa.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga
pendidikan nasional yang memiliki peran yang sangat penting dalam
mencerdaskan dan meningkatkan SDM yang memiliki kemampuan dalam bidang
keteknikan. Berdasarkan kurikulum spektrum (spektrum, 2009) SMK bertujuan
untuk meningkatkan kecerdasan pengetahuan kepribadian akhlak mulia, serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai
dengan kejuruannya.

Lulusan SMK terbukti banyak yang belum mampu menjadi sesuatu seperti
apa yang telah direncanakan sebelumnya, baik keinginan orang tua maupun
dengan apa yang terdapat didalam kurikulum. Diantaranya lulusan SMK memiliki
prestasi atau hasil belajar yang rendah. Berbicara mengenai prestasi, maka tidak
lepas dari hasil belajar siswa, karena dari hasil belajar merupakan prestasi.
Untuk mengatasi permasalah tersebut, maka salah satu solusinya adalah
penggunaan media pembelajaran, disamping peranannya yang sama pentingnya
dengan faktor-faktor pendidikan yang lain, akan tetapi hal ini kadang kurang
terlalu diperhatikan oleh para pendidik. Karena di era yang sekarang berkembang
ini, pendidik bukanlah satu-satunya sumber belajar, melainkan hanyalah satu dari
sekian banyak sumber belajar yang ada.
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Stabat (SMK Negeri 1 Stabat),
merupakan lembaga pendidikan yang mengajarkan berbagai bidang ilmu
keteknikan. Salah satu Contoh Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Siswa di teknik
keahlian ini dilatih agar mampu memahami dan memperaktikkan ilmu
Mengoperasikan Sistem Pengendali Elektromagnetik. Namun, tidak jarang
diperoleh siswa yang masih bingung terhadap pelajaran yang ia terima. Hal ini
terbukti dari penguasaan siswa terhadap Standar Kompetensi Mengoperasikan
Sistem Penegendali Elektromagnetik yang masih banyak memiliki nilai yang
rendah, yaitu < 70,00. Padahal KKM yang ditetapkan untuk pelajaran ini adalah
70,00. Angka tersebut ditetapkan oleh Kemendiknas untuk mata diklat produktif
pada kompetensi keahlian di Sekolah Menengah Kejuruan.
Banyak siswa didapati tidak dapat menyelesaikan tugas praktek kejuruan
sesuai dengan syarat yang diatur, sehingga nilai yang didapat siswa masih
dibawah rata-rata nilai kelulusan, sehingga mereka diwajibkan mengikuti
remedial. Pernyataan tersebut didapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa

guru bidang studi mata pelajaran tersebut. Berdasarkan hal tersebut didapati
bahwasanya dalam sistem pembelajaran di sekolah tersebut memang jarang
dimanfaatkannya media pembelajaran, serta kurangnya ketersediaan yang
mengakibatkan hal tersebut terjadi.
Salah satu multimedia interaktif adalah dengan menggunakan Adobe
Flash CS 6 dengan menampilkan materi pelajaran melalui bantuan program
software aplikasi sehingga dalam proses belajar mengajar, pengajar dapat
menampilkan materi pelajaran yang lebih menarik dan tidak membosankan.
Adobe Flash CS 6 merupakan software yang tepat untuk membuat
berbagai bentuk sajian yang dapat mendukung berbagai media, seperti video,
animasi, gambar dan suara. Penggunaan multimedia interaktif dengan Adobe
Flash CS 6 dalam pembelajaran bisa dijadikan alternatif media pembelajaran
untuk mengatasi kendala-kendala seperti tidak adanya alat peraga.
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, maka peneliti tertarik
untuk

melakukan

penelitian

dengan

judul

Pengembangan

Media

Pembelajaran Interaktif Menggunakan Adobe Flash CS6 Pada Mata


Pelajaran Mengoperasikan Sistem Pengendali Elektromagnetik Pada Kelas
XI TITL SMK Negeri 1 Stabat T.A 2015/2016.
B.

Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka dapat

di identifikasi masalah dalam penelitian sebagai berikut:


1.
2.

Apakah penggunaan media pembelajaran sekarang sudah efektif ?


Apakah hasil belajar Mengoperasikan Sistem Pengendali Elektromagnetik
dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan media pembelajaran multimedia

3.

interaktif ?
Apakah keadaan pendidik sekarang ini sudah memadai untuk membuat
media pembelajaran multimedia interaktif ?

4.

Bagaimana rancangan pembelajaran mata pelajaran Mengoperasikan


Sistem Pengendali Elektromagnetik di SMK Negeri 1 Stabat menggunakan
media pembelajaran Multimedia interaktif berbasis Animasi Flash?

C.

Pembatasan Masalah
Sesuai dengan latar belakang masalah serta identifikasi masalah yang telah

dituliskan, mengingat juga keterbatasan penulis dalam hal kemampuan, waktu,


dana, serta untuk membuat penelitian ini semakin terarah, maka perlu dilakukan
pembatasan masalah. Peneliti membatasi masalah bagaimana pengembangan
media pembelajaran multimedia interaktif berbasis Adobe Flash CS 6 terhadap
hasil belajar siswa SMK Negeri 1 Stabat pada mata pelajaran Mengoperasikan
Sistem Pengendali Elektromagnetik.
D.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi, dan batasan masalah

yang terdapat di atas, maka penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :


1. Bagaimana mengembangkan media pembelajaran interaktif menggunakan
Adobe Flash CS 6 pada mata pelajaran Mengoperasikan Sistem Pengendali
Elektromagnetik?
2. Bagaimana tanggapan para siswa terhadap media pembelajaran interaktif
menggunakan Adobe Flash CS 6 pada mata pelajaran Mengoperasikan
Sistem Pengendali Elektromagnetik?
3. Apakah multimedia interaktif yang dikembangkan layak digunakan dalam
pembelajaran Mengoperasikan Sistem Pengendali Elektromagnetik?
E.

Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah yang terdapat di atas, maka tujuan

penelitian ini antara lain :


1. Untuk

mengetahui

pengembangan

media

pembelajaran

interaktif

menggunakan Adobe Flash CS 6 pada mata pelajaran Mengoperasikan


Sistem Pengendali Elektromagnetik.

2. Untuk mengetahui tanggapan para siswa terhadap media pembelajaran


interaktif menggunakan Adobe Flash CS 6 pada mata pelajaran
Mengoperasikan Sistem Pengendali Elektromagnetik.
3. Untuk mengetahui apakah multimedia interaktif yang dikembangkan layak
digunakan dalam pembelajaran Mengoperasikan Sistem Pengendali
Elektromagnetik.
F.

Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai berikut:
1. Dilihat dari segi teoritis
a. Dapat
mempermudah
b.

pemahaman

konsep

mengenai

Mengoperasikan Sistem Pengendali Elektromagnetik?


Memberikan masukan kepada guru di sekolah, media yang dapat

digunakan sebagai upaya peningkatan hasil belajar siswa.


2. Dilihat dari segi Praktis
a. Memberikan informasi dan gambaran bagi calon guru dan guru
bidang

kompetensi

Mengoperasikan

Sistem

Pengendali

Elektromagnetik dalam menentukan media pembelajaran yang baik


b.

digunakan.
Dapat dijadikan bahan pada proses pembelajaran.

BAB II
KAJIAN TEORI
A. Deskripsi Teori
1. Media Pembelajaran
a.

B. Penelitian yang Relevan


Penelitian yang dilakukan oleh Rahmad Maulana (2014) tentang
Pengembangan

Media

Pembelajaran

Berbasis

Multimedia

Interaktif

Menggunakan Adobe Flash CS 6 Pada Mata Diklat Menginstalasi Perangkat


Jaringan Lokal Lan Kelas XI SMK Harapan Bangsa yang berkesimpulan bahwa
multimedia interaktif dapat menyuguhkan informasi dalam berbagai bentuk
seperti gambar, suara, video, dan simulasi-simulasi yang interaktif. Kemudian
juga dapat memberikan interaksi antara pengguna dengan media tersebut. Namun
pengadaan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif ini masih sangat
terbatas.
Penelitian yang dilakukan Rahmat Naharin Pardomuan Tanjung (2015)
tentang Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Pada
Mata Pelajaran Teknik Listrik Kelas X SMK Negeri 1 Lubuk Pakam
berkesimpulan dengan menggunakan media berbasis multimedia interaktif cara
penyampaian pelajaran akan menjadi lebih bervariasi sehingga siswa mudah
memahami materi, lebih menarik dan tidak membosankan. Jadi dengan adanya
media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dapat menjadi alternatif atau
alat bantu guru dalam mengajar.
C. Kerangka Berpikir
Dalam proses belajar mengajar mengoperasikan sistem pengendali
elektromagnetik, guru memerlukan sebuah media pembelajaran yang menarik
agar siswa dapat dengan mudah memahami materi yang disampaikan oleh para
guru. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran interaktif sebagai alat
bantu belajar sangat diperlukan guru dalam proses belajar mengajar di kelas.

Media pembelajaran interaktif merupakan variasi penggunaan media dalam


pendidikan modern ini.
Media

pembelajaran

interaktif

lebih

digemari

oleh

para

siswa

dibandingkan teori konvensional (catatan). Dalam proses pengembangan media


pembelajaran interaktif, tentunya membutuhkan software yang dapat digunakan
dalam pengembangan media. Software Adobe Flash CS6 merupakan software
yang mampu menghasilkan presentasi, game, film, CD interaktif, maupun CD
pembelajaran, serta untuk membuat situs web yang interaktif, menarik, dan
dinamis. Maka dari itu melalui Software Adobe Flash CS6, media CD Interaktif
dibuat untuk memenuhi kebutuhan para guru dan siswa agar materi lebih mudah
dipahami, meningkatkan kreatifitas, serta dapat menimbulkan ketertarikan dalam
mengikuti pembelajaran mengoperasikan sistem pengendali elektromagnetik.
D. Hipotesis Penelitian