Anda di halaman 1dari 31

Nama Anggota :

- Evelyn
- Wilson
- Fabiola
- Faros
- Victor
- Almira
- Mita
- Amel
- Beatrice
- Diah

Kelompok
Tutorial 9

Critical thinking
Sebagai

seorang dokter kita dituntut


untuk berpikir kritis , oleh karena itu kita
dibina sejak sekarang untuk menjadi
mahasiswa yang berfikiran kritis.
Memahami masalah, mampu
mengevaluasi argumen diri sendiri dan
orang lain dan memecahkan masalah.
Sumber: diktat kuliah Kapita
Selekta

1.Berfikir Kritis Dalam Memilih


Sumber
Sumber

informasi merupakan sumber


akademik
Pengarang dan penerbitnya terpercaya
Akurasi
Currency
Relevansi
Objektivitas
Stabilitas
Sumber: diktat kuliah
Kapita Selekta

2.Berfikir Kritis Dalam Menghadapi


Kasus (Tetanus Neonatorum)
Pengertian : Penyakit tetanus pada neonatus yang
disebabkan oleh spora Colistridium tetani yang masuk
melalui luka tali pusat akibat penggunanan peralatan
medis yang tidak steril.
Tetanus : Penyakit infeksi akut atau fatal yang di
sebabkan basil clostridium tetani yang menghasilkan
tetanospasmin neurotoksik , masuk melalui luka tubuh
terkontaminasi
Neonatus : Masa kehidupan pertama diluar rahim
sampai dengan usia 28 hari
Colistridum tetani : Bakteri yang menghasilkan racun
penyebab tetanus

Sumber: Buku Kuliah jilid 2


ilmu kesehatan anak FK UI

Pengertian Tetanus
Tetanus ; penyakit infeksi akut dan sering fatal yang
disebabkan oleh basil clostridium tetani, yang
menghasilkan tetanospasmin neurotoksin, biasanya
masuk kedalam tubuh melalui luka tusuk yang
terkontaminasi, seperti oleh jarum logam, pemecah
kayu, atau gigitan serangga, ataupun pintu tempat
masuk lainnya termasuk luka bakar, luka bedah,
ulkus kutaneus,dan tali pusat neonatus. Jenis
tetanus yang paling sering ditemukan adalah tipe
umum, telokalisasi, dan neonatus.

sumber: kamus kedokteran Dorlan

Pengertian

Tetanus Neonatorum
Suatu bentuk tetanus (def.1) infeksius yang berat
dan terjadi selama beberaapa hari pertama
setelah lahir, akibat kontaminasi ujung tali pusat
yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti
tindakan perawatan sisa tali pusat yang tidak
higienis atau kekurangan imunisasi maternal,
disebagian negara di dunia, hal ini merupakan
penyebab kematian bayi yang sering dijumpai.

sumber: kamus kedokteran Dorlan

Gejala Bayi G

Gejala Umum
Tiba-tiba

Demam
Mulut

mencucu
(karpermond)
Tidak mau menyusu
(trismus)
Kejang

panas
Tidak mau menyusu
(trismus)
Mulut mencucu
(karpermond)
Mudah sekali dan
sering kejang
Suhu meninggi
(normal 36-37)
Sumber : Buku Kuliah 2 ilmu
kesehatan anak FK UI 1985

Gejala Tetanus Neonatorum

Penyebab Tetanus neonatorum

Predisposisi
Infeksi bakteri Clostridium tetani
Adanya jaringan yang mengalami injury
Kondisi luka tidak bersih

Penyebab lain
Imunisasi TT tidak dilakukan
Pertolongan persalinan tidak memenuhi syarat
Perawatan tali pusat yang tidak benar
Sumber: http://www.depkes.go.id/downloads/Buletin%20MNTE.pdf

Pencegahan
Sampai pada saat ini pemberian imunisasi dengan
tetanus toksoid merupakan
satu-satunya cara dalam pencegahan terjadinya
tetanus. Pencegahan dengan
pemberian imunisasi telah dapat dimulai sejak anak
berusia 2 bulan, dengan cara
pemberian imunisasi aktif( DPT atau DT ).

Sumber: library.usu.ac.id

Penanganan Pertama
Mengatasi kejang dengan memberikan suntikan antispasmodik
Membersihkan jalan nafas agar bayi dapat menghirup udara
dengan bebas
Pemasangan spatel lidah yang dibungkus dengan kain untuk
mencegah lidah tergigit
Mencari tempat masuknya spora tetanus pada tali pusat atau
telinga
Mengobati penyebab tetanus dengan antibiotika
Melakukan perawatan yang adekuat, dengan pemberian oksigen,
nutrisi serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit
Ditempatkan di ruang tenang dengan sedikit sinar

Sumber: lenteraimpian.wordpress.com

Pemotongan Tali Pusat


Arteri klem
Gunting Steril
Sarung Tangan Steril
Benang steril pengikat pusat
Selimut Kering dan bersih
Perlak pengalas

Sumber : (JNPKR, Depkes RI, 2004)


http://creasoft.files.wordpress.com/2008/04/1tpusat.pdf

a.

Keringkan bayi.
b. Menjepit tali pusat menggunakan klem.
c. Memegang tali pusat diantara 2 klem
menggunakan tangan kiri, dengan perlindungan
jari-jari tangan kiri, potong tali pusat diantara
kedua klem.

Sumber : (JNPKR, Depkes RI, 2004)


http://creasoft.files.wordpress.com/2008/04/1tpusat.pdf

Sumber gambar : Google.com ; (JNPKR, Depkes RI, 2004)


http://creasoft.files.wordpress.com/2008/04/1tpusat.pdf

Perbedaan Tetanus Neonatorum


dan Tetanus pada Orang Dewasa

Tetanus yang Menyerang Orang


Dewasa
1. Localited tetanus:
Kontraksi otot di tempat luka terjadi
Kontraksi ringan
Dapat bertahan dalam beberapa bulan
tanpa progressive
Jarang menimbulkan kematian

http://library.usu.ac.id/download/fk/penysaraf-kiking2.pdf

2. Cephalic tetanus:
Jarang terjadi
Masa inkubasi 1 2 hari
Disebabkan luka pada daerah
muka, kepala, benda asing yang
masuk ke rongga hidung
http://library.usu.ac.id/download/fk/penysaraf-kiking2.pdf

3. Generalized tetanus:
Paling sering dijumpai
Gejala: - Trismus
- Riscus Sardonicus (Sardonic
grin)
Kenaikan suhu bisa mencapai 40C
Bila tekanan darah tidak stabil, dijumpai
takhikardia, penderita biasanya meninggal.
http://library.usu.ac.id/download/fk/penysaraf-kiking2.pdf

Tetanus Neonatorum
Biasanya

terjadi dalam bentuk Generalized

Tetanus.
Fatal apabila tidak diterapi.
Penyebab:
- Ibu yang tidak diimunisasi dan
- Perawatan bekas potongan tali pusat tidak
steril.
Onset biasanya dalam 2 minggu pertama
kehidupan: Rigiditas, sulit menelan ASI,
iritabilitas, dan spasme.
Hanya sekitar 10% penderita Tetanus neonatorum
yang dapat bertahan
(retardasi
mental).
Anonim. Infeksi.hidup
In: Ilmu Kesehatan
Anak. Volume
2. Edisi 11.
Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia; 2007.p.568-73

Permasalahan
Kurangnya

pengetahuan bagi ibu hamil dan


imunisasi di daerah pedesaan, kurangnya
penyuluhan.
Kurangnya tenaga medis dan peralatan yang
memadai untuk membantu persalinan.
Kurangnya pengetahuan mengakibatkan
tingkat kematian bayi dengan tetanus tinggi.
(
http://www.who.int/immunization monitoring/ dissease/MNTE ini
tiative/en/index.html
)

Anamnesis
1.

rekoleksi, 2. Sejarah kasus


pasien media/psikiatris, terutama
mempergunakan ingatan pasien.

wawancara(Anamnesa)
pemeriksaan fisik
pemeriksaan penunjang
Sumber : kamus dorlan edisi 29 dan
http://fk.unand.ac.id/images/skills_lab_bLOK_4.2_REVISI_201
2_LENGKAP_-_Copy.pdf

Pedoman

empat pokok pikiran (The Fundamental Four)

1.
2.
3.
4.

Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat

Penyakit Sekarang (RPS)


Penyakit Dahulu (RPD)
Kesehatan Keluarga
Sosial dan Ekonomi

tujuh butir mutiara anamnesis (The Sacred Seven).

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Lokasi (dimana ? menyebar atau tidak ?)


Onset / awitan dan kronologis (kapan terjadinya? berapa lama?)
Kuantitas keluhan (ringan atau berat, seberapa sering terjadi ?)
Kualitas keluhan (rasa seperti apa ?)
Faktor-faktor yang memperberat keluhan.
Faktor-faktor yang meringankan keluhan.
Analisis sistem yang menyertai keluhan utama.

Sumber :
http://fk.uns.ac.id/static/file/Manual_Semester_II-2012.pdf

Pemeriksaan fisik
Inspeksi
Palpitasi
Perkusi
Auskultasi

Sumber :
http://fk.unand.ac.id/images/skills_lab_bLOK_4.2_REVISI_2012_LENGKAP_-_C
opy.pdf

Anamnesa

Pemeriksaan
Fisik

Pemeriksaan
Penunjang

Diagnosa

Inspeksi
Palpitasi
Perkusi
Aulkutasi

Tetanus Toxoid

Jenis imunisasi yang diberikan untuk mencegah


penyakit tetanus (sumber:
http://www.mayoclinic.com/health/drug-information/DR601303)

Tetanus: penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri


Clostridium. Bakteri hidup di tanah, air liur, debu, dan
kotoran hewan. (sumber: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/tetanus.html )
Toxoid: eksotoksin dimodifikasi atau tidak aktif yang
telah kehilangan toksisitas tetapi tetap memiliki
kemampuan untuk merangsang produksi
antibodi/antitoksin. (sumber :

http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/toxoid )

Diagnosis
Penuntuan

sifat dan identifikasi


suatu penyakit

Sumber :
http://www.medterms.com/script/main/art.asp?articlekey=297
9

Paraji
Petugas

non-medis yang biasanya


membantu persalinan

Toxoid

Pengertian
Racun bakteri yang telah dilemahkan (biasanya
menggunagakan formaldehida) untuk
menghilangkan sifat racunya, tetapi dapat tetap
menghasilkan antitoksin yang digunakan dalam
sistem kekebalan tubuh.
Mencucu

Pengertian
Keadaan dimana otot sekitar mulut kaku dan merupakan salah
satu gejala dari penyakit tetanus
Sumber : medical-dictionary.thefreedictionary.com

Clinical

Reasoning ( Penalaran Klinis)


Pengertian
Cara berpikir mengenai berbagai aspek tentang
kesehatan pasien yang akan berakhir dengan hasil
akhir yang meliputi pecegahan,diagnosis, atau
penyembuhan terhadap pasien tersebut.
Tahap Penalaran Kritis
1. Penyelidikan keluhan dengan cara
pemeriksaan klinis ( riwayat dan pemeriksaan
klinis)
2. Menyeleksi suatu uji diagnostik
Sumber :www.criticalthinking.org

3. Integrasi temuan klinis dengan hasil uji untuk menilai


probabilitas diagnostik
4. Menimbang perbandingan risiko dan manfaat dari
pilihan diagnostik dan terapeutik untuk mencapai
rekomendasi bagi suatu pasien
5. Rekomendasi diajukan kepada pasien, pasien memilih
salah satu pilihan dari rekomendas dokter, dan rencana
terapeutik dimulai

Sumber : Harrison.Prinsip-prinsip Ilmu-ilmu Penyakit Dalam

Kejang
Pengertian

Perubahan fungsi otak yang mendadak dan sementara


sebagai mengakibatkan akibat dari aktivitas neuronal
yang abnormal dan pelepasan listrik serebral yang
berlebihan
Kejang ada bermacam-macam penyebab seperti kejang
karena demam, kejang karena epilepsi,dan lain-lain

Sumber: http://digilib.unimus.ac.id

Terima
Kasih!!!