Anda di halaman 1dari 9

makalah obat parenteral

MAKALAH
PEMBERIAN OBAT PARENTERAL
Disusun Sebagai tugas Akhir PKK

Disusun Oleh:
Windra Bangun Sucipto
( A 01001394 )

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN DIII


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ( STIKES )
MUHAMMADIYAH
GOMBONG
2011

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Salah satu bentuk sediaan steril adalah injeksi. Injeksi adalah sediaan steril berupa
larutan, emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih
dahulu sebelum digunakan yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit
atau melalui kulit atau selaput lendir. Dimasukkan ke dalam tubuh dengan menggunakan alat
suntik.
Suatu sediaan parenteral harus steril karena sediaan ini unik yang diinjeksikan atau
disuntikkan melalui kulit atau membran mukosa ke dalam kompartemen tubuh yang paling
dalam. Sediaan parenteral memasuki pertahanan tubuh yang memiliki efesiensi tinggi yaitu
kulit dan membran mukosa sehingga sediaan parenteral harus bebas dari kontaminasi
mikroba dan bahan-bahan beracun dan juga harus memiliki kemurnian yang dapat diterima.
B. Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan pemberian obat parenteral ?
Apa tujuan Pemberian secara parenteral ?
Bagaimana caranya memberikan ?
Mengenal tindakan sesuai SOP
C. Tujuan
Dengan membaca makalah ini diharapkan kita mengetahui dan mengerti akan cara pemberian
sesuai SOP dan melaksanakan mengingat SOP sangatlah penting.
D. Sistematika penulisan
Makalah ini tersusun atas BAB I PENDAHULUAN yang tersusun atas Latar Belakang,
Rumusan Masalah, Tujuan, Sistematika Penulisan; BAB II PEMBAHASAN Terdiri dari
Mengenal pengobatan parenteral,, macam macam cara pemberian, peralatan yang
dibutuhkan, Analisa Prasat, BAB III PENUTUP Terdiri dari Kesimpulan dan Daftar Pustaka.

A. Definisi Pemberian Obat Parenteral


Memasukan obat tertentu ke dalam jaringan tubuh dengan cara merobek jaringan ke
dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir atau menembus suatu atau lebih lapisan kulit
atau membran mukosa menggunakan alat suntik. ( depkes RI 1994 )
Obat dimasukan ke dalam kulit, dibawah kulit, kedalam otot dan ke dalam vena dan
pemberian ini lebih cepat diserap daripada melalui oral. ( WHO 1998 )
Jadi pemberian obat perenteral adalah pemberian obat atau cairan dengan cara dimasukan
langsung kedalam kulit, dibawah kulit, kedalam otot ataupun ke dalam vena.
B. Tujuan
Mencegah penyakit dengan jalan memberikan kekebalan atau imunisasi (misalnya DPT,
BCG) dll
Mempercepat reaksi obat dalam tubuh untuk mempercepat proses penyembuhan.
Melaksanakan uji coba obat
Melaksanakan tindakan diagnostik
Pemberian obat parenteral diberikan kepada :
1. Pasien yang memerlukan obat dengan reaksi cepat.
2. Klien yang tidak bisa diberikan obat melalui mulut

3. Klien dengan penyakit tertentu yang hanya bisa mendapatkan pengobatan secara
suntikan ( misalnya insulin)
C. Mengenal Alat Injeksi
Untuk memberikan obat secara parenteral perawat menggunakan vial atau ampul,
spuit dan jarum. Spuit mempunyai 3 bagian yaitu ujung yang berhubungan dengan jarum,
bagian luar atau barrel dimana skala tercetak biasanya dalam mililiter, yang terakhir adalah
plunger yang pas dengan bagian dalam barrel dan digunakan untuk mendorong obat dalam
jarum. Ingat spuit plastik harus dibuang setelah dipakai
Jarum, memiliki tiga bagian juga yaitu ; hub bagian yang dilepaskan dari spuit, batang
tipis yang dipasang pada hub, bevel yaitu bagian landai di ujung. Jarum dengan diameter
terbesar adalah gauge 14 dan yang terkecil adalah gauge 28.
D. Macam Cara Pemberian Obat Parenteral
Penyuntikan dilakukan dengan cara :
Intra cutan
Subcutan
Intra muscular
Intravena
Perbolus ( prinsip sama dengan intravena )
E. Cara Pemberian Injeksi
Injeksi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh hampir setiap perawat juga harus dapat
melakukannya. Namun pemberian obat ini juga harus mengetahui dimana tempat yang
seharusnya dilakukan. Berikut adalah cara pemberian injeksi sesuai SOP.

E.1 Injeksi Intracutan


Adalah pemberian obat atau cairan dengan cara dimasukan langsung ke kulit.
Tujuan :
Melaksanakan uji coba obat tertentu ( skin test )
Membantu menentukan diagnosa terhadap penyakit tertentu misalnya pada tuberculin test
Peralatan :
Sarung tangan 1 pasang
Perlak dan pengalas
Spuit sesuai ukuran
Nampan
Jarum steril
Obat sesuai program
Kapas alkohol dalam kom
Bengkok dan bolpoin
Prosedur Pelaksanaan
Tahap Pra Interaksi
Melakukan verifikasi data sebelumnya
Mencuci tangan
Menyiapkan obat sesuai prinsip ( mengambil 0,1 cc dan encerkan lagi dengan aquades hingga
menjadi 1cc. 0,1 cc sebelumnya diambil dari 5 cc obat yang sudah diencerkan )
Membawa alat ke dekat klien dengan hati hati
Tahap Orientasi
Memberikan salam
Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan
Menanyakan kesiapan klien
Tahap kerja
Membaca tasmiyah

Mengatur posisi klien sesuai kebutuhan , Memasang perlak dan alasnya


Membebaskan daerah yang akan di injeksi
Memakai handscoon
Bersihkan kulit yang akan disuntik menggunakan kapas alkohol
Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk meregangkan kulit
Tusukan spuit dengan kemiringan 15 20 , jarum masuk kurang lebih 0,5 cm
Masukan obat secara perlahan, pastikan ada benjolan kira kira satu biji kacang lalu Cabut
jarum dari tempat penusukan
Beri tanda lingkaran pada benjolan tadi.
Buang spuit kedalam bengkok.
Tahap Terminasi
Merapikan pasien
Membaca tahmid, berpamitan dengan klien dan keluarganya
Bereskan alat alat
Cuci tangan
Dokumentasi
E.2 Injeksi Sub Cutan
Pengertian :
Memberikan obat melalui suntikan dibawah kulit yang dilakukan pada lengan atas sebelah
luar, pada bagian luar daerah dada dan daerah yang dianggap perlu.
( dep kes RI 1994 )
Injeksi subcutan adalah memasukan obat ke dalam jaringan lemak tepat dibawah kulit ( WHO
1998 )
Jadi kesimpulannya injeksi Sub Cutan adalah Pemberian obat dengan cara dimasukan
langsung kebawah kulit.
Lokasi :
Area vaskular disekitar bagian lengan luar atas, abdomen dari batas bawah costa sampai
iliaca dan bagian anterior paha.
Peralatan :
Sarung tangan 1 pasang
Spuit dengan ukuran sesuai kebutuhan
Jarum steril
Kapas alkohol dalam kom
Perlak dan pengalas
Obat sesuai program terapi
Baki atau troli
Bengkok 1
Prosedur Injeksi :
Tahap Pra Interaksi
Lakukan verifikasi data
Mencuci tangan
Menyiapkan obat sesuai aturan
Membawa alat ke dekat klien
Tahap Orientasi :
Memberikan salam
Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan
Menanyakan kesiapan klien
Tahap Kerja :
Baca tasmiyah

Atur posisi klien sesuai kebutuhan


Pasang perlak dan pengalas
Bebaskan daerah yang akan di injeksi
Pakailah handscoon
Bersihkan kulit menggunakan kapas alkohol dari dalam ke luar
Masukan spuit dengan sudut 45
Lakukan aspirasi, pastikan tidak ada darah masuk ke spuit
Masukan obat secara perlahan
Cabut jarum
Buang spuit dalam bengkok
Tahap terminasi :
Rapikan klien, lakukan evaluasi, membaca tahmid, berpamitan, bereskan alat, cuci tangan
lalu dokumentasi.
E.3 Injeksi Intra Muscular
Definisi :
Adalah pemberian obat atau cairan dengan cara dimasukan langsung kedalam otot.
Lokasi :
Otot vastus lateralis
Otot ventrogluteal
Otot deltoid
Dorsa gluteus
Sepertiga sias atas
Kecepatan Obat :
Rute IM memungkinkan absorbsi obat yang lebih cepat daripada SC karena pembuluh darah
lebih banyakdi otot. Berlangsung sekitar antara 10 30 menit.
Peralatan :
Sarung tangan 1 pasang
Spuit dengan ukuran sesuai kebutuhan
Jarum steril
Kapas alkohol dalam kom
Perlak dan pengalas
Obat sesuai program terapi
Baki atau troli
Bengkok 1
Prosedur Injeksi :
Tahap Pra Interaksi
Lakukan verifikasi data
Mencuci tangan
Menyiapkan obat sesuai aturan
Membawa alat ke dekat klien
Tahap Orientasi :
Memberikan salam
Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan
Menanyakan kesiapan klien

Tahap Kerja :
Atur posisi klien
Pasanglah perlak

Bebaskan daerah yang akan di injeksi


Pakailah handscoon
Tentukan tempat penyuntikan
Bersihkan kulit dengan kapas alkohol
Regangkan kulik, masukan spuit dengan sudut 90 derajat, dengan kedalaman 2/3 jarum
Lakukan aspirasi, pastikan tidak ada darah masuk ke spuit
Masukan obat secara perlahan
Cabut jarum, tekan daerah tusukan menggunakan kapas alkohol.
Buang spuit dalam bengkok
Tahap terminasi :
Rapikan klien, lakukan evaluasi, membaca tahmid, berpamitan, bereskan alat, cuci tangan lalu
dokumentasi.

E.4 Injeksi Intra Vena


Definisi :
Adalah pemberian obat dengan cara dimasukan langsung kedalam pembuluh darah vena.
Lokasi :
Pada vena yang nampak jelas, lurus, jauh dari tulang
Kecepatan Obat :
Menghasilkan efek tercepat sekitar 18 detik
Peralatan :
Peralatan :
Sarung tangan 1 pasang
Spuit dengan ukuran sesuai kebutuhan
Jarum steril
Torniquet
Kapas alkohol dalam kom
Perlak dan pengalas
Obat sesuai program terapi
Baki atau troli
Bengkok 1
Prosedur injeksi :
Tahap Pra Interaksi
Lakukan verifikasi data
Mencuci tangan
Menyiapkan obat sesuai aturan
Membawa alat ke dekat klien
Tahap Orientasi :
Memberikan salam
Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan
Menanyakan kesiapan klien
Tahap Kerja :
Membaca tasmiyah
Mengatur posisi klien dan pilih vena dari arah distal
Memasang perlak dan alasnya
Bebaskan daerah yang akan di injeksi
Ikat dengan torniquet 5 cm proksimal yang akan di tusuk
Pakailah handscoon
Bersihkan kulit dengan kapas alkohol dari dalam ke luar

Pegang spuit dengan sudut 30


Tusukan dengan kemiringan 30
Lakukan aspirasi dan pastikan darah masuk ke spuit
Buka torniquet
Masukan obat secara perlahan
Cabut spuit dan tekan daerah tusukan dengan kapas alkohol
Buang spuit dalam bengkok.
Tahap terminasi :
Rapikan klien, lakukan evaluasi, membaca tahmid, berpamitan, bereskan alat, cuci tangan lalu
dokumentasi.

E.5 Injeksi Bolus Intra Vena


Adalah pemberian obat dengan cara dimasukan langsung kedalam pembuluh darah vena yaitu
melalui bolus.
Prinsipnya sama dengan intra vena yaitu obat dimasukan ke dalam pembuluh vena.
Untuk peralatan :
Sarung tangan 1 pasang
Spuit dengan ukuran sesuai kebutuhan
Jarum steril
Kapas alkohol dalam kom
Perlak dan pengalas
Obat sesuai program terapi
Baki atau troli
Bengkok 1
Tahap injeksi kita tetap melakukan tahap pra interaksi, orientasi, tahap kerja, tahap terminasi.
Tahap Kerjanya :
Bolus di desinfektan menggunakan kapas alkohol
Klem selang infus atau guyur disesuaikan kondisi
Masukan jarum dalam bolus, tarik plunger untuk aspirasi
Masukan obat secara perlahan
Atur kembali klien

F. Hasil Analisa
a. Kesenjangan antara SOP dengan realita
Pada dasarnya prinsip pemberian injeksi ini sama baik yang dilakukan secara SOP yang
kami dapat dari kampus atau yang di realita lapangan, prinsip inilah yang terpenting untuk
kita ketahui. Masalah perbedaan yang kami dapat hanyalah dari peralatan, dimana dilapangan
perawat hanya menenteng spuit dan kapas alkohol saja, ditambah torniquet jika melakukan
injeksi intravena.
Namun ada hal yang lebih penting yang harus diperhatikan perawat di lapangan yaitu
komunikasi teraupetik yang semakin lama pudar karena rutinitas, kadang perawat kurang
memperhatikan hal itu. Justru kami yakin bahwa kesehatan bukan hanya diobati dari fisik
saja namun juga dari jiwa.
b. Faktor Penyebab Kesenjangan
Untuk peralatan injeksi kami yakin rumah sakit sudah mencukupi, karena ini merupakan alat
sederhana namun kenapa bisa menyebabkan perbedaan itu ?
Perawat hanya mengedepankan prinsip pemberian saja yang merupakan prinsip pokok.
Efisiensi waktu dan alat
Untuk kesenjangan dalam hal komunikasi untuk memperhatikan dan memotivasi jiwa hal ini
dikembalikan kepada pribadi masing masing namun penyebab kesenjangan ini mungkin

karena perawat merasa klien sudah ada keluarga yang menemaninya. Klien sudah besar dan
bisa ngurus dirinya sendiri kecuali klien struk dan koma, perawat sudah lama bekerja
sehingga bosan untuk komunikasi yang lebih dekat ataupun perawat sudah memiliki cara
tersendiri dalam menghadapi klien.
c. Solusi Kesenjangan
Untuk masalah alat dimana perawat hanya membawa alat seadanya dan tidak sesuai SOP kita
harus mengerti bahwa SOP di susun sebagai suatu acuan yang nyaman, aman dan rupawan.
Jika dilakukan maka klien nyaman, kita dan klien aman serta dipandang berseni. Perlu diingat
Standard operasional Prosedur keperawatan disusun sebagai cara tepat, cepat dan manfaat
dengan memperhatikan efektifitas dan efisien.
Untuk masalah komunikasi
Bahwa konsep dasar keperawatan menurut ROY dengan adaptasinya menggambarkan bahwa
manusia juga memerlukan perhatian kesehatan jiwa. Kita meyakini bahwa orang sakit
fisiknya biasanya kondisi jiwanya lemah. Kesehatan jiwa juga sangat berpengaruh pada
kesehatan fisik. Bagaimana klien sehat jika fisiknya sakit terus jiwanya disakiti.
Untuk itu kita bisa mengerti dan memilih mana yang baik yaitu kita mengobati fisik klien
dengan memperhatikan bebannya. Kita jadi perawat yang multifungsi.
d. Keuntungan Melakukan Prasat Sesuai SOP dan Tidak Sesuai SOP
Sesuai SOP
Kita akan menjadi perawat yang berkualitas, sebagai perawat yang tidak hanya memberi
perawatan fisik namun juga jiwa, klien merasa nyaman, kita dan klien merasa aman serta
dipandang orang kita sangat rupawan. Pekerjaan kita lebih tertata, efektif dan efisien.
Tidak sesuai SOP
Tidak ada keuntungannya hanya prinsipnya saja yang terpenuhi.
e. Kerugian melakukan prasat sesuai SOP dan tidak sesuai SOP
Kerugian melakukan sesuai SOP
Saya yakin, tidak akan pernah ada kerugiannya karena SOP disusun sebagai standard acuan
yang sudah memperhatikan fakta dilapangan.
Kerugian melakukan prasat tidak sesuai SOP
Mungkin jika kita melakukan tindakan tidak sesuai SOP akan menjadi masalah baik ringan
ataupun fatal. Kita mengetahui jika obat salah pemberian bisa menjadikan fatal, namun jika
hanya beberapa alat misal bengkok mungkin tak menjadi masalah namun tetap dipandang
kurang indah karena tidak ada tempat untuk membuang.
Catatan :
keterbatasan alat tidak menjadi masalah karena perawat dituntut untuk kreatif, kita bisa
menjadikan sesuatu untuk mengganti kekurangan, misal bekas plabot menjadi bengkok.dll

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Memasukan obat tertentu ke dalam jaringan tubuh dengan caramerobek jaringan ke
dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir atau menembus suatu atau lebih lapisan kulit
atau membran mukosa menggunakan alat suntik. ( depkes RI 1994 )

Obat dimasukan ke dalam kulit, dibawah kulit, kedalam otot dan ke dalam vena dan
pemberian ini lebih cepat diserap daripada melalui oral. ( WHO 1998 )
Jadi pemberian obat perenteral adalah pemberian obat atau cairan dengan cara dimasukan
langsung kedalam kulit, dibawah kulit, kedalam otot ataupun ke dalam vena.
Penyuntikan dilakukan dengan cara :
Intra cutan
Subcutan
Intra muscular
Intravena
Perbolus ( prinsip sama dengan intravena )
Pada dasarnya prinsip pemberian injeksi ini sama baik yang dilakukan secara SOP yang
kami dapat dari kampus atau yang di realita lapangan, prinsip inilah yang terpenting untuk
kita ketahui. Masalah perbedaan yang kami dapat hanyalah dari peralatan, dimana dilapangan
perawat hanya menenteng spuit dan kapas alkohol saja, ditambah torniquet jika melakukan
injeksi intravena.
Namun ada hal yang lebih penting yang harus diperhatikan perawat di lapangan yaitu
komunikasi teraupetik yang semakin lama pudar karena rutinitas, kebosanan dan merasa
profesional. Justru kami yakin bahwa kesehatan bukan hanya diobati dari fisik saja namun
juga dari jiwa.
DAFTAR PUSTAKA
Ditjen POM, (1979), Farmakope Indonesia, Edisi III, Depkes RI, Jakarta.
WHO, (1998 ), Nursing care of the sick: A guide for nurses working in small rural hospitals.
Departemen kesehatan RI, dirjenyanmed, 1991. Prosedur keperawatan Dasar, Direktorat
rumah sakit dan pendidikan.
http: // arsegofconfb.blogspot.com