Anda di halaman 1dari 14

Tahap Penyelesaian Audit

Pertemuan 16
Dosen : Wiwit Irawati, S.E.

Setelah auditor menyelesaikan pengujian dalam


area audit tertentu, adalah perlu untuk
mengikhtisarkan hasilanya dan melaksanakan
pengujian tambahan yang lebih umum sifatnya.
Ada beberapa yang perlu dipertimbangkan di
akhir pelaksanaan audit, yaitu:
(1)menelaah kewajiban bersyarat (contingency
liabilities),
(2)menelaah
events),

peristiwa

kemudian

(subsequent

(3)mengumpulkan bahan bukti akhir, dan


(4)mengevaluasi hasil.

1. Menelaah Kewajiban Bersyarat


Kewajiban bersyarat adalah kemungkinan potensi kewajiban di masa
mendatang kepada pihak ketiga untuk jumlah yang tidak diketahui
sebagai akibat aktifitas yang telah terjadi.
Tiga kondisi yang menyebabkan adanya kewajiban bersyarat
(1)tedapat kemungkinan pembayaran dimasa datang kepada pihak
ketiga akibat kondisi saat ini.
(2)terdapat ketidakpastian
mendatang tersebut, dan

atas

jumlah

pembayaran

di

masa

(3)hasilnya akan ditentukan oleh peristiwa di masa datang. Misalnya,


tuntutan yang telah didaftarkan tetapi belum diputuskan adalah
memenuhi
ketiga
kondisi
tersebut.
Auditor
dapat
mengkonsultasikan dengan kuasa hukum klien untuk
mengetahui kemungkinan menang atau kalah dalam kasus
yang dihadapi.

Ketidakpastian pembayaran di masa datang dapat


bervariasi dari sangat mungkin sampai sampai sangan tidak
mungkin.
PSAK
No.8
menguraikan
tiga
tingkat
kemungkinan:
a.Tinggi (probable)
b.Sedang (reasonably possible)
c.Rendah (remote)
Kalau potensi kerugian adalah tinggi dan jumlah kerugian
dapat dengan masuk akal diestimasi, kerugian tersebut
seharusnya diakui dan dimasukkan ke dalam laporan
keuangan. Pengungkapan dalam catatan kaki, tetapi tidak
ada akrual, diperlukan kalau jumlah kerugian yang mungkin
tidak dapat diestimasi dengan memadai, atau kalau
kemungkinan kerugian sedang. Kalau potensi kerugian
adalah
rendah,
tidak
diperlukan
akrual
maupun
pengungkapan. Keputusan perlakuan yang memadai atas
peristiwa
tersebut
membutuhkan
pertimbangan

1. Menelaah Peristiwa Kemudian


Auditor mempunyai tanggung jawab untuk menelaah transaksi
dan peristiwa yang terjadi setelah tanggal neraca untuk
menentukan apakah terjadi sesuatu yang mempengaruhi
penilaian atau pengungkapan atas laporan keuangan yang
sedang diaudit.

Jenis-jenis peristiwa kemudian yang memerlukan penyesuaian


atas saldo akun dalam laporan keuangan periode berjalan
kalau jumlahnya material:
a. Pengumuman pailit satu pelanggan dengan saldo piutang
usaha yang outstanding yang mempengaruhi kondisi
keuangan
b. Penyelesaian perkara hukum dengan jumlah yang berbeda
dari jumlah yang dicatat dalam buku
c. Pengafkiran peralatan (disposal) yang tidak digunakan dalam
operasi pada harga di bawah nilai buku saat ini.

1. Pengumpulan Bahan Bukti Akhir


Auditor mempunyai tanggung jawab akumulasi akhir yang dapat
diterapkan untuk seluruh siklus lain di samping penelitian
atas kewajiban bersyarat dan menelaah peristiwa kemudian.
Empat hal yang penting untuk dilakukan di akhir penugasan
adalah:
a. Prosedur analitis
b. Evaluasi atas asumsi kelangsungan hidup (going concern).
Standar audit meminta auditor untuk mengevaluasi apakah
terdapat keraguan mengenai kemampuan klien menjaga
kelangsungan hidupnya paling tidak satu tahun setelah
tanggal neraca. Penetapan ini awalnya dibuat sebagai bagian
dari perencanaan tetapi direvisi manakala diperoleh informasi
baru yang penting. Penetapan akhir diperlukan setelah
seluruh bahan bukti telah dikumpulkan dan penyesuaian
audit yang diusulkan dimasukkan ke dalam laporan
keuangan.

c. Surat pernyataan klien Surat tersebut seharusnya bertanggal


sama dengan tanggal laporan audit untuk menjamin terdapat
pernyataan yang dikaitkan dengan penelahaan peristiwa
kemudian.
Penolakan
klien
untuk
menyiapkan
dan
menandatangani surat pernyataan menyebabkan pemberian
pendapat dengan pengecualian (qualified) atau pernyataan
tidak memberikan pendapat (disclaimer) Surat tersebut
menandakan bahwa ia berasal dari klien, di antara sebagai
berikut:
Pengakuan tangung jawab manajemen atas kewajaran
penyajian laporan keuangan mengenai posisi keuangan, hasil
usaha, serta arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum atau dasar akuntansi lain yang komprehensif.
Ketersediaan seluruh catatan keuangan dan data terkait.
Kelengkapan dan ketersediaan seluruh notulen rapat
pemegang saham, direksi, dan dewan direksi serta komisaris.

Informasi berkenaan dengan transaksi dengan pihak yang


mempunyai hubungan istimewa dan jumlah yang berkaitan
dengan piutang atau hutang.
Rencana atau keinginan yang mempengaruhi nilai terbawa
atau klasifikasi aset dan kewajiban.
Pengungkapan compensanting balance atau rencan lain yang
melibatkan pembatasan saldo kas, dan pengungkapan jalur
kredit atau rencana sejenis. Surat pernyataan manajemen
merupakan pernyataan tertulis dari pihak yang tidak
independen
dan
dengan
demikian
tidak
dapat
diperlakukan sebagai bahan bukti yang andal. Surat
tersebut
menyediakan
bahan
bukti
minimal
bahwa
manajemen telah ditanyakan pertanyaan tertentu, tetapi
tujuan utamanya adalah psikologis dan untuk melindungi
auditor dari klaim potensial oleh manajemen yang tidak sadar
atas tanggungjawabnya.

d. Informasi lain dalam laporan tahunan. Auditor diharapkan


dapat membaca informasi yang terdapat dalam laporan
tahunan yang diterbitkan yang berkaitan langsung dengan
laporan keuangan. Misalnya, sambutan yang disampaikan
oleh Presiden Direktur mengacu kepada peningkatan laba per
saham dari Rp1.500 menjadi Rp2.000.

Komunikasi dengan Komite Audit dan Manajemen


Setelah audit diselesaikan, terdapat beberapa komunikasi yang
potensial dari auditor kepada pegawai klien. Kebanyakan dari
komunikasi ini diarahkan ke komite audit atau manajemen senior,
tetapi komunikasi dengan manajemen operasi juga merupakan
hal yang lazim.
1.Mengkomunikasikan ketidakberesan dan tindakan melawan
hukum. Auditor diminta untuk mengkomunikasikan seluruh
ketidakberesan dan tindakan mewlan hukum kepada komite audit
tanpa memperhatikan materialitas. Tujuannya adalah untuk
membantu komite audit dalam melaksanakan peranan supervisi
atas laporan keuangan yang andal. Persyaratan ini menunjukkan
peningkatan perhatian mengenai tanggungjawab auditor untuk
mendeteksi dan mencegah fraud.

1. Komunikasi lain dengan komite audit


Auditor diminta untuk mengkomunikasikan informasi tambahan
tertentu yang diperoleh selama audit untuk semua penugasan.
Berikut ini adalah unsur utama yang harus dikomunikasikan kepada
komite audit:
a. Tanggung jawab auditor berdasrakan standar audit yang berlaku
umum, meliputi: tanggungjawab untuk mengevaluasi struktur
pengendalian intern dan konsep keyakinan memadai bukan
keyakinan absolute.
b. Pokok-pokok kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan dalam
laporan keuangan, meliputi pertimbangan manajemen dan aspek
yang berkaitan dengan estimasi akuntansi.
c. Penyesuaian laporan keuangan yang signifikan yang ditemukan
sepanjang audit dan implikasi keduanya yang telah dipilih
manajemen untuk dicatat dan yang diusulkan tetapi tidak dicatat.
d. Ketidaksepakatan dengan manajemen mengenai ruang lingkup
audit, penerapan prinsip akuntansi dan kalimat laporan audit.
e. Kesulitan yang dihadapi dalam melaksanakan audit, seperti
kelangkaan pegawai klien dan kegagalan menyediakan informasi
yang diperlukan.

3. Surat kepada Manajemen


Tujuan surat kepada manajemen (management letter)
dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi akuntan publik
untuk memperbaiki usaha klien. Rekomendasi memusatkan
pada saran untuk dapat beroperasi lebih efisien. Gabungan
dari pengalaman auditor dalam berbagai bisnis dan
pemahaman menyeluruh yang didapatkan dalam pelaksanaan
audit menempatkan auditor dalam posisi yang unik untuk
memberikan bantuan kepada manajemen.
Tidak ada format atau pendekatan standar untuk menulis surat
kepada manajemen. Masing-masing surat dibuat untuk
memenuhi gaya auditor dan kebutuhan klien, sesuai dengan
konsep surat manajemen dari kantor akuntan publik.

Penemuan Fakta Kemudian


Kalau auditor menyadari setelah laporan keuangan yang

diaudit diterbitkan bahwa informasi yang terdapat dalam


laporan tersebut secara material menyesatkan, auditor
mempunyai kewajiban untuk memastikan bahwa pemakai
yang mengandalkan laporan keuangan telah diberitahu atas
salah saji tersebut. Kemungkinan terbesar yang dihadapi
auditor mengenai masalah ini terjadi kalau laporan keuangan
diketahui terdapat salah saji yang material setelah
diberikannya
pendapat
wajar
tanpa
pengecualian
(unqualified). Kemungkinan penyebab salah saji tersebut
adalah dimasukkkannya penjualan fiktif yang material atau
kelalaian menghapuskan persediaan yang usang.
Tanpa
melihat apakah kelalaian untuk mengungkapkan salah
saji tersebut ada pada auditor atau klien, tanggung
jawab auditor tetaplah sama