Anda di halaman 1dari 5

Tahap Penyelesaian Audit

Pertemuan 17
Dosen : Wiwit Irawati, S.E.

Setelah auditor menyelesaikan pengujian dalam


area audit tertentu, adalah perlu untuk
mengikhtisarkan hasilanya dan melaksanakan
pengujian tambahan yang lebih umum sifatnya.
Ada beberapa yang perlu dipertimbangkan di
akhir pelaksanaan audit, yaitu:
(1)menelaah kewajiban bersyarat (contingency
liabilities),
(2)menelaah
events),

peristiwa

kemudian

(subsequent

(3)mengumpulkan bahan bukti akhir, dan


(4)mengevaluasi hasil.


Kasus

Audit atas PT ABC (Per 31 Desember 2012) telah selesai pada 19 Februari
2013, dan laporan keuangan yang lengkap, yang mendukung laporan audit telah
dikirim kepada klien pada 6 Maret 2013. Dalam masing-masing peristiwa
independen yang sangat material ini (a sampai i), nyatakan tindakan yang patut
(1 sampai 4) untuk situasi tersebut dan membenarkan pilihan anda. Tindakan
alternatif tersebut adalah:
1.Sesuaikan laporan keuangan per 31 Desember 2012.
2.Ungkapkan informasi dalam catatan kaki dalam laporan keuangan per 31
Desember 2012.
3.Minta klien untuk menerbitkan kembali laporan keuangan per 31 Desember
2012 yang telah direvisi.
4.Tidak diperlukan tindakan apapun.

Peristiwa dimaksud adalah sebagai berikut:


a.Pada tanggal 14 Juni 2013, auditor menemukan bahwa salah satu
debitur PT ABC, yaitu PT Angin Topan telah dinyatakan pailit pada 2
April 2013. Penjualan telah terjadi pada 15 Oktober 2012, tetapi
jumlah tersebut kelihatannya dapat tertagih pada 30 Desember 2012
dan 19 Februari 2013.
b.Pada tanggal 15 Februari 2013, auditor menemukan bahwa debitur
PT ABC yang lain, yaitu PT Jaya Abadi telah dinyatakan pailit pada 1
Februari 2013. Penjualan terbaru terjadi pada 2 Oktober 2011 dan
tidak ada penerimaan kas diterima sejak tanggal tersebut.
c.Pada tanggal 14 Juni 2013, auditor menemukan bahwa debitur PT
ABC, yaitu PT Sinar Sentosa dinyatakan pailit pada 15 Januari 2013
karena memburuknya kondisi keuangan. Penjualan terjadi pada 15
Agustus 2012.
d.Pada tanggal 6 Februari 2013, auditor menemukan bahwa debitur PT
ABC, yaitu PT Juara Sakti dinyatakan pailit pada 30 Januari 2013.
Sebab kepailitan tersebut adalah kerugian yang tidak diharapkan dari
tuntutan pada tanggal 15 Januari 2013.

e. Pada tanggal 6 Februari 2013, auditor menemukan bahwa debitur


PT ABC, yaitu PT Semangat Selalu dinyatakan pailit pada 30 Januari
2013, untuk penjualan yang terjadi pada 3 Januari 2013. Sebab
kepailitan tersebut adalah kebakaran besar yang tidak
diasuransikan pada 20 Januari 2013.
f. Pada tanggal 30 November 2012, auditor menemukan perkara yang
tidak berdasar terhadap PT ABC yang timbul pada 28 Agustus 2012.
g. Pada tanggal 20 Januari 2013, PT ABC menyelesaikan kasus
tuntutan di pengadilan yang timbul pada tahun 2009 dan saat ini
disebut sebagai kewajiban bersyarat.
h. Pada tanggal 14 Maret 2013, PT ABC mengalami kerugian karena
kasus tuntuan di pengadilan yang timbul dalam tahun 2011
sejumlah yang dituntut (PT ABC dituntut karena dianggap meniru
model pakaian dari Perusahaan lain). Pada 31 Desember 2013,
catatan kaki menyatakan bahwa menurut pendapat penasehat
hukum akan ada penyelesaian yang menguntungkan perusahaan.
i. Pada tanggal 20 Januari 2013, perkara hukum didaftarkan terhadap
PT ABC atas pelanggaran yang terjadi pada awal 2012 ( PT ABC
diduga melakukan pencemaran terhadap lingkungan). Menurut
pendapat penasihat hukum terdapat kemungkinan kerugian yang