Anda di halaman 1dari 3

NAMA

: HENDRA PANGARIBUAN

NPM

: E1J012075

PRODI

: AGROEKOTEKNOLOGI

TUGAS

: ACARA SIFAT KIMIATANAH

Jawablah secara ringkas pertanyaan berikut.


1.Apakah yang dimaksud dengan "misel"? Jelaskan.
Partikel tanah yang sangat halus, karena Misel ini memiliki permukaan yang
bermuatan listrik negatif (anion), sehingga mampu menarik kation (ion positif) yang
terdapat di dalam larutan tanah.
2.Jelaskan secara ringkas mengapa kadar ion Ca2+ pada kompleks jerapan relatif lebih tinggi
dibandingkan dengan kation yang lain.
Karena ion Ca2+ merupakan kation basa yang sangat banyak terjerap didalam koloid
tanah, hal ini terjadi karena adanya pelapukan mineral tanah, seperti feldspar dan
mineral lainnya banyak menghasilkan kalsium karena cepatnya pelapukan mineral
ini. Selain itu kalsium lebih mudah dijerap oleh kompleks jerapan daripada
kation basa yang lain.
3. Jelaskan sumber-sumber muatan negatif dan muatan positif pada koloid tanah.
Bagaimana peran bahan organik tanah pada koloid tanah?
Muatan negatif berasal dari beberapa sumber, yaitu :
1. Patahan mineral liat yang mengandung gugusan hidroksil (-OH).
Hidrolisis gugusan ini mengakibatkan terjadinya muatan negatif pada
daerah ini.
2. Terjadinya kelebihan muatan negatif pada ujung patahan mineral liat.
3. Adanya substitusi yaitu penggantian kation di dalam struktur kristal oleh
kation lain yang mempunyai ukuran yang sama tetapi dengan valensi yang
berbeda. Misalnya pengantian Al3+ oleh Fe2+ atau oleh Mg2+, dan sebagainya.
Muatan Positif berasal dari sumber, yaitu :
1. Muatan positif terdapat dalam larutan tanah yang dapat ditarik oleh
partikel muatan negatif
Bahan organik tanah pada koloid tanah berperan dalam proses pertukaran ion,
yaitu bahwa koloid organik memiliki kapasitas pertukaran kation yang sangat
tinggi, karena koloid ini memiliki kemampuan menyerap air beberapa kali lipat
dari berat keringnya.

4. Jelaskan peran kejenuhan basa (KB) terhadap nilai pH tanah.


pH rendah umumnya mempunyai kejenuhan basa rendah dan pH tinggi maka
kejenuhan basanya juga tinggi, karena kejenuhan basa menunjukkan perbandingan
antara jumlah kation-kation basa dengan semua kation (kation basa dan kation
asam) yangterdapat dalam kompleks jerapan tanah dan Nilai pH menunjukkan
banyaknya konsentrasiion unsur (H+) di dalam tanah.
5. Jelaskan hubungan antara KTK, KTA dengan tingkat pelapukan tanah.
Tingkat pelapukan tanah sangat berpengaruh terhadap ph tanah, karena ,
kapasitas tukar anion meningkat pada pH rendah dan kapasitas tukar kation
meningkat pada pH tinggi. Liat yang belum melapuk memiliki kandungan
mineral silikat tipe 2 : 1 yang tinggi, seperti illit, vermikulit, dan montmorillonit.
KTK liat-liat ini relatif tinggi. Liat kaolinit (tipe 1 : 1) meningkat semakin
tinggi dengan semakin meningkatnya pelapukan sehingga nilai KTK dan KTA
relatif sama besar.
6. Jelaskan faktor-faktor apakah yang mempengaruhi pH tanah?
Dekomposisi bahan organik
Bahan organik tanah secara terus menerus terdekomposisi oleh mikroorganisme
kedalam bentuk asam asam organik, karbondioksida (CO2) dan air, senyawa
pembentuk asam karbonat. Selanjutnya, asam karbonat bereaksi dengan Ca dan Mg
karbonat di dalam tanah untuk membentuk bikarbonat yang lebih larut, yang bisa
tercuci keluar, yang akhirnya meninggalkan tanah lebih masam.
Bahan induk
Tanah berkembang dari bahan induk yang berupa batuan dan bahan organik.
Selanjutnya batuan di kelompokkan menjadi batuan beku, sedimen dan
metamorfose. Batuan basa umumnya mempunyai pH tinggi dibandingkan dengan
tanah yang berkembang dari batuan masam
Pengendapan
Jika air berasal dari air hujan melewati tanah, kation kation basa seperti Ca dan Mg
akan tercuci. Kation kation basa yang hilang tersebut kedudukannya di tapak
jerapan tanah akan di ganti oleh kation kation masam seperti Al, H, dan Mn. Oleh
karena itu, tanah tanah yang terbentuk pada lahan dengan curah hujan tinggi
biasanya lebih masam dibandingkan pada tanah tanah pada lahan kering atau acid.
Vegetasi alami
Tanah tanah yang berada di bawah kondisi vegetasi hutan akan cenderung lebih
masam di bandingkan dengan yang berkembang di bawah padang rumput. Hutan

tanaman dengan daun kecil (konifer) dapat menyebabkan lebih masam


dibandingkan dengan hutan tanaman berdaun lebar.
Pertumbuhan tanaman
Tanah sering menjadi masam jika di tanami atau untuk aktifitas pertanian, sebab
basa basa akan hilang (ikut terpanen).
Kedalaman tanah
Pada lahan dengan curah hujan tinggi, umumnya kemasaman meningkat sesuai
dengan kedalaman lapisan tanah, sehingga kehilangan topsoil oleh erosi dapat
menyebabkan lapisan olah tanah menjadi lebih masam.
Pupuk nitrogen
Nitrogen tanah dapat berasal dari pupuk, bahan organik, sisa hewan, fiksasi N oleh
leguminose dapat menyebabkan tanah lebih masam.
7. Berikan gambaran peran pH tanah terhadap ketersediaan hara bagi tanaman.
pH tanah menunjukkan sifat keasaman dan alkalinitas tanah, dengan menunjukkan
banyaknya konsentrasi ion hidrogen (H+) dalam tanah. Semakin tinggi kadar H+
dalam tanah semakin masam tanah tersebut. Tanah dengan pH masam banyak
ditemukan ion-ion Al (Alumunium) yang memfiksasi (mengikat) unsur P, sehingga
unsur P sulit untuk diserap oleh tanaman, padahal unsur P berperan pada tanaman
akan membantu dalam : Pembentukan albumin Pembentukan bunga, buah dan biji
Mempercepat pematangan/penuaan buah / biji Memperkuat batang agar tidak
mudah roboh Untuk perkembangan akar Meningkatkan ketahanan terhadap
penyakit. Sebagai bahan pembentukan protein. Mempengaruhi perkembangan
mikro organisme.