Anda di halaman 1dari 25

PELURUHAN ALFA

MAKALAH
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas pada Mata Kuliah Fisika
Inti

Disusun Oleh :
Kiki Ayu Winarni
Yeni Widia
Jesi Pebralia
Dheni Puji Rahayu
M. Furqon
Dwi Pratiwi
Intan Megawati
Nessy Marina
Abdul Rahman

(06101011001)
(06101011001)
(06101011004)
(06101011005)
(06101011006)
(06101011007)
(06101011009)
(06101011014)
(06101011035)

JURUSAN PMIPA PRODI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDERALAYA
2013
1

KATA PENGANTAR
Pemahaman terhadap beberapa diantara problematika suatu
mata kuliah khususnya dalam memahami mata kuliah Fisika Inti,
kami mencoba untuk mengembangkan suatu model pembelajaran
yaitu dengan cara menyelesaikan pembuatan makalah yang telah
ditugaskan. Dan Atas berkat dan rahmat Allah SWT, sehingga kami
dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan tepat waktunya,
meskipun dalam makalah ini telah disadari bahwa penulisan
makalah yang kami buat masih belum lengkap dan belum
sempurna.
Akhirnya penulis berharap bahwa pembaca dapat mengambil
hikmah dari pembahasan makalah yang kami buat, dan penulis
mohon di bukakan pintu maaf yang sebesar- besarnya jika
penulisan makalah yang kami sajikan ini jauh dari kesempurnaan
dan pembahasannya kurang lengkap, karena kami disini masih
dalam tahap belajar.

Inderalaya,
2013

Penulis

Desember

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................i


DAFTAR ISI ...............................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................1
A. Latar Belakang Masalah....................................................1
B. Rumusan Masalah.............................................................2
C. Tujuan................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN ..............................................................3
A. Definisi Partikel Alfa..........................................................3
B. Emis Partikel Alfa...............................................................6
C. Karakteristik Partikel Alfa..................................................7
D. Spektrum Alfa.................................................................11
E. Peluruhan Alfa.................................................................12
F. Peluruhan Alfa menurut Teori Gamaw dan Teori Semi Klasik 13
G. Manfaat Partikel Alfa.......................................................17
BAB III PENUTUP...................................................................18
DAFTAR PUSTAKA..................................................................19

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Radioaktivitas

merupakan

pemancaran

spontan

partikel-

partikel radioaktif oleh inti-inti atom yang tidak stabil. Radioaktivitas


ditemukan pertama kali oleh Henri Becquerel. Radioaktivitas ini
digolongkan menjadi unsur-unsur radioaktif dan partikel-partikel
radioaktif. Unsur radioaktif adalah unsur-unsur yang memancarkan
partikel-partikel radioaktif secara spontan. Pemancaran partikelpartikel radioaktif itu terjadi untuk mencapai kestabilan inti atom.
Sebagian unsur radioaktif berubah menjadi unsur radiooaktif lain
yang lebih stabil setelah memancarkan partikel-partikel radioaktif.
Ada 3 macam partikel radioaktif yaitu: sinar alfa (), sinar beta (
) dan sinar gamma ( ). Partikel alfa itu berupa inti helium 2He4
atau kadang ditulis

4, sedangkan partikel beta merupakan

elektron-elektron identik dengan mengelilingi inti dan mengandung


2 proton dan 2 neutron yang terikat bersama-sama dan partikel
beta merupakan perbandingan jumlah neutron yang lebih besar dari
jumlah proton. Dari ketiga sinar radioaktivitas tersebut yang
dijelaskan dalam makalah ini yaitu tentang partikel alfa, pada
dasarnya partikel alfa memiliki muatan sebesar dua kali muatan
proton dengan gerak yang relatif lambat sehingga menimbulkan
ionisasi yang cukup besar. Sebagian besar nuklida nomor massa
A>150 adalah tidak stabil dan meluruh dengan pemancaran sinar
alfa. Untukn penur nuklida-nuklida yang lebih ringan terjadinya
peluruhan alfa sangat tidak memungkinkan. Konstanta peluruhan
secara eksponensial dengan penurunan energi peluruhan, untuk

nomor massa A= 150 secara praktis energi peluruhannya nol.


Informasi eksperimen tentang peluruhan alfa memperlihatkan
beberapa kecenderungan yang muncul pada peluruhan inti, yaitu:
1. Pada umumnya pada peluruhan alfa terjadi kebergantungan
energi peluruhan pada nomor massa A, atau nomor atom Z, atau
nomor neutron N; terkecuali pada bilangan-bilangan lainnya.
2. Untuk nuklida-nuklida dengan nomor atom Z tertentu memiliki
umur paruh sebagai fungsi energi peluruhan, khususnya untuk
inti genap-genap.
3. Spektrum energi peluruhan alfa memberikan informasi tentang
skema tingkat-tingkat energi dari inti induk dan inti anak.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar

belakang

yang

telah

dipaparkan

sebelumnya, dapat dirumuskan beberapa pertanyaan yaitu :


1. Apa itu partikel alfa?
2. Bagaimana emisi partikel alfa?
3. Bagaimana karakteristik partikel alfa?
4. Bagaimana spectrum partikel alfa?
5. Bagaimana peluruhan alfa?
6. Bagaimana peluruhan alfa menurut teori Gamow dan teori
semi klasik?
7. Apa manfaat partikel alfa?
C. Tujuan
Dari rumusan masalah yang telah di sebutkan sebelumnya, dapat diketahui
bahwa tujuan pembuatan makalah ini adalah :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Untuk
Untuk
Untuk
Untuk
Untuk
Untuk

mengetahui definisi partikel alfa


mengetahui emisi partikel alfa
mengetahui karakteristik partikel alfa
mengetahui spectrum partikel alfa
mengetahui peluruhan patrikel alfa
mengetahui peluruhan alfa menurut teori Gamow,

dan teori semi klasik


7. Untuk mengetahui manfaat dari partikel alfa

BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Partikel Alfa
Pada tahun 1896, Becquerel telah menemukkan gejala
radioaktivitas

pada bahan radioaktif alam. Curie dan Rutherford

menemukkan bahan pemancar radiasi alfa. Struktur nuklir pada


peluruhan alfa ini mempresentasikan keadaan inti atau disebut juga
sebagai partikel alfa (Wiyatmo, Yusman 2009: 124).
Partikel alfa adalah inti helium yang dipancarkan oleh suatu
inti yang tidak stabil. Partikel alfa pada dasarnya terdiri dari 2
proton dan 2 neutron atau identik dengan inti helium. Partikel ini
sangat masif dan berenergi tinggi serta dipancarkan dari inti isotop
radioaktif yang memiliki rasio neutron terhadap proton yang terlalu
rendah. Oleh karena itu lambang partikel
4
2

lambang inti helium


bermuatan

positif

menimbulkan

He

(+2e),

ionisasi

dibandingkan partikel

sama dengan

atau terkadang ditulis 24. Partikel


dan

yang

ketika

cukup

dan

bergerak

besar

dan

diudara

akan

paling

besar

. Bahkan partikel

a ini tidak

dapat menembus kertas. Secara umum proses pemancaran partikel


a

dituliskan dalam bentuk persamaan reaksi inti sebagai berikut:


A
Z

A4

X Z 2Y + 2 He +Q

Reaksi inti tersebut menunjukkan bahwa inti X meluruh


menjadi

inti

dengan

memancarkan

membebaskan energi sebesar Q.

partikel

dan

Sinar alfa terbentuk saat suatu unsur radioaktif memancarkan


partikel alfa dan membentuk unsur baru dalam proses yang disebut
peluruhan alfa (alpha decay) (Purwoko.2009:380).
Daya ionisasi partikel alfa sangat besar, kurang lebih 100 kali
daya ionisasi partikel beta dan 10.000 kali daya ionisasi sinar
gamma. Karena mempunyai muatan listrik yang besar maka
partikel alfa mudah dipengaruhi oleh medan listrik yang ada
sekitarnya. Partikel alfa tidak mampu menembus pori-pori kulit kita
pada lapisan yang paling luar sekalipun karena mempunyai ukuran
yang besar.
a. Sifat-sifat sinar alfa yaitu:
- Terdiri atas inti helium
- Bermuatan listrik positif
- Dibelokkan oleh medan listrik dan medan magnet
- Daya tembus kecil tetapi daya ionisasi sangat besar
- Jika suatu atom memancarkan sinar, maka nomor atom
berkurang 2 dan nomor massa berkurang 4
b. Kecepatan dan energi partikel alfa
Beberapa kecepatan dan energi dari sebuah partikel alfa
dapat dijelaskan menjadi beberapa bagian yaitu:
1. Pengukuran yang akurat dari suatu partikel alfa dapat
menentukkan energi yang berbeda hanya dengan jumlah
kecil dan dapat menyebabkan radionuklida memancarkan
spektrum partikel.
2. Pengetahuan tentang
spektrum

energi

memungkinkan

suatu

dapat

komponen

menetapkan

dari

tingkat

energi nuklir.
3. Metode untuk menentukkan energi dari suatu partikel
yang dapat digunakan untuk proton dan deuteron.
4. Nilai-nilai yang akurat dari suatu energi partikel dapat
digunakan untuk pengembangan teori partikel alfa.
Dari ke empat metode tersebut bahwa metode yang
memberikkan hasil yang paling tepat untuk kecepatan dan energi

dari suatu partikel bergantung pada pengukuran defleksi dari jalur


partikel medan magnet. Ketika suatu partikel bermuatan bergerak
dalam medan magnet dan orbit merupakan radius lingkaran yang
ditentukkan oleh relasi sebagai berikut:
Mv 2
Hqv =
r

Menurut Mostava (1999: 51), pengukuran secara akurat dari


enegri partikel alfa antara lain berguna:
1. Menentukan spektrum partikel alfa yang dipancarkan
oleh inti radioaktif.
2. dengan adanya spektrum alfa dapat diketahui level
energy nuklir.
3. Pengukuran energi yang akurat, menghasilkan harga
muatan Q sehingga massa nuklir akan dapat diketahui.
4. diperlukan harga partikel alfa dalam teori peluruhan alfa.
Salah satu pengukuran secara presisi dari kecepatan dan
energy alfa adalah dengan metode defleksi magnetic, dengan
menggunakan sebuah instrument: Magnetic Spectograph.
Kesetaraan Massa
Mx = My + M
Kesetaraan Energi
Hukum kekekalan energi menjelaskan mengenai peluruhan
mana yang paling mungkin terjadi dan bagaimana menghitung
energi diam atau kinetik dari hasil peluruhan. Sebagai contoh,
sebuah inti X hanya dapat meluruh menjadi sebuah inti X yang
lebih ringan.

A
Z

A4

X Z2 X ' + 2

Selain itu, ia memancarkan pula satu atau lebih besar


daripada massa diam total X + . Kelebihan energi massa inti kita
sebut dengan nilai Q peluruhan:
M N ( X ) c 2=M N ( X ' ) c 2+ M N ( ) c 2 +Q
2
' 2
2
Q=[ M N ( X ) c M N ( X ) c M N ( ) c ]
'
2
Q=[ M N ( X )M N ( X ) M N ( ) ] c

MN adalah massa diam inti (nucleus). Peluruhan ini hanya


terjadi jika Q bernilai positif. Kelebihan energy Q ini muncul sebagai
energy

kinetic

paartikel-partikel

hasil

peluruhan

(dengan

menganggap X mula-mula diam):


Q=K X +K
'

Partikel alfa diperoleh dari peluruhan atom secara spontan,


dimana:
Q>0
2
'
2
M N ( X ) c >[ M N ( X ) + M N ( ) ] c
'
M N ( X )> [ M N ( X ) + M N ( ) ]

Syarat peluruhan spontan atom yang meluruh


harus memiliki unsur A 200

B. Emisi Partikel Alfa


Partikel alfa pada dasarnya terdiri dari 2 proton dan 2 netron atau identik
dengan inti helium. Partikel ini sangat masif dan berenergi tinggi serta dipancarkan
dari inti isotop radioaktif yang memiliki rasio netron terhadap proton yang terlalu
rendah.dikarenakan partikel alfa ini memiliki muatan listrik dan massa yang relatif
besar sehingga dapat menyebabkan partikel ini memiliki kemampuan yang sangat
terbatas dalam menembus bahan dan menjadi cepat kehilangan energi di udara.
Sehelai kertas tisu bahkan kulit mati sudah cukup tebal untuk menyerap semua radiasi
alfa yang keluar dari bahan - bahan radioaktif.
(Kaplan: 319) Suatu Partikel yang diberikan nuklida akan memancarkan
partikel dengan jumlah energi yang berbeda. Hal ini bahwa seluruh partikel
memiliki kecepatan dan energi awal yang sama dari nuklida yang aktif. Keberadaan
jarak partikel ini pertama kali diamati oleh Rutherford dan Wood yang mempelajari
penyerapan sinar dari sampel ThC. Torium C memancarkan partikel dengan ratarata 4,73 cm. Selain itu juga Rutherford dan Wood menemukkan bahwa beberapa
partikel dari suatu sumber melalui layar dapat menyerap ketebalan partikel berkisar
8,6 cm. Adapun contoh peluruhan emisi partike l tersebut dapat dilihat dibawah ini:
210

84

Po ----------------> 24He + 82206Pb


Dari contoh Polonium diatas dapat dilihat bahwa rasio neutron terhadap

proton dari polonium adalah 1.5 : 1 . Namun setelah mengalami peluruhan dengan
menembakkan partikel alfa, maka dihasilkan unsur Pb-82 yang stabil dengan rasio
neutron terhadap proton 1,51 : 1
Suatu inti yang memancarkan partikel alfa, terkadang meninggalkan keadaan
eksitasi pada inti anakan, yang kemudian menghasilkan emisi sinar gamma untuk
mengembalikan inti pada keadaan dasar (stabil). Seperti contoh yang terjadi pada
tranformasi inti

226

Ra menjadi

222

Rn dimana energi partikel alfa sebesar 7.77 MeV

dipancarkan sehingga mengghasilkan inti

222

Rn yang stabil. Dan energi partikel alfa

sebesar 4,591 MeV dipancarkan dan meninggalkan keadaan tereksitasi yang


kemudian kembali ke keadaan stabil dengan sebelumnya memancarkan sinar gamma
sebesar 0.186 MeV.

C. Karakteristik Partikel Alfa


Karakteristik partikel alfa dapat dijelaskan meliputi beberapa hal
yaitu:
Berdasarkan hasil eksperimen diketahui bahwa kecepatan gerak
partikel alfa berkisar antara 0,054 c hingga 0,07 c. Karena massa
partikel alfa cukup besar, yaitu 4 u, maka:
a. Daya Jangkau Partikel Alfa
Berdasarkan hasil eksperimen diketahui bahwa kecepatan
gerak partikel alfa berkisar antara 0,054 c hingga 0,07 c. Karena
massa partikel alfa cukup besar, yaitu 4 u, maka jangkauan partikel
alfa sangat pendek.partikel alfa dengan energi paling tinggi,
jangkauannya di udara hanya beberapa cm. Sedangkan dalam
bahan hanya beberapa mikron. Partikel alfa yang dipancarkan oleh
sumber

radioaktif

memiliki

energi

tunggal

(mono-energetic).

Bertambah tebalnya bahan hanya akan mengurangi energi partikel


alfa yang melintas, tetapi tidak megurangi jumlah partikel alfa itu
sendiri. Pengujian jejak partikel alfa dengan kamar kabut Wilson,
menunjukkan

bahwa

sebagian

besar

partikel

alfa

memiliki

jangkauan yang sama di dalam gas dan bergerak dengan jejak


lurus.
Jangkauan partikel alfa biasanya diukur di udara pada suhu 0
C dan tekanan 70 mmHg dan dapat didekati dengan persamaan
sebagai berikut.
d ( cm )=0,56 xE ( meV ) E< 4 MeV

d ( cm )=1,24 xE ( MeV ) 2,62 4< E< 8 MeV


Sedangkan jangkauannya dalam medium (d ) selain udara
m
didefinisikan

dengan

pendekatan

persamaan

Bragg-Kleeman

sebagai berikut:
dm=

3,2 x 104 Am
d
m

dengan

Am =

n1 A1 +n 2 A2 .
n1 A 1+ n2 A2

3
m adalah massa jenis medium (gr/cm )
N fraksi atom dari unsur i
i
A berat atom unsur i
i
Contoh soal
Berapakah jangkauan partikel alfa dengan energi 4,195 MeV di
dalam molekul UO

3
dengan masaa jenis 10,9 gr/cm . Diketahui

massa atom U dan O masing-masing 238 dan 16 ?


Penyelesaian
Molekul UO terdiri atas 3 atom (1 U dan 2 O), sehingga fraksi atom
2
untuk U, n =1/3 dan untuk O, n = 2/3

AUO =
2

( 13 ) ( 238) +( 23 )(16) =11,52


( 13 ) 238+( 23 ) 16

Jangkauan partikel alfa di udara d = 1,24 x 4,195 2,62 = 2,58 cm

Maka jangkau partikel alfa di dalam molekul UO

3,2 x 10 4 (11,52 )
d vo =
=8,73 x 104
10,9
2

b. Daya Ionisasi
Mekanisme utama hilangnya energi partikel alfa adalah melalui
ionisasi dan eksitasi. Dalam udara partikel alfa rata-rata kehilangan
energi sebesar 3,5 eV untuk menghasilkan pasangan ion (p, e).
Sementara eksitasi terjadi ketika energi yang ditransfer ke elektron
atom medium, tidak cukup untuk melepaskan elektron dari
pengaruh ikatan inti.
Partikel alfa bergerak cukup pelan karena massanya yang
relatif besar. Karena muatannya juga besar (2e), maka ionisasi
spesifik sangat tinggi. Ionisasi sepisifik adalah banyaknya pasangan
ion yang terbentuk per satuan panjang lintasan. Pasangan ion yang
terbentuk dalam orde puluhan ribu paangan ion per centimeter
lintasan di udara.
Ionisasi spesifik (I ) dirumuskan:
s
IS =

Pasangan ion =

K a

adalah energi partikel alfa (eV) dan W adalah energi

jangkauana (cm)

Ka
W .d

(pasangan ion/cm)

yang diperlukan untuk membentuk 1 pasang ion di udara, 35


eV/pasang Energi

Pasangan ion per mm-udara

8000

4000

Energi Partikel Alfa (Mev)


Gambar 1 Kurva Bragg untuk Ionisasi Spesifik Partikel Alfa di Udara

Contoh:
Berapa jumlah pasangan ion per cm di udara yang dihasilkan oleh
partikel alfa dengan energi 4,5 MeV ?
Penyelesaian
Jangkaun alfa di udara d = 1,24 x 4,5 2,62 = 2,96 cm
6

Jumlah pasngan ion per cm

I s=

4,5 x 10 eV
ion
=43.436 pasang
3,5 eVx 2,96 cm
cm

c. Dibelokkan oleh medan magnet maupun medan listrik.


d. Jika suatu atom memancarkan sinar , maka nomor atom
berkurang dua dan nomor massa berkurang 4.

D. Spektrum Partikel Alfa

(Mostavan,1999:62)

Energi dan jangkauan partikel dari

suatu nuklida radioaktif pada awalnya sama namun kenyataannya


tidak setelah dipelajari dengan chould chamber dan magnetic
spectografh dapat ditunjukkan seperti ThC memiliki dua group
energi yang lebih besar atau disebut sebagai Long Range Particle
bahkan lebih dari dua yaitu 9,492 sebanyak 40 partikel, 10,422 MeV
sebanyak 20 Partikel dan 10,543 MeV sebanyak 170 partikel untuk
tiap juta partikel ThC. Begitu juga dengan RaC. Pada tahun tersebut
Rosenblum dengan defleksi magnetiknya menemukkan bahwa
partikel normal yang dipancarkan nuklida radioaktif jatuh pada
beberapa

daerah

dengan

kecepatan

grup

yang

berdekatan.

Beberapa komponen daerah yang berdekatan dari sinar tadi


dikatakan

membentuk

struktur

yang

benar

(fine

struktur).

Sehingga dapat diketahui bahwa beberapa sumber radioaktif alami


memiliki spektrum yang berbeda-beda. Spektrum partikel alfa
terdiri dari tiga hal yaitu:
Spektrum terdiri dari single group atau lintas contoh Rn dan

RnA
Spektrum terdiri dari dua atau lebih ciri khas, daerah
dekat /closely spaced (V dan E) memiliki intensitas sama

atau sedikit beda.


Spektrum terdiri dari grup utama dan grup yang berenergi
besar (long-Range Particle)

E. Peluruhan Partikel Alfa


Peluruhan alfa adalah emisi partikel alfa (inti helium) yang
dapat dituliskan sebagai

4
2

He

atau

4
2

a . Ketika sebuah inti tak

stabil mengeluarkan sebuah partikel alfa maka nomor atom


berkurang dua dan nomor massa berkurang empat. Peluruhan alfa
dapat ditulis sebagai berikut:

A
Z

A4

X Z 2Y + 2a
Peluruhan alfa ini diasumsikan dua netron dan dua proton

yang berada dalam inti yang membentuk partikel alfa. Dua proton
dan dua netron ini bergerak terus di dalam inti, yang kadangkadang bergabung dan terkadang berpisah. Di dalam inti partikel
alfa terikat oleh gaya inti yang sangat kuat. Tetapi jika partikel alfa
inti bergerak lebih jauh dari jari-jari inti ia akan segera merasakan
tolakan gaya Coulomb.
(Krane.1992:366)

Jenis

peluruhan

seperti

ini

dapat

membebaskan energi, karena inti hasil peluruhan terikat lebih erat


daripada inti semula. Energi yang terbebaskan dan muncul sebagai
energi kinetik partikel alfa dan inti anak, dapat dihitung dari massa
semua inti yang terlibat menurut persamaan dibawah ini:
'
2
Q = [ m ( X )m ( X )m(a) ] c
Adapun tabel jangkauan energy waktu paruh dan konstanta
peluruhan dari pengemisi partikel dapat dilihat pada tabel berikut:

Nuclide

Th

232

Ra226 (Ra)
Th

228

(RdTh)
Em222(Rn)
Po218 (RaA)
Po216 (ThA)
Po214 (RaC)

Mean

Alpha

range,

Disentegra

Cm Of

tion

standar

Energy,

d air
2.49

Mev
4.06

1.39

4.86

1010 y
1.62 x 103 1.36 x 10-11

3.98

5.52

y
1.9 y

4.05
4.66
5.64
6.91

5.59
6.11
6.90
7.83

3.83
3.05
0.16
1.64

3.30

Disintegra
tion
Constant,
Sec-1

Half-life

x 1.58 x 10-18

1.16 x 10-8
d
m
s
x 10-

2.10 x 10-6
3.78 x 10-3
4.33
4.23 x 103

Po212 (ThC) 8.57

8.95

3.0 x 10-7s 2.31 x 106

Dari table diatas waktu paruh bervariasi dari 1.39 x 10 10 tahun


pada nuklida yang berumur paling lama sampai 3.0 x 10 10 detik
pada nuklida yang berumur paling pendek, konstanta peluruhan
bervariasi dari 1.58 x 1018/dt s.d. 2.31 x 106/dt, dengan kata lain
konstanta peluruhan bervariasi sangat besar dengan sedikit beda
energy, dimana:

Nuklida

berenergi kecil.
Nuklida berumur terpendek memancaarkan partikel alfa

berumur

terpanjang

memancarkan

partikel

alfa

berenergi terbesar.
Hal ini sesuai dengan hukum Geiger-Nuttal:
Log A log R + B, dimana A= kemiringan garis

Peluruhan alfa merupakan salah satu contoh dari efek terobos


halang (yang dibahas buku Fisika Modern: Kenneth Krane Bab 5
Persamaan Schrodinger

dalam materi Potensial Tangga dan

Halang) partikel alfa terikat dalam inti atom oleh gaya inti, ketika
neutron dan proton berada dalam inti , kadang-kadang berpadu dan
bercerai kembali sehingga ketika bergerak melewati jari-jari inti
akan merasakan tolakan Coulomb dari inti anak.
Taksiran

kasar

probabilitas

mekanika kuantum adalah:


=

v k (R R )
e
2R
'

peluruhan

alfa,

berdasarkan

Dengan K =

V B K a /2
2 m/2

dimana VB merupakan tinggi

maksimum penghalang atau merupakan energi coulumb partikel


alfa pada permukaan inti atom yang besarnya VB

= 2 (Z-2)

e 2 /4 o R , dan R = 2 (Z-2) e 2 /4 o K a .

F. Peluruhan Alfa Menurut Teori Gamow dan Teori Semi


Klasik
Peluruhan alfa tak mungkin terjadi menurut fisika klasik. Namun kenyataannya
peluruhan alfa terjadi sebagai suatu cara untuk memperbesar kemantapan suatu atom
yang memiliki nukleon besar. Atom ber-nukleon besar memiliki gaya tolak antar
proton yang besar sehingga gaya nuklir berjangkau pendek yang mengikatnya tak
dapat mengimbangi. Maka terjadilah peluruhan alfa. Partikel alfa memiliki massa
yang cukup kecil (jika dibandingkan nukleon pembentuknya), dan memiliki energi
kinetik yang cukup tinggi sehingga dapat lolos dari inti sebuah atom. Lalu bagaimana
penjelasan sebuah partikel alfa dapat lolos dari inti?

Inti dari gambar ditas adalah agar partikel alfa dapat lolos dari inti,maka ia harus
memiliki energi minimal 25 MeV (setara dengan energi untuk membawa partikel alfa
dari jarak tak hingga ke dekat inti tapi masih diluar jangkauan gaya tarik inti). Namun

peluruhan alfa hanya memiliki energy sekitar 4 9 MeV, sehingga terjadi kekurangan
energi sebesar 16 21 MeV untuk meloloskan diri dari inti.
Persoalan kekurangan energi tersebut dapat dijawab secara mekanika kuantum
(oleh Gamow, Gurney, dan Condon). Ada tiga prinsip yang dikemukakan untuk
menjawabnya:
1. Partikel alfa bisa ada sebagai partikel di dalam inti.
2. Partikel semacam ini terus menerus dalam
dibatasgeraknya

hanya

dalam

inti

oleh

keadaan

rintangan

gerak

potensial

dan
yang

melingkupinya.
3. Terdapat peluang kecil tetapi tertentu untuk partikel ini melewatirintangan
potensial ini (meski kecil) setiap kali terjadi tumbukan

Peluang terjadinya tumbukan ( ) dirumuskan :


v.T
Konstanta peluruhan
dimana v adalah frekuensi tumbukan dan T adalah peluang partikel alfa
menembus rintangan potensial.

v
2 R0

Frekuensi tumbukan partikel


dimana v adalah kecepatan partikel alfa dan Ro adalah jari-jari nuklir.
Karena v > K, maka dalam fisika klasik terjadi transmisi adalah tidak
mungkin (T=0). Sedangkan secara mekanika kuantumpartikel alfa bergerak
dipandang sebagai gelombang dengan peluangtransimisi T.
Gamow, Gurney dan condon pada tahun 1982 secara terpisah berhasil
menjelaskan peristiwa peluruhan alfa dengan menggunakan perhitungan mekanika
kuantum. Mereka mengasumsikan bahwa zarah alfa berada dalam inti dilingkupi oleh
sebuah potensial inti. Potensial didalam inti tersebut diasumsikan sama dengan nol
untuk mensimulasikan efek coulum di dalam inti. Kedalaman yang pasti dari sumur
potensial tersebut tidak berpengaruh pada hasil akhir dari perhitungan mekanika
kuantum.

Menurut (Wiyatmo.2009:132) Tinjauan mekanika gelombang memberikan


deskripsi yang lebih akurat tentang peluruhan alfa. Jika dua buah proton dan dua
neutron bergabung membentuk zarah alfa dalam sebuah inti. Maka zarah ini akan
terikat oleh gaya inti, akan tetapi ia bebas bergerak didalamnya secara bolak-balik
menumbuk dinding inti, seolah-olah seperti zarah yang terperangkap dalam sumur
potensial yang tinggi, yang secara klasik zarah tersebut tidak mungkin dapat keluar
dari sumur. Semakin besar energi kinetik alfa dan semakin sering menumbuk dinding
maka semakin besar peluang alfa untuk lolos. Hal ini berarti bahwa peluang
terjadinya peluruhan alfa bergantung pada tenaga kinetik alfa.
Secara semi klasik, probabilitas peluruhan persatuan waktu

sama

dengan jumlah tumbukan perdetik dimana zarah alfa menumbuk dinding dikalikan
dengan probabilitas P zarah untuk menerobos potensial perintang.
v
P
R

Dengan v menyatakan kecepatan zarah alfa didalam inti. Pendekatan yang lain
yakni dengan menggunakan probabilitas P secara klasik :
P e
dengan
b

diberikan oleh persamaan ze pada muatan zarah alfa

[ (

)]

z Zt e
2
= 2 MO
Q dr
R
r
Jarak b disebabkan adanya efek pentalan (recoil) dari inti turunan pada saat
peluruhan maka terjadi reduksi massa zarah alfa yakni:
m m
M O= t
ma +mt
Integral persamaan dapat ditentukan secara langsung dengan cara sebagai
berikut:

1/ 2

1 y
( cos1 y ) y
4 z Zt e2
=

hv
Dengan v menyatakan kecepatan relatif zarah alfa terhadap inti turunan.
R Q
y= = a
b b
Selanjutnya untuk energi peluruhan zarah alfa dapat dirumuskan sebagai
berikut:
z Zt e
1
2
Q a= M o v =
2
b

Dengan b menyatakan titik balik. sehingga diperoleh konstanta peluruhan alfa


dalam potensial yang tebal adalah:
2

1
2

Zt e M o R
4 Z t e2 8
+
hv

v
a exp
R

G. Manfaat partikel Alfa


(Muljono.2003:80) Partikel alfa ini menghasilkan ionisasi, dimana
ionisasi ini dapat digunakan dalam bidang biologi yaitu dapat
menggantikan sel-sel yang rusak secara total. Partikel alfa tersebut
ditembakkan pada inti suatu atom maka akan menghasilkan
radioisotope (yang lebih dan sering digunakan untuk menembak
adalah neutron).

Adapun Muatan positif dari partikel alfa sangat berguna dalam industri, misalnya:
1. Radium-226 dapat digunakan untuk pengobatan kanker, yakni dengan
memasukkan jumlah kecil radium ke daerah yang terkena tumor.
2. Polonium-210 berfungsi sebagai alat static eliminator dari paper mills di
pabrik kertas dan industri lainnya.
3. Beberapa Detektor asap memanfaatkan emisi alfa dari americium-241 untuk
membantu menghasilkan arus listrik sehingga mampu membunyikan alarm
saat kebakaran.

BAB III
PENUTUP
Partikel alfa adalah inti helium yang dipancarkan oleh suatu
inti yang tidak stabil. Partikel alfa pada dasarnya terdiri dari 2
proton dan 2 neutron atau identik dengan inti helium. Sinar alfa
terbentuk saat suatu unsur radioaktif memancarkan partikel alfa
dan membentuk unsur baru dalam proses yang disebut peluruhan
alfa.
Karakteristik partikel alfa ini terdiri dari dua langkah yaitu
daya jangkau partikel dan daya ionisasi. Partikel alfa ini memiliki
sifat-sifat sebagai berikut:
-

Terdiri atas inti helium


Bermuatan listrik positif
Dibelokkan oleh medan listrik dan medan magnet
Daya tembus kecil tetapi daya ionisasi sangat besar
Jika suatu atom memancarkan sinar, maka nomor atom
berkurang 2 dan nomor massa berkurang 4

DAFTAR PUSTAKA

Beiser, Arthur. 1983. Konsep Fisika Modern. Jakarta : Erlangga.


http://www.basistik.com/2011/05/fisika-percobaan-hamburan-partikel-alfa.html
http://www.scribd.com/doc/87034890/Resume-Kimia-Inti
Kaplan, Irving. Nuclear Physics.
Krane, Kenneth. 1992. Fisika Modern. Jakarta : UI.
Mostavan. 1999. Fisika Inti. Bandung: UPI.
Muljono. 2003. Fisika Modern. Jakarta : Universitas Pelita Harapan.
partikel alpha/30322247-PARTIKEL-ALFA.htm
Peluruhan alfa. Pdf
Purwoko. 2009. Physics For senior High School. Jakarta: Yudhistira.
Wiyatmo,Yusman.2009. Fisika Nuklir. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.