Anda di halaman 1dari 8

BANGUNAN

PENGENDALI SEDIMEN

A. PENDAHULUAN
Sungai adalah jalur air di atas permukaan bumi yang disamping
mengalirkan air juga mengangkut sedimen terkandung dalam air sungai
tersebut. Sedimen terbawa hanyut oleh aliran air, yang dapat dibedakan
sebagai endapan dasar, dan muatan melayang. Karena muatan dasar
senantiasa bergerak, maka permukaan dasar sungai kadang-kadang naik,
tetapi kadang-kadang turun ( degradasi ). Sedangkan muatan melayang tidak
berpengaruh pada alterasi dasar sungai, tetapi dapat dapat mengendap di
dasar

waduk-waduk.sehingga

bisa

menimbulkan

berbagai

masalah

dan pendangkalan waduk maupun muara sungai.


Mencegah terjadinya proses sedimentasi adalah suatu hal yang tidak
mungkin dapat dilakukan, karena sedimentasi adalah hasil suatu proses gejala
alam yang sangat komplex di atas permukaan bumi ini. Proses ini
berlangsung secara menerus dan kadang kadang lebih diperparah oleh
kegiatan manusia. Oleh aliran air hujan bahan bahan hasil sedimentasi
tersebut dihanyutkan memasuki palung palung sungai.
Secara teknis proses sedimentasi dapat diperlambat mencapai tingkat
yang tidak membahayakan, yaitu tingkat sedimentasi yang seimbang dengan
kemampuan daya angkut aliran sungai secara fluvifal dan dapat dihindarkan
gerakan sedimen secara massa. Dengan demikian alur sungai di daerah kipas
pengendapan pada tingkat tingkat tertentu dapat distabilkan baik vertikal
maupun horisontal.
Adapun menurut Khoirul Murod (2002:9) menyebutkan jenis
bangunan pengendali sedimen menurut fungsinya dibedakan menjadi :
1. Check Dam atau Sabo Dam yaitu dam penahan sedimen yang harus
dibangun di lembah sungai yang cukup dalam untuk menahan,
menampung dan mengendalikan sedimentasi, sehingga jumlah sedimen
yang mengalir diperkecil.
a. Pengertian Sabo Dam

Sabo mulai dikenalkan di Indonesia sejak kedatangan tenaga


ahli sabo dari Jepang, Mr. Tomoaki Yokota, pada tahun 1970. Sabo
berasal daribahasa Jepang yang terdiri dari dua kata yaitu sa yang
berarti pasir dan bo yangberati pengendalian, dengan demikian
secara harfiah sabo mengandung pengertianpengendali pasir. Akan
tetapi

dalam

kenyataannya

sabo

merupakan

suatu

sistempenanggulangan bencana alam akibat erosi dan sedimentasi.


Termasuk didalamnya erosi dan sedimentasi yang disebabkan oleh
adanya lahar hujan,sedimen luruh, tanah longsor, dan lain-lain.

SumberDalam
https://machmudjunus.files.wordpress.com/2009/05/sabo-dam-5.jpg
perencanaanya, kapasitas tampungan bangunan

pengendali sedimen perlu diperhitungkan secara matang, karena


kapasitas ini bisa menentukan potensi dan jenis sedimen yang akan
melewati Dam dalam kurun waktu yang direncanakan.
b. Tujuan dan Fungs Bangunan
Salah satu fungsi pembangunan sabo dam

adalah

untukmengendalikan aliran sedimen akibat erupsi gunung api.


Daerah aliransungai bagian hulu di sekitar gunung api aktif
merupakan tempatpenampungan material hasil letusan seperti ladu,
pasir, kerikil, batu danlava. Kecuali lava, material hasi letusan yang
berupa ladu, pasir, kerikil danbatu berbagi ukuran disebut material

pyroclastic. Material pyroclastic yangtertimbun di dasar alur-alur


sungai mudah mengalami erosi dan mengalir kehilir dalam kuantitas
sangat besar bersama limpasan akibat curah hujantinggi, yang
disebut banjir lahar dingin. Banjir lahar dingin dapatmengangkut
material batu-batu besar yang mempunyai daya rusak tinggi
berpotensi menimbulkan bencana. Aliran sungai yang membawa
laharmudah berubah arah dan dapat melimpas ke areal pertanian
atau pemukiman penduduk yang dapat menyebabkan kerusakankerusakan bahkan korbanjiwa. Sebagai bangunan pengendali
sedimen, secara teknis sabo dam berfungsi menjaga erosi
permukaan tanah, menstabilkan dasar dan tebingsungai, mengurangi
kecepatan aliran banjir serta menampung aliran sedimen. Pada
perkembangannya bangunan sabo dam bukan hanya berfungsi
sebagai

pengendali

sedimen

tetapi

juga

dapat

membantu

pengembangan daerah sekitarnya melalui pemanfaatan bangunan


secara serbaguna (Suparman dkk, 2008). Bangunan sabo dapat
berfungsi sebagaibendung irigasi, sarana air bersih, mikrohidro dan
jembatan penghubung.
c. Bagian Bagian Struktur Sabo Dam
1) Main Dam
Berdasarkan fungsi sabo dam, maka tinggi efektif main
dam direncanakan pada ketinggian tertentu untuk menghasilkan
kemiringan dasar sungai stabil, tetapi kadang sulit untuk
memperoleh ketinggian yang sesuai dengan yang diinginkan
dikarenakan tinggi tebing di sebelah kiri atau kanan sungai
tidak memungkinkan untuk mendapatkan tinggi yang tepat.
Oleh sebab itu apabila tinggi tebing tidak sesuai dengan yang
diharapkan maka tinggi main dam didasarkan pada tinggi tebing
di sebelah kiri atau kanan sungai yang ada di lokasi yaitu
berada di bawah tinggi tebing agar apabila tampungan sedimen
telah penuh aliran air masih mampu ditampung oleh alur
sungai. fungsi utama adalah menahan material.

2) Sub Dam
Fungsi utama adalah membantu mengamankanmain dam
terhadap gerusa yang terjadi karena loncatan air.
3) Apron
Berfungsi untuk menahan gerusan serta mencegah
ikutmengalirnya butiran butiran tanah halus akibat adanya
aliran turbulen di hilir main dam.

2. Stepped Dam yaitu dam bertingkat yang dibuat dibagian alur yang rusak,
mudah longsor untuk mencegah produksi sedimen karena erosi galur.

Sumber http://staff.civil.uq.edu.au/h.chanson/pictures/okaza02.jpg

3. Sand Pocket (Kantong Pasir) yaitu bangunan pengendali sedimen yang


dibuat di daerah sungai yang berbentuk kipas alluvial untuk menampung
sejumlah sedimen yang mengalir cukup besar sehingga sisa dari yang
ditahan check dam ditampung disini. Pads umumnya kantong pasir
dilengkapi dengan tanggul keliling untuk mencegah limpasan.
4. Groundsill atau ambang pengendali dasar adalah check dam yang rendah
dibangun melintang sungai untuk menstabilkan dasar sungai dan
mengarahkan aliran sedimen.

5. Channel
Works yaitu bangunan berupa kanal di daerah kipas alluvial
Sumber http://static.panoramio.com/photos/large/52121219.jpg
untuk menstabilkan arah alur dan mengalirkan banjir dengan aman,

karena pada umumnya di daerah tersebut selalu berubah akibat fluktuasi


debit.

Sumber https://resultanengineering.files.wordpress.com/2014/01/3-.jpg?w=730&h=379
B. DASAR
DASAR DESAIN BANGUNAN
1. Data data hidrologi
a. Penentuan Darah Aliran Sungai (DAS)
Dalam menentukan batas daerah aliran sungai, pada peta

topografi ditarik garis imajiner yang menghubungkan titik-titik yang


memiliki elevasi kontur tertinggi di sebelah kiri dan kanan sungai
yang ditinjau. Di lapangan, batas daerah aliran sungai tersebut
berupa punggung-punggung bukit. Dari peta topografi didapat luas
DAS tersebut.
Peta topografi ini dapat diperoleh di bakosurtanal.
b. Perhitungan debit banjir rencana
Perhitungan debit banjir rencana ini dapat dihitung dengan
metode metode sebagai berikut :
1) Metode Rasional
2) Metode Weduwen
3) Metode Haspers
c. Perencanaan Debit Banjir Rencana Untuk Sabo Dam
Untuk perencanaan bangunan sabo dam, debit banjir yang
digunakan adalah gabungan antara massa air dan massa sedimen.
Untuk bangunan penahan sedimen, debit banjir yang
dimaksud adalah debit banjir yang terjadi akibat gabungan massa
air dan massa sedimen yang terbawa oleh air tersebut.

C. JENIS DATA
1. Data Skunder
No

Nama Data

Kegunaan

Sumber Data

Curah Hujan

Menghitung Qandalan
dan Qbanjir

BMKG
Dinas PU

Data Peta
Topografi

Membuat Layout
Membuat data DAS

Bakosurtanal
PPK

Data Mekanika
Tanah

Laboratorium
Mekanika Tanah

Data Geologi

Mengetahui jenis dan


lapisan tanah pada
kedalaman tertentu
beserta parameter
lainnya seperti grain
size analysis, specific
gravity (Gs), dry
density (d), cohesion
(c), water content (w),
permeability
coefficient (k), dan
sudut geser dalam ().

Data Geometri

Peta Tematik
Potensi

Data Hidrologi

Untuk mengetahui
daerah itu memiliki
batuan dasar berupa
kelompok batuan dan
endapan vulkanik yang
mendasari batuan
Gunung Merapi
diketahui kemiringan
dasar sungai rata-rata
untuk mengetahui
kondisi dan sekitar
bangunan pengendali
sedimen
Untuk memperkirakan

Demografi

8
Data Sedimen
Sungai

debit banjir rencana


pada perencanaan
bangunan
dapat diketahui
besarnya sedimen
yang masih perlu
penanggulangan

2. Data Primer
No
.
1
2

Nama Pengukuran
Pengukuran Topografi Detail
data tanah hasil lapangan

Kegunaan
untuk menentukan ukuran,
posisi, bentuk, dan kontur pada
setiap bagian bumi dan
memantau setiap perubahan

Mengetahui jenis dan dan


lapisan tanah